Die ersten 181 Zeilen.
ORANG OPTIMIS TENGGELAM DI BAK SETENGAH PENUH
-Pin penembak. -Palu.
-Baut sungsang. -Ayo, ini mudah.
-Tebak bagian pistolnya. -Baut sungsang.
-Moncong pistol. -Satu poin untuk Steve. Bagus.
-Baut sungsang. -Steve sudah menjawab, Klaus.
Ya. Apa kau bodoh?
Katakan itu di dalam mangkukku. Kutantang kau.
Hayley, cat rambut yang bagus. Mencocokkan karpet dengan tirai?
-Kau apakan rambutmu? -Kucat saat demo Partai Hijau.
Kau melewatkan kuis keluarga untuk itu? Cuci sampai hilang!
Kau terlihat seperti segumpal uang murahan.
Tidak mau.
-Mau. -Stan!
-Dia yang mulai. -Ini rambutku. Akan kubiarkan.
Ada apa dengan anak itu?
Apa harus bau dan meniduri kayu merah untuk bisa bicara dengannya?
Aku yakin rambut hijau ini hanya sebuah fase.
-Kuyakin besok dia akan selesai. -Firasatku mengatakan kau benar.
Sandman memanggil.
Benar, Bigfoot memanggang biskuit manis
dan Sinterklas ingin membawamu ke penghargaan Oscar.
-Bagaimana roti Prancis kalian? -Bau dan tak berterima kasih.
Tapi roti Amerika Serikat-nya enak.
Putri Tidur akhirnya bangun.
Botak yang keren. Kau hampir sejelek Roger.
Aku tidak jelek. Ya, 'kan?
-Beraninya Ayah! -Beraninya Ayah?
Tadi, Ayah di lapangan tembak. Lupa melepas penyumbat kuping.
-Tadi, kau berkata beraninya Ayah? -Ibu!
-Stan, teganya kau. -Teganya aku?
-Maaf, penyumbat cadangan. -Tak apa. Kau tak mirip penis raksasa.
Bagaimana aku ke kampus tanpa rambut?
-Sudah Ayah atasi. -Wig?
Bukan wig biasa.
Ini model rambut Ibu Negara hebat Partai Republik sepanjang masa.
Model Barbara Bush, Nancy Reagan, Maria Shriver. Tunggu berikutnya.
-Semua jelek. -Kebanyakan gadis seusiamu
harus kemoterapi untuk mendapat wig sebagus ini.
Aku minta tolong. Jauhi hidupku!
Bagaimana penampilanku? Cukup cantik untukmu?
Lupakan saja!
Kecilkan musik roknya! Itu pengaruh yang buruk.
Itu amat menggangguku.
Apa yang kau harapkan? Kau mencukur rambutnya saat tidur.
Lalu menaruh tangannya ke dalam air hangat? Itu berlebihan.
Aku hanya mau tahu apa itu ampuh. Ternyata amat ampuh.
-Akhirnya. -Ibu, apa wigku rapi?
Sempurna. Apa itu, rambut kuda?
-Jeff tiba. Sampai jumpa. -Siapa Jeff?
-Pacarku. Tak usah menungguku. -Pacar?
Bagaimana dia bisa punya pacar? Dia masih mengompol.
Kau amat stres. Mau kubuat senang dengan mulutku?
Ya, kurasa boleh.
Itu sedikit membantu.
Mungkin lebih baik jika kita bertemu anak itu.
Undang saja dia makan malam agar kau bisa lebih mengenalnya.
Ide yang luar biasa, Francine.
Sekarang, atur kata-katanya agar terdengar seperti ideku.
SEKOLAH LANJUTAN PEARL BAILEY
DANSA ALOHA! SABTU INI
Acara dansanya pasti akan seru.
Ya. Sayang sekali kita tak punya kencan.
Apa? Teman-teman, para wanita sama inginnya pergi seperti kita.
Perhatikan aku. Halo, Seksi.
-Ingin mengatakan sesuatu, Barry? -Tenang, Steve. Kita tak keren.
Kita kutu buku yang tak mendapat wanita sampai kita kaya pada usia 30-an.
Bukan aku. Aku punya jodoh yang sudah diatur menunggu di Jepang.
Tidak. Kalian tahu? Aku bukan hanya akan pergi ke acara dansa,
tapi aku bertaruh 20 dolar aku akan mendapat payudara.
-Bawa branya sebagai bukti? -Akan kubuat lebih baik.
Akan kupakai branya.
Tidak, kubawa saja.
Kepalaku kena papan selancar. Aku tenggelam seperti batu.
Lalu seluruh perjalanan hidupku terlintas di kepalaku
dan aku bosan.
Dia bosan. Kau membuat kami berpikir sebaliknya, Jeff. Terima kasih.
Semoga kelak, aku bisa punya putri sepintar dan sebaik Hayley.
-Dia manis sekali, 'kan? -Benar sekali.
Lain kali, kalau kehabisan permen, aku akan mengisap Jeff saja.
Jeff, kau luar biasa pada makan malam tadi.
Sayang, kita luar biasa berdua.
Karena itu, aku pikir kau harus tinggal di tempatku.
Kita baru tiga minggu berpacaran dan Ayah tak akan senang mendengar itu.
Sayang, ayahmu menyukaiku. Aku tahu dia ingin kita bersama.
Bagus. Sekarang, hanya ada pria di sini.
Sampai jumpa besok! Sanchez, coba tepat waktu lain kali.
Tak adil. Jangan membuat aku naik ke sana. Pergi sana.
Dasar kumpulan badut.
Sekarang, kau bisa bicara dan kumismu menjadi hilang.
Apa Ayah gila? Ayah tak bisa menculik aku seperti itu.
Jangan menggunakan kata-kata itu di rumah ini. Ayah membebaskanmu.
Mungkin lain kali, kau akan berpikir lagi sebelum memacari pria yang salah.
-Tak ada yang salah dengan Jeff. -Sayang. Jangan lagi menemui dia.
-Apa? -Stan, aku tak yakin...
Francine, tunggu di mobil. Hayley, ini untuk kebaikanmu.
Jeff terlalu santai saat makan malam.
Dia punya sifat santai seperti manusia gua.
-Maksud Ayah pemadat? -Tunggu di mobil dengan ibumu.
Ayah tak bisa begini. Umurku 18 tahun.
Kau tinggal di rumah Ayah, ikuti peraturan Ayah.
Ini memang rumahmu. Kau masih hidup!
Ayah, aku tak harus mendengarkan peraturan Ayah lagi.
-Aku akan pindah bersama Jeff. -Apa?
-Bagus sekali, Sayang. -Hayley, jangan pergi!
Kembali kemari, Hayley! Tidak mau?
Tadinya Ayah tak ingin memakai ini, tapi Rhubarb!
-Rhubarb? -Itu kata pemicunya.
Kucuci otaknya saat lima tahun.
Seharusnya dia membunuh Walter Mondale, tapi tak bekerja.
-Ayo, mari ke rumahmu. -Inilah rumahku.
Apa? Kau tinggal di mobilmu?
Tidak. Kita tinggal di mobil kita.
Ibuku melahirkanku di jok yang kau duduki.
Jeff, mengapa kau tak memberitahuku kau tinggal di mobil?
Sayang, kita berhasil. Kita melakukan terobosan.
-Mari merayakannya di teras. -Bisa kita pergi?
Aku harus menjauhi orang tuaku.
Mobil ini adalah pulpen kita dan jalanan adalah kertasnya.
Bersama, kita akan menulis puisi menjelajahi Amerika Serikat.
Di sini tempatnya. Kita sampai di tempat yang cocok.
Sebentar, aku harus kencing di kaleng.
Stan, aku tak percaya gadis kecil kita meninggalkan rumah.
Francine, kau akan suka ini.
Jeff, kau tahu Jeff. Dia tinggal di mobil.
Rongsokan itu mogok tepat di depan rumah.
-Dia tak akan ke mana-mana. -Stan, apa kau yakin dia aman?
Setidaknya kali terakhir kau kabur, kau sampai ke rambu berhenti.
-Itu lucu. Aku lucu. -Jangan mengejek dia.
-Nanti dia tak mau kembali. -Dia membenci mobil itu.
Besok, dia pasti kembali di kasur, memakai piama dan selimutnya.
Tapi barang-barang itu sudah dia buang bertahun-tahun lalu.
Tapi tidak di dalam pikirannya.
Stan, gadis kecil kita sudah kembali.
Aku tak memesan pelayanan tak sopan.
-Mengapa kau tak di loteng? -Di sana dingin dan berangin.
Cocok untuk bir murahan. Tapi aku harus tidur di sana.
Bagus, tak terlalu terang. Tepat sekali.
Dia masih di luar sana.
Mengapa dia berjongkok? Itu bukan caranya membuat kopi.
-Apa Roger pindah ke kamar Hayley? -Tidak.
Baiklah, aku kembali ke loteng dingin itu.
Lagi pula, seharusnya aku membawa pneumonia ke planet asalku.
Aku ingin gadis kecilku kembali. Turun dan minta maaflah.
Tidak. Tak ada minta maaf. George W yang mengajariku.
Aku hanya harus mengingatkan dia indahnya kehidupan di rumah Smith.
Jangan keluar malam ini.
Marco dan Skye mengadakan pesta anggur dan keju di mobil mereka.
Halo. Ayah membawakanmu badut dan kebun binatang.
Yakin tak mau kembali? Mungkin si badut akan menaiki babi ini.
Menyenangkan sekali!
-Berapa lama lagi kau di sini? -Dua jam.
Bacakan cerita untuk istriku.
SEKOLAH LANJUTAN PEARL BAILEY
-Bagaimana perburuan branya? -Sedang berjalan.
Seorang gadis baru merabaku dengan kakinya.
Apa? Sejak kapan Frankle menarik perhatian wanita?
Dia menggunakan jurus simpati.
Tangan adiknya terjepit di lift ski dan tertarik putus.
-Menyedihkan sekali. -Tidak untuk Frankle.
Baiklah, akan kunilai kontes berciumannya.
-Kabar baik, Francine. -Hayley sudah kembali?
Lebih baik daripada itu. Sapalah anakmu yang baru.
-Apa? -Cantik, 'kan?
-Apa itu bayi Tiongkok? -Betul. Bayi Jepang, tepatnya.
Aku tak ingin anak baru. Kau tak paham?
Aku ingin Hayley-ku.
Salah satu dari kita BAB.
Hayley, apa yang terjadi? Dahulu, kau menurut sekali.
-Makan kacang polongmu. -Mengapa?
Agar kuat melawan pelecehan seks Presiden Clinton.
Itu dia di luar rumah.
Kau sudah dengar? Sanders baru membunuh diktator pertamanya.
Tadinya, dia sekutu Amerika Serikat, lalu menjadi diktator.
Dia diktator. Itu bagus. Aku senang.
Kita harus merayakannya. Bagaimana kalau makan siang
hari Jumat di tempat bufet?
-Tentu! -Apa Hayley sudah kembali?
Belum. Francine amat sedih.
Kalau dia sesedih itu sekarang, bagaimana nanti saat Hayley tiada?
Sudah bicara kepada Hayley agar dia tahu kau mau dia pulang?
No comments yet. Be the first to leave one.