Las primeras 200 líneas.
Pemerintah Kekaisaran Summerforth penuh dengan koruptor
dan pemberontakan pun terjadi di setiap wilayah.
Ketika bangsawan yang memerintah memperkuat wilayah mereka masing-masing,
Gubernur Provinsi Missian, Amador Saremaquia
meninggal dunia.
Provinsi Missian terpecah menjadi dua kubu.
Kubu putra pertama gubernur, Cran Saremaquia.
Dan kubu putra keduanya, Basamarc Saremaquia.
Untuk menaklukkan Basamarc yang mendeklarasikan diri
sebagai ahli waris yang sah dan merebut ibu kota, Arcantes,
Cran mengerahkan pasukan militer.
Sebagai pemimpin dari wilayah perbatasan kecil di Ramberg,
Ars juga ikut dalam peperangan itu.
JANJI Langit yang biru,
JANJI makanan yang enak,
dan anggur!
Mantap!
Mantap.
Mireille, Charlotte!
Tolong turun!
Sudah saatnya membahas persiapan untuk rapat militer!
Ars, naiklah sini, di sini nyaman sekali.
Kamu tahu tujuan kita ke sini, kan?
Cuacanya sedang bagus.
Bersantailah selagi kita bisa.
Apa tidak jadi masalah, Rietz?
Rapatnya pasti akan berjalan lama.
Mireille benar.
Sebaiknya kita bersantai dulu.
Sempra sudah makin dek—
Lautnya sudah terlihat!
Angin lautnya mantap!
Laut!
A-Apa ini? Yang terlihat cuma air!
Ini laut, kamu tidak pernah lihat laut?
Tidak pernah!
Bagaimana kalau kita menepi dulu?
Luar biasa.
Semua ini air?
Jadi tidak perlu takut kehausan, deh.
Asin!
Bisa-bisanya kaget cuma karena laut,
kamu lucu sekali, Charlotte.
Mireille, apa kamu sudah tahu ada tempat-tempat seperti ini?
Tentu, soalnya aku mengembara ke banyak tempat.
Aku pernah pergi ke pulau gunung berapi untuk menambang batu sihir langka.
Aku juga pernah ke gunung salju
dan pernah jalan-jalan ke reruntuhan kuno.
Kedengarannya asyik.
Asyik, lo. Makan pun jadi terasa lebih lezat.
Rasa senang saat melihat dunia baru,
aku juga paham betul rasanya.
Setelah perang selesai dan negeri ini sudah damai,
ayo kita bertualang ke berbagai tempat.
Aku akan sangat menantikan hal itu.
Tepati janjimu, ya?
Charlotte, lihat ini!
Ada banyak ikan di sini!
Ikan? Di mana?
Kamu selalu pandai membuat orang senang, ya?
Kenapa kamu tiba-tiba bilang begitu?
Aku ini sedang memujimu.
Melihat temanku tersenyum membuatku turut bahagia.
Sisi itulah yang kumaksud.
Charlotte?
Entah kenapa, aku ingin menembakannya.
Tadi itu...
Charlotte...
Apa yang kamu lakukan?
Charlotte, cepat lari!
- Tuan Ars! - Tunggu aku!
ISTANA SEMPRA
RAPAT MILITER KEDUA Kita malah datang kemari untuk kabur.
Istananya besar sekali.
Silakan lewat sini.
Ars Louvent?
Bukankah dia pemimpin wilayah terpencil?
Kenapa dia menghadiri rapat militer yang penting ini?
Banyak sekali orang sombong di sini.
Charlotte!
Ars!
Tuan Lemaire! Menas!
Kamu juga diundang oleh Tuan Cran, ya?
Ya.
Bangga sekali rasanya, ada orang lain dari Kabupaten Canarre yang diakui.
Terima kasih.
Tuan Cran...
Ars, akhirnya kamu datang juga.
Mireille?
Halo.
Ternyata mereka memang saling kenal.
Mireille?
Apa dia mantan penasihat gubernur?
Lama tidak berjumpa.
Kapan terakhir kali kita berjumpa?
Kalau tidak salah, saat kamu menolak tawaranku waktu itu.
Bukankah katamu, kamu sudah tidak ada niatan terlibat ke dunia politik lagi?
Kenapa kamu bersama Ars sekarang?
Kalau bersama Tuan Muda ini,
kurasa tidak ada salahnya mencoba lagi untuk terakhir kalinya.
Lagi pula, Ars lebih layak untuk dilayani,
daripada dirimu.
Beraninya kamu!
Sifat blakblakanmu masih belum berubah, ya.
Tu-Tuan Cran?
Apa pun alasannya, aku merasa tenang kamu ada di sini.
Aku mengandalkanmu.
Ta-Tapi, Tuan Cran!
Dia adalah saudari dari Thomas Grangeon,
yang merupakan tangan kanannya Basamarc.
Mungkin saja dia seorang mata-mata.
Bukan masalah.
Sekarang Mireille bekerja untuk Ars, orang yang kuundang untuk membantuku.
Justru kita juga jadi punya kesempatan untuk menggali informasi musuh, kan?
Tuan Cran.
Cukup!
Aku percaya pada Ars, orang yang telah merekrutnya.
Selain itu, kalau ada lagi yang berani lancang terhadap Ars,
dia tidak akan kumaafkan.
Saat bekerja untuk gubernur yang dulu, Mireille punya prestasi yang bagus.
Kekuatannya diperlukan demi kemenangan kita.
Kalian juga, bekerjasamalah.
Aku mengerti.
Kalau Tuan Cran berkata demikian.
Terima kasih.
Baiklah, ayo mulai rapat militernya.
KEBIJAKSANAAN
KEBIJAKSANAAN Izinkan aku menjelaskan keadaan perang saat ini.
Kekuatan militer kita jumlahnya 110.000 orang.
Pasukan musuh lebih banyak 20.000 orang dibanding dengan kita.
Tapi Sempra, kota dagang ada dalam kuasa kita.
Kita punya cukup dana untuk berperang selama beberapa tahun.
Kualitas pasukan militer kita juga lebih unggul.
Tapi musuh memiliki banyak prajurit kelas komandan.
Kudengar para bangsawan kelas menengah mulai beralih ke pihak Basamarc
karena terpukau pada kehebatan mereka.
Jadi, tidak ada jaminan bahwa kita lebih unggul.
Kalau terus begini, kita jadi tidak punya jalan keluar.
Mengalahkan Basamarc hanyalah awal untuk merdeka.
Jangan membuang waktu karena hal ini.
Aku ingin kalian memberi solusi paling efektif untuk situasi ini.
Bagaimana kalau kita menaklukkan Belzud, kota besar di bagian timur.
Belzud adalah salah satu dari tiga kota besar selain Sempra dan Arcantes.
Tapi pertahanannya tidak sekuat Arcantes.
Kalau kita melemahkan mereka sekaligus memamerkan kekuatan kita,
bangsawan yang memihak musuh bisa saja kita buat berpaling pada kita.
Untuk meningkatkan kemungkinan menang,
kita harus serang dari dua sisi.
Aku yakin kita harus fokus dulu untuk menguasai Belzud.
- Benar. - Tepat sekali.
Sudah kuduga, itu bukan ide bagus.
Eng...
Bisakah kalian mengatakan yang sejujurnya kepada semua orang?
Silakan duluan, Rietz.
Aku lebih ingin mendengar pendapatmu.
Tapi, jaga cara bicaramu.
Tidak apa-apa, masa depan semua orang bergantung pada rapat ini.
Katakanlah dengan tegas.
Hei!
Apakah rencana kalian tadi serius?
Dari orang sebanyak ini, yang muncul cuma ide seperti itu?
Kalian bodoh sekali.
Apa? Jaga bicara—
Biarkan dia bicara.
Langsung ke intinya saja.
Kalau terus begini, kalian pasti akan kalah.
Ja-Jangan asal bicara!
Meski kualitas prajuritnya bagus,
atau punya banyak uang,
tanpa seorang komandan yang hebat,
itu semua tidak berarti.
Dengan ide payah kalian itu,
kita sudah pasti kalah.
Jangan besar kepal—
Basamarc itu
seorang pengecut yang perfeksionis.
Selama belum yakin bisa menang, dia tidak akan beraksi.
Dia akan bertindak ketika persentase kemenangannya mencapai 100%.
Jadi intinya,
fakta bahwa kalian belum kalah saat ini adalah sebuah keberuntungan.
Menurutku, kalau kalian memulai peperangan sekarang pun,
kemungkinan menang musuh adalah 70%.
Lalu tadi dia bilang apa?
Mau mengalahkan Belzud?
Kita memang punya cukup kekuatan untuk menaklukkannya.
Tapi ketika kita menyerang Belzud, siapa yang akan menjaga Sempra?
I-Itu...
Kalau tempat ini diambil, tamat sudah.
Kalau aku jadi Basamarc,
sekejap setelah kalian pergi, aku akan langsung menyerang ke sini.
Kalau itu terjadi,
kalian pasti akan kembali untuk merebut Sempra kembali.
Ujungnya kita cuma akan gagal menaklukkan Belzud.
Sementara itu, musuh akan mengambil keuntungan dan menang pertarungan.
Hasilnya sudah jelas.
Makin banyak bangsawan yang akan berpihak pada mereka.
Kalian keliru dalam menilai kemampuan diri sendiri dan kemampuan lawan.
Sederhananya, kalian terlalu congkak.
- Omong kosong! - Memangnya kamu tahu apa?
Tunggu.
No comments yet. Be the first to leave one.