A History of Violence

A History of Violence

Download Indonesian Untertitel

Release Info

A History Of Violence 2005 ALL Bluray
Ein Kommentar von tedi
Retail HBO GO Resync for Bluray

Tags

BluRay
Veröffentlicht am: 2021-10-19
Downloads: 218
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

- Kita tetap menuju Timur? - Ya.

Begitulah idenya.

- Menjauh dari kota-kota besar? - Ya.

Kurasa aku sudah lelah.

Ya.

Aku juga.

Ambil ini.

Jemput aku di kantor hotel.

- Aku akan urus biaya kamar. - Baiklah.

- Kenapa kau lama sekali? - Tak ada apa-apa.

Ada sedikit masalah dengan pelayan.

Tapi semuanya sudah beres sekarang.

Sial.

Pukul 08.00 sudah sepanas ini.

Ya.

Airnya masih banyak?

Mungkin tak akan cukup.

Ya.

Ada dispenser di belakang. Di dalam kantor.

Hei.

Sarah, Sayang. Ada apa?

Ada apa, Sayang?

- Ayah. - Ya, Ayah di sini.

- Ayah di sini. - Ada monster.

Tidak, Sayang. Monster itu tak nyata.

- Kau hanya mimpi buruk. - Ada apa, Ayah?

Hai, Nak. Sarah bermimpi buruk.

Aku melihat monster, Jack.

Monster?

- Seperti apa monsternya? - Aku tak tahu.

Mereka keluar dari lemariku. Mereka bersembunyi dalam bayangan.

Itu monster bayangan.

Mereka tampak cukup menyeramkan, tapi mereka tak bisa menyakitimu.

Apa lagi kalau lampu menyala, mereka takut pada cahaya.

Ada apa, Sayang?

- Kau baik saja? - Aku baik saja.

Sarah bermimpi buruk tentang monster.

Aku selalu bilang monster itu tak nyata.

Akan kunyalakan lampu tidurku untuk jaga-jaga.

Itu terdengar seperti solusi yang cemerlang.

- Hei, Jack? - Ya, Bu.

Selamat pagi.

Selamat pagi, Sayang.

Sayang, mobilku tak bisa dinyalakan. Kau bisa antar aku sekalian?

Tentu saja.

- Kau sudah beri makan Burro? - Ya, sudah kuberi makan.

Baguslah.

Lampu tidurnya berhasil, 'kan?

Aku bisa sendiri, Ayah.

Apa kesibukanmu hari ini, Jack?

Tak banyak. Ujian matematika dalam beberapa hari ini.

Lalu kami akan main bisbol untuk kelas olahraga hari ini.

Aku menantikan menjadi penangkap payah di sisi kanan lapangan.

Ingatlah ini.

Jangan biarkan bola pemukul melewatimu.

Kecuali dia memukulnya keluar lapangan.

Ya.

Sampai jumpa.

Aku pulang cepat hari ini. Hanya ada wasiat keluarga Watson...

Dan surat penjualan traktor Dave Bryant.

Mau kujemput?

Ya.

Kita bisa pergi ke teater mobil dan bercumbu malam ini.

Sudah tak ada lagi teater mobil sejak awal tahun '70-an, tapi...

- Aku mencintaimu. - Aku juga mencintaimu.

- Semoga harimu menyenangkan. - Kau juga.

- Selamat pagi. - Hei, Jared.

- Hei, Tom. - Selamat pagi, Joseph.

Liar sekali kau.

- Hei, Tom. - Selamat pagi, Pat.

- Hei, Mick. - Tom.

Charlotte akan sedikit terlambat pagi ini.

- Dia mabuk lagi? - Sepertinya begitu.

Hei, siapa wanita paling aneh yang pernah berkencan denganmu?

- Kau bertanya padaku? - Kami sedang bahas teman kencan.

Dia pernah kencan dengan wanita...

Yang biasa menyerangnya di tengah malam.

- Apa? - Ya.

Dia bermimpi aneh bahwa aku seorang pembunuh gila.

Aku terbangun suatu malam dengan garpu tertikam di bahuku.

- Kau bercanda, 'kan? - Tidak.

Aku berlumuran darah.

Dia terduduk sambil menangis, "Sayangku, aku mencintaimu."

Jadi, apa yang terjadi? Kau putus dengannya, 'kan?

Tidak, aku menikahinya.

Bertahan selama 6 tahun.

Tak ada yang sempurna, Tom.

Kurasa tak ada.

Ayo!

Benar! Kita bisa! Ayo!

Kau keluar!

Satu kemenangan akan segera datang, Kawan-kawan.

Ayo, Bobby!

Perhatikan!

Ball!

Dia tak akan berhasil. Sekali lagi. Ayolah.

Ayo, Bobby.

Dia milikmu!

- Ayo, Jack! - Jangan jatuhkan, Jack!

Kau akan gagal, Jack.

Permainan selesai, tim kuning menang!

Ayo, Taylor, Dietrich, bereskan peralatannya. Cepat!

Kawan-kawan, ayo, cepat.

Semuanya mandi.

Luar biasa, kawan-kawan.

Permainan yang bagus.

Stall. Tangkapan bagus.

Kau kira kau hebat, Stall?

Apa? Tidak juga.

Seperti pahlawan? Seperti mega bintang.

Pahlawan membuat penyelamatan di menit terakhir. Benar, 'kan?

Bobby, ini hanya sebuah permainan.

Hanya kelas olahraga bodoh.

Kau menyebutku bodoh?

Tidak, aku bilang, kelas olahraga yang bodoh.

"Tidak, aku bilang kelas..." Dengarkan, dasar banci hina.

Ya, kau benar.

Aku memang hina dan seorang banci.

Ucapanmu tepat sekali.

Ayo, Pengecut. Berkelahi denganku!

Untuk apa?

Maksudku, kau menang. Menang!

Kau sudah menunjukkan dominasimu.

Kau sudah menunjukkan ketidaklayakanku.

Bersikap kasar padaku sudah tak penting dan kejam. Begitu, 'kan?

Ayo, berkelahi denganku, berengsek.

Bukankah seharusnya, "Banci berengsek hina yang payah"?

Sial!

Hei, Tampan.

Kita mau ke mana?

Jack sedang belajar di rumah Judy Danvers...

Dan Martha sedang mengasuh Sarah.

- Masa? - Ya.

Jadi, kita mau ke mana?

Kita tak sempat mengalami masa remaja bersama-sama.

Akan kuperbaiki keadaan itu.

- Sedang apa kau di dalam sana? - Bersabarlah. Aku segera keluar.

Astaga.

Apa?

Kau butuh bantuan, Bocah Besar?

Mungkin.

Astaga.

- Apa yang kau lakukan pada istriku? - Siap?

Baiklah.

Ayo, Wildcat!

Aku bukan istrimu, Tuan.

Jangan berisik, orang tuaku ada di kamar sebelah.

Kau nakal.

Apa yang kau lakukan?

Tak ada.

Kau pria nakal.

Sulit membuatku bergairah saat SMA.

Ada apa?

Aku teringat momen saat aku tahu kau mencintaiku.

Aku melihatnya di matamu.

Aku masih bisa melihatnya.

Tentu saja kau bisa melihatnya.

Aku masih mencintaimu.

Aku pria berengsek paling beruntung yang pernah ada.

Kau pria terbaik yang pernah kukenal.

Tak kaitannya dengan keberuntungan.

Kira-kira apa yang dilakukan remaja saat malam minggu 100 tahun lalu?

Entahlah.

Kurasa mereka mencuri kereta kuda orang tua mereka dan jalan-jalan.

Dan memainkan banyo keras-keras dan bertindak seperti orang bodoh.

Jadi, menurutmu saat ini semuanya sudah cukup baik?

Untuk kita?

Ya. Untuk saat ini.

Pada akhirnya, kita akan tumbuh dewasa, bekerja.

Berselingkuh, lalu menjadi pemabuk.

Tahukah kau, terkadang...

Kau membuatku depresi.

Hei, itulah keahlianku.

Berikan itu padaku.

Bukankah itu Stall si Banci?

Ya.

Kau harus menghajarnya.

Aku akan menghajarnya.

- Siapa mereka? - Entahlah dan aku tak mau tahu.

Aku muak dengan kota-kota terpencil dan kehidupan di dalamnya.

Jika kau selalu mengatakan itu, apakah akan mengubah keadaannya?

Aku sangat muak dengan semua ini.

Kau sudah katakan itu beribu km yang lalu.

Kecuali kau punya ide lebih baik, aku tak mau dengar ocehanmu.

Kita sudah bangkrut.

Ya.

Itu mudah untuk diperbaiki.

- Tak mungkin. - Ayolah.

Kau akan main biliar bersama Jerry?

Mungkin.

Terima kasih, Tom. Terima kasih, Mick. Lezat seperti biasa.

Ini uangnya.

- Sampai jumpa di gereja. - Baiklah. Selamat malam.

Kau juga. Sampai nanti, Charlie.

Ya, sampai jumpa.

- Maafkan aku. - Tak masalah, Kawan.

Kami sudah tutup, kawan-kawan.

- Satu kopi pahit. - Aku pesan yang sama.

Dan aku mau pai meringue lemon itu.

Kawan-kawan, maafkan aku. Kami sudah tutup.

More Indonesian subtitles for A History of Violence

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left