Esimesed 200 rida.
Kau tak menebus dosa di gereja.
Kau menebusnya di jalanan. Kau menebusnya di rumah.
Selainnya hanya omong-kosong dan kau tahu itu.
Diterjemahkan Oleh Kakek Salto
Apa-apaan ini?
Tidak di tempatku!
Menjauh dari tempatku! Aku tahu wajahmu!
Dan kau, Keparat!
Sudah kubilang jangan jual barang itu di tempatku.
Aku tak melakukan apa pun!
Kau seharusnya menjaga pintu.
- Aku tak melakukan apa pun. - Benar, kau tak melakukan apa pun.
Ayo, cepatlah.
Apa ini, sampah lagi?
Bukan. Itu lensa Jerman.
Sudah dua pengiriman. Itu barang bagus.
Tak bisa dipakai.
Apa maksudmu tak bisa dipakai?
Itu teleskopik. Buatan terbaik mereka.
Ini bukan buatan Jerman tapi Jepang. Ini adaptor, bukan lensa.
Kau membeli adaptor Jepang, bukan lensa.
Adaptor Jepang.
Allah, hamba tak berhak atas daging-Mu.
Tak berhak atas darah-Mu.
Tak berhak atas darah-Mu.
Baiklah.
Baik, aku keluar dari ruang pengakuan, ya?
Pendeta memberiku penebusan dosa biasa.
Sepuluh Salam Maria, Sepuluh doa Bapa kami, dan lainnya.
Kau tahu aku akan kembali dan pendeta akan memberiku lagi sepuluh Salam Maria...
...sepuluh doa Bapa kami dan...
Kau tahu yang kurasakan soal itu.
Hal-hal itu tak berarti bagiku. Itu hanya kata-kata.
Mungkin itu bagus bagi orang lain, tapi bukan untukku.
Jika aku melakukan kesalahan, aku ingin menebusnya sendiri.
Jadi, kulakukan penebusan dosaku sendiri.
Bagaimana menurutmu?
Semua omong-kosong kecuali rasa sakit, 'kan? Rasa sakit akan neraka.
Rasa bakar melebihi satu juta api.
Tak terbatas.
Kau tak boleh main-main dengan itu. Kau tak bisa melakukannya.
Ada dua sisi rasa sakit akan neraka.
Yang bisa kau sentuh dengan tanganmu.
Atau yang bisa kau rasakan di hatimu.
Jiwamu, sisi spiritual.
Dan...
...yang paling buruk dari kedua itu...
...adalah sisi spiritual.
Hei, Charlie. Kau gila.
- Pendeta yang mengajarkanku. - Hebat. Kau tahu trik lain?
Ya, akan kutunjukkan padamu setelah kupelajari yang ini.
Kau tahu? Dia cantik sekali.
Harus kukatakan lagi. Dia cantik sekali.
Tapi dia kulit hitam.
Kau bisa melihat itu, 'kan?
Tak banyak perbedaannya, 'kan?
Benar, 'kan?
- Bagus. - Bagus.
Hei, Marlboro?
Lihat harganya, Charlie. Kau tak boleh mengeluh.
Yang terbaik yang bisa kubeli. Nanti kubeli yang lebih enak.
Jika kau tak bisa menghisapnya, mungkin bisa kau jual.
Cukup untuk minggu ini.
Terima kasih.
Kau lihat Johnny Boy?
Tidak.
Dia seharusnya di sini.
Tapi siapa yang tahu pikiran anak itu, 'kan?
Aku penasaran, Charlie. Kurasa dia mencoba menghindariku.
Tidakkah kau peduli soal pembayaran Johnny kepadaku?
Kau harus peduli. Kau tahu itu.
Michael, tak ada yang macam-macam denganmu.
Aku jamin itu.
Kau tak melihat dari sisiku.
Kau menjamin anak itu.
Bagaimana jika ia tak bayar? Aku harus menagihmu?
- Aku tak ingin melakukan itu. - Kau benar.
Aku buat kesepakatan dengannya, bukan kau, 'kan?
Benar. Aku tak akan membayar utangnya, percayalah.
- Aku akan meluruskannya. - Meluruskannya?
- Dia punya utang di mana-mana. - Jangan khawatir, Michael...
Hei, ayolah!
- Keluar dari sini! - Ayolah.
- Ayo, duduk. - Tenanglah.
- Apa masalahmu? - Semua berteman di sini, 'kan?
Ayolah, duduk.
Charlie, aku tak memahamimu.
Aku tak paham mengapa kau bergaul dengan berandalan.
Dia orang paling berengsek.
Jangan katakan itu. Jangan memanggilnya seperti itu, ya?
Apa masalahnya?
Persoalan keluarga, ini rumit. Aku tak bisa menjelaskannya, ya?
Tapi dia anak yang baik.
Baik, tentu. Sampai jumpa.
Baik, sampai jumpa. Jaga dirimu.
Ayo, Gadis-gadis. Beri dia mantelmu.
Jika kau tak keberatan, aku ingin menitip ini.
Tapi aku tetap pakai celana kulitku.
- Hei! - Hei, ini dia!
Hei.
Apa itu celana dengan hati di atasnya?
Gadis-gadis, setelah kalian.
Baiklah. Terima kasih banyak, Tuhan.
Terima kasih telah membuka mataku.
Kita bicara tentang penebusan dan Kau sudah mengirimnya.
Kita main dengan aturan-Mu, 'kan?
Benar, 'kan?
- Hei. - Hei.
Giovannino.
- Apa kabar? - Baik. Apa kabar?
Aku ingin kau bertemu dua wanita cantik ini.
Ini sahabatku, Charlie.
Ini sahabatku Tony, dia yang punya tempat.
Ini...Siapa namamu?
- Sarah. - Sarah. Sarah Kline, 'kan?
Sarah Kline, ini Tony.
- Dan siapa namamu? - Heather.
Heather. Heather Weintraub, 'kan?
- Aku bertemu mereka di Village. - Bohemian.
Ya, di Cafe Bizarre.
- Jadi, kalian ingin minum apa, Gadis-gadis? - Tequila.
- Kau punya tequila? - Tidak.
Sudahlah. Dengar...
Minumlah 7&7. Bagus untuk kalian.
Tony, silakan minum. Beri aku dan Charlie anggur J&B, tolong?
- Apa ini? - Apa?
- Ini. - Apa?
- Ini terlihat seperti apa? - Apa?
Di mana kau dapat ini?
- Apa? - Di mana kau dapat ini?
- Ini. - Apa?
- Ini? - Ke belakang, ayo.
- Hei. - Ayo.
Apa yang kau lakukan?
Kau membuatku terlihat buruk, Charlie. Di depan para gadis ini.
Permisi. Bukannya bermaksud tak sopan.
Tn. Civello, aku ingin kehadiranmu di ruang belakang, jika kau ada waktu.
Maksudmu kau ingin aku ke ruang belakang sebentar?
Benar sekali.
Kau duluan.
- Tidak, kau duluan. - Tidak, kau duluan.
- Hei, Tn. Civello, kau duluan. - Tidak, kau duluan.
Ke belakang!
Tony, beri semua yang mereka inginkan.
Hei, para gadis. Permisi.
Tony, jaga para gadis ini.
Jagalah mereka, ya?
- Apa yang kau lakukan? - Apa maksudmu?
- Apa yang kau lakukan padaku? - Apa maksudmu?
Michael terus berada di dekatku. Dia menggangguku.
Kenapa kau tak melakukan pembayaran Selasa kemarin?
Aku sudah bayar. Apa maksudmu?
- Kau membayarnya minggu lalu? - Ya, aku membayarnya.
Apa yang ia bilang. Aku belum bayar? Dia pembohong. Di mana dia?
- Kau sudah bayar? - Ya.
- Minggu lalu? - Ya!
- Selasa kemarin? - Ya.
- Kau tak tahu... - Dia di sini.
- Di mana? - Di depan.
- Dia di sini? - Ya.
Jadi, apa peduliku?
Biar kupanggil dia. Kita luruskan ini, ya?
Hei, tunggu sebentar, Charlie.
- Apa? - Kau benar.
- Aku benar? - Ya, apa itu Selasa kemarin?
Selasa minggu kemarin sebelum Selasa ini.
Salahku, maaf. Kupikir Selasa minggu kemarinnya.
- Benarkah? - Benar.
Ada apa denganmu? Kau tak bisa bohong seperti itu.
Janji harus ditepati.
Kau tahu yang terjadi? Aku memusingkan hal lain.
Aku tak boleh khawatir tentang pembayaran.
Aku pulang Selasa lalu. Aku punya uang.
Saat pulang, aku pergi ke Jimmy Sparks.
Aku berutang 700 Dolar selama empat bulan. Aku harus membayarnya.
Kami tinggal di gedung yang sama.
- Ya. - Jadi, apa yang terjadi?
Aku harus memberi uang ke Ibuku.
Uangku tersisa 25 Dolar di akhir minggu.
Dan hari ini, kau tak akan percaya. Sangat luar biasa.
- Aku tak percaya. - Apa?
Aku sedang bermain. Aku mendapat sekitar 700 Dolar.
- Kau bercanda? - Di Esther Streer. Kau kenal Joey Clams?
Joey Scala. Ya.
- Aku mengenalnya juga. - Bukan, Joey Scala adalah Joey Clams.
- Benar. - Benar.
- Mereka orang yang sama. - Ya.
- Hei. - Hei.
Jadi, aku bermain Banker & Broker. Tiba-tiba...
...aku dapat 600-700 Dolar. Aku menang besar.
Tiba-tiba ada anak masuk dan berteriak bahwa polisi datang.
Polisi datang. Semua orang kabur. Aku mengambil uangnya. Aku sembunyi.
Agar kami tak ketahuan.
Aku akan mengembalikan uangnya dan aku keluar.
Aku tak boleh main dan kalah beruntun.
Aku keluar halaman. Aku tak tahu gedung ini.
Aku tak bisa keluar. Itu seperti kotak.
Sebesar ini. Jadi, aku harus kembali.
Saat aku kembali, anak itu bilang itu hanya peringatan palsu.
Bayangkan itu. Aku ingin membunuh anak ini. Aku ingin...
No comments yet. Be the first to leave one.