La unuaj 148 linioj.
SESAT
Tolong!
Tolong aku.
Tolong aku di sini!
Tolong aku!
Astaga!
Walt! Walt!
Jangan dekat gas itu! Jangan bergerak!
Tolong! Tolong! Tolong aku!
Oh, kakiku!
Hei, mari sini. Bantu aku.
Kau, mari sinilah! Bantu aku!
Pada hitungan ke-3.
1'2:
Tolong! Tolong aku!
Tolong! Tolong aku!
Bawa dia keluar. Jauhkan dia dari mesin.
Bawa dia pergi.
Tolong aku!
Tolong aku. Aku merasakan kontraksi!
- Berapa bulan kau hamil? - Hanya 8 bulan.
- Berapa jarak kontraksinya? - Tak tahu. Beberapa.
Hei! Jangan dekati itu!
Dengar aku. Pandang aku. Kau akan baik-baik saja.
Kau faham? Tapi kau harus duduk dan jangan gerak.
Hei! Kau! Datanglah ke sini!
Aku ingin kau bawa wanita ini menjauhi gas ini. Bawa dia ke sana.
Tetap bersamanya. Kalau kontraksinya kurang dari 3 minit. Panggil aku!
- Kau bergurau. - Aku akan segera kembali.
Terima kasih.
Hei! Siapa namamu?
Jack!
Berhenti! Kepalanya tak cukup mendongak ke belakang. Kau meniup ke perutnya.
Kau yakin? ltulah yang kulakukan. Aku penyelamat. Aku dapat surat izin.
Mungkin kau harus mengembalikan surat izin itu.
Mungkin kita harus membuat lubang. Cucuk pena ke tenggorokan?
Ya, ide bagus. Ambilkan aku pena.
Ada yang punya pena? Kau punya pena?
- Ada yang punya pena? - Ayo!
Ayo!
Ayo! Ayo!
Tarik nafas kuat-kuat.
Pergi! Pergi! Pergi!
Bangunkan dia. Keluarkan dia!
- Kau tak apa-apa? - Ya. Ya.
Kau?
- Tetaplah bersamanya. - Aku takkan ke mana-mana.
Aku tak tahu mana yang paling baik.
Semuanya baik. Terima kasih.
Maafkan aku.
Kau pernah menggunakan jarum?
- Apa? - Kau pernah menambal celana?
Aku...
- Aku membuat tirai untuk rumahku. - Bagus sekali. Dengar...
Kau ada masa? Aku perlu sedikit bantuan.
Bantu apa?
Ini. Aku boleh lakukan sendiri, aku doktor, tapi aku tak boleh mencapainya.
- Kau ingin aku menjahit? - Seperti tirai.
- Aku encikai mesin jahit untuk tirai. - Percayalah padaku. Kau boleh.
Kalau kau tak keberatan.
- Tentu saja. - Terima kasih.
Itu untuk tanganmu.
Sisakan untukku. Untuk lukaku.
Suka warna apa?
Tidak. Hitam biasa.
Ayolah.
Hei, kau!
- Siapa namamu? - Aku? Charlie.
Charlie, tolonglah. Tak ada yang boleh lihat, kalau api tak besar.
- Akan kulakukan. Siapa namamu? - Sayid.
Sayid. Segera kulakukan, Sayid.
Mungkin aku akan muntah ke arahmu.
Kau baik-baik saja.
Nampaknya kau tidak takut.
Aku tak faham.
Rasa takut itu hal yang aneh.
Semasa aku praktik, operasi sendiriku yang pertama...
adalah operasi tulang punggung anak gadis berumur 16 tahun.
Akhirnya, setelah 13 jam, aku menutupnya dan aku...
tidak sengaja mengoyak kantung pelindung sarafnya.
Itu berada di pangkal tulang punggung di mana saraf berkumpul.
Selaput senipis kertas, dan...
Jadi itu terkoyak.
Sarafnya tumpah seperti pasta rambut malaikat.
Cairan tulang punggungnya mengalir dan aku...
Rasa takutnya sangat...
mencemaskan, sangat nyata...
dan aku tahu bahawa aku harus mengatasinya.
Jadi aku memilih.
Aku menerima rasa takut. Biarkan rasa takut itu menguasai.
Tapi aku hanya memberi masa 5 detik untuk itu.
Jadi, aku mulai menghitung.
1, 2...
3, 4, 5.
Dan rasa takut itu lenyap.
Aku kembali bekerja, menutup jahitannya dan ia selamat.
Kalau itu terjadi padaku, kurasa aku akan lari.
Kurasa itu tidak benar.
Kau tidak lari sekarang.
TAKDI R
Aku kira mereka sekarang sudah datang.
- Siapa? - Siapa saja.
Seperti aku akan mulai makan coklat.
- Shannon, mungkin kita lama di sini. - Pesawat ada kotak hitam, bodoh.
Mereka tahu lokasi kita. Mereka akan datang.
Aku akan makan di kapal penyelamat.
Aku akan makan di kapal penyelamat.
- Lapar? - Ya. Terima kasih.
Ada lagi hal-hal tentang bayi?
Tidak. Aku baik-baik saja.
- Bertahanlah. - Ya, kau juga.
Kau cukup hangat?
Kau tidak boleh pergi daripadaku.
Kau harus ikut ke mana saja aku pergi.
Kau faham?
Jangan pedulikan yang lain. Kita harus tetap bersama.
Apakah dia akan hidup?
Kau kenal dia?
Dia duduk di sampingku.
Kita berada di ketinggian 40.000 kaki semasa itu terjadi.
Kita terkena kantung udara dan jatuh...
kira-kira 200 kaki.
Gangguan cuaca itu...
Aku tak sedar.
Aku tidak.
Aku lihat semuanya.
Aku tahu ekor pesawat patah, tapi aku...
tak berani melihat ke belakang.
Lalu bahagian muka pesawat patah.
Bahagian itu tak ada di pantai.
Ekornya juga tidak.
Kita harus tahu kita datang dari arah mana.
Mengapa?
Mungkin kita boleh menemukan kokpitnya.
Kalau masih sempurna, mungkin boleh menemukan radionya.
Kita boleh kirim isyarat, menolong regu penyelamat menemu kita.
Bagaimana kau tahu itu?
Pernah ambil beberapa pelajaran terbang.
Bukan untukku.
Aku melihat asap...
dari lembah.
Kalau kau akan mencari kokpit, aku akan ikut denganmu.
Aku tak tahu namamu.
Namaku Kate.
Jack.
Ana itu?
- Itu aneh, bukan? - Aencikah itu Vincent?
Itu bukan Vincent.
No comments yet. Be the first to leave one.