La unuaj 200 linioj.
^SecondwinG^ subindo
Uno, dos, satu, dua, tres, cuatro!
Hey, wooly bully
sekarang perhatikan, perhatikan
Ini dia Ini dia
Perhatikan sekarang Ia mendapatkanmu
Matty beritahu Hatty
Soal sesuatu yang ia lihat
itu punya 2 tanduk besar
Dan rahang berbulu
Wooly bully
Wooly bully Benar itu
Wooly bully, wooly bully
Wooly bully
Hatty beritahu Matty
Ayo tak usah repot-repot
Ayo tak usah jadi L seven
kesini dan belajarlah menari
Wooly bully
Wooly bully, wooly bully Wooly bully
Perhatikan sekarang Perhatikan, perhatikan
Hey
Hey, itu benar
Benar, benar, benar
Hey, wooly bully Perhatikan sekarang
Ini dia Ini dia
Matty beritahu Hatty
Soal sesuatu yang ia lihat...
- Freddie! - Aku menjatuhkan sesuatu.
Ralph, beritahu dia.
dengarkan ayahmu.
Ayo. Dari sana kita bisa melihat Cape Cod.
Kita baru saja di Cape Cod.
Kita bisa menetap disana. Aku ada menyimpan $12.
Allen, kau mau melihat Cape Cod tidak?
Baiklah sayang. Kau tahu kami dimana kalau kau berubah pikiran.
Allen!
Oh, ya Tuhan!
Terima kasih banyak, terima kasih.
Kau tak apa-apa, Allen? Pinjamkan aku handuk. Handuk, terima kasih.
Kenapa kau melakukan itu?
Ayo nak.
Augie, pilih barisan keempat, tolong.
Kemana ceri-ceriku?
Tuan McCullough, mereka datang,
Tapi ada kabut bagian utara Dan jalan rayanya...
Kemana ceri-ceriku?
Kalau aku tak mendapatkan ceri-ceriku dalam 5 menit,
kau takkan mendapatkan uangmu dan kau akan kelaparan dan mati.
Jerry?
Jerry, Kemana sih ceri-cerinya McCullough?
Ada disini, tapi kau harus lihat buah-buah ini.
Ah, Tuan McCullough, segera kembali.
dimana ceri-ceriku?
Augie, kemana pula kau tanam benda-benda ini? dibawah lenganmu?
Ampun, keong-keong dengan tangkai. Lupakan saja. Keluarkan mereka dari sini!
- George, keluarkan mereka dari sini. - Baik.
Bauer. Terima kasih. Sayang, ada apa?
Kita mendapat curah hujan yang banyak dan ceri-cerinya jadi berlumpur.
- Aku tak dapat mendengarmu. - Kau sudah setuju untuk membawa ini dari tangan kami.
- Kapan pula aku menyetujui perjanjian itu? - Bukan kau, saudaramu.
Ah, baiklah.
Victoria, aku tak bisa mendengarmu.
Apa yang sedang kulakukan ini penting juga. Akan kuhubungi kau kembali.
Saudaraku membeli ceri berlumpurmu?
Yeah. Aku dan Freddie. Kami sedang main poker.
Ia punya 2 pasang. Aku punya flush.
Ia tak bawa uang, jadi kami melakukan perjanjian ini.
Siapa yang meletakkan buah terkutuk ini disini?
Aku baik-baik saja, kalau ada yang khawatir.
Selamat pagi, Freddie.
Allen! Allen!
- Aku mau "ya" atau "tidak" yang simple. - Satu detik lagi, Tuan McCullough.
Aku berhasil. Aku masuk dalam majalah Penthouse. Mereka mencetak suratku!
- Mereka mencetak suratku. - Dengar, Aku senang sekali.
Aku sedang di bagian mimbar.
Ceritanya berjudul Tak ada lagi lesbian.
Mereka mencetak setiap huruf yang kutulis. Itu cerita yang indah.
Ini. Aku mau mengkopinya buat semua orang.
Augie, senang melihatmu!
pertandingan yang hebat. Kita mesti sering melakukannya lagi.
- Freddie, bisa kita bicara? - Pemain poker yang hebat.
- Curang kayak bedebah sialan! - Freddie, kau dan aku harus bicara.
Kehilangan uang receh? Itu si gadis pembersih.
Aku tak peduli soal itu.
- Kau tidak? - tidak.
Kalau begitu itu aku. akan kuakui semuanya.
Well, Aku masih tetap tak peduli, Freddie.
Aku suka orang ini! Kau dengar aku? Aku menyukainya.
- Beri aku kecupan. - Oh, Freddie.
Berikan abangmu kecupan.
Ada apa? Kau sudah terlalu besar untuk...
Aku suka kepala orang ini.
Kribo, ini sedollar. cuci mobilku.
Bauer! Dimana ce...
McCullough, cerimu, ya.
Percayalah padaku saat kuberitahukan ini.
Kau tak akan jadi puas dengan apa yang kami miliki untukmu.
Okay, Bauer. kau hancur! Semua orang akan tahu kau membiarkanku sekarat.
Kau sudah habis, kau ini hantu dalam bisnis ini.
- Kau suka kubayar dengan pisang-pisang? - Setuju!
Jerry, traktir teman kita, Tuan McCullough, pisang sebagai bayaran.
Allen, tunggu. Aku harus keluar lebih awal.
Astaga benar. hari ini hari besar.
Jangan lupa. Para pelayan mesti pagian juga.
- Aku akan kesana. - Okay.
Ada yang mau jauhkan Jonathans dari truk itu?
Ada pesan, Nyonya Stimler?
Ya.
Apa mereka itu?
Huh? Oh...
Ayahmu menghubungi. Ia mau kau menghubunginya kembali.
Nyonya Stimler, ayah kami meninggal 5 tahun lalu.
Ingat?
Benar.
Mestikah kupanggilkan ia untukmu?
Tidak, tidak. kami akan... Aku akan mengurusnya.
Kau kembali bekerja saja.
Ada apa dengannya?
Sedikit kecelakaan habis akhir pekan.
Tersambar petir beberapa kali di bagian kepala.
Itu tak lucu Freddie! Itu tidak lucu.
Maafkan aku. Itu tak lucu. Itu tidak lucu.
Disamping itu, ia masih tetap bisa melakukan hal-hal tertentu disekitar kantor.
Seperti menyalakan mobil tanpa kunci?
Menyalakan mobil tanpa kunci!
Maafkan aku. maafkan aku.
Apa-apaan yang kau lakukan dibawah sini?
Mungkin aku ingin ke "Club A" kemarin malam.
Ada sesuatu yang baru buatmu.
Mungkin aku bertemu Tuan Buyrite, pemilik supermarket Buyrite.
Mungkin kita akan minum-minum.
Dan mungkin, mungkin saja, kita ini pemasok-pemasok produknya yang baru.
Aku bangga padamu. Hebat itu! Toko yang mana?
Bukan toko yang mana, seluruhnya.
Kuharap kau sedang bercanda denganku saat ini.
Pikirkan yang besar, jadi besar, sobatku.
Dulu ia kolonel baret hijau.
Aku membuat-buat kisah tentangmu yang terluka di Nam
dan ia mau melakukan hubungan bisnis.
sekarang ia akan datang pagi ini untuk memeriksa cara kerja.
Pagi ini? Bagus, Freddie. Cuma ada kekacauan dibawah sini.
Augie bawakan aku ceri-ceri berlumpur dari bagian utara itu.
Lalu kenapa? kenapa memangnya?
Jerry akan menikah besok.
- kenapa memangnya? - Apa kau sadar itu?
Aku keluar minum dengan si gelandangan itu sepanjang malam.
- Aku harus pergi ambil Tuxedoku. - Aku meremukkan pantatku.
sepanjang perjalanan menuju jalan timur ke77.
Ayolah, kau bisa menangani perjanjian ini. Ayolah, santai.
Yeah, Akan kutangani dengan baik.
Mejamu terlihat kayak kandang babi. Lakukan apa yang kulakukan...
Aku punya sistem pada mejanya.
Telepon untukmu.
Ya? Baiklah. Terima kasih
Hai, Victoria. Maafkan aku.
Aku bermaksud meneleponmu kembali. Aku lupa.
Ada masalah apa? Suaramu terdengar lucu.
Apa? sekarang?
Kau pindah keluar dari apartemen sekarang?
sementara kita bicara di telepon.
Yeah, Aku tahu kita akan membicarakannya.
Victoria, ini sedikit menurut kata hati, tidakkah kau pikir begitu?
Kalau kita sudah menikah, kau tak boleh lagi pindah-pindah seperti ini.
- Ia pasti melakukan itu. tentu. - Bisakah kau pergi!
- Apa itu kau? - Matikan teleponnya!
- Aku benar-benar minta maaf! - Bukan, bukan, bukan. Bukan kau, Victoria.
Aku tak tahu kau sedang ditelepon.
Apa maksudmu, apa aku mencintaimu?
Yahh, aku...
Yahh, kita berjumpa dan...
Kau pindah kesini, iyakan?
Yahh, itu cuma masalah yang agak rumit.
Hey, apa kau mencintaiku?
Yahh, disitulah kau.
Disanalah dia.
Benar-benar pernikahan yang besar.
Cindy, hai.
- Bagaimana kabarmu? - Bagaimana kabarmu?
Permisi.
Kau kelihatan sangat cantik!
Sial! senterku tak pernah nyala!
Kurasa. Ibu mertuaku memberikannya padaku.
Bangun!
Apa? Apa?
Itu memalukan saat kau berumur 10 tahun, Freddie.
dengar, kalau sesuatu berhasil padaku, Aku akan melekat padanya!
Aku sudah banyak berpikir.
Aku harus lebih terlibat dengan bisnis, Dan itu maksud tujuanku.
Aku seius kali ini. Akan kulakukan. Aku paham soal bisnis.
Aku ada saat mulai bersama ayah, Ingat?
Aku cuma ingin tahu apa kita jual buah dan sayur-sayuran, atau cuma buah saja?
Pada waktu aku pulang, ia sudah menghilang.
- Victoria pergi, huh? - Yeah.
Kau tahu kenapa ia meninggalkanku, Freddie?
Karena aku tak mencintainya.
Si jalang itu.
Hai. Manapun boleh asal jangan 3 baris utama.
- Manapun asal bukan 3 baris utama. - Hey!
Hai, Freddie. Hey, Allen, mana Victoria?
No comments yet. Be the first to leave one.