Esimesed 180 rida.
Jangan tidur. Dia menunggumu.
Ada apa?
Astaga.
Bagaimana? / Dia di sini? / Siapa?
Dia keluar di lemari.
tak ada siapa pun di sini. Apa yang kau bicarakan?
Dia?
Baiklah.
Itu cuma cerita. Dia tak nyata.
Ayo kita periksa?
Tidak.
Dia tak di sini.
Baiklah.
Halo?
Tidak. Tak ada siapa pun.
Cuma ada kita.
Tidak!
15 TAHUN KEMUDIAN
Akan ada masalah. Vodkanya habis./ Tim, ambilkan aku minuman itu.
Terima kasih./ Hati-hati. Jangan tumpahkan itu.
Ini pestaku./ Tentu./ Acara kita akhir pekan ini masih jadi?
Tidak. Semoga aku bisa makan malam dengan salah satu gadis itu.
Seperti gadis yang satu ini./ Terima kasih.
Scotty, Tim sudah bilang kami akan menemui orang tuaku malam ini?
Bertemu orang tua? Kedengarannya serius.
Kau harus bertahan berakhir pekan dengan Ayahnya Jessica.
Ayolah. Ayah tak seburuk itu. Jangan dengarkan itu.
Kecuali saat dia coba menghukummu./ Harusnya tak kuceritakan itu.
Saat itu umurku 7 tahun. Dia cuma mau mengajariku berenang.
Dengan melemparmu ke tengah danau? / Ini mungkin saatnya bersulang?
Baiklah./ Permisi, Semuanya.
Saat kita kembali di hari Thank's Giving hari Senin...
...keadaan akan banyak berubah. Pertama, suasana akan lebih sepi.
Tapi jelas tak akan segembira ini. Daily News beruntung mendapatkanmu.
Bersulang.
Baik. Ayo lepaskan./ Baik-baiklah, Jes./ Pasti.
Aku akan merindukanmu. Kalian semua./ Aku juga akan merindukanmu.
Aku bilang orang tuaku aku akan sampai jam 11.
Baik. Aku ambil jaketmu./ Terima kasih.
Kau tak akan mulai aneh lagi, 'kan? / Tidak. Aku cuma bingung sebentar.
Baik. Mana mobilmu? / Tak mau hidup.
Apa besok bisa hidup? / Sudah kusuruh orang memperbaiki.
Jika kau mau pakai alasan mobil mogok untuk hindari ini...
Aku pasti datang. Aku janji./ Baik.
Butuh tumpangan? / Tidak. Aku baik-baik saja.
Aku akan potong jalan lewat taman. Aku tahu caramu menyetir./ Baiklah.
Hati-hatilah./ Aku akan baik-baik saja.
Sampai besok.
Tim, ini Paman Mike. Aku tahu kau mau rayakan Thank's Giving dengan pacarmu.
Tapi akan menyenangkan sekali jika kau kunjungi ibumu akhir pekan ini.
Dia sedang tak begitu sehat. Bagus baginya jika bertemu kau.
Dan ada beberapa dokumen yang harus kau tandatangani.
Baik. Semoga kau datang akhir pekan ini.
Kau datang juga.
Apakah petunjuk jalan yang kuberikan berguna? / Ya. Ini./ Ayo.
Tunggu. Bukankah harusnya kita bunyikan bel? / Diamlah.
Ini rumah orang tuaku bukan rumahku. Kau pakai dasi?
Entahlah. Kupikir kita akan bertemu keluargamu, jadi mengapa tidak?
Ayo. Taruh barangmu di kamar tamu.
Kata Jessica kau bekerja di majalah? / Apa kau bagian seni?
Tidak. Aku cuma editor sosial./ Kedengarannya mengesankan.
Tidak. Cuma pemeriksa./ Tim hebat dalam pekerjaannya.
Bagaimana dengan keluarga? Ada keluargamu di dekat sini?
Kau punya kakak atau adik? / Tidak. Tak ada kakak atau adik. Cuma aku.
Bagaimana dengan orang tuamu? / Biarkan dia makan.
Aku cuma bicara dengannya./ Ayah.
Keadaan keluargaku agak rumit./ Ini enak sekali.
Hubungan Tim dengan orang tuanya agak aneh.
Ayahnya kabur waktu ia umur 8 tahun./ Menyedihkan.
Lalu ia hidup dengan pamannya. Di kamar kecil di belakang barnya.
Bagaimana dengan ibumu?
Dia mengalami masa yang sulit setelah ayahku pergi.
Itu masa yang sulit bagi kami berdua.
Ada hal lain yang mau ayah tanyakan?
Kami akan segera ke sana, Bu.
Kau senang tadi? / Ayolah. Mereka pantas dikagetkan sekali-kali.
Lihat wajah adikku waktu kukatakan kau tinggal di kamar kecil...
...di belakang bar pamanmu? / Sebenarnya bukan di belakang bar.
Aku tahu. Aku cuma suka permainkan mereka.
Karena itukah kau mau aku datang? Untuk buat keluargamu ketakutan?
Tidak. Maafkan aku, ya?
Begini. Aku harus turun ucapkan selamat malam.
Tapi nanti akan naik dan minta maaf padamu.
Setuju?
Selamat malam. Aku janji aku akan nakal.
Lakukanlah itu.
Aku senang kau ke sini. Berbuat nakal.
Kau baik saja?
Timmy, kau tak bisa terus melarikan diri.
Lihat aku./ Ibu./ Kenapa kau? Lihat aku!
Lihat aku!
Kau anak yang nakal.
Tim, mengapa kau di lantai?
Ada apa? / Jessica?
Ya Tuhan, itu mimpi paling mengerikan.
Ada apa? / Aku harus temui Ibuku. Ada masalah./ Apa? / Aku tahu.
Tunggu. Dengar. Kembalilah ke ranjang.
Mana ponselku? / Kenapa kau ini? Biarkan saja.
Paman Mike, aku sudah terima pesanmu.
Semua baik-baik saja? Aku akan temui Ibuku.
Kukira kau mau berakhir pekan di sini.
Apa?
Baiklah.
Baiklah.
Aku harus pergi.
Kau... Ada apa? / Pokoknya aku harus pergi.
KLINIK PSIKIATER ANAK-ANAK MORROW
Jadi pemakamannya hari ini? / Ya. Sore ini.
Aku amat menyesal./ Aku juga.
Apa itu? Fantastis. Tegas sekali.
Kau gambar apa, Peter? Pelanginya bagus. Berapa warnanya?
Aku akan tinggal di rumah tua itu./ Sungguh?
Pamanku memperbaikinya sejak ibu dibawa ke rumah sakit tahun lalu.
Aku merasa aku yang harusnya membereskan barang-barangnya.
Harusnya aku berbuat lebih tapi ini juga berarti, 'kan?
Dengar. Ada sesuatu di rumah itu. Tapi bukan sesuatu yang gaib.
Tak ada apa pun di sana kecuali kenangan.
Kau sudah berusaha sebaik mungkin menghadapi kepergian Ayahmu.
Tapi saat itu umurmu baru 8 tahun. Dan kau sudah 15 tahun tak ke sini?
Lihatlah sekelilingmu. Cuma ada anak-anak di sini.
Dr. Madison, ke observasi.
Maaf, aku harus pergi.
Pulanglah. Menginaplah semalam di rumah itu. Itu akan menolong.
Tak apa. Kami butuh bantuan di sini!
Perawat segera ke sini. Tak apa. Ada apa?
Tenanglah. Tak apa-apa. Semua akan baik-baik saja.
Dalam suratnya pada orang Korintus, Paulus berkata...
Kita tak akan mati semuanya, tapi kita semuanya akan diubah...
...dalam sekejap mata.
Lidahku akan memuji dan tubuhku akan beristirahat dengan tenang.
Sebab Kau tak akan mengabaikanku di dalam makam.
Sebab Engkau telah meluputkanku dari kematian.
Menjaga mataku agar tak menangis dan kakiku agar tak tersandung.
Sebab engkau debu dan akan kembali menjadi debu.
Terima kasih mau melakukan ini./ Dia kakakku.
Kapan kau pulang? / Aku mau menginap di sini malam ini. Di rumah itu.
Kukira kau tak suka rumah itu. Tempat itu berantakan.
Banyak yang kukerjakan di sana.../ Aku tak akan mengacaunya.
Apa itu Katie? / Ya. Sudah berapa lama? / Lama sekali.
Kenapa kau tak sapa dia? / Tidak. Kurasa tidak.
Baik. Terserah.
Kemarilah.
Jika kau mau ke sana, mungkin kau butuh ini.
Terima kasih untuk segalanya./ Senang bertemu denganmu lagi.
Timmy, dia kucingmu kau yang harus memberinya makan.
Ayo. Nyalakan lampunya. Ayah tak akan ke atas.
Dia amat takut dengan lemari./ Kau tahu mengapa, 'kan? / Mengapa?
Sebab kau menakutinya dengan cerita bodoh itu.
Kau pasti becanda. Itu cuma cerita. Ayahku juga melakukannya padaku.
Dan kau lakukan dengan sempurna./ Itu bukan apa-apa.
Dia memiliki khayalan hebat./ Astaga. Itu konyol. Aku cuma...
Aku tak mau dia harus ke psikiater seumur hidupnya./ Tenanglah./ Timmy!
Tim, di mana kau?
Kate!
Kau tak apa? / Ya.
Kurasa kepalaku terbentur. Dia tak pernah begitu.
Kau mau masuk dan mengompresnya dengan es? / Tentu.
Aku lihat kau di pemakaman./ Aku tak yakin kau ingat aku.
Aku amat menyesal mengenai Ibumu./ Ya. Aku juga.
Bagaimana dengan es itu? / Ya.
Tempelkan. Maaf./ Apa yang kau lakukan?
Aku sedang kesakitan.
Jadi...
Jadi apa?
Bagaimana keadaan di kotamu? / Baik. Agak gila belakangan ini tapi...
Kau punya pacar?
Ya.
Bagaimana denganmu? / Apa aku punya pacar? / Tidak.
Aku tak punya./ Kau tahu maksudku./ Aku tak punya pacar.
Cuma aku dan ayahku. Aku yakin ada psikiater yang merasa aneh.
Sampai kapan kau di sini? / Aku cuma menginap malam ini.
Aku mau bereskan barang-barang ibuku. Foto-fotonya dan sebagainya.
Aku temukan foto tololmu./ Tolol? Aku tak ingat pernah jadi tolol.
Akan kutunjukkan. Sebenarnya lucu juga./ Kurasa tidak.
Lucu aku percaya. Tapi tolol kurasa tidak.
Jika kau bilang lihat foto yang menarik atau cantik, tak apa.
Aku pernah dengar komentar itu,
Dia menculik ayah dan akan menculikku./ Timmy!
Tak ada yang menculik ayahmu. Mengerti?
Ketemu? / Apa? / Foto tolol?
No comments yet. Be the first to leave one.