Mahabharat

Mahabharat

Λήψη Indonesian Υπότιτλων

Σεζόν 1

Πληροφορίες έκδοσης

Mahabharata Episode 209
Ένα Σχόλιο από JPIvan
Pas buat yang di youtube

Ετικέτες

other
Δημοσιεύτηκε στις: 2014-06-12
Λήψεις: 31
Για Άτομα με Προβλήματα Ακοής: Yes

Προεπισκόπηση υποτίτλων Indonesian

Οι πρώτες 120 γραμμές.

Mahabharata Episode 209 (Than's to Mr. Wayan S. Arsana for his suggestion)

Apakah itu kepalan tangan keangkuhan?

Ataukah sebuah tangkupan tangan dari pengorbanan yang telah kamu pikirkan saat ini?

Dapatkah kamu memahami pengetahuan ini?

Apakah dunia ini sebenarnya, Arjuna!

Manusia, Setan, burung

parasit, serangga, ikan, pepohonan ....

Bagaimanakah semua ini diciptakan?

Berasal dari unsur apakah mereka diciptakan?

Bagaimana fungsi mereka dan bagaimana mereka bertahan?

Bagaimana mereka mati?

Dan apa yang akan terjadi setelah semua itu mati?

Merenungkan akan rahasia ini.

Tubuh manusia terbuat dari tanah, Khrisna?

Air mengalir di dalamnya sebagai darah dan juga kebaikan - kebaikan lainnya.

Api memberikan kehangatan kepada tubuh

Dan rongga - rongga kosong lainnya yang ada di dalam tubuh

Karenanya, tabanh, udara, air api dan zat eter ...

Tubuh terbuat dari kelima elemen dasar ini yang disebut Panca Maha Butha

Karenanya, Kakek Bhisma, Guru Drona

adalah tidak lebih dari tanah, air, udara, api dan zat eter saja.

Bahkan orang pintar pun terdiri dari Panca Maha Butha dan begitu juga dengan orang kejam.

Jadi apa yang akan kamu rindukan, Arjuna?

Tanah?

Tetapi Khrisna, tubuh ini memang terbuat dari tanah yang juga melambangkan identitas manusia itu sendiri.

Semua ikatan itu mengakar di dalam tubuh yang terbuat dari tanah ini.

Tidak, Arjuna!

jika ini memang benar

lalu mengapa tubuh seseorang hancur setelah mati?

Kenyataannya

tak ada satupun identitas berasal dari tubuhnya ataupun hubungan yang mengakar di dalam tubuhnya

Sifat dan tingah laku

dan amal seseoranglah yang menjadi identitasnya.

Lalu bagimanakah sifat, tingkah laku dan amal diciptakan?

Pahamilah itu, Arjuna!

Kehidupan manusia

hanyalah perwujudan keserasian antara sesuatu yang tampak dan tidak tampak, Arjuna!

Namu sifat dan amal setiap menusia

yang membuatnya berbeda.

Dasar untuk ini adalah tiga sifat manusia yang disebut 'Tri Guna'

'Tamas' (Kebodohan), 'Rajas' (Nafsu) dan 'Sattva' (Kebaikan)

Apakah yang dimaksud dengan itu, Khrisna?

'Tamas' berarti kebodohan

Menghabiskan hidup tanpa memikirkan baik atau buruk bisa dikatakan 'Tamas' yang berhubungan dengan kebodohan

Seperti halnya kehidupan burung dan binatang

semata - mata hanya untuk memenuhi keinginan tubuh mereka

'Sattva' berarti kebaikan

Ketika seseorang dalam situasi tertentu

memikirkan tentang keadilan, kebenaran dan adat - istiadat sebelum melakukan sesuatu

maka disebut sebagai 'Sattva' yang berhubungan dengan kebaikan akan jalan kehidupan

Ditengah kedua hal itu adalah seseorang

yang menguasai ilmu pengetahuan

tetapi dia juga tertarik akan nafsu tubuh dan pikiran

Seperti manusia yang hidup dengan keangkuhan

artinya 'Rajas' yang berhubungan dengan nafsu

Dengan menciptakan keseimbangan antara kebodohan, nafsu dan kebaikan maka sifat manusia dapat di tentukan

Lihatlah kedepan, Arjuna!

Sifat (Guna) apakah yang dapat kamu lihat dalam diri mereka semua?

Pangeran Duryodhana tahu akan keadilan tetapi dia tidak pernah bertindak berdasarkan nilai keadilan

Hidupnya dipenuhi dengan keangkuhan

Oleh karena itu dia sedikit memiliki kebodohan

Dia lebih banyak memiliki nafsu (Rajas) dan sepenuhnya tidak memiliki kebaikan

Dan disebelah sana adalah Pangeran Durshasana

Dia selalu mematuhi perintah kakak tertuanya tanpa memikirkannya terlebih dahulu

Oleh karena itu dia hanya memiliki kebodohan (Tamas)

Lihatlah juga Kakekmu Bhisma, Arjuna.

Dia memiliki keseimbangan antara kebaikan dan kebodohan

Dia tidak mempunyai keangkuhan

Tetapi dia terikat dengan pemikiran usang dan adat - istiadat yang kuno

Bahkan ketika keinginannya muncul dia tidak dapat melanggar sumpahnya

Lihatlah Guru Drona

Dia memiliki baik pengetahuan dan keangkuhan

Pengetahuan membebaskan manusia

Tetapi keangkuhannya tidak membiarkannya mencapai kebebasan

Tetapi Khrisna

jika sifat manusia adalah kesatuan dari Tiga Sifat Manusia (Tri Gunas) ini

apakah perbuatan manusia sudah ditakdirkan terlebih dahulu??

Bahwa se-ekor singa akan memangsa se-ekor rusa

dan rusa itu ditakdirkan untuk takut pada singa

Maka mengapa keadilan menjadi hal yang penting?

Mengapa kejahatan mendapatkan hukuman? Lalu apakah tujuan dari semua itu?

Sebuah pertanyaan yang bagus, Arjuna!

Tetapi pertama - tama pahamilah apa yang dimaksud dengan manusia itu!

Manusia tidak hanya gabungan kelima unsur dasar (Panca Maha Butha) tersebut.

Tidak hanya kelima wujud itu.

Lima 'Gyanendriyas' (Panca Indra), lima 'Karmendriyas' (Organ Fisik) dan ketiga 'Gunas' (Sifat) ...

Tidaklah hanya gabungan dari ke 23 wujud itu

Agar manusia dapat menjalankan fungsinya dia memerlukan energi

Dan energi itu disebut dengan nama 'Chetana' (Kehendak)

Jadi, apakah manusia terdiri dari 'Chetana' (Kehendak), Khrisna?

Tidak, Arjuna!

Bersamaan dengan Kehendak manusia dan gabungan dari ke 23 unsur itu adalah ciptaan

Dan yang berada dalam perangkat disebut manusia ini terbuat dari 24 entitas

adalah manusia yang artinya yaitu percikan terkecil dari Tuhan

Yang dinamakan sebagai jiwa (Atma)

Ketika ciptaan dan manusia menjadi satu

yang berarti, ketika percikan terkecil dari Tuhan berada di dalam tubuh seseorang sebagai jiwa (Atma)

saat itulah manusia akan hidup

Apakah yang dimaksud dengan jiwa (Atma) itu, Khrisna??

Dan apakah yang dimaksud dengan memahaminya itu?

Seperti halnya ketika manusia menggunakan kereta

seperti jiwa yang menggunakan perangkat yang disebut dengan tubuh

Melalui media tubuh

dia mengalami suka dan duka dari tubuh tersebut

Tetapi jiwa (Atma) bukanlah tubuh, Arjuna. Tubuh dapat dihancurkan

Tetapi jiwa (Atma) tidak dapat dihancurkan.

"Nainam chhindanti shastrani, nainam dahati pavakah"

"na chainam kledayanty apo, na sosayati marutah,"

Jiwa (Atma) tidak dapat ditembus oleh senjata apapun

ataupun dapat di bakar dengan api.

ataupun dapat dilemahkan oleh air ataupun dikeringkan oleh angin

Walaupun jiwa (Atma) berada di dalam tubuh

Jiwa (Atma) adalah abadi

"Na hanyate hanyamane sharire"

Arjuna, tubuh dapat di bunuh tetapi jiwa (Atma) tidak dapat dibunuh!

Jiwa ((Atma) ada di mana-mana, tidak berwujud, tetap

Dia kekal

Seperti halnya manusia membuang pakaian lama dan memakai yang baru

hampir sama jika jiwa (Atma) meninggalkan tubuh yang tua

dan berulang kali menempati ke tubuh baru.

Mahabharat subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Mahabharat

Σχόλια

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left