Esimesed 200 rida.
Hei, Jae-gul, ada sesuatu?
Aku tidak dengarmu.
Sedikit lagi. Masuk lebih dalam dan carilah.
Aku yakin melihatnya.
Baik.
Ada orang di sana?
KERETA HANTU
Halo.
Aku Kim Da-kyung.
Aku yang menghubungimu.
Terima kasih, Tuan.
Ini panas.
Katamu YouTuber?
Kreator YouTuber.
Ini alasannya...
Ini.
Ratu Horor.
Kuperingatkan.
Jika jantungmu lemah.
Sekarang, di tempat ini. Sebaiknya kau keluar.
Ratu Horor.
Berubah.
Kau tidak tahu, ya?
Kau memintaku bertemu. Apa alasannya?
Kudengar rumor.
Di Stasiun Gwanglim.
Bahwa hal-hal aneh terjadi di sini.
Benarkah itu?
Maaf, tapi pergilah.
Sudah lama tidak ada orang sepertimu di sini.
Mereka memanfaatkan penderitaan orang lain demi uang.
Kepada orang-orang seperti itu, aku tidak bisa bicara apa-apa.
Jika ini soal uang.
Butuh uang?
Pergi dari sini. / Aku sudah menyiapkan hadiah.
Berapa kali kuberitahu.
Itu Andong?
Dari Dinasti Joseon.
Dibuat di Jeolla dan Hwanghae. Yang terbaik di negara ini.
Kau dapat darimana barang sebagus ini?
Di Jeonju kakekku mengelola bisnis pembuatan bir.
Kau mau memberitahuku?
Tapi, tetap saja.
Sulit.
Baik kalau begitu.
Tunggu. Satu saja boleh?
Kisah ini dimulai dengan seorang pemuda.
Perhatian para penumpang.
Karena masalah pada jalur ini, kita terpaksa berhenti total.
Dengan sangat menyesal.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.
Sampai insiden ini selesai, mohon menunggu dengan sabar.
Kereta kita segera berangkat.
Redon French Black.
Tuan. Jangan disentuh jika kau tidak mau beli.
Bukan yang ini.
French black.
Di mana French Black?
Permisi.
Bukan itu, yang itu.
Yang itu.
Kau tidak bisa menemukannya.
Kau kuliah di mana?
Ini French Black.
Itu French Yogo. Mereknya sama, 'kan?
Harusnya kau mencari di baris rak yang sama.
Tapi kau terus salah tempat.
9.500 won.
Kartu ini salah.
Aku salah beri.
Tolol, kau teriak apa?
Tingkahnya begitu karena isi kepalanya kopong.
Tolol.
Dasar.
Kita di stasiun...
Yongdam.
Stasiun Yongdam.
Pintu akan terbuka di sebelah kanan.
Tolol.
Dasar.
Omong kosong.
Halo?
Ada apa?
Sudah makan?
Kau habis minum lagi?
Bu, aku sedang kuliah. Kututup teleponnya.
Masalahnya...
...kata kampus kau belum masuk lebih dari dua bulan.
Kututup teleponnya. / Aku mencemaskanmu.
Ibu.
Ibu.
Apa?
Kita di stasiun...
...Gwanglim.
Ini Stasiun Gwanglim.
Pintu akan terbuka di sebelah kanan.
Setelah itu, insiden...
...disimpulkan sebagai bunuh diri.
Menarik sekali.
Cukup ceritanya.
Pergilah.
Mungkin aku akan datang lagi... / Jangan pernah kembali.
Da-kyung? / Ya?
Kenapa kau sangat terkejut? / Tidak...
Saat melepas kacamatamu, matamu sangat cantik.
Jadi bagaimana hasilnya?
Sangat bagus.
Sudah kuduga.
Sudah kuduga kau akan berhasil dengan berita itu.
Berita itu.
Beberapa tahun lalu, ada bunuh diri di Stasiun Gwanglim.
Bunuh diri?
Ada apa?
Terlalu suram.
Dia bilang kali ini dia punya firasat bagus tentang itu.
Sungguh?
Tapi aku penasaran apa penayangannya akan naik sedikit.
Dakyung, berita terakhirmu sangat amat menyedihkan.
Bahkan beberapa pelanggan hilang.
YouTube kecantikan dan YouTube horor berbeda.
Meski suram, banyak orang suka.
Jadi, barang terakhir itu. Mungkin seratus penayangan?
Lina, kau tidak akan syuting?
Benar.
Tidak tahu apa-apa...
Memangnya dia tahu apa?
Yang kau tunjukkan padaku terakhir kali, itu bagus, tapi...
Tidak adakah sesuatu yang agak lebih menegangkan?
Saluran YouTubemu itu.
Aku sudah memeriksanya,
Penayangannya kurang dari seratus.
Dulu 100.000.
Tapi...
...tiba-tiba merosot?
Tiba-tiba YouTuber kecantikan menjadi sangat populer.
Menjadi viral.
Dan...
...konten horor makin tak menarik.
Usaha sebesar itu harusnya cukup.
Kenapa harus melalui semua ini lagi?
Karena au...
Aku adalah...
...Ratu Horor, Da-kyung.
Aku harus ganti ini.
Dulu ada seorang siswa...
...menahan rasa sakit luar biasa.
Kami ingin menyampaikan kepada semua penumpang...
...ini masinis kalian.
Kami terpaksa berhenti darurat karena masalah di stasiun di jalur berlawanan.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
Harap tetap di tempat duduk sampai masalahnya teratasi.
Kereta segera berangkat.
Sepertinya ada kecelakaan.
Apa seseorang melompat lagi?
Miju.
Guru.
Lama tak jumpa.
Apa kabar?
Stasiun berikutnya....
...Sindam.
Stasiun Sindam.
Bagaimana belajarmu?
Kau bekerja keras?
Miju, kau terlihat lebih feminin.
Kau diet?
Guru, kau makin tampan.
Hentikan.
Guru, kau pindah?
Aku pergi ke kafe yang kau ceritakan itu beberapa kali...
Oppa.
Ji-in-ah.
Kenapa kau berdiri? Kenapa tidak duduk?
Siapa ini?
Dia imut sekali.
Dia murid yang dulu kuberi les.
Les?
Sapa dia.
Dia pacarku.
Guru, aku turun di sini.
Baik.
Senang berjumpa.
Dia operasi kelopak mata ganda?
Hei. Kenapa kau begitu?
Kita makan apa?
Kita makan apa?
Kau mau makan apa?
Hidungmu sangat cantik.
Hidungmu sangat cantik.
Terima kasih.
Hidungmu sangat cantik.
Hidungmu sangat cantik.
Semua petugas sedang menjawab panggilan.
Kami akan menghubungkanmu dengan petugas segera.
112, apa keadaan daruratmu?
Aku di kereta bawah tanah sekarang.
Ada orang gila mengejarku membawa asam klorida!
Seseorang mengejarmu membawa asam klorida?
Aku bersembunyi di kamar mandi.
Tolong beritahu aku lokasi persismu.
Gwanglim. Stasiun Gwanglim.
No comments yet. Be the first to leave one.