La unuaj 200 linioj.
Episode 18
hanya ada dua belas boneka.
benar.
Jika sehari tidak dibagi ke dalam 100 divisi,
tak perlu 100 boneka seperti pada jam air Su Song.
kalau itu terjadi,
besar daya untuk mengoperasikan jam berkurang.
Ini mengurangi jumlah daya yang terbuang.
jam air baru dibuat dengan metode baru.
Ini dia.
gampang banget solusinya.
Aku juga bisa memikirkannya.
Yeong Sil, kau mengejekku.
Aku pasti bisa menemukan solusi ini, juga.
Tentu...! aku pasti bisa.
kau bukan satu-satunya yang bisa menemukan ide-ide seperti ini.
tidak.
bahkan dalam sejuta tahun.
aku takkan mampu memikirkan ini sama sekali.
bakar.
Ini harus dibakar.
Aku harus membakar ini.
pemandangan apa ini?
Sayang sekali aku satu-satunya yang melihatnya.
kau benar-benar bodoh.
Haruskah aku membakarnya untukmu...
Atau tidak?
Aku akan membakarnya.
Ngak usah khawatir.
Aku takkan membakarnya sekarang.
Jang Yeong Sil, Si gila ini.
Dia bikin mainan aneh lainnya.
dulu, aku terjebak dalam perangkap yang dibuatnya...
Dan tergantung terbalik.
apa kau tahu apa yang kupikirkan...
saat aku terjebak dalam perangkap dan diseret ke atas?
"Bagaimana bisa dia membuat jebakan seperti ini?"
Aku bisa mati di sana.
Tapi aku sedikitpun tak takut mati.
Sebaliknya, aku malah kagum pada perangkap yang dibuatnya.
Hee Je, pernahkah pemikiran ini terlintas dalam pikiranmu?
kita sudah mencoba menjebak Yeong Sil dan mengambil nyawanya.
Tapi setiap kali kita berpikir, tujuan akan tercapai.
bukan Yeong Sil... yang terperangkap.
itu kita berdua.
kau ngomong apa?
kenapa kau bilang kita terjebak?
- Kita tidak terjebak! - Lihat dirimu.
kau ngomel karena kau terobsesi pada mainan aneh.
Dan bagiku...
setelah membunuh Yeong Sil,
perlukah aku hidup?
tak ada gunanya.
kau masih berpikir kita tidak terkurung dalam perangkap?
kita...
Terjebak dalam lubang kelinci yang digali Yeong Sil.
Sama seperti bola-bola besi itu,
Kita terjebak dalam lingkaran setan, dan kita terkapar di dalamnya.
Jang Yeong Sil!
dia memikat kita berdua di sini...
buat njebak kita.
Ini caranya menyiksa kita.
ia mau menunjukkan kepada kita, kehebatan alatnya.
Dan dia mau membual tentang kehebatan dan bakatnya!
dia ingin kita tahu.
Itu, siksaan yang diberikannya untuk kita.
siksaan!
apa yang bisa kita perbuat?
Kita bakar itu.
aku terlahir untuk membakar benda-benda itu jadi abu.
tak ada hal lain yang bisa kulakukan.
Yeong Sil.
siksaan yang kau berikan padaku.
kuterima dengan senang hati!
jangan.
jangan! jangn! hentikan!
Jangan! jangan!
jangan!
Jang Hee Je!
sadarlah...
apa kau tak sakit dan lelah dengan permainan ini?
ayo kita akhiri.
kumohon.
ayo kita akhiri.
jangan!
Hak Joo.
Ya. kau benar...
kau mulai membenci Yeong Sil...
Karena aku.
Ini semua salahku.
hukum aku sebagai gantinya.
Jadi kumohon...
Jangan bakar ini.
kumohon...
Yeong Sil tak membuatnya sendiri.
aku tahu kalau langit membantunya.
Langit Joseon menganugrahkan ini ...
kepada kita untuk masa depan kerajaan ini!
benar.
aku minta maaf, Hak Joo.
Tuan!
biarkan Hak Joo.
Aku akan pergi ke kantor pemerintah...
Dan mengakui dosaku.
Yeong Sil.
Bagaimana kau...
bisa menemukan hukum daya ?
pada bola-bola besi kecil itu...
apa?
kekuatan yang membuat sebuah kesemek...
Jatuh dimuka saya dari pohonnya.
kau bilang apa?
saya berpengalaman dalam bertempur melawan kematian karena Anda.
setiap kejadian memberikan saya kekuatan.
Jadi kau membuatnya dengan kekuatan yang kau peroleh dari membenciku.
bukan.
Kekuatan itu tidak memungkinkan untuk membalas dendam.
Saat saya sedang merenungkan semua itu.
Saya memperoleh lebih banyak kekuatan...
Karena orang-orang yang peduli pada saya.
Saya mendapat ide dari bagaimana semangat mampu memperkuat seperti itu.
Lubang tempat masuknya bola besi...
tak mudah rusak.
Aku menutupi lubang itu...
Dan menciptakan jalan bagi bola lain untuk melintas.
Ketika rasanya, saya seolah-olah terjatuh ke dalam lubang kelinci,
Saya tidak berpikir kalau saya terjebak di dalam lubang.
Kekuatan yang membuat saya bangkit kembali.
Itulah yang memberi saya ide.
kau picik...
kenapa kau memberitahuku agar datang kemari?
kau tak sabar...
melihatku dalam keadaan menyedihkan?
Apa kau ingin menghancurkanku secepat mungkin?
Mungkin.
kau bilang apa?
Saya menunjukkan pada anda jam air itu...
bahkan sebelum saya menunjukkan itu kepada sang Raja.
kalau dipikir aneh juga.
Tuan.
kenapa Anda berpikir saya melakukan itu?
Jang Yeong Sil, beraninya kau!
Tuan!
mana yang lebih penting?
Tak ingin dipermalukan atau keingintahuan anda?
Karena Anda dan kerajaan ini,
saya mesti melalui pengalaman yang menyerempet kematian.
saya selalu selamat setiap saat...
Karena saya ditakdirkan untuk membuat jam air.
kau membuatnya terdengar seperti...
aku ditakdirkan tak mampu membuat sesuatu.
Tuan,
Anda tidak bisa membuat perangkat ini, seperti cara saya membuatnya.
kenapa begitu?
Karena aku belum melalui kesulitan-kesulitan itu?
Apa yang ingin saya katakan ialah kalau Anda cukup berbakat ...
untuk membuatnya tanpa perlu melewati kesulitan tersebut.
Jangan tanya saya. tanyalah diri sendiri.
kenapa Anda datang ke sini?
Hee Je.
saat saya masih kecil,
akar kesedihan mendalam saya...
Ibu saya dan Suk Gu...
orang yang memahami itu.
Namun demikian,
Tak satu pun darinya yang...
penasaran dengan hal-hal yang saya buat seperti anda.
secepatnya, Anda bisa mengetahui sesuatu yang saya buat.
aku tahu kau membenciku.
tapi aku ingin selalu menunjukan padamu setiap kali aku membuat sesuatu yang baru.
Saya kira minat Anda yang mengarahkan kepada saya,
dilahirkan sebagai seorang budak,
seperti seberkas sinar harapan.
Jadi saya membuat sesuatu setelah sesuatu
Bahkan ketika itu terlihat hampir mustahil, saya tak menyerah.
Di Beijing,
Anda dan saya ditahan...
Dan diwajibkan memperbaiki jam air.
mengingat bagaimana kita mampu memperbaiki jam air, kita bahagia saat itu.
momen itu menyenangkan.
Yeong Sil.
Bagaimana mungkin lonceng kecil itu...
suaranya sangat merdu?
Anda mungkin tidak mempercayaiku,
Tapi saya kira akan jadi luar biasa...
bila kita bisa bekerja sama seperti waktu itu.
Itu mimpi saya.
benar.
itu momen yang menyenangkan
aku pikir impianmu takkan jadi kenyataan.
Tuan! Kim Hak Joo Ssi sadar!
Hak Joo.
Lihat aku!
Kita harus membawanya ke dokter.
Yeong Sil.
Yeong Sil...
Yeong Sil, kau brengsek...
Yeong Sil!
Yeong Sil...
Aku minta maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.