Esimesed 200 rida.
SANGAT MENYENANGKAN, AKU TAK BISA BERHENTI MEMIKIRKANMU
AKU TIDAK MEMIKIRKAN HAL LAIN. KAPAN AKU BISA MELIHATMU?
APA KAMU DI SANA? AKU KANGEN!
Selamat pagi.
Duduklah.
Ini enak.
Ini saja?
Ya terima kasih. Aku terlambat.
- Ayo, Inés. Terima kasih. - Ya pak.
Pelatihmu meneleponku.
Dia bilang kau tak menghadiri latihan selama sebulan.
Bener?
Ya.
Selama kau tinggal di rumah ini, Kau harus patuh pada perintahku.
Paham?
Percayalah pada ibu, Joan.
Percayalah padanya.
Ayahmu berhenti melucu beberapa tahun yang lalu.
Aku pergi, Aku bosan dengan kalian.
Ciumanya?
Tidak Bu, Aku buru-buru.
Bereskan itu, Urquijo.
Ikut aku ke ruangan.
Cepat, Urquijo.
Beberapa guru memberitahuku Di pagi hari kau terlihat seperti zombie.
Saat seusiamu dan kami tak memiliki Internet.
Ingat baik-baik, Kalau tidak kau tidak akan lulus tahun ini.
Pergi dan ambil karakter buku komik itu.
Dia Poseidon, Bodoh.
Jangan lupa ijazahmu.
Baik! Tunggu sebentar.
Tanda tangan di sini. Salah satu guru pergi.
Rekanmu sudah menandatangani.
Apa Profesor Luciana akan pergi?
Ya, Hari ini adalah hari terakhirnya.
Bukanya dia sampai akhir tahun.
Dia harus pergi. Tanda tangani.
Bisakah kau memberiku satu?
- Ya, Tentu. - Terima kasih.
Kembali ke kelas, Anak-anak.
Ini kesukaanku.
- Aku tidak suka yang itu. - Tidak?
Baiklah anak-anak.
Kalian harus menyelesaikan tugas apapun yang terjadi.
Ya, Aku juga akan merindukannya.
Tunjukkan padaku, Mika.
Kita akan sangat merindukannya.
Mari kita lihat grup ini.
Kalian mempelajari model yang kubicarakan minggu lalu 'kan?
Bagus.
Mengapa mereka harus berpikir
Dalam mewakili mereka dengan cara yang lebih metaforis.
Tidak terlalu eksplisit.
Lanjutkan.
Kerja bagus.
Apa yang terjadi disini?
Aku tak perlu melakukan itu.
Kini mereka akan bertanya padaku apa yang terjadi.
Bicaralah, Nak! Kita tak punya banyak waktu.
- Kenapa kau melakukan ini? - Apa yang aku lakukan padamu?
Pergilah ke alamat ini jam 8 malam.
Akankah kita tetap bersama disana?
Jonggol, 25 November 2023
Jangan disini.
Akhir pekan nanti mau kemana?
Ayahku dan aku akan ke Pinamar, Ikutlah bersama kami.
Mungkin ya.
Ayo bermalam.
Nanti ku telfon.
- Apa itu! - Nanti ku telfon.
Oke, Kabarilah.
Halo.
Kamu di mana?
Hai.
Hai.
Apa kamu sudah mengemas semuanya?
Aku membawa semuanya kemarin, Yang tersisa cuma di mobil.
Kau menyesal?
Ya.
Tapi tidak untukmu.
Aku menyesal menjadi begitu bodoh.
Karena aku tahu ini salah, Tapi aku ...
Tak bisa, Karena rasanya enak sekali ...
Jangan!
- Dia datang. - Luciana, Tolong jangan tinggalkan aku.
Jangan pergi, Jangan tinggalkan aku.
Kau takkan punya masa depan jika bersamaku?
Harusnya kau temukan gadis seusiamu.
Tidak!
Kau adalah segalanya bagiku.
- Hanya itu. - Aku tak baik untukmu.
Kau tak begitu.
Aku tidak baik-baik saja.
Aku depresi, Aku menangis setiap malam.
Aku terus membayangkan kita pergi ke rumah ibuku di Córdoba...
Dan tinggal di sana selamanya.
Kita tak pernah kembali.
Ayo pergi!
Ayo pergi sekarang!
Luciana!
- Ayo pergi bersama! - Tidak!
- Aku akan mengantarmu pulang. - Tidak Luciana, Kumohon!
- Luciana, Bisakah kau berhenti? - Tidak.
Aku mohon padamu, Mari kita bicara.
- Luciana, Tolong hentikan! - Tidak!
Dengarlah. Sekarang Paskah.
Ayo pergi.
- Jika mereka menyadarinya? - Tidak ada yang akan memperhatikan.
Kita pantas mendapatkannya.
Biarlah terjadi.
Tapi ayo pergi.
- Biarkan aku ikut. - Jangan.
Itu cukup membuatku pusing. Tetaplah disini.
Baiklah.
- Enak? - Sangat lezat.
Baguslah. Mau Bir?
Boleh.
Sial!
Aku mau bir-ku!
- Disini! - Ayolah!
Itu nyipret ke arahku!
Keseragam sekolahku.
Terima kasih.
Aku suka lagu ini!
Kau mengantuk?
Tidak.
Ya, Menurutku aku... Aku agak ngantuk.
Tak apa, Jangan khawatir.
Aku akan membangunkanmu saat sampai.
Kau yakin?
Beneran?
Sebenarnya ya.
Itu menggangguku...
Sangat.
Kau mengagetkanku!
Kita hampir sampai.
Apa aku tertidur sepanjang malam?
Ya, Bakan aku pergi belanja dan kembali lagi.
- Serius? - Ya.
Aku tak menyadarinya.
Sungguh?
Rumah yang bagus! Milik siapa itu?
Milik kakek dan nenek-ku.
Aku belum tahu apa yang akan ku lakukan dengan rumah besar ini.
Ayo keluar!
Kebebasan.
Apa kau tak punya saudara laki-laki yang bisa membantumu?
Tidak.
- Apa kau tidak apa-apa? - Ya.
Hanya satu bir dan kau teler!
Diam. Aku tidak teler.
Aku hanya butuh udara segar.
Aku membawa pakaian dari rumah, Mungkin ada yang cocok untukmu.
- Baiklah. - Apakah kau melihat kolam renang?
- Memangnya ada apa? - Lihatlah.
Kau ini bener bener ya!
Luciana!
Cepatlah! Nanti kau akan masuk angin!
Apa kau menikmatinya?
Cepat, Aku tak mau suhunya menjadi lebih dingin.
Tidak!
Dingin sekali.
Cepat cepat!
Aku tak percaya. Aku sungguh bodoh!
Tidak masalah, Aku ingin air hangat!
- Ini rusak. - Tak apa. Letakan saja.
Ayo cepat.
Sayang, Aku perlu istirahat sebentar.
Apa boleh?
Tentu saja kau, Kau beristirahtlah.
Kau lelah mengemudi.
Kau bocah yang hebat.
Aku bukan bocah.
Aku tahu.
Maukah kau memelukku?
Apa kau tidur dengan nyenyak?
Seperti bayi.
Bagus dong.
Senang sekali kita bisa bebas.
Ayo pergi ke kota untuk membeli sesuatu untuk malam ini.
- Ke kota? - Ya.
Sekarang?
Ya! Ayo beli puding, Sesuatu yang enak...
Aku bisa memasak...
Atau puding. Apakah kamu ingin puding?
- Akan kubuatkan. - Tidak. Aku ingin melihat kota.
Membiarkan mereka melihat kita bukanlah ide yang baik.
Maka aku akan pergi sendiri.
Apa kau akan mengemudi?
Kau mengemudi dengan sangat baik.
Siapa yang mengajarimu?
Ayah Hernán, Di pedesaan.
Aku suka mengarahkan.
Mau kemana?
Aku akan menjemputmu, Apapun yang terjadi.
Kena kau!
Maaf.
Kapan kau pertama kali memperhatikanku?
Tidak, Kau yang mengatakannya terlebih dulu.
Saat aku tahu kau memainkan cello.
No comments yet. Be the first to leave one.