Esimesed 149 rida.
Jika mereka tahu kami sudah menyusup, kenapa tak ada Doshi?
Apa ini jebakan?
Atau mungkin…
Tujuan akhirnya adalah gerbang air.
Dari sana, kita meninggalkan pulau dengan perahu.
Gerbang air berada di bagian paling belakang benteng dalam,
di bawah istana utama.
Tim pengambil ramuan dan tim jalur pelarian
akan bertemu di sini.
Apa kita menunggu semua orang berkumpul?
Tidak mungkin! Begitu ramuan itu tiba, kita pergi.
Siapa pun yang terlalu lambat akan ditinggalkan.
Tidak sesederhana itu.
Minimal butuh lima orang untuk menjalankan kapal Tang berukuran sedang.
Ini mungkin terdengar kejam, tapi setidaknya lima orang harus selamat.
Jika tidak, melarikan diri pun tak mungkin.
Lima dari kita harus selamat.
Ini…
Makin kau beregenerasi, makin tubuhmu berubah menjadi pohon.
Jika itu terus menyebar, kematian, atau, mungkin lebih buruk lagi, neraka menanti.
Yui… Dia pasti sangat terkejut jika melihat tubuhku sekarang.
Aku mau melihat wajah terkejutnya itu…
Sudutnya pas!
Mengikis pelindungnya memang sulit, tapi hasilnya bagus!
Penutup mata!
Lihat, Toma! Lihat!
Bukankah terlihat lebih keren jika bagian tangkainya lurus?
Tidak, lebih keren jika menyilang!
Benar, Gantetsusai?
Aku mau terlihat seperti seorang master.
Aku tak mau sesuatu yang mencolok dan sok keren.
Aku menginginkan aura master itu.
Sekali lihat aku, kau akan berpikir aku seorang petapa tua.
Karena tak ada cermin, aku tak tahu soal sudutnya.
Dia sendiri yang bilang begitu.
Selera kalian sama buruknya dengan kondisi fisik kalian.
Kau sangat blak-blakan.
Kalau tak segera berpakaian, kau akan masuk angin, Pak Tua.
Ini sama sekali belum kering.
Dasar bodoh.
Apa kalian benar-benar punya waktu untuk main-main?
Kami sedang bersiap-siap.
- Jangan membantah kakakku. - Kau sudah berpakaian?
Aku tak tahu detailnya,
tapi pemimpin para Tensen sedang merencanakan sesuatu.
Jauh di dalam istana utama, ada monster bernama Pangu.
Mereka mau menggunakannya untuk mengubah semua orang di Jepang Daratan jadi ramuan.
Aku tak tahu apa yang akan terjadi setelah itu.
Tapi pertempuran ini
hanya taktik mengulur waktu.
Kau menyebutnya "Ritual Menahan Diri dan Mempertahankan Kehidupan", bukan?
Bagaimana jika para Tensen mati saat ritual itu?
Mereka orang-orangmu sendiri.
Mereka tak akan mati.
Meskipun mereka mati, itu tak akan berpengaruh.
Diam! Jangan bicara terlalu rumit!
Ini tak rumit.
Tentang penutup mata, sudut yang disebut pria pendek itu terlihat lebih keren.
Apa yang kau lakukan saat berada di pihak Tensen, Kakak?
Apa? Berlatih seni Bochu Jutsu dan dibedah, lagi dan lagi.
Bagaimanapun, tujuan kita belum berubah.
Kita pergi ke gerbang air dan mengamankan sebuah kapal.
Jika kita merebut sebuah kapal, mungkin rencana Rien bisa digagalkan.
Aza Chobe, maukah kau ikut kami?
Aku…
Apa itu tadi?
Apa tubuhmu baik-baik saja?
Ada cedera? Kita perlu berjalan agak lambat?
Kau merasa pusing?
Hei, aku yang seharusnya mengatakan itu, Sensei.
Begitu rupanya, kau benar.
Kau terlalu khawatir.
Aku hanya seorang penjahat dengan algojoku, bukan?
Kita akan menunggu untuk berkumpul kembali dengan yang lain di bawah istana utama.
Tapi skenario terburuk, meskipun kita tak dapat berkumpul kembali,
dan bahkan tanpa ramuan itu,
aku bermaksud membawamu kembali ke Jepang Daratan.
Apa maksudmu?
Jangan khawatir. Aku akan tetap bersamamu sampai akhir.
Alih-alih kembali ke Edo, mari kita jelajahi bersama pergunungan di pedesaan.
Bahkan di bawah pemerintahan Tokugawa,
beberapa wilayah pasti masih punya tanah tempat orang-orang gunung tinggal.
Kau mungkin temukan cara hidup yang lebih cocok untukmu daripada sembunyi di kota.
Sampai saat itu, aku akan melindungimu. Aku sudah memutuskan itu.
Selama ada cahaya di mataku.
Apa?
Apa itu berarti warna matamu berubah?
Tidak, bukan itu maksudku.
Matamu terbuka saat bertarung.
Apa matamu benar-benar berubah warna?
Tidak.
Itu hanya ungkapan.
Tao?
Itu tak ada kaitannya dengan Tao.
Apa itu?
Suara gemuruh…
Suasana menjadi sunyi.
Gemuruhnya sangat besar, tapi jauh.
Aku juga tak merasakan kehadiran apa pun.
Para penjahat akan dieksekusi di tempat.
Kami sudah diberikan wewenang oleh Yamada Asaemon Shugen.
Demikian pula, siapa pun yang melindungi penjahat,
siapa pun yang mencoreng nama Asaemon…
Kami akan mengambil nyawamu.
Wajah baru Iwagakure.
Akhirnya kau muncul…
Gabimaru.
Penggal siapa pun yang bukan Yamada Asaemon di tempat ini!
Eksekusi melalui perwakilan diizinkan.
Kita juga bergerak!
- Baik, Tuan! - Baik!
Ini sesuatu yang berbeda dari masa muda.
Kalau begitu, kurasa aku akan bertugas sebagai penjaga belakang di sini.
Kenapa? Matamu meragukanku.
Kau pikir aku hanya berbohong karena mau bermalas-malasan?
Kau juga pembohong, bukan?
Berpura-pura patuh pada keshogunan.
Aku tak tahu apa yang kau rencanakan.
Nama "Gabimaru" adalah simbol Iwagakure.
Bunuh pengkhianat itu, Shija, tidak, maksudku si penerus Gabimaru.
Bunuh pendahulumu dan jadilah Gabimaru yang baru.
Kembalikan simbol ketakutan ke desa.
Tenanglah, kau samurai pintar.
Tujuan kita pada dasarnya sama.
Begitu rupanya.
Sesuai perintah Shugen, kami tak akan melukai anggota
dari aliran Yamada kecuali mereka pengkhianat.
Kami akan melindungi mereka.
Tujuan kami adalah
membunuh semua orang.
Bunuh semua orang yang menodai nama Yamada.
Bunuh semua yang menghalangi Shugen.
Bunuh semua yang tak takut pada desa.
Bunuh semua yang mengetahui kebenaran.
Bunuh, bunuh mereka semua.
Ya, kurasa kita memang tak akur.
Baiklah, lakukan yang terbaik.
Sejujurnya, aku merasakan hal yang sama, Samurai Pintar.
Membunuh adalah tujuan kedua.
Aku datang untuk membawa kembali orang itu. Karena…
sejak saat itu
kau satu-satunya yang pernah aku…
Ini…
Cepat!
Rien. Semua Tensen sudah dikalahkan.
Ritual Menahan Diri dan Mempertahankan Kehidupan sudah gagal.
Manusia akan datang.
Kita harus bertindak.
Ada seseorang yang ahli dalam penyusupan.
No comments yet. Be the first to leave one.