Blue Lagoon: The Awakening

Blue Lagoon: The Awakening

Elŝuti Indonesian Subtekston

Eldonaj informoj

Blue Lagoon The Awakening 2012 1080p AMZN WEB-DL DDP5 1 H264-QOQ
Blue Lagoon The Awakening 2012 720p WEB-HD x264 800MB-Pahe in
Komentaĵo de Jeremy_Belpois
Terjemahan manual. Silakan rate dan beri masukannya.

Etikedoj

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
x264
720p
720
HD
Publikigita je: 2021-12-25
Elŝutoj: 161
Aŭdhandikapuloj: No

Antaŭrigardo de Indonesian subtekstoj

La unuaj 200 linioj.

Sudah pukul 07.15, Semuanya.

Kau akan terlambat./ Aku tahu.

Astaga, dia itu berengsek./ Stacey.

Apa? Dia hampir melindasku dengan mobil rongsokannya.

Lagi pula, jangan keluar lewat sisi itu.

Keluar lewat sisi sebelah sana.

Sayang, kau sudah ambil daftar dari Bu Collier?

Ya, sudah kuambil./ Baiklah, bagus.

Tentu saja./ Sungguh?

Anak-anak./ Kerap kudengar.

"Kakakmu murid yang hebat. Emma menyukai buku ini."

Stace, cukup.

Jadi, Ibu ada pameran pukul 17.00. Ibu akan pulang sekitar pukul 18.00.

Mau makan malam apa?/ Apa saja. Sampai jumpa, Bu.

Sampai jumpa, Sayang. Ibu menyayangimu.

Dia gadis sempurna sedangkan aku adik yang jahat.

Tidak begitu. Semoga harimu menyenangkan, Sayang. Sampai jumpa.

Bernapaslah, Em.

Mereka pasti akan membahas hal yang sudah kita ketahui.

Satu-satunya alasan aku pergi adalah untuk keluar dari pelajaran pertama.

Kita akan sedikit terlambat./ Tidak juga.

Astaga, kau akan meledak jika terus bersikap ketat seperti ini.

Omong-omong soal ketat...

Hei, Emma.

"Hei, Emma"? Dia tahu namamu./ Kurasa begitu.

Stephen Sullivan mengetahui namamu.

Bisa kita masuk ke kelas sekarang?

Maukah kau tidur dengannya? Kumohon, untukku.

Baiklah. Dengarkan, Semuanya.

Busnya akan berangkat pukul 07.00 tepat besok pagi, jadi jangan terlambat.

Jika tidak...

Maaf, Ratu Pesta Dansa.

Hei, Kalian Berdua, cepatlah duduk./ Apa?

Ternyata Pak McMullen benar, namun aku berharap besar padamu, Emma.

Maaf, Pak Christiansen./ Baiklah.

Jadi, besok busnya akan berangkat pukul 07.00 tepat, paham?

Datanglah tepat waktu, atau busnya akan berangkat tanpa mengangkut kalian.

Bagaimana si penyendiri bisa ikut? Mungkin dibayar ayahnya.

Apa?/ Kau tahu aku bisa mendengarmu, 'kan?

Selama lima hari pertama di Trinidad...

...kita akan membantu merenovasi sekolah dengan Proyek Kemanusiaan.

Di tiga hari terakhir, kita akan menjelajahi pulau...

...dan berdarmawisata budaya di sekeliling negara tersebut...

...dan itu pasti akan sangat menyenangkan.

Jadi, berita utama, Stephen mengetahui nama Emma.

Apa?

Ya, rela kutukar dengan burgermu.

Ambil saja./ Kau yakin?

Ya, aku cuma mau kentang gorengnya.

Tunggu, jadi Emma dan Stephen?

Aku menyukainya./ Ya.

Kita punya waktu seminggu di pulau itu untuk mengusahakan sihir kita...

...dan membuat Emma tidur dengan si pemain gelandang.

Boleh kuusulkan pendapat?/ Tidak sama sekali.

Kita pergi ke sana untuk membantu./ Aku pun berusaha membantumu.

Kita memiliki tugas, Lizzie. Kulihat di rencana perjalanan.

Kau yang membuat rencana perjalanannya.

Aktivitas dari siang hingga malam sudah direncanakan sekolah.

Lantas? Kita ubah rencananya. Itu inti kehidupan, bukan?

Lalu, omong-omong, aku baru tahu kalau Carnival akan hadir di sana saat kita sampai.

Astaga. Aku perlu beli baju mandi baru.

Serius?/ Apa?

Emma memerhatikan si penyendiri.

Kami satu SMP. Dahulu sikapnya sangat baik.

Ya, dahulu.

Kabarnya dia dikeluarkan dari sekolah terakhirnya.

Tidak. Kupikir dia lumayan manis.

Seperti dalam film Rebel Without a Cause dan Holden Caulfield.

Biar kusederhanakan.

Gadis seperti Emma tidak berhubungan dengan orang aneh seperti dia.

Terutama saat si pemain gelandang mendambakannya.

Serahkan itu sekarang.

Kena kau!/ Dasar pecundang.

Mari ikut ke ruang kepala sekolah.

Kalau begitu, tunjukkan jalannya.

Hebat, Kawan./ Kerja bagus.

Tampaknya ada seseorang yang tidak akan ikut jalan-jalan.

Pendengar, tampaknya akan terjadi...

Berapa lama kau akan tinggal?

Tak ada salahnya antisipasi, Phil.

Terima kasih telah mengizinkanku ikut.

Sama-sama, Sayang.

Apa salahnya Ayah mengambil hipotek kedua?

Ibumu mungkin perlu menjual wastu lebih banyak bulan ini, tapi...

Tak perlu beri tahukan itu padanya.

Ibu sangat sayang anak-anak.

Astaga, jika kalian sudah begini hanya karena perjalanan delapan hari...

...bagaimana jadinya saat dia kuliah nanti?

Ibu tahu.

Ibu berpikir kita akan pindah ke Princeton bersamamu.

Kudukung ide itu.

Benar?/ Ya.

Kau suka, bukan?

Apa maksudmu kau tak mau ikut?

Tahu Ayah harus bagaimana agar kau kembali diikutsertakan dalam perjalanan itu?

Untuk siapa, Ayah? Aku atau Ayah?

Karena aku bahkan tak mau ikut perjalanan konyol itu.

Di sini pun aku masih akan dipaksa untuk bergaul dengan orang-orang yang tak kukenal.

Ini adalah sebuah kesempatan, Nak.

Peluang untuk melakukan sesuatu demi orang lain.

Bisa kita berangkat? Kita akan terlambat.

Jika tidak, aku akan terjebak di sini dan Ayah pasti akan menatapku selama seminggu penuh.

Ayo, semuanya naik!

Hati-hati./ Emma, Lizzie.

Hati-hati, Anak-anak. Ibu menyayangimu./ Pamitlah pada Ibu.

Bergegaslah. Ayo.

Dean, jaga dirimu.

Tentu, Ayah.

Apa kabar, Emma? Pagi-pagi buta, bukan?

Dia mengucapkan dua kalimat. Dia semakin semangat.

Tak diragukan lagi kau akan bercumbu dengannya.

Baiklah, dengarkan baik-baik. Proyeknya akan dimulai besok.

Itu artinya, hari ini kita luang selama beberapa jam...

...untuk beradaptasi dan bermain di dekat kolam renang jika mau.

Kemudian kita semua makan malam.

Apa kataku, Em? Masa bodoh dengan jadwalmu.

Ini akan jadi yang terbaik.

Tidak ada orang setempat. Sial. Siapa cowok yang beruntung?

Jangan khawatir, Em. Aku takkan menggondol gelandangmu.

Baiklah, Gadis-gadis. Ayo kita lakukan.

Satu, dua...

Ya, Gadis-gadis.

Jangan mencipratku.

Kena kau./ Tidak!

Baiklah, kerja bagus. Pasangkan sekarang.

Hei! Hati-hati di atas sana!

Terserah katamu, Bos.

Dia akan terbunuh dan merepotkan kita semua.

Pakailah losion di bahumu.

Nanti kulitmu terbakar.

Di hari kedua pun sudah ada kontak pertama?

Asyik.

Ini akan lebih mudah dari dugaanku.

Tampaknya akan ada yang indehoi.

Permainan dimulai, Bung.

Panggilan video./ Dengan orang tuanya.

Cepat putuskan. Serius, ini darurat.

Sayang, kau baik-baik saja?

Ya. Maaf, Bu Collier menyuruh kami tidur.

Baiklah. Silakan. Kami menyayangimu. Selamat bersenang-senang.

Tidur yang nyenyak, Sayang. / Aku sayang kalian. Sudah dulu.

Sampai jumpa, Sayang. / Selamat malam.

Baik, jadi aku tadi beli pasta gigi di bawah karena sudah habis.

Lalu percayakah kalian harganya 5 dolar...

Tak menarik./ Baiklah.

Berita utama, pesta Carnival digelar malam ini di atas kapal orang setempat. Aku tahu.

Lalu Stephen mengundang kita, dan dia mengistimewakanmu, Emma muda.

Mereka akan segera berangkat, tapi kapalnya berangkat setengah jam lagi.

Entahlah./ Tutup mulutmu.

Kita pergi. Kau juga.

Meski harus kuikat dan kuseret kau ke perahu itu.

Jujur, tengah malam pasti sudah selesai.

Paling telat pukul 02.00./ Baiklah.

Carnival!

Terima kasih.

Mau naik taksi?

Berangkat.

Carnival, Jalang!

Cepat, kita akan terlambat.

Ayo.

Jangan tinggalkan kami./ Cepat lari.

Ini sangat menyenangkan.

Hei, Gadis-gadis. Apa kabar?/ Tidak apa-apa.

Apa kabar?

Baik, kita ambil koktail dan temukan kekasihmu.

Dia bukan kekasihku dan aku tidak mau minum.

Em, kau harus rileks. Kau tahu, ubah kebiasaan.

Sedikit keluar dari perangaimu./ Aku suka perangaiku.

Aku akan mencari Helen.

Itukah pacar barumu?

Memangnya kenapa?

Monte Carlo.

Monte Carlo.

Bersiap untuk diinspeksi.

Monte Carlo, ini Kepolisian Trinidad.

Turunkan jangkar dan bersiap untuk diinspeksi.

Pindahlah ke depan kapal.

Pindahlah ke haluan kapal.

Monte Carlo, ini Kepolisian Trinidad.

Emma!/ Tolong!

Monte Carlo, ini Kepolisian Trinidad.

Kau sedang apa?/ Kelihatannya? Aku terjatuh.

Di mana Emma?/ Entahlah. Kukira dia bersamamu.

Memanjatlah.

Kau tak apa?/ Cukup baik.

Kau sedang apa?

Sudah cukup masalah yang kuhadapi. Aku tak boleh sampai tertangkap.

Apa kau gila? Pikirmu kita bisa hindari polisi?

Tenanglah. Kita kembali ke hotel saat keadaan sudah membaik, kau paham?

Naik ini? Aku mau kembali ke kapal.

Kapalnya semakin menjauh./ Kita tunggu sebentar kemudian kita kejar.

Kita akan baik-baik saja./ Cepatlah.

Kapalnya semakin menghilang.

Bagaimana cara pergi dari sini?/ Sedang kuusahakan, mengerti?

Memangnya kau tahu harus ke mana?/ Diamlah. Biarkan aku berpikir.

Sial, tidak ada mesinnya./ Tidak ada? Lalu bagaimana, Genius?

Entahlah./ Apa maksudmu?

Kita terjebak di antah-berantah.

Ini bukan masalah sepele...

Pegangan.

More Indonesian subtitles for Blue Lagoon: The Awakening

Komentoj

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left