Die ersten 196 Zeilen.
Petualangan Besar! Pencarian warisan Yondaime Hokage
Bagian II
Harus ada cara menghentikan asap ini.
Sesuatu...
"Melalui Bunga Krisan Liar"
Sial, apa artinya itu.. "tunjukan tekad"?
Ini adalah pertarungan yang tentunya tak akan kuikuti.
Satu lawan satu, kita tak bisa kalahkan mereka.
Tapi jika aku mengumpulkan dendam kami, dan mengutuk mereka dengan jurus...
Mereka akan berada di awan itu.
Urami no Ame: Sebuah jurus hujan
Dan Urami no Ame akan segera datang!
Apa ini? Aku merasa kekuatanku hilang.
Ini, bukan air biasa...
Saat senang... Saat senang...
Aku akan menjadi chuunin.
Dan berpacaran dengan Sakura-chan.
Itu sebabnya dia dicurigai.
Kau masih percaya padanya, Naruto?
Babak final Ujian Chunin akan dimulai esok hari.
Tune in again!
Ini mulai terbentuk.
Tidak, belum...
Mengingat tujuanku hanya menggerakan batu itu.
Itu benar...
Aku harap kau dapat mengujinya...
Apakah itu akan dapat kau gunakan pada Babak Final.
Apa ini?
Laba-laba raksasa itu sangat mengejutkan!
Jadi, mengapa kau menghadapinya?
Itu sangat berbahaya!
Baiklah, ayo kita kalahkan rekor waktu Yondaime.
Dan mencari peninggalanya!
Apa kau dengar yang aku katakan?!
Aa.. Sakura-chan itu sakit.. Ow, hidungku! Sakit...
Shikamaru?
Hambatan berikutnya harusnya ada disini.
Kalian duluanlah.
Apa yang akan kau lakukan?
Ada sesuatu yang harus ku selesaikan.
Pergi saja duluan, kalian sedang buru-buru, kan?
Ada apa denganya?
Kemana kau akan pergi?
Bodoh, kenapa kau mengikutiku?!
Baiklah, aku ingin mencari tau...
Apa itu???!
Sheesh...
Jangan sampai terganggu oleh batu itu!
Musuh.. adalah bayangan batu itu!
Musuh?!
Mati kau!
Kagemane no Jutsu, berhasil!
Begitu dekat, hampir..
Aku akan tunjukan apa yang dapat kulakukan.
Tajuu, Kage Bunshin no Jutsu!
Tunggu..!
Kage Bunshin?
Mereka lebih hebat dari yang kukira..
Mundur!
Kau Ninja Amegakure, yang tidak lolos Ujian Chuunin!
Apa tujuanmu?
Tujuan?
Jangan katakan jika kalian juga ingin mendapatkan peninggalan Yondaime, rahasia terbesar!
Apa kau bodoh?!
Huh?
Jangan mengejar kami lagi..
Lain kali, kau takkan lolos begitu saja.
Huh? Hey!
Kenapa kau melepaskanya?!
Kau hanya bisa menambah masalah saja.
Bagaimana pun, kita tak punya waktu bertarung dengan mereka!
Kita harus memecahkan rekor waktu Yondaime.
Shikamaru! Apa yang terjadi?
Hanya masalah kecil.
Jadi, apa rintangan selanjutnya?
Baiklah, selanjutnya...
Kita tak punya banyak waktu.
Ayo pergi!
Hey, Naruto!
Astaga! Gulungan Macan ini saja belum diartikan!
Melalui Bunga Krisan Liar...
Dimana rintangan selanjutnya?
Apa ini?
Itu tertulis "Tombol Mundur".
Tombol Mundur
Kembalilah!
Jangan melangkah sembarangan!
Huh? Huh?
Apa ini?
Itu gas tidur!
Pintu keluar!
Jangan bernapas Naruto!
Ayo naik ke langit-langit..
Apakah kita terkunci disiini?
Dari atas sini..
Aku lihat ada bunga raksasa.
Choji! gunakan teknik mu, dan jauhkan asap ini dari kita!
Kemudian, cari lubang dibawah lantai!
Ok!
Baika no Jutsu!
Apakah ada sesuatu didalam lubang itu?
Tunggu dulu...
Umm...
Ada sebuah tombol!
Oke, tekan itu!
Baik!
Syukurlah...
Bisakah kau berjalan, Ino?
Ya...
Pintu keluar!
Hey, itu sungai!
Jalannya ... Kesini...!
OK, semuanya!
Ikuti aku!
Hei.. Belajarlah sedikit...
Apa yang kau lakukan?!
Pertama, Gulungan ini..
Kita tak bisa lagi ada kesalahan.
Ungkapan-ungkapan yang berisi petunjuk..
Menjelaskan bagaimana cara melalui rintangan.
Hmm...
Mari kita menyusun rencana sebelum tenemukan diri kita terjepit.
Huuhhh... Kau selalu berbuat salah...
Dan selalu membawa orang dalam bahaya, Naruto!
Sakura-chan, jangan bicara seperti itu...
Shikamaru, apa tulisan selanjutnya?
Ya...
"Sangat lincah.. dan menunjukan tekad."
Lincah, ya?
Ayo!
Naruto! Apa yang kau lakukan?!
Menunjukan tekad yang lincah!
Naruto Bodoh!
Kita tak punya pilihan, ayo!
Tidakkah kau dengar sebelumnya?!
Baiklah, aku hanya mengikuti Gulungan Macan itu..
Apakah kalian merasakan laju semakin cepat?
A-apa karena itu?
Kita melakukanya!
Kita akan menabrak bebatuan itu!
Jika kita menghindari batu-batu itu, kita akan jatuh kedalam air.
Mengapa kau berbicara seperti pengamat?
Huh.. Aku hanya membuat penilaian saja..
Berhentilah kalian berdua!
Bicaralah! Mulailah mengerjakan sesuatu!
Apa?!
Diamlah!
Apa itu?
Batu itu, seperti ukiran wajah Hokage di Konoha.
Apa?
Shikamaru! Apa yang akan kita lakukan?!
Kita harus cepat atau kita akan menabrak!
Menunjukan tekad ya..?
Aku punya tekad!
Naruto...
Tidak peduli apapun, aku akan mendapatkan peninggalan Yondaime!
Naruto! Apa kau...
Tidak...!
Kali ini, Naruto benar! Melompatlah ke kanan!
Aku mengerti...
Ini telah dibangun sedemikian rupa di air terjun!
Pelangi di sebelah kiri dengan cipratan air,
Tapi tidak di sebelah kanan.
Jika kita memilih sisi kiri kita akan gagal.
Hey, kau sangat berat..! Ayo bergerak dan bergegaslah!
Huh? Apa yang kau katakan?
Kau mengatakan aku berat? Kau satu-satunya yang berbicara!
Ya.. Aku katakan kau berat, Ino si babi!
Berhentilah bercanda..! Alis besar!
Kalian bertiga sangat berat!
Huh?!
Apa?!
Apa?!
Apa?!
Astaga, kau tidak bisa menjaga bicaramu, Naruto!
Aku kasihan padamu.. Sakura..
Terjebak dalam satu tim dengan orang seperti dia.
Itu benari..
Benarkah?
Ke-kenapa?
Rintangan Terakhir
Baiklah, Rintangan terakhir..
Huh?! Ino! Kau...
Choji! Kau...
Maaf, Naruto.. tapi kita akan sendiri-sendiri dari sini..
Kami akan mengambil, peninggalan Yondaime itu?
Hey... ini tak adil.
Kami ingin Shikamaru memenangkanya, tidak peduli apapun.
Shikamaru, sekarang kesempatan kita!
Shikamaru!
"Melampaui kebencian"
"Untuk mendekati jalan, itu takkan terbuka"
Itulah ungkapan selanjutnya.
Itu berarti jalan takkan terbuka,
jika kau mengkhianati temanmu?
Sekarang kedengaranya kau seperti pria yang gagah.
No comments yet. Be the first to leave one.