La unuaj 200 linioj.
Ada dua batasan utama yang tersisa.
Salah satunya eksplorasi ruang,
disajikan secara visual di negara Anda oleh Kolonel Colonel Glenn.
Yang lain adalah eksplorasi masa lalu,
keseluruhan latar belakang geografi, iklim dan kehidupan hewan
yang menyertai perubahan manusia dari manusia purba ke Homo sapiens.
Bukti awal manusia adalah karya seniman tanpa nama
pada dinding gua.
Sebelum itu, tak ada sejarah yang tercatat.
Salah satu bagian pencarian kita mengarah pada penelitian kera.
Keberadaan gorila dan simpanse di Afrika Tengah
membuat kita yakin bahwa nenek moyang awal kita hidup di benua ini.
Dua hewan ini...
dan paling langka dari segala kera adalah gorila gunung.
Mereka mendiami dataran tinggi tropis yang rimbun di Afrika Tengah,
begitu terpencil sehingga peneliti terakhir kami menderita terserang radang usus buntu
dan bisa mati jika bukan karena Roz Carr,
seorang teman Amerika yang tinggal di Rwanda, yang membawanya ke rumah sakit.
Hewan-hewan ini mengungguli monyet
dalam hal kecerdasan.
Tapi penelitian gorila gunung benar-benar terhenti.
George Schaller yang merintis penelitian tahun 1960
mengatakan bahwa primata terbesar ini,
terancam punah.
Hasil sensusnya menunjukan jumlah mereka kurang dari 500.
Entah sudah berapa banyak yang hilang sejak pemburu gelap menyerang hutan.
Pada akhirnya,
saya selalu bertanya, "Kenapa Anda lakukan ini?
"Kenapa Anda habiskan hidup untuk mencari sesuatu
"yang terpendam di masa lalu selama hampir dua juta tahun?"
Saya rasa satu-satunya jawaban Anda atau diri saya sendiri
sesederhana ini,
saya ingin tahu siapa diri saya dan apa yang membuat saya seperti ini adanya.
Terima kasih.
Dr. Leakey.
Dr. Leakey, namaku Howard Dowd.
Perkenalkan istriku Lucille. Lucille sangat menggemari karyamu.
Kami berkontribusi pada yayasan margasatwa-mu.
Kami dengan senang hati...
Permisi.
Kau bekerja dengan baik.
Terima kasih.
Kami butuh segala kontribusi yang diperlukan.
Aku Dian Fossey. Aku mengirimimu surat.
Terima kasih, Nona...
Fossey.
Kami hargai setiap kontribusi.
Tidak, aku menyuratimu tentang pekerjaan di Afrika.
Maaf, aku banyak terima surat...
Kutulis surat enam kali./ Dr. Leakey!
Tentang gorila./ Pak!
Kau ahli terapi fisik.
Aku ahli terapi fisik.
Halo.
Maaf, kami sedang...
Baik.
Dr. Leakey, aku bekerja dengan anak-anak cacat.
Kuhabiskan banyak waktu untuk mendapat...
Maaf. Bisa beri waktu sebentar?
Silakan/ Terima kasih.
Kuhabiskan waktu mendekati orang-orang yang tak mau didekati.
Terima kasih.
Aku memang tak punya pelatihan formal, tapi aku penyayang hewan,
dan kuhabiskan dua tahun dalam pelatihan pencegahan.
Aku tahu kau tulus, tapi tak cukup hanya dengan menyayangi hewan.
Baru saja kau bilang, kau butuh orang saat ini
untuk menyensus gorila gunung.
Bagaimana aku saja? Aku bisa menghitung. Satu, dua, tiga?
Menurutmu kau bisa hidup seadanya di Afrika selama enam bulan?
Ya.
Biar kupikirkan.
Untuk berapa lama? Sampai gorila itu punah?
Dr. Leakey, kau butuh aku, aku inginkan pekerjaan ini.
Beri aku kesempatan.
Dian!
Hai!
Aku berhasil tiba.
Tentu saja.
Sungguh menyenangkan.
Kau bawa sertifikat imunisasimu?
Ya, di sini.
Perjalanan lancar?
Sangat menarik.
Terima kasih. Baik.
Banyak tentara di sini. Ada kejadian istimewa?
Tentara? Oh, Ya. Entah.
Mungkin karena ada perang sipil.
Perang sipil? Ada perang sipil di sini?
Kita harus temukan buruh dan pelacak, lalu membekalimu.
Ayo.
Ini pasar mingguan.
Kau bisa temukan apa pun yang kau butuhkan di sini.
Pertama, mari kita temukan buruh untukmu.
Itu mereka.
Tak ada bonbon./ Bonbon?
Aku tak punya bonbon.
Ada apa?
Sebagian percaya wanita yang tinggal sendirian di sana pasti sudah gila.
Sendirian?
Pilih anak buahmu.
Pelacak untukmu.
Swahili.
Ya, ampun.
Tangan lemah, kaki kuat.
Kau bisa berbahasa Inggris?
Pendeta.
St. Christopher.
Santo pelindung adalah penjelajah, begitu juga aku.
Siapa namamu?
Sembagare.
Sembagare. Aku pelacak terbaik.
Pria ini tak sehebat aku.
Dia pembohong besar.
Aku, yang terbaik.
Baik, Sembagare, kau diterima.
Terima kasih.
Bisa bantu aku belanja bahan pangan?
Makanan. Makanan?
Oh, makanan.
Baiklah. Bagus.
Bonbon!
Kalian ikut? Ayolah.
Mungkin kalian akan beruntung.
Kau mau ini?
Lilin.
Aku sudah punya lima.
Baiklah.
Milikmu. Bagian dari paket.
Kau perlu berkeliling saat turun gunung.
Sekarang, perhatikan ini.
Kita di sini.
Pangkalan Gunung Makoua berjarak empat-jam perjalanan.
Tinggalkan jep-nya di sini. Di sini akan aman.
Ambil beberapa buruh lokal, naik ke sini, lalu berakhir di sini.
Kabara Meadow. Kabin George Schaller di situ.
Sungguh?/ Cukup nyaman.
Kami berangkat sekarang?
Ya, agar tiba sebelum malam.
Aku baru saja naik empat pesawat dalam 35 jam.
Setidaknya aku mandi dulu.
Silakan saja. Kumasukkan sesuatu di sini untukmu.
Terima kasih. Kau baik sekali.
Kau melupakan barang bawaanku lainnya.
Tak muat. Akan dikirim dalam dua minggu.
Tunggu dulu.
Kutinggalkan pekerjaan dan tunanganku, tanpa beri alasan,
lalu terbang jauh.
Koper itu berisi pengering rambut, alat rias dan pakaian dalamku.
Tanpa itu semua, Dr. Leakey, aku tak berangkat.
Sekarang untuk mobilnya.
Terima kasih./ Seperti yang kau lihat,
ini adalah Land Rover dengan empat kopling.
Sangat sederhana begitu kau terbiasa.
Yang merah pelan, kuning roda dua hingga empat, tapi gunakan saja yang hitam.
Itu kopling, kopling masuk, gir pertama, kopling keluar, gir kedua.
Paham?
Semoga berhasil, Dian. Aku harus pergi.
Kau tak ikut?
Tentu tidak. Pekerjaaanku di Tanzania. Aku ingin laporan mingguannya, diketik.
Diharapkan kau menghasilkan materi untuk National Geographic.
Aku tak boleh ketinggalan pesawat. Semoga berhasil.
Jika kau punya masalah, hubungi Roz Carr.
Dr. Leakey.
Selamat bersenang-senang.
Benarkah ada perang sipil di sini?
Tidak di tempat tujuan kita.
Kau harus berhenti.
Aku tak apa.
Baik.
Kerbau butuh empat hari melintasi dataran.
Mereka berhenti, jalan, berhenti, jalan./ Kubilang aku tak apa.
Nyonya, masih ada teh.
Bagus.
Terima kasih. Itu yang kubutuhkan.
Masuk.
Aku berusaha mempelajari lagi buku gorila George Schaller.
Masuk. Tutup pintu. Udaranya dingin.
Itukah George Schaller?
George Schaller?
Ini David. Tunanganku.
Calon suamiku.
Itu bagus. Wanita, pria, anak-anak.
Kau sudah berkeluarga, Sembagare?
Pernah, dan tidak lagi.
Sukuku dibantai selagi aku melacak.
Aku turut prihatin.
Aku juga. Selamat malam.
Selamat malam.
Sebesar apa sarang kera ini?
Entah.
Maksudmu kau lupa.
Bagaimana bisa lupa? Aku tak pernah tahu.
Sarang kera, Sembagare.
Menurut buku George Schaller,
"Kita hitung sarang gorila untuk hasilkan sensus."
Aku tak tahu soal gorila.
Tentu kau tahu. Kau pelaccak.
Ya, pelacak kerbau, kijang dan gajah.
Apa?
Hei! Hei!
No comments yet. Be the first to leave one.