Οι πρώτες 121 γραμμές.
Sebelum semuanya berakhir..
Aku terlelap di dalam hening nya malam.
Hey, bodoh kau kenapa?
..Takagi.
Tiap ada masalah selalu menyendiri,
Seperti anak kecil.
Hari ini, semuanya masih seperti biasa.
Di bawah sinar matahari.
Murid seluruh dunia menikmati waktu sekolahnya, tapi tidak buat ku.
Tetapi..
Itu semua..
Sudah berakhir..
Guru Tejima.
Jangan terlalu kasar.
Seharusnya, kami melarikan diri keluar dari sekolah.
Tapi, kami menuju ke observatorium.
Semuanya berjalan sesuai dengan rencana.
..Rei.
Rei..
Kenapa..
Kenapa ini harus terjadi?
Pasti ada penyebabnya.
Setelah kita tahu penyebabnya, pasti ada cara tuk mengakhiri ini semua.
Yang dikatakan Hisashi ada benarnya.
Aku percaya apa yang dia katakan.
Tetapi, kenyataannya.
Dunia yang kami huni mulai hancur.
Karena itu..
Aku...
Rasakan..
Rasakan ini..
Benar.
Saat itu,
Tidak mungkin bila berpikir dunia masih seperti biasanya.
Aku menyadari akan hal itu.
Membawa senjata dan menghadapi bahaya menuju lorong sekolah.
Tidak, bukan lorong sekolah lagi namanya.
Ini adalah..
Kota Orang Mati.
Tidak ada orang yang menyelamatkan kita?
Tidak akan.
Tapi kenapa?
Kenapa kau bilang seperti itu?
Ini sama halnya seperti waktu kita melihat helikopter di atap sekolah.
Tidak ada alasan mereka mau menyelamatkan kita.
Itu takkan pernah terjadi.
Benarkah?
Tidak akan di selamatkan?
Lalu bagaimana kita bisa selamat dari wabah ini?
Kita harus mandiri, berjuang tuk tetap hidup.
Kurang lebih seperti itu.
Kau selalu bilang seperti itu.
Bersikap seperti itu setiap situasi seperti ini.
bahkan sejak kita masih anak-anak.
yang aku katakan itulah kenyataan yang terjadi sekarang.
Walaupun memang benar seperti itu, tidak bisa katakan hal yang lain?
Ayo kita pergi dari sini.
Baiklah.
Jika kita berpisah, kita takkan selamat.
Kita butuh kerjasama tim.
Ayo.
Itulah yang kami butuhkan saat ini.
Ketika kami tidak bisa andalkan orang lain.
Berjuang dan menghadapi mayat hidup.
Dipenuhi dengan suara jeritan dan teriakan kematian.
Kami berlari keluar dari sekolah untuk bertahan hidup.
Mereka bukan manusia,
Bukan manusia lagi.
Di luar berbahaya.
Apapun terjadi. jangan keluar dari kendaraan.
Aku ulangi.
Apapun terjadi. jangan keluar dari kendaraan.
Kecepatan saat ini sekitar satu kilometer perjam.
Apa kita bisa seberangi jembatan sebelum pagi hari?
Berisik, kau bisa diam!
Jadi aku harus bagaimana?
Aku lapar sekali.
Tidak usah kuatir, tenanglah.
Kita aman di sini.
Tidak usah kuatir, tenanglah.
Pak guru..
Tidak perlu kuatir.
Tenang saja.
Dengan begitu, sudah diputuskan bahwa aku jadi pemimpin kalian.
..Rei.
Aku tidak muak berada di dekat orang itu.
Tunggu.
Sabarlah sedikit tunggu kita sampai di pusat kota.
Sudah kubilang kau akan menyesal.
Tapi, keadaan saat ini..
Dr. Marikawa.
Dengan kata lain, aku tidak menyadarinya..
Bahwa dunia ini sudah berakhir..
..Komuro.
Kalian baik-baik saja?
Kantor polisi, kita akan bertemu disana.
Jam berapa?
Jam tujuh.
Jika hari ini tidak berhasil, kami kan mencobanya lagi esok hari.
Tidak ada tanda-tanda kehidupan disini.
Mereka sudah pergi atau mati?
Jika mereka mati, seharusnya mereka ada di sekitar sini.
Mungkin mereka pergi mencari keluarga atau kerabat yang masih hidup.
Takashi, lihat!
Tidak ada SIM, helm dan motor curian.
Sudah pasti aku ditangkap.
Kau berani menghadapi mayat hidup,
Kini kau takut dengan polisi?
Tentu tidak.
Astaga, apa yang terjadi.
..Rei.
Bensin mobilnya bocor, Ini sangat berbahaya.
Siapa tahu ada sesuatu yang bisa kita gunakan.
Ada apa dengan mu?
Seharusnya kau membantu ku.
Kau bisa mengunakan ini?
Aku pernah lihat cara mengunakannya di televisi.
Tinggal meletakkan jari pada pelatuk.
Ada apa?
Ini sedikit agak berat.
Tentu saja, itu senjata asli.
No comments yet. Be the first to leave one.