In the House

In the House (Dans la maison)

Laadige alla Indonesian subtiiter

Väljalaske info

In the House 2012 720p Bluray
Kommenteerib Irwan19
[email protected] /// idfl.us

Sildid

BluRay
720p
720
Avaldatud: 2013-04-25
Allalaadimised: 141
Kuulmispuudega: Yes

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 200 rida.

- Halo, Germain. - Anouk!

- Apa kabar? - Baik, kamu?

- Liburannya menyenangkan? - Ya, kamu?

Inggris, seperti biasanya.

Rapatnya akan dimulai.

- Sudah mendapat jadwalmu? - Ya.

- Senang? - Wali kelas 2 C.

Kedengarannya bagus.

Ya, tentu.

Sudah baca memonya?

Satu lagi kemenangan untuk kesetaraan di republik ini.

Kebijakan populis yang lain.

Terlalu awal untuk merasa pesimis.

Aku membaca Schopenhauer sepanjang musim panas.

Hai, Robert.

Apa kabar?

Semuanya, mari mulai.

Tolong mendekat.

Jangan malu-malu.

Semua bisa mendengar?

Ya.

Kalian sudah menerima

sebuah memo yang menguraikan kebijakan tahun ini.

Kita tak lagi berstatus sebagai sekolah biasa.

Kita adalah sekolah percontohan

dan sudah seharusnya kita merasa bangga.

Kita akan membangun fondasi baru

dan menjelajahi haluan baru dalam pendidikan,

sembari kembali ke tradisi

dengan memperkenalkan kembali seragam kepada semua murid-murid kita.

Di sekolah seperti sekolah kita, dengan murid-murid remaja

yang berasal dari latar belakang berbeda

seragam adalah langkah yang berani.

Benar, sebuah langkah berani

yang pada akhirnya akan menempatkan semua peserta didik kita

dalam derajat yang sama.

IN THE HOUSE sebuah film karya Francois Ozon

Bagaimana?

Kau bisa saja datang bersamaku.

Sudah lama aku tak ikut misa, sayang.

Ini adalah pemakaman Bruno.

Dia bukan keluarga ataupun teman.

Aku akan menghargai sedikit dukungan.

Aku melihat saudari kembar itu.

Mereka seperti yang dikatakan Bruno.

Aku bingung apakah sebaiknya mengucapkan bela sungkawa atau tidak.

Saat aku mau pergi, salah satunya mendatangiku.

Entah yang mana, susah sekali membedakannya.

Besok mereka akan datang ke galeri untuk membahas masa depannya.

- Germain, apa kau mendengarkan? - Ya.

Apapun itu.

Mau pergi menonton film?

Baiklah, setelah aku selesai menilai tugas-tugas ini.

F, D, D, C...

Seburuk itukah?

Kelas terburuk sepanjang hidupku. Mengerikan.

Kau mengatakannya setiap tahun.

Ini...

Dengarkan ini.

"Hari Sabtu aku makan pizza dan menonton TV.

Hari minggu aku lelah sekali

dan tak melakukan apapun."

Waktunya 30 menit, 2 kalimat. 48 jam dalam kehidupan seorang remaja.

Sabtu: TV dan pizza. Minggu: Tak melakukan apapun.

Aku tak meminta sajak Alexandrine.

Aku bertanya tentang akhir pekan mereka.

Untuk mengetahui apakah mereka bisa menulis lebih dari dua baris. Mereka tak bisa!

Ini contoh yang lainnya.

"Aku benci hari Minggu.

Aku suka hari Sabtu.

Tapi hari Sabtu ayah menghukumku dan menyita telepon selulerku."

Kau tahu, Jeanne,

Aku memilih mengajar agar mereka bisa mencicipi sastra.

Apa yang kudapat?

Telepon seluler dan pizza.

Ini bukan soal ketidaktahuan mereka. Ini tentang membayangkan hari esok.

Anak-anak ini adalah masa depan!

Filsuf reaksioner memprediksikan adanya invasi orang-orang barbar.

Bisa jadi mereka sudah ada di antara kita, di dalam ruang kelas kita!

"Akhir pekanku."

Claude Garcia.

"Hari Sabtu aku pergi ke rumah Raphael Artole untuk belajar."

Terima kasih sayang.

"Aku memperoleh ide ini karena sudah lama

aku ingin masuk ke rumahnya."

Sepanjang musim panas kemarin,

Aku memandang rumahnya dari sebuah bangku taman di depan rumahnya.

Suatu malam,

ibunya hampir menangkap basah aku saat sedang mengintai rumahnya dari trotoar.

Hari Jumat aku mengambil kesempatan dari kegagalan Rapha dalam ujian matematika

dan menawarkan untuk membantu pekerjaan rumahnya.

Tentu saja, itu hanya alasan.

Aku tahu kami akan pergi ke rumahnya,

Rapha tak akan mau berkunjung ke lingkungan tempat tinggalku.

Jam 11 aku membunyikan belnya

dan akhirnya rumah itu terbuka untukku.

Aku mengikuti Rapha menuju kamarnya,

yang ternyata sama seperti yang kubayangkan.

Aku menyuruhnya mengerjakan soal trigonometri,

minta ijin mengambil Coke dan menyelinap untuk melihat-lihat.

Di sinilah aku, di dalam rumahnya.

Aku sering membayangkannya.

Lebih besar dari yang kukira.

Empat rumah seukuran rumahku bisa muat di dalamnya.

Semuanya bersih dan rapi.

"Cukup untuk hari ini," kataku dalam hati.

Tapi saat aku hendak kembali ke kamar Rapha,

sebuah aroma menarik perhatianku.

Aroma unik dari seorang wanita kelas menengah.

Aku mengikuti aroma itu menuju ruang tengah.

Di sana, terduduk di sofa,

menyimak majalah perbaikan rumah,

adalah nyonya rumah ini, ibunya Rapha.

Aku menatapnya sampai dia mendongak ke arahku,

memperlihatkan mata yang sewarna dengan sofa itu.

"Halo, apa kau Charles?"

Suara itu! Dimana wanita ini

belajar bicara seperti itu?

"Bukan, Claude," kataku,

sembari menatapnya.

- "Mau ke kamar kecil?" - "Dapur."

Dia mengantarku ke sana.

"Mau es?"

"Ambil sendiri," katanya. "Anggap saja rumah sendiri."

Kemudian dia kembali ke sofa dan majalahnya.

Kembali ke kamar Rapha,

Aku membantunya memecahkan masalah trigonometrinya.

Dia butuh banyak bantuan

untuk lulus matematika tahun ini.

Bersambung.

Dia menulis, "Bersambung"?

Ya. Dalam kurung.

Kau memberinya nilai B+?

Ejaannya tak ada yang salah.

Kosa katanya bagus dibandingkan yang lain.

Siapa anak ini?

Coba lihat...

Claude Garcia.

Aku belum mengenal semuanya.

B+ untuk tulisan yang mengolok-olok temannya dan ibunya?

Tahun ini kita akan mempelajari para pujangga besar Prancis.

La Fontaine,

ahli dalam menyesuaikan bentuk dan isi.

Kalian akan belajar menulis, mengembangkan gagasan,

mengekspresikan diri, bercerita.

Jangan lupa tugas tentang kata sifat untuk hari Senin.

Cobalah sedikit membaca!

Luangkan sedikit waktu untuk membaca buku.

Lupakan telepon kalian.

Aku mengandalkan kalian. Bacalah buku.

Jadilah orang yang penasaran.

- Anda ingin bertemu saya, pak? - Ya.

Tugas tentang akhir pekanmu... Kau menulisnya?

Ya, kenapa?

Itu menggangguku. Boleh aku lihat?

Apakah tanda bacanya? Saya bingung menempatkan titik komanya.

Tidak, titik komanya sudah benar.

Saya lebih baik dalam matematika, tapi tahun ini saya ingin meningkatkan kemampuan menulis.

Aku sedikit risau tentang isinya.

Kau menulis tentang teman sekelasmu dan keluarganya. Itu bisa menyakitkan.

Apa ada orang lain yang membacanya?

Tidak, tapi aku bisa menunjukkannya pada kepala sekolah.

Saya menulisnya untuk anda, bukan dia.

Bagaimana perasaan temanmu Rapha jika membaca ini?

"Sebuah aroma menarik perhatianku.

Aroma unik dari seorang wanita kelas menengah."

Apa yang tersirat dalam kalimat itu lebih buruk lagi. Nadanya.

Jika kau membacanya di depan kelas, bagaimana perasaannya?

Entahlah.

Anda menyuruh kami menulis tentang akhir pekan kami.

Aku tak tahu maksudmu apa tapi sekarang kita lupakan saja.

Pak, bolehkah saya menyerahkan tugas tentang kata sifat?

- Itu dikumpulkan hari Senin. - Saya sudah mengerjakannya kemarin.

Saya tahu kami harus memakai kata sifat yang disebutkan dalam sebuah kalimat.

Saya sedikit ragu apakah kata itu urutannya harus persis sama.

Tak masalah.

Saya tak tahu apakah kami boleh memakai kata sifat yang lain.

Periksa lagi, kumpulkan hari Senin.

Lebih baik sekarang saja, Saya belajar matematika akhir pekan ini.

Sampai jumpa.

Tulis sebuah kalimat dengan menggunakan kata sifat berikut ini:

Bahagia, berbeda, normal,

baik, bingung, kecil, fantastis.

Hai, Rapha.

Hari Senin aku menyarankan pada Rapha

agar kami belajar trigonometri bersama.

Bahagia, dia mengundangku ke rumahnya siang itu.

Mau datang siang ini?

Rapha. Kenapa Rapha?

Kenapa dia?

Teman sekelas yang biasa dan sopan ini?

Karena dia berbeda. Dia normal.

Yang lain juga seperti itu

tapi ada sesuatu yang menarik perhatianku pada Rapha.

Tahun lalu,

Aku memperhatikan orangtuanya sering menjemputnya,

bergandengan tangan.

Seusia kami, anak lelaki kebanyakan akan merasa malu,

jika orangtuanya menjemputnya.

Tidak begitu dengan Rapha. Dia tak merasa seperti itu.

More Indonesian subtitles for In the House

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left