Staffel 1

Release Info

A Wild Last Boss Appeared! S01 WEB-DL
Ein Kommentar von Black Hole

Tags

webdl
Veröffentlicht am: 2026-01-17
Downloads: 92
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 140 Zeilen.

Domba Rona Pelangi, ya?

Kalau tak salah, engkau Monster Legenaris yang hanya terlahir seabad sekali.

Tak kusangka bisa menemukannya di sini.

Apa engkau menangis? Hmp.

Tebakanku,

engkau terus-terusan lari dari kejaran Manusia serta Monster, kan?

Dikatakan sehelai bulumu lebih berharga dari pada emas.

Jadi berapa nilai air matamu?

Jika engkau ingin menangisi dan meratapi kelemahanmu sendiri,

maka cobalah serang balik musuhmu.

Apa engkau hanya bisa menangis?

Kalau begitu, terus saja seperti ini.

Benar, seperti ini.

Rupanya engkau bisa jika mencoba, Hei Domba.

Wahai Domba, ikutlah aku.

Aku juga masih bak buah yang belum matang,

dan aku belum cukup kuat tuk melumat segalanya.

Namun, aku kan menjadi kuat.

Kemudian,

kan kuronai dunia dengan kuasaku!

Tak kusangka engkaulah rekan pertamaku.

Apa engkau punya nama?

Begitu?

Aries

Namamu adalah Aries.

Jadilah kuat bersamaku, Aries.

Eps 3 Aries Menyerang!

Johnny! Lebih cepat!

Bos Gantz!

Ada apa ini?

Kau sendiri tau, kan?

Pertempuran pernentuan akhirnya datang!

Serangan penuh Aries, ya?

Ya!

Kapten, bagaimana musuh kita?

Hmm...

Woi, woi...

Kami disuruh menahan mereka sebelum Pasukan Utama datang?

Meski ngawur, tapi tak ada pilihan lain.

Karena dia sampai repot-repot mengucapkan salam.

Gempa tadi memang benar deklarasi perang dari Aries, ya?

"Kami kan meninvasi kalian, tapi tak kan diam-diem tanpa mendeklarasikan perang."

Kalau tak salah, itu aturan yang ditentukan Lufas Maphaahl sendiri.

Saat menginvasi pun mereka melakukannya secara adil, ya?

Malah niru sifat aneh Majikannya.

Kapten!

Semua pasukan telah di posisi.

Seluruh Penyihir, maju ke depan!

Kurangi meski seekor, sebelum merka maju lebih dekat!

Tembak!

Regu Panas, bersiap!

Lepaskan!

Persiapan menyerang!

Ayo, serang!

Bertahanlah sebelum Pasukan Utama datang!

Maju sini, Monster-monster bangsat!

Kucinjang kalian jadi adonan bakso!

Terima kasih, Gantz.

Terima kasihnya tunda dulu.

Tak ada habisnya.

Kalau terus begini, bisa-bisa mereka lewati perbatasan.

Sialan! Apa Pasukan Utama belum datang?

Berapa lama lagi?

Harus tunggu sampai kapan?!

Lakukan, Levia.

Ini...

Benar... Levia!

Dewi Pelindung telah bergerak, ya?

Wahai Pasukanku!

Kerja bagus karena berhasil bertahan!

Mulai sekarang, aku dan Levia yang kan maju!

Dewi Pelindung, Levia!

Hidup Raja Megrez!

Maju!

Mengerikannya.

Ini sih Puan Lufas tak kan dapat jahat tampil.

Humu. Aku hanya bisa memuji.

Senang melihat Gantz selamat.

Mungkin saja Levia dapat kalahkan Aries.

Elemen Datuk Aries itu api, sih. Kecocokan mereka buruk sekali, kan.

Terlebih, tak hanya Levia,

Megrez juga bersiaga di belakang.

Coba cek statusnya, dah.

Karena levelnya sama sepertiku, mungkin ku tak bisa melihatnya...

Lagian, level 500?

Kok bisa?

Hm? Tanda Kekalahan?

Dina, Megrez memiliki status abnormal...

yang disebut Lambang Kekalahan.

Ah... itu berarti, rumor itu ternyata benar, ya.

Rumor?

Ada rumor beredar, bahwa saat Ketujuh Pahlawan dikalahkan oleh Maharaja Iblis, mereka pun dapat kutukan.

Katanya, akibat itu mereka tak dapat keluarkan lebih dari setengah kekuatannya.

Ini juga sangat merepotkan.

Karena itulah, jika benar mereka melemah karena kutukan,

mustahil dia bisa buat Golem seperti itu.

Itu berarti, Levia adalah garda terakhir Kerajaan Svel.

Puan Lufas!

Ya.

Datang juga.

Mbek!

Aries.

Api dan Air.

Jika berhadapan langsung, harusnya kami yang unggul.

Meleset!

Tidak, kalian salah.

Baginda Megrez!

Ombak Pasang

Mbek!

Lompat?

Meski segede itu?

Mbek!

Mesarthim?!

Peninggalannya Lufas, ya?!

Merepotkan!

Bisa! Pasti bisa!

Pertempuran ini bisa kita menangkan!

Bagaimana ini, Puan Lufas?

Kalau berdasarkan pertempuran ini saja, Levia lebih unggul.

Tetapi,

HP-nya yang melimpah telah banyak terkuran.

Pada akhirnya, yang kalah adalah Levia.

Jadi begitu.

Aries sejak awal tak berniat menangkan ini.

Dia seolah-olah menjadikan ini pertempuran terakhir, untuk melemahkan Levia.

Aku memang merasa janggal.

Pihak Monster jelas terlalu lemah.

Berarti... mereka cuma pengalihan?

Sepertinya Aries menyimpulkan tak mungkin bisa kalahkan Levia hanya dalam sekali serbuan.

Harusnya dia telah pikirkan cara untuk mundur.

Kemudian,

Megrez dan Levia pasti tak bisa mengejarnya.

Mereka kan Pelindung Negeri.

Dan mereka itu sangat cerdas,

dan sedang berpikir "Jangan-jangan ini cuma umpan, dan jika kami pergi akan ada Monster lain yang menyerang."

Karena itu, mereka pasti tak kan pergi.

Astaga, Aries. Dia tumbuh jadi semakin licik.

Padahal yang jadi panutannya itu Puan Lufas sendiri.

Aku ngajari cara tempur yang curang buat ngakalin status yang kurang, ya?

Meski begitu, kurasa dia terlalu licik.

A Wild Last Boss Appeared! subtitles in other languages

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left