La unuaj 200 linioj.
Source : Softsub BRRip ET.IDFL.us.NzW2
Diterjemahkan Oleh : LoBoM Pekanbaru, 04 Februari 2013
// TIMECRIMES //
Clara!
Clara!
Clara!
- Kau tak dengar aku memanggil? - Kau memanggilku?
- Ya. Kau tak mendengarnya? - Tidak.
- Ini yang kau cari, kan? - Ya.
- Dan pupuk? - Ada di atas.
Letakkan disini.
- Kau mau merakitnya disini? - Tentu.
Time flies here.
Aku ke atas mau berbaring.
Ada telpon!
Apa?
Apa yang kau katakan?
Ya?
Halo?
Siapa ini?
Ini jalur terlarang.
Rekam pesanmu atau berikan kode aksesmu.
Baiklah...
Kami mendapat telpon dari nomor ini.
- Apa yang kau katakan? - Tak ada. Telponnya berdering.
Dari siapa?
Dia tak mengatakan apapun. Tapi ada jawaban dari mesin aneh.
- Mungkin para karyawan. - Ini hari Sabtu.
Mungkin tetangga. Apa ini hari Sabtu?
Aku pikir masih Jum'at.
Kapan tukang catnya datang?
Tak ada yang tahu nomor telpon kita.
Lalu apa gunanya punya telpon?
Lihat dirimu. Terlalu lemah untuk berdebat.
- Kau belum tidur. - Ya, aku sudah tidur.
"Ya, aku sudah tidur." "Ya, aku sudah tidur."
- Sial. - Apa?
Ini masih merekam.
Oke, sudah siap.
Kau tak akan bisa membawanya masuk melalui pintu itu.
Tentu saja aku bisa.
Jika tidak kita akan meletakkannya disini.
Tak perlu dicemaskan.
- Apa yang kau suka untuk makan malam? - Entahlah. Apa yang kita punya?
Aku tak tahu. Hampir tak ada lagi yang tersisa.
Pasti masih ada toko yang buka di kota.
Bagaimana kalau ayam panggang?
Aku tak mau mengemudi lagi.
Ayolah, aku mau membersihkan dapur.
Aku tak mau mengemudi lagi.
Ayolah.
Aku mau pergi jika mejanya muat melalui pintu.
Oke. Jika tak muat, aku yang pergi. Aku janji.
Serius. Nanti jangan berubah pikiran lagi.
- Aku tahu. - Pergilah, pergi, pergi!
- Apa? - Aku tak bisa melihat.
Ma'af.
Ada sesuatu di sana.
Dalam semak.
Biar aku lihat.
- Lihat. - Dimana?
Di sana, dalam semak. Ada kliring disebelah kirinya.
- Aku tak melihat apapun. - Berikan padakui.
- Dimana? - Berikan padaku!
Ini.
Kau menang.
Apa?
Mejanya tak bisa masuk ke kamar tidur.
Aku lebih suka kalah taruhan daripada kau membantahku.
- Berikan kuncinya. - Oke.
Jangan pernah bawa ini lagi. Jangan sekalipun, oke?
Ya.
Ada apa?
Apa maksudmu?
Kuncinya.
Ini.
Sampai jumpa nanti. Aku meninggalkannya dekat pintu.
Oke.
Halo?
Halo!
Halo!
Halo?
Ada orang disana?
Siapa ini?
- Dengar... - Siapa kau?
Ini milik pribadi. Dimana kau mendapatkan walkie-talkie?
Aku butuh bantuan. Seorang pria mengikutiku. Dia mencoba membunuhku.
Aku melompat pagar dan masuk ke sini
Apa kau bilang? Kau melompat pagar?
Apa yang terjadi?
Dia menusuk lenganku dan aku lari ke sini.
Pintunya tertutup, tapi...
- Apa itu? - Apa?
Itu terdengar seperti...
Yang kudengar hanya suara petir. Apa itu maksudmu?
Ya. Aku rasa begitu.
Oke, dengar. Tenanglah.
Aku di gedung yang lain. Sebentar lagi selesai. Jangan kemana-mana.
Oke, terima kasih.
Halo?
- Ya? - Apa kau mengatakan sesuatu?
Satu pertanyaan... Apa pria yang mengejarmu memakai perban??
Ya, warna merah muda.
- Aku melihatnya. - Dimana? Dimana dia?
Jauh dari rumah, jangan khawatir.
Ada kamera pengintai dimana-mana.
Aku punya monitor di depanku.
Dia melompat pagar.
Apa dia datang ke sini? Tolong, telpon polisi.
Aku akan menelponnya sekarang. Tunggu.
Jangan kemana-mana.
Halo?
- Halo? - Yah? Bagaimana hasilnya?
Aku tak berhasil.
Ada apa?
Aku tak bisa menelpon ke jalur lain.
Kau tak punya HP?
Tak di izinkan di sini.
- Apa yang dia lakukan? - Jalan-jalan.
- Ke arah sini? - Ya.
Aku memecahkan jendela. Jika dia melihatnya, dia akan tahu aku disini. Apa yang harus aku lakukan?
Aku tak tahu... Dimana kau?
Di dalam laboratorium. Aku mengganjal pintunya.
Tidak, datanglah ke sini. Di sini jauh lebih aman.
Dimana?
Aku berada di dalam gudang di pinggir rumah, di atas bukit.
Dan?
Ada sebuah pintu di lorong sebelah kanan.
Ayo kesinilah. Dia datang ke arahmu dari sisi rumah yang lain.
Aku rasa dia tidak akan melihatmu.
Jika dia masuk, dia akan menemukanmu.
Dia semakin dekat. Keluar dari sana.
Keluar dari sana!
- Aku keluar. - Oke.
Itu aku. Jalanlah.
Ikuti lampunya.
Cepatlah. Semakin cepat kau sampai disini, semakin cepat aku bisa mematikan...
...lampunya. Seharusnya dia tak melihatnya.
Dimana dia?
Dia mendekati rumah.
Apa yang dia lakukan?
Diamlah, aku akan memandumu.
Dia memeriksa jendela.
Dia melihat jendela yang pecah.
- Apa dia masuk? - Diamlah.
Dia mengitari rumah.
Dia melihat lampunya.
Tunggu.
Tidak mungkin. Aku kehilangan sinyal dari salah satu kamera.
Aku kehilangan satu lagi.
Sial, aku tak bisa melihat apapun! Aku tak tahu dimana dia! Lari!
Tolong matikan lampunya.
Aku melihat sesuatu di atas sana. Apa itu kau?
Ya itu aku.
Aku mendengar suara mobil
Itu dia! Dia datang!
Apa dia bisa masuk?
Tidak, tak apa-apa.
- Bisakah kau mengunci itu? - Tidak.
- Sial, ayo pergi. - Tak ada tempat lain lagi.
Kita aman di sini.
Apa semua ini?
Kau bisa sembunyi disana.
Apa? Apa ini?
Lihat.
Aku bisa menurunkan penutupnya untuk menyembunyikanmu.
Apa pintu ini punya kunci?
Apa ada pintu lain?
Ada cara lain? Bisakah kita mematikan lampu ini?
Dia tak akan berpikir untuk melihat kesana.
Bagaimana denganmu?
Aku akan menurunkan penutupnya dari sini. Aku akan mengaktifkannya dan masuk bersamamu.
Oke.
Ayo!
Siapa kau?
Apa?
Siapa kau?
Apa?
- Apa yang kau lakukan padaku? - Aku tak tahu apa maksudmu.
Kau bilang mau sembunyi bersamaku.
Aku bilang apa?
Kau sudah ada di sini sebelumnya, kan?
Ketika tangki penuh dengan cairan putih?
Kita saling mengenal sebelumnya, kan?
Cairan yang menyerap padamu dalam...
...tanki itu...
...masih sebuah prototipe.
Ini sebenarnya...
- Ini yang kau cari, kan? - Ya.
- Dan pupuk? - Ada di atas
Letakkan di sini.
Kau kembali ke masa lalu.
- Mau kemana kau? - Pulang, menelpon polisi.
Jangan, tunggu. Tetaplah bersamaku.
Demi tuhan, kau tak bisa pulang.
Apa?
Kau sudah di rumah. Ingin melihat lagi?
- Mereka melakukan apa yang... - Dengar...
...hari ini tanggal 16 September 2006.
Tidak, mana mungkin.
No comments yet. Be the first to leave one.