Οι πρώτες 200 γραμμές.
Hai, aku Richard Schenkman, sutradara "Jerome Bixby's The Man from Earth",
begitu juga film yang kausaksikan ini, "The Man from Earth: Holocene".
Aku bersama timku bekerja keras untuk memastikan semua orang di dunia
yang ingin menyaksikan film ini, bisa gratis menontonnya di internet atau mengunduhnya,
meski kami berharap yang lain turut pula dalam berbagi film ini.
Tapi meski banyak orang yang akan mengakses film ini secara gratis,
tak berarti pembuatan film ini tanpa biaya.
Puluhan orang bekerja berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk film ini, dan mereka layak diberi imbalan,
seperti halnya kau layak dibayar atas hasil kerjamu, apapun pekerjaannya, dan apapun cara kerjamu.
dan memberi donasi, berapa pun nilainya,
di saat kau menonton film tanpa harus mengeluarkan kocek.
Ini eksperimen global pada sistem penghargaan.
Kami menanyai orang-orang, "Jika kau menonton film kami, dan kau suka,
akankah kau langsung membayar sesuatu pada si pembuatnya?
Sekali lagi terima kasih atas dukungan kalian, semoga kalian menikmati film "The Man from Earth: Holocene".
Cewek-cewek prasejarah agak seksi.
Aku akan setubuhi yang itu./ Ya, tentu saja.
Lihat orang ini, Ia seperti, setengah binatang.../ Ia sama dengan kita.
Homo Sapiens, semuanya? Secara genetik dan biologis tak beda dengan kita.
Kita bahkan hidup di zaman geologis yang sama seperti mereka: Holosen.
Dimulai setelah akhir zaman es.
Faktanya, Cro-Magnon adalah istilah usang yang membedakan orang Eropa dan orang Afrika.
Ada yang masih ingat?
Mereka punya harapan dan rasa takut yang sama seperti kita. Ikatan yang sama pada keluarga dan kelompok.
Bahkan mungkin ikatan mereka pada kelompok lebih kuat dari kita. Juga pada sesama makhluk hidup.
Tapi, coba kita bayangkan. Jika pria ini masih hidup hingga saat ini....
Ia akan sangat tua.
Terutama mengingat sebagian besar tak pernah berhasil melewati usia tiga puluh dua tahun.
Ia bahkan mungkin akan menghargai antibiotik, dan sepatu lari.
Tapi apa yang akan ia pikirkan pada perbuatan kita dengan dunia kita saat ini?
Kelompok kecil yang ia pertahankan mati-matian ini....
kini jadi generasi pecandu media sosial yang mementingkan diri sendiri...
begitu jauh dari persepsi kemanusiaannya, seolah seperti...
makhluk asing./ Ia membicarakanmu, Bro.
Maaf.
Mari kita bicarakan tentang peralatan./ Kau adalah alat.
Alat paling dasar adalah sepotong batu.
Dengan batu martil kau bisa memecah batu lain dan menajamkan pinggirannya.
Sekarang kepingan batu tajam ini bisa dipakai untuk menguliti hewan...
Sudah hampir selesai?
Tidak juga.
Tak bisakah kau memotretnya saja?/ Itu bukan tugasnya.
Profesor Shulman ingin kita mengidentifikasi tanda-tanda individu yang mengindikasikan tengkorak, katakanlah...
Paranthropus Boisei versus Paranthropus Robustus.
Ya, Tuhan./ Apa?
Itu Profesor Young. Sedang apa ia di sini?
Profesor Kittriss membawa anak-anak itu studi tur.
Dan ia ikut serta. Manis sekali.
Demi Tuhan, Tara, mereka tinggal satu atap. Lagipula, usianya terlalu tua.
Paling tidak, empat puluh. Lagipula, Kittriss kurang menarik, aku harus jalankan permainanku.
Kau ikut?
Ya, kurasa.
Profesor Young, hai. Senang sekali bertemu kau di sini.
Aku dan Isabel sedang lakukan riset./ Aku mengambil Manusia Transisi Awal Shulman.
Membuat sketsa tulang paha dan rahang?
Baik, coba jawab.
Otak lebih kecil, bagian atas tempurung agak kuncung...
rahang atas lebar, tapi bergigi kecil?
Homo Habilis./ Bagus./ Tunggu...
Kau mengajar agama komparatif./ Itu lebih pada sejarah manusia daripada agama, Tara./ Tentu.
Kami ingin mencari kopi. Mau ikut?
Aku ada sedikit urusan dengan Profesor Kittriss saat ia selesai. Tapi, terima kasih.
Kau suka dengan Cro-Magnon ini?
Mereka lebih dari campuran berbagai manusia purba. Tapi aku suka lukisan gua.
Aku juga. Hei, mari berfoto bersama di depan pajangan.
Isabel...
Kata Carolyn kau ingin pinjam beberapa buku.
Mampirlah lain waktu. Ambil buku sesukamu. Jika belum kubaca, mungkin takkan kubaca.
Terima kasih, Profesor Young.
Sama-sama. Sampai jumpa di ruang kuliah.
"Aku suka lukisan."
Ia lebih banyak tahu soal ini dibanding pekerja museum./ Mereka disebut kurator.
Maksudku, ia sangat brilian.
Dengan bokong seksi.
CHICO, CALIFORNIA
Hai, Sayang./ Hai.
Kapan-kapan ikutlah lari denganku.
Lari dari apa?/ Bentuk tubuh lama.
Aku harus mandi. Kau bersedia membasuh punggungku?
Sebenarnya, ya. Tapi...
Bagaimana anak-anak ini? Adakah anak jenius yang harus kuwaspadai?
Maksudmu, siapa pun yang bisa menulis dengan baik?
Ingat saat anak-anak pergi kuliah untuk menimba ilmu?
Kini, tampak hanya langkah acuh tak acuh menuju Silicon Valley. Dan mereka anak-anak yang pintar.
Entah. Menurutmu anak muda sedemikian berubah dalam dua puluh tahun?
Aku suka uban ini.
Tapi jika serasa mengganggu, semirlah. Akan kurahasiakan.
Kau tahu Mohammed menyemir rambutnya?
Benar, kan? Jika itu cukup bagus bagi nabi, maka...
Takkan ada yang perhatikan kecuali dirimu.
Dan ia tak menua dalam sepuluh tahun.
Semua wanita di kampus rela korbankan apapun demi memiliki rahasia itu.
Itukah yang mereka kejar, Edith?/ Sudahlah, Harry.
Pindah saja ke kelas sepeda statis jika bosan dengan Zumba.
Tak peduli apapun yang kaulakukan, dokter bilang kau harus...
Aku tidak mengomel, Ibu. Kau sendiri yang mengeluh soal...
Aku harus masuk kuliah. Aku akan telat.
Begini saja, Ibu: Sebaiknya kita urus diri masing-masing, sekali ini saja. Adil, kan?
Lagi?
Bertahun-tahun ia fokus pada penyakit ayahku yang kini...
Astaga, Isabel. Kau hanya menunggu kabar selagi ayahmu... Ibumu perlu istirahat.
Ini hidupmu, kan? Akhirnya?
Tidak, maafkan aku. Aku sayang Ibu juga.
Kutelepon lagi nanti. Dah.
Kau anak yang lebih baik dariku.
Hei, semuanya. Di sini Matt Douglas dari Primal Kickboxing.
Ayo.
Kau siap? Akan kupermudah untukmu.
Jadi masuk ke posisi. Hal pertama yang kulakukan adalah dengan tendangan kepala.
Lalu diikuti dengan dua pukulan.
Ayolah, fokus!
Hai, Bro.
Yang benar saja. Kenapa aku yang repot?
Aku yang salah. Saat ini aku menuruni tangga.
Lima. Empat.
Tiga.
Dua.
Satu. Boom. Lihat betapa cepatnya...?
Luar biasa. Kau bahkan tak terlihat. Cepat sekali, seperti Flash.
Ayo, aku menunggumu.
CHICO COMMUNITY COLLEGE
Selamat mengajar, Profesor./ Kau juga, Sayang.
Kita semua terbakar. Terbakar oleh gairah.
Kita terbakar dengan api yang disebabkan oleh apa yang disebut Sang Buddha sebagai tiga racun.
Ketamakan. Amarah. Kebodohan.
Tapi ia mengajarkan bahwa kita bisa memperbaikinya. Kita bisa mengubah ketiganya.
Ketamakan bisa menjadi Kemurahan Hati.
Amarah menjadi Belas Kasihan.
Dan Kebodohan menjadi Kebijaksanaan.
Ada keajaiban di sekitar kita setiap saat, kata dia.
Bahkan, kebersamaan kita di ruangan ini adalah keajaiban.
Bukankah Buddha agak munafik?
Tentu, ia tinggalkan keduniawian, harta ayahnya, dan meminta kita untuk hidup menahan diri...
tapi ia sendiri super-gemuk. Benar-benar gemuk.
Kau bicara soal patung-patung yang kaulihat di Chinatown, kan?
Buddha digambarkan seperti patung-patung itu, ia orang Asia, kan?
Jadi.../ Itu bukan Buddha.
Maksudmu?/ Coba pikirkan.
Siddhartha Gautama adalah orang India. Asal Nepal.
Seorang rahib Cina mendatangi India, menjadi penganut Buddha, pulang dan mulai menyebarkan agama.
Orang Cina mencampurnya dengan Taoisme. Rahib mereka memperkenalkan Buddha...
bernama Hotei yang botak, berjubah, gemuk dan bahagia.
Buddha sesungguhnya orang biasa, bertubuh normal dan berambut tebal.
Tapi ia dewa./ Bukan...
tak pernah mengaku demikian.
Hanya manusia, yang merenung panjang dan keras tentang kondisi manusia dan mencapai pencerahan.
Seperti Yesus. Hanya saja tidak berambut pirang dan bermata biru.
Tapi Yesus bukan sekedar manusia./
Ia mengaku anak Allah. Ia mati, dan bangkit. Maka kita tahu ia adalah Tuhan.
Tahu atau percaya? Kau hanya bisa tahu pada apa yang bisa kaubuktikan.
Tuhan tak bisa dibuktikan, dilogika atau dinalar.
Kau bisa percaya Tuhan atau Yesus... tapi tak sama dengan mengetahui.
Aku tahu Yesus nyata; ada bukti sejarahnya. Dan aku percaya ia Tuhan.
Aquinas berkata iman adalah tindakan ilahi yang diberikan secara supernatural. "Mintalah dan kamu akan menerimanya."
Kierkegaard sebaliknya berkata kita harus melompat pada keyakinan.
Itu tindakan yang harus kaupilih untuk dilaksanakan.
Kierkegaard lebih menuntut. Ia muak pada orang yang hanya duduk bicara agama seharian, tanpa berbuat apapun tentang itu.
Semoga maksud dia bukan kuliah ini. Tapi, bukankah kita mestinya bicara tentang Buddha?
Yesus dan Buddha punya banyak kesamaan./ Bagaimana bisa?
Banyak tumpang-tindih dalam filsafat mereka.
Mereka sama-sama ajarkan aturan emas, di mana kita harus murah hati dan tak menghakimi orang lain.
Tapi Buddha berkata, jangan percaya sesuatu hanya karena tertulis dalam kitab.
Keseluruhan premis dari Yesus adalah menerima dengan iman. Itu perbedaan besar.
Juga bersedia menderita. Yesus menderita bagi kita./ Sedangkan Buddha bertujuan untuk menghapus penderitaan.
Menghapus keinginan./ Yang menyebabkan penderitaan, aku tahu. Aku menyimak.
Baik. Kuliah berikutnya kita tutup dengan jalan menuju Nirvana...
dan melengkapi semester ini dengan Jainisme.
Ini seperti Buddhisme, tapi kurang menyenangkan.
Wanita Jain harus dilahirkan kembali sebagi pria untuk mencapai pencerahan.
Kita semua tahu, itu mestinya terbalik. Terima kasih.
Ceramah yang bagus./ Kau tak pernah pakai catatan. Kau hanya tahu semua itu.
Aku sudah sangat lama menggelutinya.
Untuk hormati akhir semester, kami akan adakan makan malam vegetarian Buddhist. Bisa datang?
Terima kasih, tapi... kurasa tidak./ Sibuk?
Kuhargai undangannya.
Mungkin perlu diketahui, Sang Buddha makan daging.
Ia tak pernah menyuruhmu jadi vegetarian. Ia hanya tak suka melihat hewan dibunuh.
Siapa yang suka? Tapi kau tahu, bacon. Donat bacon. Temuan terbaik yang pernah ada
Aku belum pernah melihatnya./ Belum pernah melihatnya? Semua orang pernah!
Jadi? Ia akan datang?/ Isabel bisa mengusahakannya. Ya, kan?
Bisa kucoba./ Tak terasa, mata kuliah ini hampir selesai.
Semester depan ia mengajar hal membosankan perihal agama Abrahamik dan Zoroastrianisme lagi.
Agama Abrahamik tak membosankan./ Kau tahu maksudku. Hanya saja...
Mestinya ia mengajar Helenistik./ Ya, Zeus, Herakles dan lain-lain. Itu pasti keren.
Masalahnya, ia hanya mengajarkan agama yang nyata, Liko./ Pikirmu bangsa Yunani dan Romawi bukan apa-apa?
Separuh budaya Kristen didapat dari kaum pagan. Atau kau perlu jalani Dunia Gereja Awal lagi?
Teman-teman, kita harus fokus pada hal penting. Membuat Profesor Young menghadiri makan malam.
Banyak pengetahuan yang ingin kudapat darinya./ Aku juga.
Bagaimana caranya?/ Mungkin Tara punya ide.
Jangan berpikiran cabul, Liko./ Jangan ganggu dia, Bro.
Jadi, kau akan datang ke pesta Delta Psi nanti?/ Orang-orang itu binatang.
Ya. Pesta binatang./ Liko, kau seperti anak kecil.
Tidak, aku tak butuh mabuk di Rabu malam, terima kasih. Dengan segerombolan cowok.
Kau yang rugi. Aku akan datang. Santo Philip?
Santo Philip ada studi Alkitab di hari Rabu. Kau ini pelupa, ya?
Entah. Apa pertanyaannya?
John, aku senang bertemu kau./ Dr. Parker. Apa kita punya janji?
Aku harus berbagi ini dengan seseorang, dan yang kutahu, cuma kau yang bisa menghargai ini.
Kudapat ini dari bazar pekan lalu. Sebotol scotch gandum berusia tujuh puluh lima tahun.
Ya. Memang terlalu mahal, tapi kisahnya...
No comments yet. Be the first to leave one.