Οι πρώτες 200 γραμμές.
PERKENALKAN JOE BLACK
Ya.
Ya.
Ya.
Tolonglah. Jangan khawatir.
Di sini benar-benar kacau.
Dan aku takut kita kehabisan waktu.
Apa aku coba jadi terlalu sempurna?
- Tetapi aku ingin jadi sangat istimewa. - Kami juga.
- Tetapi jadi terlalu istimewa. - Kenapa tak lakukan yang terbaik?
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
- Kami butuh jawaban tentang bunganya. - Ya, bunga freesia.
Letakkan freesia di mana-mana. Ayah suka bunga freesia.
Selamat pagi. Halo. Hai.
- Cahaya? - Cahaya.
Tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap.
Aku menginginkan pancaran kuning jingga, semacam tari teh di tahun 1920-an.
Jika makanan adalah prosa dari pesta, maka cahaya puisinya.
Bagus. Jika makanan adalah prosa dari pesta, maka cahaya puisinya.
Aku suka itu.
Jika musik adalah makanan cinta, mainkan. Aku mulai gila.
Selamat pagi, Pak Parrish.
- Bagaimana menurutmu semuanya ini, Helen? - Itu akan indah.
Dan kata Allison, Presiden mungkin hadir.
Presiden ada banyak urusan, pestaku tak penting.
Urusan apa?
- Ayah? Minta waktu? - Selamat pagi, Allisson.
Tak banyak waktu. Hari besar di kota besar.
- Ada apa? - Kembang api. Perkembangan.
Kami membuat angka 65 di atas kapal tongkang.
Pemanah dari Universitas Negeri New Paltz akan menembakkan api ke arahnya.
Saat terkena api, akan terlihat efek pemakaman Viking,
tetapi tanpa kematiannya.
Pejabat Sungai Hudson katakan, untukmu
mereka akan beri pengecualian.
Tetapi, tentu saja, akan ada tagihan lembur
untuk Pemadam Kebakaran Poughkeepsie.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Bagus? Tidak bagus?
Allison, aku percaya padamu. Ini keahlianmu.
Tetapi, ini ulang tahunmu. Aku benci panah. Membuatku tegang.
- Selamat pagi, Ayah. - Selamat pagi, Sayang.
- Pagi. - Pagi.
Kau "Sayang". Aku "Allison".
Ayah, Drew menelepon dari helikopter, mereka tiba dua menit lagi.
Drew ikut?
Dia ingin kembali bersama Ayah.
Jadi, kenapa tak duduk saja, santai, dan isi perut ratamu dengan makanan.
- Kau ikut? - Tidak.
Kau punya pasien untuk diurus. Aku punya tiga chef yang menggila,
satu suka truffle, yang lain benci truffle,
dan yang ketiga bahkan tak tahu truffle itu apa.
- Aku benci pesta. - Tetapi, Ayah, tenanglah.
Kau akan menyukainya. Aku janji.
Apa tak cukup berada di Bumi 65 tahun
tanpa perlu diingatkan?
Tidak.
Santai saja, ya? Aku tahu ini hari pertemuan besar.
- Dari mana kau tahu? - Drew memberitahuku.
- Apa dia memberitahumu segalanya? - Aku harap begitu.
- Kau menyukainya, bukan? - Ya, aku rasa begitu.
- Ayah tak ingin ikut campur, tetapi... - Jadi, jangan.
Jagoan kita datang.
Ayo?
Baik.
Halo, Cantik.
Hai.
Selamat pagi, Drew. Terima kasih sudah datang.
Hari yang besar. Aku ingin memastikan semua persiapan matang.
Ada pendapat, perbaikan menit terakhir, variasi, apa pun?
Pendapat, tidak. Aku mendengar suara tadi malam.
- Suara? - Dalam tidurku.
- Apa katanya? - "Ya".
- Ya untuk kesepakatannya? - Mungkin. Entahlah?
Kau tahu sendiri bagaimana suara itu.
Terima kasih, Delia.
Baik, ayo berangkat. Delia, pulpenmu.
- Hai, Bill. Apa kabar? - Pagi, Quince.
- Baik sekali, kau? - Baik sekali.
Ini dia, "Hari-B".
Ya? Maaf.
Hari Bontecou. Kita akan bersepakat dengan John Besar.
Lihat dirimu, Bill. Kau tenang sekali.
Di tempat Bontecou, aku yakin dia sangat kacau.
Ingat, semuanya, pertemuan besar malam ini di rumah Ayah.
Makan malam. Kau juga, Drew. Kita punya banyak hal untuk dibicarakan.
- Jangan tentang ulang tahunku lagi? - Ayah berumur 65 sekali saja.
Puji Tuhan. Sekarang ayo mulai hari kita.
Ingat, makan malam di kota, di rumah Ayah!
Konyol sekali.
Kau mencintai Drew?
Tidak, jangan lakukan apa pun. Diam saja di tempat di mana...
Kau mencintai Drew?
Dia takkan mendapatkan penawaran yang lebih baik.
- Maksudmu, seperti Ayah mencintai Ibu? - Jangan bicarakan Ayah dan Ibu.
Apa kau akan menikahinya?
Ayolah.
Mungkin.
Dengar, aku suka sekali dengan pria ini. Dia pandai. Dia agresif.
Dia bisa membawa Parrish Communications menuju abad ke-21
termasuk Ayah juga.
- Jadi, apa masalahnya? - Itu pendapatku. Aku bicara tentangmu.
Bukan apa yang kau katakan. Tetapi yang tak kau katakan.
- Mungkin Ayah tak mendengarkan. - Aku mendengarkan.
Beri dia apa pun yang dia minta.
Tak ada sekelumit luapan kegembiraan, begitu pun bisikan sensasi jiwa.
Dan hubungan ini memiliki seluruh hasrat sepasang burung Titmouse.
Aku ingin kau hanyut di luar sana.
Aku ingin kau terbang. Aku ingin kau
menyanyi dengan riang dan menari bagai darwis.
- Itu saja. - Ya. Berbahagialah sepuasnya,
atau setidaknya terbukalah untuk itu.
Baik.
"Berbahagialah sepuasnya." Aku akan...
Aku akan lakukan semampuku.
Aku tahu itu sangat sentimentil.
Tetapi cinta itu hasrat, obsesi,
seseorang yang tanpanya kita tak bisa hidup.
Tergila-gilalah.
Carilah orang yang membuatmu tergila-gila dan mencintaimu dengan cara yang sama.
Bagaimana cara menemukannya?
Lupakan isi kepalamu, dan dengarkan kata hatimu.
Aku tak mendengar ada kata hati.
Karena sesungguhnya, Sayang, tak ada gunanya hidup tanpa ini.
Untuk mengarungi kehidupan dan tak jatuh cinta berat,
artinya kau belum hidup sama sekali.
Tetapi kau harus mencoba, karena jika belum mencoba, kau belum hidup.
- Hebat! - Kau keras kepala.
Maafkan aku. Baiklah.
Katakan lagi, tetapi kali ini versi yang lebih pendek.
Baik. Tetaplah terbuka.
Siapa tahu? Kilat bisa menyambar.
- Ya? - Ya.
Bagaimana menurutmu?
Apa hanya komite eksekutif, atau kalian akan memakaiku?
Quince, terima kasih, tetapi ini diatur untukku dan Bill saja.
- Lebih banyak orang bisa... - Aku tahu, bisa membuat jadi rumit.
Aku ingin kau hanyut.
Ya?
Aku katakan pada Quince kalau...
- Kau dengar sesuatu? - Ya, tetapi...
- Bukan. Bukan kau. - Ada apa, Ayah?
Tak ada apa-apa. Maaf.
Aku ingin kau terbang.
Aku ingin kau menyanyi dengan riang dan menari bagai derwis.
- "Menari bagai derwis"? - Ayah, ada apa?
Tak apa-apa, Ayah hanya bicara sendiri. Kau tahu Ayah.
Tidak, aku tak pernah tahu Ayah bicara sendirian.
- Bisa kuberi kau tumpangan? - Tidak, aku akan cari taksi.
- Ayah baik-baik saja? - Ya.
Garter sudah kupakai, telingaku sudah terpasang, siap beraksi.
Baik. Kalahkan mereka, Ayah.
Kau benar sekali. Baik.
Belum pernah dengar sebelumnya.
Maaf. Aku harus mengatakannya.
Sayang?
Hai, George.
Sayang, kau harus melanjutkan hidupmu. Ya?
Ada waktu untuk menanam dan untuk menuai. Kau harus menanam.
Maaf. Permisi.
Tidak, aku tadinya menyukainya. Sekarang tidak lagi.
Karena kau sayangku.
Siapa yang buat onar denganmu, denganku juga.
Aku akan segera terbang. Beri tahu aku.
Ya, begitu teleponku bisa dipakai, kau yang pertama kuhubungi. Aku janji.
Belajar, cari gelar.
Suatu hari kita akan satu profesi.
Bagaimana? Baik.
Kau baik-baik saja? Ya.
Pasti. Kuatkan dirimu. Aku mencintaimu. Dah.
- Pagi. - Selamat pagi.
Aku bicara keras-keras tadi di sana. Maaf.
Tak apa-apa.
Tadi itu menarik.
Ya, apanya yang menarik?
Kau dan, "sayang"?
Adik perempuan kecilku.
Dia baru putus dengan pacar
dan berpikir untuk berhenti kuliah hukum.
- Maaf. - Tak ada yang perlu dimaafkan.
Begitulah pria dan wanita, bukan?
- Bagaimana maksudnya? - Tak ada yang bertahan.
Ya, aku setuju.
Sungguh? Kenapa?
Tidak, aku tertarik.
Aku hanya mencoba setuju saja.
Baik. Aku menyerangmu.
Tidak, hanya "tak ada yang bertahan" itu.
Itu masalah cowoknya.
Dia tak tahu yang dia mau. Jadi, dia selingkuh,
dan adikku memergokinya.
Sepertinya satu pacar tak cukup untuknya.
- Jadi, kau tipe pria setia. - Ya, benar.
- Benar sekali. - Benar.
Sebenarnya, aku sedang mencarinya.
Siapa tahu? Itu mungkin kau.
Jangan tertawa. Aku baru tiba di kota ini. Aku baru dapat pekerjaan.
Aku sedang coba mendapat apartemen ini.
Omong-omong, kau seorang dokter.
- Tahu dari mana? - Karena semua orang di sini dokter.
No comments yet. Be the first to leave one.