Eldonaj informoj

Bitter Blood 1 - 11 [end]
Komentaĵo de zafadh
ini cuman gabungin yang udah ada di sini, dijadiin satu biar gampang ane ambil dari : DramaFever

Etikedoj

other
Publikigita je: 2015-07-22
Elŝutoj: 49
Aŭdhandikapuloj: No

Antaŭrigardo de Indonesian subtekstoj

La unuaj 200 linioj.

Alih Bahasa oleh ahsanba

- Halo? - Akh...

Kamu tertembak?

Aku segera ke sana.

Aku rasa untukku saja.

Istri dan putrimu sudah menunggumu pulang.

Jaga keluargaku untukku.

Cukup, jangan bicara lagi.

Hei, cepat lari!

Senpai, kamu selalu bilang aku tidak boleh membelakangi musuh, kan.

Omong kosong.

Jangan bodoh.

Kita rekan, kan?

Aku tidak mau mempermalukanmu, Shimao-senpai.

Hei, Maeda. Maeda.

Dapatkah Tim Jepang naik ke level selanjutnya?

Demikianlah berita terakhir dari Tim Jepang Zac.

- Hari ini 1 April, benar kan, Kato-san? - Iya.

- Aku yakin anda akan bertemu banyak pemula hari ini... - Pemula...

Kita juga punya hari-hari seperti itu.

Mereka bawa kenangan lama seperti upacara selamat datang di perusahaan.

- Upacara? - Rasanya seperti kemarin?

Tunggu, itu baru saja, Kato-san.

- Aku tidak seperti anda, Karube-san. - Sungguh?

Anda lihat banyak karyawan baru di bulan April.

Ah, sial.

Tidak...

Hmm?

- Shinobu? - Kakak!

Maaf.

- Kenapa kamu di sini? - Aku baru saja datang dengan bus malam.

Kamu tidak mau ikut upacara pembukaan di kampus?

Aku mau 'nengok' Tokyo sebentar.

'Nengok'? Lalu kenapa tidak tinggal di Hotel?

Aku tidak bisa minta uang pada Kakek seperti itu.

Sulit untuk hidup dari pensiunnya.

Benar, tapi...

Maaf, kalau anda berbintang Taurus

- Anda mungkin akan menemui banyak masalah hari ini. - Tidak mungkin.

Ini sudah jam 8. Kamu mau berangkat jam 9?

Anda akan berkumpul dengan orang yg tak terduga.

- Ternyata, kamu bagus juga dengan setelan ini. - Apa maksudmu 'Juga?'

Kamu dan Ayah.

- Permisi dulu. - Kalian berdua kelihatan keren.

- Kamu sudah senang, kan? - Bagaimana aku bisa senang?

Kamu tidak ingat dia meninggalkan kita?

- Kakak, itu sudah lama seka-- - Aku berangkat.

- Pagi. - Selamat pagi.

Permisi. Permisi.

Maaf. Permisi.

Ibu.

Ayumu.

Kamu baik-baik saja?

- Kamu bisa berdiri? - Kamu tidak apa-apa?

Kamu tidak apa-apa? Kamu baik-baik saja?

Oh, kamu tangguh juga. Ayo.

- Terimakasih banyak. - Anda tidak apa-apa?

Iya.

Bagus. Kamu sudah tidak apa-apa.

- Terimakasih banyak. - Bukan apa-apa.

Lihat, temanmu sudah menunggu.

Sampai jumpa.

Bayinya mau lahir.

Apa?

Lakukan sama-sama dengan Ayah.

Nenek, anda baik-baik saja?

Itu penjambret.

Jangan khawatir. Tenanglah.

Tunggu di sini, ya.

Tunggu, berhenti!

Dia penjambret!

Aku bilang berhenti! Berhenti!

Berhenti!

Berhenti. Berhenti di situ!

Hentikan!

Dengan itu?

- Terima ini. - Tenang dulu.

- Keren. - Aduh, aduh...

- Jam 9:02. Kita sudah tangkap tersangkanya. - Tangkap?

Terimakasih kerja samanya. Aku akan urus sisanya.

Berdiri.

- Permisi. - Selamat tinggal.

Hei, diam dulu.

Jam 9:02?

Ah, sial.

Divisi Keselamatan Masyarakat, Bagian Kenakalan Remaja, Perwira Kajiwara Takeshi.

Siap.

Bagian Masyarakat Nomor 3, Kopral Kida Yoshihisa.

Siap.

Divisi Lalu Lintas, Penegakan Lalu Lintas Unit 1, Kopral Saeki Tomonori.

Siap.

Divisi Investigasi Tindak Kejahatan, Investigasi Unit 1, Kopral Sahara Natsuki.

Kopral Sahara Natsuki.

Iya?

- Sahara Natsuki. - Siap.

Siap.

Sahara Natsuki dan Maeda Hitomi, kita berdua sudah menangkap penjambretnya.

Aku minta maaf terlambat. Aku minta maaf.

- Divisi Lalu Lintas... - Omong kosong.

Yg benar saja?

Apa? Ayah dan anak?

Aku dengar dia punya keluarga yg hidup terpisah sejak bercerai beberapa dekade lalu.

Iya, seingatku dia punya pacar dan meninggalkan istri dan anaknya.

Kalau dia belum pernah bertemu mereka sejak itu, ini pasti...

Reuni yg dramatis?

- Ada apa? - Tidak ada.

Siapapun dia, aku tidak akan begitu lunak padanya.

Sahara, Maeda, tolong ke sini.

- Iya. - Iya.

Ada yg mau aku katakan sebelum memberikannya.

Kalian berdua tidak bawa ini tadi pagi.

- Artinya... - Ini hak kami sebagai warga negara.

Tepatnya, bisa dibilang ini 'Penangkapan darurat.'

Kenapa kamu banting tersangkanya ke tanah kalau kamu sudah tahu?

Kalau masyarakat sampai mempermasalahkan...

...penyerangan tersangka tanpa identitas polisi, kita bisa hilang wibawa.

- Tapi... - Tapi?

Tidak, tidak. Tidak mungkin kamu menang adu mulut dengan dia.

Kalau kamu menyesal, minta maaf dulu.

Mengerti?

Maaf.

Kita tidak perlu polisi kalau semua bisa minta maaf.

Tempat kamu tangkap tersangkanya secara teknis masuk Sektor Polisi Hibiya.

Kamu tidak punya hak melanggar daerah orang lain.

- Tapi tersangkanya langsung... - Aku tidak mau dengar alasanmu.

Aturan itu paling penting dalam profesi ini.

Kamu tidak diizinkan bertindak karena hati nurani sendiri.

Tapi...

Ayolah, Inspektur, dia sudah mulai bicara lagi.

Aku rasa mereka perlu belajar lagi di akademi polisi tentang hirarki.

Kamu benar. Mereka perlu diajari, Gentle*. *(Laki-laki yg penuh wibawa)

- Hmm? - Gentle?

Ajari dia bagaimana jadi detektif handal.

Huh?

Sahara Natsuki.

Iya.

Gentle akan jadi pembimbingmu.

- Apa? - Maaf?

Mulai sekarang kalian berdua adalah rekan.

- Dia rekanku? - Dia rekanku?

~Episode 01~

- Ini buruk. - Ini buruk.

Bisa aku bertanya ke mana kita pergi, Shimao-senpai?

Jangan bicara sopan padaku. Membuatku mual saja.

Anda lebih berpengalaman, setidaknya aku harus bicara lebih sopan.

- Ya ampun. - Ke mana?

Kita akan interview orang di Shintomi-cho.

Interview siapa?

Tetangga dari korban tersangka.

- Aku harus bagaimana? - Lihat saja baik-baik, bocah.

Bocah?

Ada apa?

Apa yg terpenting bagi seorang detektif?

- Giat bekerja? - Salah!

Jasnya.

Ha?

Kalau kamu mau jadi rekanku, pastikan ikuti tiga aturan.

Aturan?

Pertama, pakai jas kualitas tinggi.

Kalau aku tersangkanya, aku tidak akan pernah mengaku pada detektif...

- ...yg pakai jas murahan seperti kamu. - Ini tidak ada hubungannya.

- Kedua, bicara padaku dengan sopan. - Tadi anda bilang bikin mual.

Diam.

Aku ambil kesempatan ini untuk memperjelas.

Meski kita keluarga, aku ini seniormu dan kamu juniorku.

Anda tidak usah khawatir. Aku tidak merasa kita ini keluarga.

Ketiga adalah yg paling penting.

- Dengar baik-baik, yg ketiga... - Um...

Kenapa?

Shintomi-cho lewat jalan ini.

Senpai.

Benar-benar bocah kurang ajar.

Iya.

Ini polisi.

Maaf, dia memang agak aneh.

Kamu jangan ikut campur.

Dia ketakutan. Biar aku saja.

- Kamu datang mau mencampuri pekerjaanku? - Maaf.

Ada yg bisa aku bantu?

Maaf.

Areh? Areh?

Nyonya, anda sangat cantik.

Apa anda tahu orang ini?

Tidak.

Bagaimana kalau yg ini?

Tidak.

Aku mengerti.

Terimakasih atas waktunya.

Kami adalah polisi.

Kami permisi.

Hei, hei... kamu sudah selesai dengan laporan si penjambret?

Baru saja.

- Kalau begitu minta inspektur untuk diperiksa. - Baik.

Meski kita detektif, kita juga banyak bekerja di meja.

Oh, Inspektur tidak di sini.

- Bachelor-san, anda punya waktu? - Aku sibuk.

Bachelor?

Akan aku perkenalkan dia.

Keahliannya menembak itu nomor satu di Kantor Polisi Ginza...

Dia dikenal sebagai Bachelor Koga.

Bitter Blood (ビター・ブラッド) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Bitter Blood (ビター・ブラッド)

Komentoj

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left