The Blonde One

The Blonde One (Un rubio)

Elŝuti Indonesian Subtekston

Eldonaj informoj

The Blonde One 2019 1080p BluRay x264-GHOULS
Un Rubio 2019 BRRip
Komentaĵo de Jeremy_Belpois
Terjemahan manual. Kindly take your time to rate. Enjoy.

Etikedoj

BluRay
x264
1080
brrip
Publikigita je: 2021-01-13
Elŝutoj: 111
Aŭdhandikapuloj: No

Antaŭrigardo de Indonesian subtekstoj

La unuaj 200 linioj.

Kenapa kau mengosongkan kamar itu?

Untuk seorang rekan kerjaku.

Kau mengizinkan dia menginap?

Tidak, aku menyewakan kamarnya.

Adikmu menempati kamar itu, 'kan?

Ya.

Sebentar lagi ia akan jadi ayah./ Mariano? Itu hebat!

Usianya masih muda. 23 tahun?

Bukan, aku lebih tua empat tahun darinya. Usianya 26.

Adikku menghamili pacarnya.

Tapi jangan khawatir. Ia bukan pengangguran.

Hei, Teman-teman.

Siapa yang menempati?/ Menempati apa?

Kamar itu.

Gabriel, Kawan...

Gabriel yang mana?

Kau pernah melihatnya beberapa kali.

Yang rambutnya pirang.

THE BLOND ONE

Gabo.

Ini kuncinya. Aku akan keluar sebentar.

Baiklah.

Sampai besok, Konyol. Beri tahu aku kalau dia mengganggumu.

Baiklah.

Tak ada yang membantunya.

Ayolah...

Di AS dan juga Swedia, sepak bola disebut soccer .

Itu olahraga wanita.

Di Cina juga...

Dan wanita yang memainkannya cantik.

Sangat seksi.

Kau harus lihat bagaimana mereka bermain. Mereka menggocek bolanya dengan baik.

Mereka bekerja di laboratorium.

Obat-obatan khusus membuat kaki mereka kuat dan semacamnya.

Mereka sekuat pria namun masih di dalam tubuh wanita.

Dan bukan hasil operasi otot atau semacamnya.

Mereka masih wanita sejati.

Tunjukkan fotonya. Mereka dari mana? Swedia?

Coba lihat pakaian ketatnya. Tampaknya dia mengenakan bikini.

Kau tak fokus pada hal paling penting, Bung. Aku serius.

Kita mengabaikannya dan kemudian mereka semakin mengungguli kita.

Kalian akan lihat. Mereka akan memenangkan Piala Dunia.

Coba lihat./ Oh, pergilah.

Tenanglah, Mario.

Watak Mario unik, bukan?

Ya.

Aku akan tidur.

Baiklah.

Brian membidikmu, menembakmu kemudian pada akhirnya kau penuh coreng.

Aku ingat saat pertama kali aku kemari.

Aku lupa membawa sarung tangan.

Kau memar-memar dan dicorengi dengan cat yang tampak seperti warna darah.

Itu mengerikan.

Tapi pertandingannya seru.

Tapi karena kau menggunakan senapan udara yang dipampatkan...

...kalau kau tak pakai pelindung, kau akan terluka. Walau sedikit.

Itu menyenangkan. Kapan-kapan kita pergi.

Aku mau tidur. Besok aku berangkat lebih awal.

Baiklah. Selamat malam.

Biarkan pintunya terbuka supaya dia tidak kesiangan.

Baiklah.

Kau mau ke mana hari ini?

Ke Berisso.

Oh, tempat itu jauh.

Ibumu masih tinggal di sini, 'kan?

Putrimu juga? Apa ia sekolah di sana?

Keretanya berangkat sepuluh menit lagi. Kau juga ikut?

Ya.

Sisakan sedikit.

Tehnya enak.

Kau senang tinggal di tempatmu sekarang?/ Ya.

Tempatnya bagus? Pola makanmu terjaga?

Ya, Bu.

Kau punya penghangat ruangan? Sebentar lagi cuaca dingin tiba.

Yah, ayo ke kamarku./ Ya, Ayah akan datang.

Ayolah.../ Sebentar lagi, Sayang.

Oh, uangnya. Ini.

Akan kubelikan jaket untuknya.

Pergilah.

Juan, aku di sini.

Ada apa?

Aku hanya sedang duduk di sini.

Temanmu keluar dari kamar, tapi ia tak melihatku.

Aku tak tahu harus bilang apa.

Tak apa. Jangan cemas.

Kau sudah makan?

Belum.

Ayo kita makan sesuatu.

Aku ingin menato kedua tanganku.

Seekor kelinci di sebelah sini... dan rubah yang bersembunyi di semak di sini.

Semuanya pakai tinta hitam.

Seperti Yin dan Yang.

Kakakku mahir menggunakan Photoshop.

Ia menunjukkan bagaimana rupanya nanti di tubuhku.

Tapi aku takut menyesal. Aku punya fotonya.

Kau akan bagus pakai tato... dengan kulit pucat seperti itu.

Lihat, ini dia.

Kau suka?/ Ya, ini bagus.

Mereka lupa kejunya.

Apa aku sudah cerita mengenai pekerjaanku yang baru?/ Belum.

Aku keluar dari pekerjaanku sebelumnya. Kau tahu?

Ya?

Sekarang aku bekerja di apotek dekat stasiun.

Ya, aku tahu tempatnya.

Sejauh ini aku betah.

Aku akan menabung selama beberapa bulan.

Untuk pindah dari rumah bibiku dan tinggal sendiri.

Kau sudah muak dengannya?

Ya.

Kau baik-baik saja?/ Ya.

Kalau kau?

Kami berpacaran sebentar.

Tapi kami tidak serasi, makanya kami putus.

Dia selalu melakukan hal sama. Dia muncul kemudian akhirnya tinggal.

Sepertinya dia sudah punya pacar sekarang.

Tapi dia terus mengejarku.

Kau punya kekasih?

Semacam itulah.

Siapa namanya?

Julia.

Aku tak tahu kau ada di lantai atas.

Ada apa? Semuanya baik-baik saja?

Ya, aku hanya kelelahan.

Minumlah birnya.

Kau akan pulang hari Minggu?

Ya.

Jadi kau bertemu dengannya sebulan sekali.

Tidak, saat aku datang kemari, ia sedang berada di Kordoba dengan ibuku.

Hanya sampai hari Senin saat masuk sekolah.

Ia baru kelas dua?/ Ya.

Itu Leandro.

Kucingnya tinggal di bawah tangga dengan anak-anaknya di dalam kotak sepatu.

Menurutku aneh karena mereka tidak tinggal di keranjang...

...dan tidak punya selimut.

Jadi aku bertanya pada nenek dan katanya kucing itu ingin menyembunyikan mereka.

Karena sebelumnya, kucing itu juga melahirkan anaknya di dalam kotak.

Kemudian nenek menaruh mereka ke dalam keranjang.

Tapi kucing itu mengeluarkan anaknya satu persatu...

...kemudian menyembunyikanya. Kucing itu tak ingin anaknya kita temukan.

Tentu saja.

Karena aku masih kecil dan kucing itu tahu kalau aku tidak akan menyakitinya...

...kucing itu mengizinkanku memegang anaknya dan menidurkannya.

Bagaimana?/ Seperti ini.

Kemudian dia bersuara. Suaranya seperti apa, ya?

Suara kucing?

Mengeong.

Ya, aku lupa namanya. Kucing itu mengeong.

Aku mau bawa satu, tapi nenek melarangku.

Katanya kucing itu tidak akan akur dengan Perla, karena dia sudah tua.

Ya, mungkin saja.

Hei, aku akan beli rokok. Kau mau titip sesuatu?

Tidak, terima kasih.

Di jalan kacau sekali.

Kau baca buku apa?

"The Illustrated Man".

Karya siapa?

Ray Bradbury.

Terima kasih.

Asal kau tahu, di jalan ada kekacauan.

Dua sepeda motor bertabrakan.

Ada pria yang terbaring di sana. Pokoknya kacau.

Aku akan merokok.

Kau ingin minum bir?

Baiklah.

Cepatlah, tempatnya akan segera tutup.

Baiklah.

Kau mau minum bir?

Baiklah.

Kau mengoleksi kelinci?

Ya.

Halo./ Halo.

Hei, kami sedang makan piza. Kau ingin bergabung dengan kami?

Baiklah.

Keretanya berangkat sepuluh menit lagi.

Kau lihat, aku tak perlu menikah atau mempunyai anak.

Tapi dia menginginkannya.

Hubungan kami baru berjalan dua bulan saat aku membicarakannya.

Dia tak menyukainya sama sekali. Kupikir ia memang ingin menikah.

Aku pun bilang padanya, "Kalau kau ingin bersama wanita lain, aku tak peduli."

Kenapa repot-repot?

Perkataanku membuatnya sangat kecewa hingga dia berhenti menghubungiku lagi.

Dasar bodoh.

Dua bulan kemudian ia pun menelepon. Kukatakan padanya untuk melupakannya.

Yang benar saja. Jangan hubungi aku lagi.

Orang itu sudah gila. Maksudku, tenanglah.

Aku akan ke kamar mandi dulu.

Kau yang memperbaiki keran airnya?

Benar.

Jadi kau tahu caranya?

Ya, ayahku yang mengajarkannya ketika aku masih kecil.

Sampai nanti.

Sampai jumpa.

Ayah?

Guru di sekolahku bertanya...

...mengapa aku tinggal dengan nenek bukannya dengan ibu dan ayah?

Aku pun jawab ibuku sudah meninggal ketika aku masih kecil.

Dan ayah sedang bekerja di tempat yang sangat jauh...

...dan kakek sedang membangun kamar di atas...

...supaya ayah dapat tinggal di sini...

...karena ayah tak mampu membayar biaya sewa.

The Blonde One subtitles in other languages

Komentoj

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left