La unuaj 133 linioj.
Tuan Lucas!
Syukurlah Anda selamat.
Party kita...
telah musnah.
#7 Sang Raja, Bertahan Hidup.
Pasti terjadi sesuatu padanya.
Dia bersama Jasmine.
Dia pasti baik-baik saja.
Tapi
firasatku tidak enak.
Aku mengerti, akan kulaporkan ke pihak Guild.
Kakak...
Note.
Note!
Syukurlah.
Kau sudah sadar.
Elijah,
ambil mutiara di sarung tanganku...
Lucas.
Apa Jasmine baik-baik saja?
Dia ada di sebelah sana.
Dia terkena serangan Lucas.
Tubuhnya sedang tak dilindungi Mana.
Sudah kuobati seadanya,
tapi mungkin ada luka dalam.
Berikan mutiara itu padanya.
Ya.
Napasnya mulai membaik.
Syukurlah aku bawa mutiara penyembuhan dari ibuku.
Bagaimana keadaanmu?
Sudah sehat, buat maraton pun kuat.
Syukurlah.
Siapa sangka pendekar bertopeng yang mengikuti tes bersamaku
ternyata bocah seumuranku.
Topengku tak ada!
Maaf, aku tak menemukannya.
Bagaimana dengan tongkat pedangku?
Ada di sana.
Aku sudah menyimpannya.
Terima kasih
sudah menyelamatkanku dan Jasmine.
Padahal kau bisa saja kabur sendirian.
Terima kasih banyak.
Kalau aku mengorbankan kalian yang sedang sekarat,
aku tak ada bedanya dengan si bajingan Lucas itu, 'kan?
Kau sama sekali berbeda dengannya.
Aku takkan pernah memaafkan Lucas.
Dia benar-benar ingin membunuhmu.
Bahkan Jasmine juga.
Ya.
Namun, aku...
Omong-omong, kenapa kau tak kabur saat Elder Wood muncul?
Padahal Jasmine sudah menyuruhmu melarikan diri.
Karena raja takkan meninggalkan rakyatnya.
Apa maksudmu?
Lagi pula,
aku sudah berjanji akan melindungi orang-orang yang berharga bagiku.
Kau menjanjikan hal seperti itu?
Kehidupan macam apa yang kau jalani selama ini?
Berapa lama aku tak sadarkan diri?
Mungkin lebih dari sehari.
Begitu, ya.
Kita belum bisa bergerak sampai Jasmine pulih.
Namaku Arthur. Arthur Leywin.
Kau boleh panggil aku Art.
Ini tiba-tiba, tapi... Elijah Knight dari Kerajaan Darv.
Dilihat dari mana pun, ini bukan benda alami, 'kan?
Kau yang membuat tempat bernaung dari besi ini?
Kubuat dengan sihir saat guanya runtuh.
Begitu, ya.
Sehebat apa pun sihirmu,
mustahil bisa menciptakan besi dari ketiadaan.
Singkatnya, apa kau seorang dwarf?
Sepertinya aku tak bisa menyembunyikannya lagi.
Soal aku dwarf atau bukan,
aku sendiri pun tak tahu.
Aku dibesarkan di Kerajaan Darv,
tapi Tetua Rahdeas yang merawatku,
selalu menghindar jika kutanya soal orang tuaku.
Ingatan masa kecilku hanyalah kepingan sedih yang tak bisa kupahami.
Meski begitu, aku menjalani hidup yang normal.
Hingga Mana Core-ku mencapai tahap oranye pekat,
aku pingsan setelah diserang oleh gelombang energi aneh.
Saat aku sadar,
aku sudah dikelilingi besi hitam yang tajam.
Setelah itu, Tetua Rahdeas menyuruhku pergi dari Darv.
Katanya sudah waktunya aku pergi ke tempat lain di Benua Dicathen.
Tanpa tahu apa alasannya.
Semuanya terjadi begitu cepat.
Ditambah, energi itu masih sering kumat.
Perasaanku waktu itu,
kupikir mungkin ada hubungannya dengan kekuatan ini.
Hidupmu juga berat, ya.
Jangan makan ikan itu, Arthur! Yang ini pasti lebih enak!
Maaf.
Aku tak bermaksud merusak suasana.
Tak usah khawatir.
Kalau begitu, bagaimana denganmu?
Karena aku sudah bercerita, sekarang giliranmu.
Jurus yang kau pakai saat mengalahkan Elder Wood...
Rambutmu memutih dan muncul tanda bercahaya di tubuhmu, 'kan?
Itu...
Matamu juga berubah ungu muda.
Aku mengerti.
Hm.
Aku ini Augmenter yang bisa mengendalikan empat elemen
dan punya dua atribut tambahan.
Es dan petir.
Kukira kau orang yang berbeda,
tapi sepertinya aku kalah darimu.
Memang.
Tunggu!
Lalu, apa tanda dan warna matamu yang berubah itu?
Aku ini Beast Tamer.
Yang kau lihat itu adalah Tekad Beast milikku.
Tekad Beast?
Apa itu? Berapa umurmu sebenarnya?
Dua bulan lalu, umurku genap 11 tahun.
Ternyata aku lebih tua darimu.
Aku baru saja umur 12 tahun.
Tapi jadi lebih tua tak ada gunanya, ya.
Kenapa wajahmu begitu? Sudah kuduga kau lebih aneh dariku.
Apa kau baik-baik saja?
Aku tak apa-apa.
Syukurlah kau sadar, Jasmine.
Maafkan aku.
Aku sungguh minta maaf.
Tak apa-apa.
Semuanya baik-baik saja, Jasmine.
Tidak.
Aku gagal melindungimu lagi.
Waktu itu, aku bertindak keras kepala.
Seharusnya aku yang minta maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.