Die ersten 186 Zeilen.
Astaga, sulit kupercaya adikku sudah menikah.
Kenapa tak bilang padaku kau kawin lari?
Karena itu terjadi begitu saja.
Kami ada di pengadilan, makan siang...
Tunggu, kenapa kalian ada di pengadilan?
Kami makan siang.
Mendadak, kami bilang,
"Kita di sini, makan siang. Ayo menikah. Benar?"
Satu setengah tahun lalu, aku tak tahu aku punya adik lelaki.
Kini aku juga punya adik perempuan.
Ini hebat sekali.
Baiklah.
Baiklah.
Hentikan! Jangan!
Aku akan berikan kalian hadiah sekarang.
Apa ada yang kalian butuhkan?
Ya.
Kami mencoba agar aku hamil.
Sebenarnya sejak tunangan, kami ingin langsung punya anak.
Tak ada orang yang semakin muda.
Karena masalahnya, kami tak bisa punya anak.
Kami sudah coba semuanya dan menemui banyak dokter.
Mereka bilang peluang kami untuk punya bayi
adalah jika mereka ambil spermaku, sel telurnya,
menyatukannya di cawan,
lalu memasukkannya ke wanita lain.
Jadi, apakah kau mau menjadi wanita untuk kami masukkan itu.
Itu hadiah yang sangat bagus.
Aku memikirkan wadah saus.
Kalian, dengar ini. Tebaklah pekerjaan yang baru kudapat.
Aku tak tahu, tapi Donald Trump ingin jaket birunya menjadi hitam.
Apa?
Jaket birunya dikembalikan. Dia ingin itu dikembalikan.
Kau bilang "hitam." Kenapa dia ingin jaket birunya menjadi hitam?
Kau tahu maksudku.
Tidak, kau mengacaukannya.
Kau bodoh.
Jadi, pekerjaan apa yang kau dapat, Joe?
Pemandu tur di museum. Ross mencarikannya untukku.
Bagaimana kau bisa jadi pemandu tur? Tidakkah kau harus menjadi
ahli dinosaurus atau semacamnya?
Tidak juga. Mereka berikan semua informasinya.
Itu seperti menghafalkan naskah.
Di kiri Anda, ada tyrannosaurus rex, dari Periode Jurassic.
Bagus sekali.
Ya, sebenarnya, Joey, dari Periode Cretaceous.
Tapi aku bisa mengucapkan Jurassic.
Hei! Tebaklah. Frank Jr. dan Alice sudah menikah.
- Astaga! - Mereka juga akan punya bayi.
Mereka ingin aku yang membesarkannya dalam rahimku!
- Astaga. - Kau serius?
Ya.
Kau berpikir mau bercinta dengan adikmu?
Menjijikkan! Tidak!
Mereka ingin aku menjadi ibu pengganti.
Itu sel telur dan sperma mereka, Aku hanya oven-nya. Itu roti mereka.
Kau bilang apa pada mereka?
Mereka bilang aku harus memikirkannya dulu,
tapi apa yang harus dipikirkan?
Aku akan berikan mereka hadiah terbesar yang bisa diberikan.
Kau akan mengandung anak mereka dan belikan mereka Sony PlayStation?
Sayang, ini hal yang luar biasa untuk dilakukan bagi mereka.
Tapi banyak hal yang harus dipikirkan.
Ya, kau akan hamil. Maksudku, hamil.
Aku tahu.
Kau bicara tentang membuat tubuhmu mengalami banyak hal.
Maksudku, mual, persalinan.
Semuanya demi orang lain.
Ya. Apa maksudmu?
Hal yang baru kukatakan tadi.
Aku tak tahu apa aku akan bisa melakukannya.
Kupikir kali pertama aku punya bayi,
haruslah bersama orang yang kucintai.
Bayinya juga...
Penjaga.
Kalian jauh lebih mendukung saat aku mau membuat furnitur denim.
Jika kau memutuskan melakukan ini, kami akan sangat mendukungmu.
Kami ingin kau memikirkannya dengan saksama.
Mungkin kau bisa bicara pada orang yang sudah punya bayi.
Ibumu, misalnya.
Ibuku tak pernah melahirkan. Tapi ibu kandungku pernah.
Aku sukap bokong ini. Boleh kubawa ke kantor?
Ya, tentu. Ini bukan milikku. Ini sepaket dengan celananya.
Aku sangat iri.
Kalian sedang di sana, ya?
Ya.
Di mana?
Awalnya, saat hanya ada seks dan mengobrol,
seks dan mengobrol.
Ya, aku suka mengobrolnya.
- Lalu seks-nya? - Kami belum bercinta.
Apa masalahnya? Ini spesial.
Aku ingin cinta kami bertumbuh sebelum lanjut ke tahap berikutnya.
Chandler, itu bagus sekali.
Itu sangat bagus.
Kebohongannya!
- Tak mungkin itu alasannya. - Kenapa?
Hanya karena kau kurang dewasa untuk memahami hal seperti itu?
Tidak, dia benar, aku bohong sepenuhnya.
Lalu, apa alasannya?
Pacar terakhir Kathy adalah Joey.
Kau takut tak bisa menggantikan posisinya?
Tidak, aku takut tak bisa bercinta sehebat dia.
Ya, aku mengatakan kiasan.
Ya, dan aku mengatakan arti sebenarnya.
Tak masalah, Joey punya banyak pacar.
Tak berarti dia hebat di ranjang.
Dinding kami hanya selapis.
Jadi, dia hebat di ranjang, atau dia sering setuju dengannya.
Sayang, denganmu, akan berbeda.
Seks-nya akan hebat karena kalian jatuh cinta.
- Ya? - Ya.
- Lakukan saja. - Ya, harus, ayolah.
Baiklah, aku akan bercinta dengan pacarku.
Tapi aku hanya melakukannya demi kalian.
Baiklah, mastodon berasal dari akhir Periode Jurassic.
Bukankah mastodon berasal dari Pliocene Epoch?
Ini museum. Dilarang bicara.
Di sini ada
kaki yang besar.
Lalu di sini, ada Ross Geller.
Semuanya, lambaikan salam pada Ross.
Ross adalah salah satu lmuwan terpenting kami.
Lihatlah dia bekerja keras.
Baiklah, jalan terus. Ayo.
Tak dikunci. Masuklah.
- Hai. - Hai.
- Maaf aku terlambat. - Tak masalah.
Itu memberiku waktu untuk melapisi putingku.
Kau berusaha keras saat menantikan tamu.
Tidak, aku sedang membuat tembikar.
Aku tak tahu kau membuat tembikar.
Kebanyakan yang telanjang.
Ini memadukan dua hobiku, tembikar dan erotika.
Tembikar erotis.
Baiklah!
Terima kasih mau datang menemuiku.
Kupikir adalah ide bagus, bicara langsung tentang bayi ini.
Aku sungguh berpikir itu bukan ide bagus, Phoebe.
Kenapa?
Karena kau akan menyerahkan bayi itu.
Aku sungguh tak...
Entah apa ada yang bisa kukatakan
yang akan membuatmu memahami betapa sedihnya menyerahkan bayi.
Jadi...
Tidak, aku mengerti rasa sakitnya. Jangan sakiti anak anjingnya.
Tidak, anak anjing ini milikmu.
Aku mendapat anak anjing?
Ya, tapi hanya untuk tiga hari.
Kenapa?
Aku sadar aku tak berhak mulai mengajarimu
tentang menjadi orang tua sekarang.
Phoebe, bisa tolong lihat aku dan jangan anak anjingnya?
Ini sangat penting.
Baiklah.
Aku tahu yang kubicarakan.
Aku menyerahkan dua bayi.
Aku hanya berharap ada orang
yang pernah menyerahkan bayi yang bisa memberitahuku,
betapa menyedihkan untuk menyerahkan bayi.
Kupikir itu akan menjadi hal
yang akan kau sesali setiap hari selama sisa hidupmu.
Jadi, betapa pun beratnya bagimu untuk menyerahkan anak anjing ini,
akan jutaan kali lebih sulit untuk menyerahkan seorang anak.
Mestinya aku tak memberimu anak anjing ini dulu.
Kau keberatan duduk di sana?
Kursi ini untuk temanku, Ross.
Maksudmu Dr. Geller?
Doktor? Aku tak tahu dia punya julukan.
Dia tak akan duduk di sini.
Hanya orang berjubah putih yang duduk di sana.
Hanya orang yang berjaket biru yang duduk di sini.
Bagaimana bisa?
Memang begitulah adanya.
Itu gila.
Mungkin ini gila di dunia yang sempurna.
Dunia tanpa jaket laboratorium dan blazer.
Tapi kau bukan di dunia sempurna. Kini kau ada di museum.
Lihat ilmuwan berkacamata itu?
Kami selalu bermain bersama saat SD, tapi kini...
Peter! Hei, Peter!
Ini aku, Rhonda, dari P.S. 129?
Kubagi pudingku denganmu, Kawan!
Kuberi kau bungkusan kudapanku!
Lihat? Dia pura-pura tak mendengarku!
Kupikir semua orang pura-pura tak mendengarmu.
No comments yet. Be the first to leave one.