Πληροφορίες έκδοσης

Partners for Justice S01E13 720p NF WEB-DL x264 500MB
Ένα Σχόλιο από Imperium_420
Original Sub By VIU Ripped by @SULTAN KHILAF Synced to Web DL By ADZ

Ετικέτες

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
Δημοσιεύτηκε στις: 2021-02-24
Λήψεις: 51
Για Άτομα με Προβλήματα Ακοής: No

Προεπισκόπηση υποτίτλων Indonesian

Οι πρώτες 200 γραμμές.

"Karakter dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi"

Nama, Yeom Sang Goo, usia 76 tahun.

Ada banyak abrasi kulit di bagian depan betis kanan.

Bekas luka bakar, kemungkinan bekas tanda ikatan.

Pembunuhan, kematian wajar. Keduanya tidak bisa diabaikan.

Tikus ini memakan racun. Racun ikan buntal.

Kim Hyo Jin, menurut Pasal 250 Ayat 2 KUHP,

Anda ditangkap atas pembunuhan ayah mertua Anda, Yeom Sang Goo.

Ini laporan analisis tetrodotoksin untuk Yeom Sang Goo.

"Laporan Zat Beracun"

- Lalu apa? - Bukan itu penyebab kematiannya.

Dia tidak meminum dosis mematikan.

Apa?

Tetrodotoksin ditemukan, tapi dia tidak minum dosis mematikan?

Laporan zat beracunnya baru saja keluar.

Jejak adanya zat beracun membutuhkan waktu lama.

Jejak?

Jejak racun bisa membunuh tikus, tapi manusia tidak.

Lantas, apa penyebab kematian Yeom Sang Goo?

Jika bukan karena tetrodotoksin, kenapa dia tewas?

Entahlah. Aku belum menemukan penyebab luka luar itu.

Luka luar?

Abrasi kulit di betis dan bekas luka bakar di lutut?

Haruskah aku mengulangi perkataan Anda kepadaku sebelumnya?

Luka-luka itu tidak cukup untuk membunuh manusia.

Februari 2018, pria paruh baya berkelahi di jalanan.

Pria yang marah meninju wajah pria yang lain.

Cuma satu pukulan.

Tapi pria yang ditinju ini tewas dalam tidurnya di rumah.

Penyebab kematian, serangan jantung karena penyakit jantung iskemik.

Tapi dia tewas bukan karena penyakit.

Mendiang punya penyakit jantung dan pukulan itu memengaruhi jantung.

Anda membohongiku lagi?

Tidak, lihatlah.

Lihat, ini kisah nyata.

"'Satu Pukulan Membunuh Pria Penderita Penyakit Jantung'"

Saat pasien menderita penyakit jantung akut,

satu pukulan bisa memicu serangan jantung.

Itulah alasan kami menyebutnya katalisis, bukan penyebab kematian.

"Tekanan kecil yang bisa memperburuk suatu keadaan"

Tapi tidak semua penyakit jantung terpicu oleh tekanan kecil ini.

Memar di lengan dan kakimu hilang dalam beberapa hari,

tapi tidak dengan jantung. Saat jantung memar, kamu mati.

Itulah sebabnya kita harus mencari tahu soal itu. Paham?

Anda sudah datang.

Kita harus membebaskan Kim Hyo Jin, bukan?

Motifnya tidak bisa dibuktikan, dia juga tidak terkait kematiannya.

Baik, bebaskan dia.

Kita akan kembali ke awal dan memulai penyelidikan lagi.

Bekas luka bakar tidak teridentifikasi.

Dokter, ini bahan untuk autopsi besok.

Setiap kontak meninggalkan jejak.

Ya, tentu saja.

Ada jejak, tapi apa kontaknya?

Apa? Kontak apa?

- Bersiaplah. Kita akan pergi. - Apa? Ke mana?

Anda sudah melihat TKP. Semua bukti juga sudah diambil.

Sudah tiga pekan gasnya diputus.

Ambilkan pengering, setrika,

dan produk apa pun yang bisa mengeluarkan panas di rumah ini.

Si putra sulung, Yeom Dae Chul, menikah 13 tahun lalu.

Dia punya anak yang masih SMP.

Usahanya bangkrut lima tahun lalu. Kini dia bekerja di perusahaan.

Satu-satunya apartemen dilelang karena tidak bisa membayar hipotek.

Lalu si anak kedua, Yeom Ji Sook.

Usai bercerai, dia membuka toko pakaian di Dongdaemun.

Dikejar sewa dan sudah memakai semua tabungannya,

jadi, mungkin dia akan diusir.

Bagaimana dengan aset Yeom Sang Goo? Apakah dia meninggalkan warisan?

Aset satu-satunya adalah rumah yang dia tinggali.

Usai rencana renovasi disetujui, harga jualnya bertambah.

Kudengar tahun lalu, ada keributan di daerah itu.

Singkatnya dengan uang asuransi dan properti,

mereka bisa mendapatkan 600.000 sampai 700.000 dolar saat dia mati.

Ada yang mencurigakan soal keluarga ini.

Mereka kesulitan secara finansial,

mereka juga membuat keributan saat mengubah penyebab kematian.

Saat penyelidikan awal, Yeom Dae Sik dan Kim Hyo Jin berbohong.

Kita tidak bisa memercayai pernyataan mereka.

Aku akan bertanya soal Yeom Dae Chul, Yeom Ji Sook,

dan kerabat mereka.

Bukankah si ayah tinggal di perumahan kolektif?

Kebanyakan penghuninya lansia yang sudah pensiun, bukan?

Mereka tidak terbuka kepada orang asing.

Kalau begitu, haruskah kucoba?

- Tidak, aku... - Halo, Bu. Hai.

Astaga. Ini. Silakan diminum.

Astaga. Terima kasih.

Sama-sama. Kalian teman Paman Sang Goo, bukan?

- Ya. - Kamu siapa?

- Kamu mengenal Pak Yeom? - Aku keponakannya.

Asalku dari Anseong.

Aku kemari untuk mengunjunginya karena lama tidak bertemu.

Astaga, boleh aku duduk?

Paman Sang Goo bukan orang

yang bisa meninggal semudah itu.

Jika bicara soal umur, tidak ada waktu kematian pasti.

Astaga, nasibnya sial jika soal anak.

Apa maksud Anda? Dia punya tiga anak.

Apa baiknya mereka?

Tidak pernah datang sekali pun.

- Hei, kamu dapat semua poin. - Benar.

- Kamu dapat poin. Mau jalan? - Apa?

- Ya, teruskan saja. - Teruskan? Baiklah.

Kurasa anak-anaknya tidak mengurus dia.

Putranya belum lama ini berkunjung.

Yang mana? Yang sulung?

Rumahku di belakang rumahnya.

Kelihatannya dia mengajak Pak Yeom ke tempat bagus dengan mobil.

Anda ingat itu kapan?

Astaga, mana mungkin aku ingat?

Semua hari sekarang sama buatku.

- Bagus. Kamu dapat poin! - Astaga.

- Astaga. - Ini sudah tiga kali.

- Anda benar. Aku dapat poin. - Astaga.

- Tiap poin satu sen, bukan? - Ya, satu sen.

Kartumu tidak cukup. Kartu terang dan kartu pita merah.

- Aku punya ketiganya. - Ini sudah kali ketiga.

Berarti jumlahnya 134 dolar 84 sen.

- Astaga. - Astaga, apa ini?

- Kamu dalam masalah besar. - Astaga.

Yang penting kita bersenang-senang.

Mau lupakan saja soal skor?

Astaga, panas sekali. Pengap.

Sudah lama aku tidak main. Jariku sampai kaku.

Hai, Jaksa Eun.

Si putra sulung, Yeom Dae Chul, mengunjungi Yeom Sang Goo.

Keluarga ini benar-benar lihai.

Kita terus menemukan hal baru soal mereka.

Keluarga ini bukan hanya tidak harmonis.

Ini keluarga yang memiliki banyak agenda tersembunyi.

Periksa tagihan kartu kredit terbaru milik Yeom Dae Chul.

Kita harus mencari tahu waktu kunjungan rahasianya.

"Pembukaan Pusat Spesialis Demensia 24 Jam"

Ini dia.

Ini tempatnya.

Tanggal 17 Juni, sehari sebelum kematian Yeom Sang Goo,

Yeom Dae Chul menggesek dan membatalkan tagihan 780 dolar.

Pusat spesialis demensia? Katanya dia tidak tahu soal ini.

Ayo kita periksa ke bagian administrasi.

Ayo ke dalam.

Pasien Yeom Sang Goo?

Rencananya akan dites demensia tanggal 17 Juni pukul 10.00,

tapi tidak dilakukan.

Apa? Kenapa?

Hari itu Pak Yeom menghilang dari tempat parkir.

Bisakah kami melihat rekaman CCTV hari itu?

- Lihat yang ini. - Baiklah.

17 Juni. Anda bilang di pagi hari, bukan?

Ya.

Ini dia.

Walinya datang sendirian saat mendaftar.

Katanya dia akan mengantar ayahnya.

Lantas apakah dia menghilang tepat setelah kejadian itu?

Aku tidak yakin.

Lihat itu.

Tunggu, bukankah itu Yeom Ji Sook?

Kamu benar.

Selama ini kita mengejar Yeom Dae Chul.

Kenapa tiba-tiba dia muncul?

Kapan mobil ini pergi?

Usai pria tua itu menghilang,

walinya kembali dan mencarinya dengan naik mobil.

Putra dan putrinya yang lima tahun tidak menghubungi korban,

tiba-tiba datang menemuinya.

Lalu keesokannya dia meninggal.

Aku yakin ada sesuatu yang terjadi.

Aku harus mencari tahu

keberadaan Yeom Dae Chul dan Yeom Ji Sook hari itu.

Ponsel secara otomatis terhubung

ke stasiun pangkalan meski tidak sedang menelepon.

Jika kita menganalisis data ponsel yang ada di stasiun pangkalan,

keberadaan mereka akan diketahui.

Baiklah.

Ke sana.

Boleh aku tanya sesuatu?

Anda pernah melihat pria ini pada Minggu pagi tanggal 17 Juni?

Aku tidak tahu.

Bisa lihat lebih cermat?

Aku tidak tahu.

Bisakah setidaknya dilihat? Lihat apakah Anda mengingatnya.

Astaga.

Pekerjaannya pasti melelahkan. Dia marah.

- Ayo pergi. - Ayo.

- Halo. - Halo.

Halo, kami dari Kejaksaan Seoul Timur.

Waktunya pagi hari tanggal 17 Juni.

Wanita usia 30-an, pria usia 70-an pernah kemari, bukan?

Kapan?

Pria tua ini sudah pikun,

dia pasti kemari bersama putrinya.

Pikun?

Apakah mungkin mereka?

Anda ingat sesuatu?

Mereka duduk di meja sebelah sana.

Cuma memesan segelas jus

dan pergi 10 menit kemudian kalau aku tidak salah.

Ini Seongpadae-ro nomor 130.

Ini dia nomor 130 itu.

Apa yang membuatnya sibuk usai kehilangan ayahnya?

Σχόλια

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left