Die ersten 188 Zeilen.
SUARA RADIO MOBIL BERTAMBAH KERAS SAAT PARA GADIS MENDEKAT
Tak ada yang lebih baik daripada makan malam di rumah.
Seolah akulah raja di istana ini.
Menari, bodoh! Menarilah untuk rajamu!
Hayley, sariawanmu menetes di atas semua kentang itu.
Itu terakhir kalinya aku memakai pelembap bibir
yang kutemukan di bus.
Sayang, tak ada yang akan percaya itu.
Aku yang buka! Aku saja! Ya!
Hore! Ibu, Nenek dan Kakek datang!
Berengsek! Orang tuamu selalu datang mendadak.
Steve, turunkan mejanya. Hayley, sembunyikan alat makan!
-Semuanya, lepas sepatu! -Francine, jangan buka pintunya!
Stan, mereka orang tuaku.
-Francine! -Mah Mah! Bah Bah!
-Kau, menunduk! -Lepaskan sepatu di rumah!
Kau pasti diadopsi, 'kan?
-Apa ini? -Kepala ikan dengan batang kol.
Di Barat, kami sebut ini sampah.
Mah Mah, ini membuatku terkenang masa lalu.
Memakan bibir ikan trout, menonton TJ Hooker.
Hooker!
Tongkat iblis.
-Tak boleh pakai garpu! -Dengar, Bubba, ini...
-Bah Bah. -Itu yang kuucapkan, Bubba.
Bah Bah.
Sudah 20 tahun, kau masih tak bisa mengucapkan yang benar.
Sekarang sudah setengah jam? Kunjungan yang menyenangkan.
Silakan, biar kubantu melempar koper kalian ke pekarangan.
Yang coba dikatakan Stan adalah
kalian boleh menginap selama yang kalian inginkan.
Hanya selama akhir pekan. Kami melancong keliling negeri.
Mah Mah dan aku ingin mewujudkan impian kami untuk melihat
semua benda terbesar di dunia.
Minggu ini, termometer. Minggu depan, gulungan benang.
Sebaiknya kita bergegas sebelum kucing terbesar menggondolnya.
Jangan.
-Jangan menggantung bebek. -Bebek tak masalah.
Hadiah untukmu, cucuku. Kembang api bisnis keluarga.
Kau boleh nyalakan satu sekarang dan sisakan lainnya untuk nanti.
Entahlah. Kembang api ini tampak berbahaya.
Tamparan Keledai, Semburan Kobra, Mao Tse Boom,
-Exxon Valdez. -Sariawanmu menetes lagi.
-Bom Kepala Permaisuri. -Nenek punya obat untuk bibir PSK.
-Terima kasih, Nenek. -Demam Mimpi.
-Jeritan Berang-berang. -Baunya seperti kotoran.
Ini memang kotoran, dari kera.
Hobo, Bom Semprot menyakitkan, Aku Meledakkanmu Sejak Dulu.
Demi Tuhan, kau warga Amerika! Berhenti memikirkan akibatnya
dan ledakkan sesuatu!
Pilihan buruk. Yang itu disebut Pasien Inggris.
Itu tampak indah, tapi perlu waktu sangat lama
untuk hasil mengecewakan.
Bah Bah, kau tak membungkus losion pelembap di plastik kedap.
-Losionnya melumuri semuanya. -Aku menutupnya!
-Sudah kubilang padamu. -Kenapa kau bawa losion?
Francine, apa ada yang bertaruh berapa waslap yang bisa muat
di bokongku atau kulakukan ini hanya karena suka?
-Itu tak penting. 17! -Roger, ada tamu.
Kotor sekali di sini. Andai saja aku punya...
Tunggu. Ini ada satu dan satu lagi.
Lihat itu. Aku seperti kotak tisu.
Lihat, kulitku kering.
Andai bisa kusingkirkan mereka semudah itu.
-Hormati mereka. -Kenapa?
-Mereka bukan orang tua kandungmu. -Stan!
Mereka satu-satunya orang tua yang pernah kukenal.
Mereka membesarkanku dengan kasih sayang sama
dengan yang mereka tunjukkan pada putri kandung mereka.
Gwen? Dia seksi sekali. Seseksi bintang Playboy.
Bagus. Sudah cukup buruk aku kesal, kini aku bergairah.
Kau sangat tak peka, Francine! Ciumlah aku seperti adikmu...
Tahukah kau? Lupakan saja.
Kita sangat gila!
Tuan-tuan, silakan kirim surat kalian ke ujung dunia.
Karena di sanalah kita tinggal!
-Lindsay Coolidge. -Penyebab kantin menjadi bergairah.
Kalian sedang minum bir atau sesuatu yang lain?
Bir! Kembang api.
Lihat ini. Aku John Williams.
-Wajahku! -Barry, maafkan aku! Aku...
Membakar wajah temanmu? Itu ekstrem. Ekstrem itu hebat.
-Aku tak tahu kau segila itu. -Sangat gila.
-Kau bersedia lakukan apa pun. -Aku bersedia lakukan segalanya.
Itu membuatku bergairah.
Begini saja, akan kuizinkan kau menyentuh dadaku
jika kau bisa membakar si gendut itu.
Itu panggilan nenekku untukku!
Akan kubayar kau 48 dolar untuk berasimilasi.
Lepaskan sepatu di dalam rumah!
Apa yang kau... Kau tak perlu mencuci tisu WC.
-Aku akan beli lagi. -Pemborosan!
Kau memboroskan uang. Setiap sen berarti.
Apa katamu? Kau baru menyebut namaku.
Kau coba menyamarkan dengan bahasa Cina, tapi aku dengar itu!
Coba apa kau suka ini?
Francine...
-Lihat wajahmu! Kau benci ini! -Nenek, entah apa ini mujarab.
Kau harus mengoleskan kotoran kera itu sampai sembuh.
Diamkan saja dan oleskan lagi setelah bilan jam.
-Kau coba usapkan "sembilan"? -Ya, bilan.
Yang benar adalah "sembilan."
-Katakan "sembilan." -Bilan.
Ikuti aku.
-Satu. -Satu.
-Dua. Tiga. -Dua. Tiga.
-Empat. Lima. -Empat. Lima.
-Enam. Tujuh. -Enam. Tujuh.
-Delapan. Sembilan. -Delapan. Bilan.
Bukan!
Minyak bebek berengsek.
Aku baru membersihkan tisu toilet itu!
Sudahlah. Akan kucuci lagi bersama tampon yang kutemukan
di tong sampah. Pemborosan.
Aku tak tahan lagi.
Mereka kikir, pengatur. Mereka menguasai rumah.
Aku merasa seperti tamu di rumahku sendiri.
Stan, sudahlah. Tinggal sehari lagi.
-Hei, lihat aku. -Apa itu celana renang baruku?
Aku bahkan belum pernah memakainya.
Aku senang di sini. Kami akan menginap dua minggu.
Jangan! Kembali kemari, Bubba!
-Aku kelepasan. -Aku ingin mereka pergi!
Bukan besok atau dua minggu lagi, sekarang juga!
Aku tak mau mengusir orang tuaku.
Mereka bukan orang tua kandungmu. Mereka tak melahirkanmu!
Hanya karena mereka bukan orang tua kandungku
bukan berarti mereka bukan orang tuaku!
Aku tak mau dengar tentang hal itu lagi!
Berengsek. Mereka ada di luar sana.
Aku tak akan berhenti sampai kutemukan
mertua kandungku.
AGENSI ADOPSI LANGLEY JUAL ANAK SEJAK 1960
Baik, di sini kita bisa temukan mertua kandungku yang sebenarnya.
Apa aku pernah menceritakan kisah tragis orang tuaku?
Bagus. Sementara kuretas basis data, alihkan perhatian.
Pengalih perhatian? Rencana ilegal seperti di film.
Bicara soal film, kau pernah menonton Man On Fire?
Apa itu film yang...
INFORMASI
Nama, Francine Ling.
Tahun lahir. Enter.
Itu mereka. Nicholas dan Cassandra Dawson.
Hilton Head, Carolina Selatan. Fail, Cetak.
Gagal menemukan printer. Kesalahan L5.
Bagus.
Aku sudah matikan pencetaknya. Kutunggu pencetak menyala lagi.
Baiklah, sudah menyala. Baiklah, aku menuju komputernya.
Aku sudah di depan komputer. Fail, cetak. Dan...
Tidak. Kesalahan L5 lagi.
Akan kukirim ke printer lain di sistem kami.
Tidak. L5. Jadi, bukan printer itu masalahnya.
-Janggal. Tulis saja informasinya. -Teknologi seperti itu?
Tiga langkah maju, empat langkah mundur.
-Membuat pekerjaanku berguna. -Benar sekali.
Bagaimana kau tahu aku tahan api? Aku bahkan tak tahu itu.
Tunggu. Kau tahu aku tahan api, 'kan?
Akan kuanggap jawabannya ya dan kita bisa terus berteman.
Kawan-kawan, jika aku bisa lakukan ini,
Lindsay Coolidge akan mengizinkanku menyentuh dadanya.
Snot, ingatkah kau saat kuberi kau separuh jerukku?
-Ya. -Kalau begitu,
biar kupasang petasan di bokongmu.
Tidak. Aku tak ingat kau memberiku separuh jeruk itu.
-Jadi, kau tak boleh lakukan itu. -Kenapa semua membenciku?
-Coba tebak, aku tahan api. -Boleh meledakkanmu dengan petasan?
-Kenapa tidak? -Luar biasa!
SELAMAT DATANG DI HILTON HEAD CAROLINA SELATAN
Astaga! Mereka kaya raya!
Ibu Mertua, Ayah Mertua, aku menemukan kalian!
Sayangilah aku!
Baiklah. Kini akan kuledakkan sepupuku Roger secara ceroboh.
Untuk pengukuran tepat, akan kuledakkan semua dengan ini.
Peledak Jari!
Tak ada yang bisa membuat gadis bergairah
sehebat Peledak Jari itu.
Jempolku! Aku meledakkan jempolku!
Kita akan mendapat masalah! Lari!
Baiklah, kesempatan emas. Katakan,
"Charlie, mereka mengambil jempolku!"
Eric Roberts? Pope of Greenwich Village?
Kau tak mau? Kau tak menyenangkan.
Kami sangat senang kau menghubungi kami, Stan.
Kami sering memikirkan putri yang harus kami serahkan.
-Itu hari yang sangat buruk. -Aku hanya bisa membayangkan.
Nick, Cassie, apa rencana kalian? Ke bioskop atau sesuatu?
Boleh lihat koleksi film kalian? Kalian pasti punya Dave.
Kalian ingin menonton Dave? Kevin Kline memerankan dua tokoh.
No comments yet. Be the first to leave one.