La unuaj 200 linioj.
Subtitle by: -o0o-Ackiel_Khan-o0o-
Dewa Ganesha!
Dewa Ganesha!
Dewa Ganesha!
Dewa Ganesha!
Dewa Ganesha!
Dewa Ganesha!
Dewa Ganesha!
Dewa Ganesha!
Shambu, kita sudah mendapatkan surat izin untuk pabrik garam.
Pergi dan katakanlah pada Pak Guru, larilah...
Halo Juragan tanah! Salam juragan!
Pak Guru ada di sini! - Halo, Guru.
Salam Guru! - Berkatilah aku, Guru.
Halo Juragan tanah!
Ada apa Pak?
Mereka tampaknya menghormatimu lebih dari sebelumnya!
Oh ... apa yang kau katakan?
Kakak, Viju ada di sini.
Viju, pergilah!
Bagus sekali! Bagus sekali!
Raih itu. - Guru ... Pak, lihat!
Suhasini. - Apa?
Bagus sekali!
Surya, ini tidak cukup.
Ini cukup untukmu.
Surya, setiap orang punya hak atas uang ini.
Ini harus dibagi secara adil.
Sok tahu! Ambil saja itu...
Jangan khawatirkan orang lain.
Jangan sok jadi pahlawan!
Aku bilang, bagilah dengan adil.
Pergi kau!
Adil, katamu!
Ayo kita pergi.
Surya ...
Vijay, berhenti. Apa yang kau lakukan?
Vijay ... Aku bilang berhenti.
Ayah, itu uang kami ... - Vijay
Vijay, Kau tak perlu menangis ...
Lalu apa yang ayah ingin aku lakukan?
Pergi dan mengemis pada orang-orang?
Tidak, Kau tak perlu melakukan itu.
Jadi ayah ingin aku hidup seperti pengecut begitu?
Aku yang pecahkan pot, dan dia yang mengambil semua uangnya.
Apakah ini yang gita Ayah ajarkan?
Jika aku melihatnya lagi, Aku akan memukul wajahnya.
Dan kemudian apa yang akan terjadi?
Dia akan memukul wajahmu, kemudian kau akan memukulnya lagi ...
dan kemudian dia akan memukul kau kembali.
Dan itu tidak akan pernah berakhir.
"Bila Mata dibalas dengan mata maka dunia akan menjadi buta ... "
... Mahatma Gandhi pernah berkata ...
Mahatma Gandhi tidak lahir di Mandwa!
Anakku sedang marah sekali.
Ayah hanya berceramah padaku.
Kenapa Ayah tidak berceramah pada yang lain juga?
Karena Kau adalah anak ayah.
Ayo ...
Ayo!.
Tidaklah salah untuk peduli terhadap yang lain...
tapi sebelum yang lain datang, dahulukan keluargamu sendiri
Dan itu sebabnya aku menjaga keluargaku.
Aku tidak menyuruhmu untuk menjadi pengecut, Vijay.
Sangat penting untuk memiliki kekuatan ...
pertanyaannya sekarang, bagaimana caramu menggunakannya.
Yang lemah bukan berarti mengampuni yang berkuasa.
tetapi, yang lemah dengan sendirinya harus menjadi kuat.
Lalu, memaafkan atau tidak itu terserah kau.
Jika Kau memaafkan, Kau akan disegani.
Jika tidak ...
maka kau bukan apa-apa.
Dan sampai kau menjadi kuat, kau akan dipukuli setiap hari.
Katakan siapa?
ikutlah membaca ayat ini bersamaku.
Aku telah melakukannya berjuta-juta kali, ayah.
Lalu kenapa? Lakukan sekali lagi.
Aku mendapatkan kekuatanku dari ini.
Kau seharusnya juga.
Di sana engkau berdiri, sebuah pohon yang tinggi
Kau sarat akan kebaikan dan tinggi
Tapi jangan pernah meminta bahkan hanya untuk sedikit bayangan
Di jalan api
Di jalan api
Di jalan api
Kau tak akan lelah
Kau tak akan pernah berhenti
Kau ... - Ayah ...
Kau tak akan pernah melihat ke belakang
Bersumpah
Bersumpah
Bersumpah
Bersumpah
Di jalan api
Di jalan api
Di jalan api
Hidup hanyalah sebuah adegan yang besar
Hidup hanyalah sebuah adegan yang besar
dimana manusia berjalan di atasnya
dimana manusia berjalan di atasnya
Dengan air mata dan keringat
Direndam dalam darah
Direndam dalam darah
Di jalan api
Di jalan api
Di jalan api
Anda sudah memerintah di Mandwa selama setahun Tuan.
Sebelumnya, Anda raja dan rakyat pengikut anda.
Guru ini menjadi raja sekarang.
Lakukanlah sesuatu Tuan...
atau Anda akan menjadi salah satu pengikut.
Buku pelajaran di sekolah menjadi lebih penting daripada kehadiran kta.
Kapan Kancha sampai di sini?
Besok pagi.
Hei baldie!
Hei baldie!
Tidak .. tidak... aku tidak suka cermin ...
Tidak .. Aku tidak suka cermin.
Kancha! - Aku tidak suka cermin. - Kancha! - Aku tidak menyukainya. - Kancha!
Tidak, Kancha anakku ... Anakku.
Ayah ... semua orang melihatku dan memanggilku hantu!
Ayah, Apakah aku .. apakah aku tampak seperti hantu?
Jangan khawatir.
Kau memang ayahku.
Tapi apa artinya seorang ayah, ibu, saudara atau saudari?
Apa yang akan didapat ...
dan apa yang akan kau dapatkan?
Hanya satu yang akan bertahan hidup ...
tertinggi ...
terkuat..
Kancha ...
Anda harus melakukannya lebih lama
Aku bisa-bisa mati. Tuan...
Ini bagianmu ... 600 saja.
Ambil saja.
600. - 600.
Sekarang gilirannya Tuan...
sekarang giliranmu ... kau ... Kau. kemarilah. - Lakukanlah!
Dua ratus ...
tiga ratus ... - Tiga ratus ...
empat ratus ...
Tuan...
Tuan ... dia bisa mati ...
Tuan ... dia bisa mati ...
Tuan ... dia akan mati ...
Tuan, apa yang kau lakukan? - Aku tidak mau.
Tuan ... dia akan mati ...
Apa yang kau lakukan?
Tuan ... Tuan ... Tuan ...
Tuan ...dia akan mati ...
Tuan ... dia akan mati ...
Guru ...
Hidup ini sangat lebih berharga daripada permainan ini, Kancha.
Hidup itu terendam di bawah air Guru ...
mengemis dan memohon.
Karena sekarang hidup berarti ...
uang ...
uang ...
hirup ini Guru ...
Kau akan tahu apa artinya kebahagiaan.
Kau baru kembali ke Mandwa setelah waktu sekian lama Kancha.
Biarkan Mandwa menghormatimu dengan benar.
Hormat macam apa yang kau bicarakan, Guru? Aku sudah ...
... mengambil itu dalam pelukanku. - Tuan...
Tapi bumi sudah menjadi panas Guru ...
memeluknya akan berakibat fatal.
Apa kau mengerti apa yang ku maksud dengan fatal ...
sebuah penyakit ...
kehancuran ...
rasa sakit.
Dan penyakit ini akan menyebar Guru ...
di depan matamu, itu akan menyebar.
Saudara-saudara ...
Aku kemari untuk menyerahkan kesetiaanku pada Mandwa.
Aku akan mendirikan pabrik garam di sini ...
Pabrik!
Garam akan kami jual ke luar ...
Ini akan merangsang harga ...
dan kita akan memperoleh pendapatan tak ternilai. - Fantastis!
Tapi untuk itu ...
Aku perlu menyewa lahan kalian.
Sewa. - Sewa. - Sewa apa?
Maksudku pinjaman! - Pinjaman. - Pinjaman.
Pinjaman!
Maksudku itu akan dipinjamkan padaku.
Keuntungan tanah milik kalian ...
pendapatan milik kalian ...
hanya pabriklah milikku, dan uang itu akan menjadi milikku.
Apa yang kau katakan?
Kami setuju!
Kami setuju!
Apa kalian percaya pada Guru kalian?
Ya, kami percaya.
Kalau begitu, berjanjilah tak akan meminjamkan lahan untuk Kancha.
Oh hujan datanglah padaku,
Aku akan memberikan suap.
Suap yang kau telah terima,
badai telah tiba.
Dia sedang mengambil tanah kalian untuk dipinjam selama seratus tahun.
Yang mana kau akan hidup selama itu untuk melihat ...
No comments yet. Be the first to leave one.