Las primeras 200 líneas.
Penerjemah : adamadafandi
Ini adalah permulaan, cukup sederhana.
Pada akhirnya ini akan terjadi, tapi tak mesti besok.
Sementara itu, di sisi barat kota, semuanya baik-baik saja,
kini kita lihat permulaannya di Hell's Kitchen.
Pagi.
Hei.
Bagaimana akhir pekanmu? / Kurasa lancar.
Untuk pendapatan kotor, kita harus mencetaknya,
beserta peringkat dan pangsa pasarnya.
WME kembali dengan 250 ribu dan tiga poin.
Pendepatan kotor? / Nilai yang disesuaikan. Kita bisa menurunkannya.
Akan kuperiksa saat urusan bisnis... / Pukul berapa dia masuk?
Kita tak bisa memberinya "DAN."
Apa? / Dia tak bisa dapat "DAN.
Dia dapat kartu tunggal.
Aku paham.
Tak ada bagel.
Kau bawa apa?
Periksa pesan masukmu.
Mereka ingin memajukan tes skrining.
Tunggu, Los Angeles? / Ya.
Tidak. Apa?
Pagi. Jadwalnya.
Bagaimana akhir pekanmu?
Luar biasa. Kalau kau?
Aku hanya disini.
Benar. Terima kasih.
Besok? Tapi jadwalnya hari Jumat.
Kantor... Tunggu sebentar.
Kantor ketua. / Ada Tony di jalur satu.
Biar kulihat... / Kantor...
Dia sedang keluar, akan kusampaikan segera saat kembali.
Terima kasih. / Dia sudah masuk?
Dia masuk pukul 10:00. / Dengar, kita siap hari Jumat. Baik.
Dia bisa pergi malam ini. Akan kami atur jadwalnya.
Akan kumasukkan dalam perjalanan.
Baik, terima kasih.
Hai / Gary. Hanya ingin memastikan.
Ya. Berkasnya ada di depanku.
Ya. Berangkat dari Teterboro malam ini pukul 23:00.
Tiba di Los Angeles pukul?
Mendarat pukul 2:15.
Bagus. Sampai sekarang, ada dua penumpang tambahan.
Siap. / Luar biasa. Terima kasih.
Terima kasih.
Bill, hai. Siapkan kamarnya untuk malam ini, serta dua kamar tambahan.
John, hai. / Hei.
Pukul 1:30, Van Nuys.
Aku ragu bisa...
Maaf. Bisa diulangi?
Baiklah...
Bagaimana keadaanmu?
Sepertinya aku tak bisa malam ini.
Baik, aku mengerti. Jangan khawatir. Aku akan mengatasinya.
Aku hanya sedikit pusing dan perutku...
Baik, jaga dirimu.
Ya, aku akan tetap berbaring.
Baik. Hati-hati.
Aku dapat surelmu.
Kalau naskahnya?
Kau punya naskahnya, 'kan?
Hai, Javier. John izin sakit...
dan kami butuh mobil di Van Nuys pukul 1:30.
Baik. Ada watermark -nya?
Tidak. Putriku, ini quinceañera-nya.
Astaga. / Di mana halaman baru itu?
Carikan halaman baru itu sebelum naik ke pesawat.
Dia menjanjikannya.
Bisakah dilakukan jadwal ulang?
Rupanya HBO tak mengambil pilotnya.
Di mana posisi kita? / 200 ribu dan dua poin.
Kita bisa menurunkannya. / Omong kosong.
Maaf, apa? / Saudaraku bisa bantu. Aku akan kesana.
Bagus. Terima kasih banyak.
Tunggu sebentar. Biar kucatat. Pukul 1:30 di Van Nuys.
Dan langsung ke hotel? / Ya, langsung ke hotel.
The Peninsula.
Baik, terima kasih.
"Dor. Tembakan.
Bonnie tertembak di punggung. Tubuhnya bergerak maju."
Itukah perubahan skrip yang kau mau di babak pertama?
Itu punya efek riak.
Bahkan Nick bilang itu tak masuk akal. / Hei.
Draf baru.
Dia harus keluar jika akan membawanya ke pemutaran itu.
Apa?
Dia mau kau di perjalanan ke Los Angeles.
Kapan?
Malam ini.
Persetan.
Selamat bersenang-senang.
Mobil berangkat pukul 21:00. Pesawatnya di Teterboro pukul 23:00.
Pukul 18:00 bisa?
Bagus. Sempurna.
Akan kukirim surel berisi semua hal dan detailnya.
Terima kasih. / Baik, terima kasih.
Halo? / Hai, kita sudah bicara sebelumnya.
Dengar, jadwalnya berubah dan dia tak sempat sore harinya.
Oh. / Pukul 19:00 bisa?
Ya, bisa.
Bagus.
Sempurna.
Masih di hotel, atau... / Ya.
The Peninsula. Beverly Hills. / Baik.
Mudah dijangkau?
Ya. Ada restoran di dalam hotelnya.
Baik. Di mana parkirnya?
Apa? / Bisa kau tangani ini?
Apa itu? / Istri.
Kenapa aku?
Baik.
Halo? / Dia memblokir kartunya lagi.
Maaf? / Kartu kreditnya diblokir.
Semuanya. / Semuanya diblokir?
Dia pasti sudah menghentikannya.
Tidak mungkin. Biar Saya hubungi pihak bank...
Bukan banknya. Tapi dia. Dia pelakunya.
Anda punya kartu pribadi, 'kan?
Bukan itu intinya. Kau tak menyimakku.
Menurut Saya ini kesalahpahaman.
Kau dengar? Kau tak meyimak perkataanku.
Saya dengar. Saya hanya coba membantu.
Kenapa dia lakukan ini padaku?
Saya sungguh tidak...
Kenapa dia lakukan ini?
Dia tak bisa memperlakukanku seperti ini.
Anda masih disana?
Kau bilang apa padanya?
Kau bilang apa padanya?!
Menasihatinya dengan omong kosong itu bukanlah tugasmu.
Kukira gadis terakhir itu buruk, tapi kau, ternyata
jauh lebih buruk. / Semuanya lancar?
Mereka bilang kau pintar.
Bertindak dengan pintar. / Tidak mungkin! Itu mengagumkan.
Kembalilah pada keahlianmu. Yaitu memesan salad.
Ya.
Fokus pada hal itu. / Maafkan Saya.
Jangan buang waktuku.
"Saya tak berniat mencampuri urusan pribadi Anda. Mohon maaf jika..."
Harusnya tambahkan, "Saya menghargai kesempatan bekerja di perusahaan ini...
dan Saya takkan mengecewakan Anda lagi."
Kau baik-baik saja? / Ya tentu saja.
"... dan takkan mengecewakan Anda lagi."
Mereka minta tambahan tiga minggu lagi, tapi aku tak melihat...
... uang lunak dari dana itu.
Kita punya uang yang tersimpan di Cologne..., dua juta.
Menurutku kita tak boleh menundanya lebih dari seminggu. Bisa kau luruskan?
Biar kucoba. Siapa tahu?
Bu? / Apa? Ibu tak bisa dengar.
Bu. Bisakah Ibu dengar sekarang?
Dimana kau? Bukankah seharusnya di tempat kerja?
Aku sedang bekerja. / Di kantor?
Ya. Tentu saja aku di kantor.
Ada apa? / Aku tidak... Tidak apa.
Kau baik-baik saja?
Ya, aku baik-baik saja.
Kemarin Ayahmu ulang tahun.
Dia tahu kau sibuk. Sebaiknya kau hubungi malam ini, jika sempat.
Pasti.
Entahlah, kukira itu besok.
Dia tahu kau sibuk, Sayang.
Permisi.
Mungkin. Tentang apa ini?
Baik, sebentar. Akan kuperiksa.
Maaf. Operator yang mana?
Maaf. Bisakah kau mengejanya?
Dia akan hadir sebentar lagi.
Apa? / Sebentar lagi.
Apa? / Tony ada di telepon.
Dia ingin bahas ekspansi teater minggu ini. Haruskah kusambungkan?
Aku tak butuh detailnya. Suruh dia kirim surel.
Baik. / Selesai.
Suruh dia masuk.
Kau boleh masuk.
Lewat sini. Ya. / Oh
Kau bisa mengaturnya?
Jika iya, akan kuatur pula jadwal kami.
Ya.
Ya, hubungi aku lagi. Terima kasih.
Terima kasih.
Hei.
Dia baru saja keluar.
Dia ada di ruang pemutaran.
Aku tak yakin.
Mampirlah pukul 15:00. Dia mungkin bisa pukul 15:00-16:00.
Aku tak bisa menjaminnya, tapi akan kuusahakan.
Bagus. Terima kasih, Bung. Sampai nanti.
Ini kalkun. Kubilang ayam.
Lupakan.
Kantor... / Dia punya waktu?
Ya, tentu. Akan kusambungkan. Sebentar.
Hei.
Tidak. Jangan lagi.
Kau tersambung.
Wow.
Siapa ini? / Sst, sst.
Ya Tuhan.
Wow.
Kejam.
No comments yet. Be the first to leave one.