Las primeras 184 líneas.
Musim panas tahun itu sangat sibuk.
Mungkin terpengaruh dari banyaknya musibah di tahun itu.
Roh Terkutuk banyaknya bagai ulat.
Pembersihan, penyerapan, aku terus-menerus melakukan ini.
Bersihkan.
Serap.
Tanpa ada yang tahu
aroma Roh Terkutuk.
Rasanya bagaikan menelan kain lap bekas menyeka muntahan.
Bersihkan.
Serap.
Tidak ada hal aneh yang kutemui.
Ini hanyalah keburukan yang telah dikenal secara luas.
Karena memahami hal ini,
maka selama ini kupilih menjadi Penyihir Jujutsu untuk menolong orang.
Sejak hari itu,
aku terus membujuk diriku.
Sejak hari itu...
Tempat itu
awalnya kediaman presdir perusahaan
yang menjalankan restoran berbeku di kota.
Namun, pada bulan Juli tahun lalu,
diakibatkan penyakit sapi gila,
Toko barbeku mengalami kerugian serius.
Presdir yang terlilit utang besar melakukan bunuh diri beserta keluarganya.
Sejak itu, kediaman presdir
menjadi tempat gaib yang telah dikenal luas.
Siswa SMA lokal dan mahasiswa luar kota
ataupun pekerja lepas
datang kemari untuk menguji nyali setelah mendengar rumornya.
Satu per satu dari mereka menghilang setelahnya.
Mungkin akibat cepatnya penyebaran berita sehingga kerusakannya kian meluas.
Lagi pula, rumor tentang tempat gaib memang cepat tersebarnya.
Terlebih lagi, kemajuan internet membuat penyebaran berita makin cepat.
Oleh karena itu, Penyihir Jujutsu juga makin sering muncul.
Selain itu,
masih ada tiga siswa SD yang diserang dalam perjalanan pulang.
Beserta anggota keluarga, polisi,
lalu rekan kerjanya,
dan temannya.
Mungkin mereka menuju ke bungalow untuk mencari orang hilang
hingga terbunuh karena itu.
Tampaknya kita harus segera memberantasnya.
Markas Jujutsu juga beranggapan begitu,
PERINGATAN, DILARANG MASUK! maka aku diminta datang menyelidiki.
SERING TERJADI KASUS ORANG HILANG! Mereka bahkan menawarkan hadiah besar.
Kau memeras orang lagi?
Jangan bicara seburuk itu.
Setidaknya, akan lebih tepat jika dibilang negosiasi.
Kita sampai.
Ayo kita pergi.
Muncul dari kegelapan, lebih kelam dari kegelapan.
Murnikan...
segala yang kotor.
Aku tidak bisa merasakan aura kutukan.
Mungkin berada di dalam bangunan.
Nanti saat kalahkan dari luar baru dibersihkan saja.
MASUK AKAL
Pintunya terbuka.
Sepertinya ada yang mengganjal pintunya.
Apa ini?
Nona Mei.
Memang ada kutukan.
Selain itu, ada di mana-mana.
Ayo kita segera masuk.
Aku tidak butuh senter, tapi kau membutuhkannya, bukan?
Terima kasih... banyak...
Baiklah.
Su... sungguh luar biasa.
Ternyata masih ada listrik.
Mari ke bagian dalam bangunan untuk memastikannya sekali lagi.
Aku periksa lantai ini,
kau ke lantai dua.
Aku pergi seorang diri?
Ada masalah?
Tidak, ti... tidak masalah.
Mohon bantuannya kalau begitu.
Baik.
Ini kamar yang terakhir.
Kau sudah cocok memerankan ratu teriak.
Dasar, tolong jangan sengaja membuatku kaget.
Kau yang menakuti dirimu sendiri.
Kau sudah selesai memeriksa lantai satu?
Ini lantai satu.
Aku menelusuri koridor lantai satu dan sampai ke tempat ini.
Namun...
seharusnya yang kumasuki itu...
kamar paling ujung.
Kotak makanan ringan,
bungkus keripik kentang,
kaleng minuman, tas ransel, pakaian olahraga,
semua ini sudah kulihat tiga kali.
Lalu, tanda ini
kutinggalkan saat menuju kemari.
Tampaknya,
kita sudah terjebak di sini.
Serius?
Sebenarnya koridor ini sepanjang apa?
Kita sudah berjalan hampir 30 menit.
Kemungkinan sudah berjalan empat kilometer.
Ini bukan Domain Hidup, bukan?
Bukan.
Ini adegan penggambaran mental yang hidup.
Jadi, apa itu?
Teknik Penghalang.
Jawabanmu benar.
Takutnya para korban juga terperangkap di sini
dan akhirnya dibunuh oleh Roh Terkutuk.
Namun, bagi Penyihir Jujutsu,
seharusnya Roh Terkutuk itu tidak terlalu kuat.
Selama kita bisa lolos dari penghalang ini...
Sekarang masalahnya datang.
Jika itu kau, bagaimana kau menerobosnya?
Koridor ini akan berputar tanpa henti.
Pada awalnya...
rasanya seperti ini.
Hebat kau berani menyentuhnya dengan tangan kosong.
Di dalam bayanganku, bentuknya mirip dengan donat.
Namun, kita sudah empat kali melewati tandamu.
Aku menghitung intervalnya dengan langkah kaki dan masing-masing...
122 langkah,
203 langkah,
157 langkah,
270 langkah.
Jadi, interval tanda ke tanda itu acak.
Begitu rupanya.
Jangkauan lingkarannya tidak pasti.
Dinilai dari sini,
kurang lebih rasanya seperti ini.
Penghalang ini dibuat secara gabungan.
Jadi, selama kita berlari di koridor,
penghalang ini pasti...
bisa runtuh di suatu tempat.
Hampir 90 poin.
Lalu, sisa 10 poinnya?
Jika harus dengan berlari,
Harus lari bersamaan dari sisi kiri dan kanan, bukan?
Aku mengerti.
Jika spekulasi bentuk gabungan ini benar,
maka dua orang yang bergerak dengan kecepatan tinggi di sisi berbeda
akan lebih mudah menimbulkan celah pada penghalang Roh Terkutuk.
Selama celah itu muncul, maka kita bisa keluar dari sini.
100 poin!
Kita sepakati begitu saja.
Jika cara ini berhasil,
kau harus merekomendasikan promosiku.
Simpananmu ada berapa?
Apa?
Tidak apa-apa, akan kupertimbangkan.
Baiklah.
Kalau begitu...
bersiap.
Lari!
Berhasil!
Aku datang menyelamatkanmu,
Utahime.
SMA JUJUTSU KELAS 2, SATORU GOJO Kau sedang menangis?
PENYIHIR JUJUTSU TINGKAT DUA, UTAHIME IORI Aku tidak menangis!
PENYIHIR JUJUTSU TINGKAT DUA, UTAHIME IORI Gunakan bahasa formal!
PENYIHIR JUJUTSU TINGKAT DUA, UTAHIME IORI Jika aku menangis, kau akan menghiburku?
PENYIHIR JUJUTSU TINGKAT SATU, MEI MEI Kalau begitu, aku sungguh ingin mencoba.
Nona Mei tidak bisa menangis, bukan? Kau orang yang begitu kuat.
Benarkah?
Gojo,
dengarkan baik-baik.
Aku tidak butuh ditolong olehmu...
Jangan ditelan.
Nanti akan kuserap.
SMA JUJUTSU KELAS 2, SUGURU GETO Satoru, tidak baik menindas yang lemah.
Orang bodoh mana yang akan memprovokasi orang kuat?
Kau malah memprovokasi orang dengan sangat alami, Suguru.
Senior Utahime!
Kau baik-baik saja?
SMA JUJUTSU KELAS 2, SHOKO IEIRI Shoko!
SMA JUJUTSU KELAS 2, SHOKO IEIRI Aku sangat mencemaskanmu.
SMA JUJUTSU KELAS 2, SHOKO IEIRI Sudah dua hari ini tidak dihubungi olehmu.
Shoko!
Shoko, kau tidak boleh jadi seperti mereka.
Tidak akan.
ORANG PAYAH ITU Aku tidak akan jadi sepayah orang itu.
Tempat yang pernah dipijak oleh Utahime akan runtuh.
Bukan urusanmu.
Dua hari?
Ternyata terjadi penyimpangan waktu di penghalang Roh Terkutuk, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.