Land of Mine

Land of Mine (Under sandet)

Download Indonesian Untertitel

Release Info

Under sandet 2015 DANISH 1080p BluRay x264 DTS-JYK - Sub Indonesia
Ein Kommentar von ChenKaKui
Selamat menonton! Terima kasih banyak atas masukannya! :3

Tags

BluRay
x264
1080
TS
Veröffentlicht am: 2018-12-31
Downloads: 126
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Denmark, Mei 1945 Lima tahun pendudukan Jerman berakhir.

Kau! Berhenti! Iya kau!

Apa ini? Ini bukan milikmu. Paham?

Ada apa? Ada masalah? Hah?

Punya apa kalian sekarang? Pulang sana! Pergi!

Ini bukan benderamu!

Tolong! Tolong! Berhenti!

Berdiri! Berdiri kataku!

Ini! Ambil topimu dan pergi.

Bajingan!

Pergi! Pergi kataku!

Ini negaraku! Mengerti tidak? Pergi!

Kalian tidak diterima disini!

Pergi! Ini negaraku! Paham?

- Bawa mereka pergi dari sini - Siap, sersan.

LAND OF MINE

Saya Kapten Ebbe Jensen dari Korps Zeni Denmark.

Untuk kalian yang tidak paham kenapa kalian ada disini:

Saya kembali ke Denmark untuk bebersih setelah perang.

Denmark bukan teman kalian. Kalian harus paham.

Jangan berharap orang Denmark bersedia menyambut kalian dengan tangan terbuka.

Tak seorangpun menginginkan orang Jerman disini.

Dan saya disini hanya untuk satu alasan:

Untuk membersihkan pantai barat Denmark dari ranjau darat Jerman.

Ranjau yang sudah ditanam disini.

Kira-kira ada 2,2 juta ranjau di sepanjang pantai barat Denmark...

lebih banyak dibandingkan ranjau di seluruh negara Eropa.

Seseorang pasti mengira bahwa invasi Sekutu akan terjadi disini.

Kasihan sekali, bagi siapapun yang punya gagasan itu.

Dan kasihan sekali kalian.

Siapa yang pernah melihat atau mengurus ranjau darat sebelumnya?

Apa ada yang pernah mencoba menjinakkan?

Siapa yang pernah melihat ini sebelumnya?

Itu ranjau yang paling umum.

Untuk dampak maksimal, ranjau dikubur sekitar 15 sampai 20 cm didalam pasir...

yang membuat mereka relatif mudah ditemukan.

Kau baru saja kehilangan tanganmu.

Ayo. Kita tak ada waktu untuk bersedih.

Kau mati.

Disini, kita baru saja diperlihatkan kematian pertama.

Jika kau tidak bertemu keluargamu lagi,

apa kau akan menjadi yang pertama mati?

- Tidak. - Aku tak bisa dengar.

Tidak kapten, aku tidak akan menjadi yang pertama mati.

Aku senang mendengarnya. Coba lagi.

Mati lagi.

Ranjau disini bukan ranjau mati.

Itu berarti, kalau kalian bertindak salah,

kalian akan mati atau luka parah.

- Paham? - Siap, kapten!

Bagus. Kemarilah.

- Kau yang pertama jalan. - Siap, kapten.

Sekarang.

Berikutnya.

Bagus. Cepat sekali. Berikutnya.

Lebih cepat!

Berikutnya.

Bagus.

Berikutnya.

Berikutnya.

Berikutnya.

Berikutnya.

Bagus.

Lebih cepat!

Ayo!

Yang lain sudah menjinakkan ranjau dari tadi.

Kau tertidur?

Kapten, izin untuk menjemput.

Tidak diizinkan.

Persetan!

Aku masuk.

- Biarkan saja ranjaunya. - Saya bisa lakukan.

- Berdiri, prajurit. Berdiri! - Tidak, saya bisa lakukan.

- Prajurit! Berdiri! - Tidak, tolong! Saya tahu saya bisa lakukan.

Tutup telingamu.

Berikutnya.

Ketika sebuah ranjau dijinakkan...

Elisabeth. Kemari.

Kemarilah sayang.

Kalian tentara?

Jawab aku, dasar babi kotor! Apa kalian tentara?

Siap, iya, sersan!

Baris satu banjar! Cepat!

Cepat!

Baris satu banjar! Laksanakan!

Siap grak!

- Paham tidak aba-aba "siap"? - Siap, paham.

Kalau begitu berdiri yang tegak selayaknya pria!

Istirahat ditempat!

- Nama? - Marklein, sersan.

- Nama depan? - Hermann, sersan.

- Rodolf Selke, sersan. - Friedrich Schnurr.

- Wolff apa? - Johann Wolff.

- Kluger. - Nama lengkap?

August Kluger, sersan.

Dan kalian berdua? Kalian sepertinya saudara.

- Kami saudara kembar, sersan - Kembar?

Nama?

Werner dan Ernst Lessner, sersan.

- Apa aku bertanya padamu? - Tidak, sersan.

Kalau begitu diam.

- Maafkan saya. - Apa?

- Bilang apa kau? - Maafkan saya.

- Kenapa kau minta maaf? - Karena saya menyebutkan nama saudara saya.

- Kau minta maaf? - Iya, sersan.

Persetan dengan alasanmu! Aku tak memberi maaf! Paham?

Siap, paham, sersan.

- Dan kau, bocah kecil? - Wilhelm Lebern, sersan.

- Apa kau seorang tentara? - Siap, iya, sersan.

Ludwig Haffke, sersan. Sebastian Schumann, sersan.

Lihat aku ketika kau bicara.

- Helmut Morbach, sersan. - Seragammu bagus.

- Sudah pernah ikut perang? - Siap, sudah.

- Kau menangis ya? - Tidak, sersan!

- Ada apa? Apa kau menangis? - Tidak, sersan!

- Kau takut? - Tidak, sersan!

- Kau kangen kampung? - Tidak, sersan!

- Semuanya bisa lihat bendera hitam disana? - Siap, bisa, sersan..

Diantara kedua bendera itu ada 45.000 ranjau yang dikubur.

Kalian harus jinakkan dan bersihkan.

Kalau sudah selesai, baru kalian boleh pulang.

- Paham? - Siap, paham, sersan!

Kalian tidak bisa pulang sampai semuanya dijinakkan! Paham?!

Siap, paham, sersan!

Kalau kalian menjinakkan enam ranjau setiap jam dan tidak meledakkan diri sendiri,

kalian bisa pulang dalam tiga bulan.

- Paham? - Siap, paham, sersan!

- Kau! Kau mau berkata sesuatu? - Tidak, sersan.

- Yakin? - Sangat yakin, sersan.

- Kau, yang bawa peta. - Ludwig, sersan.

Berikan petanya padaku.

- Kalian bisa lihat? - Siap, bisa, sersan!

Setiap daerah ada nomornya.

Bintang dan titik menunjukkan jenis ranjaunya.

Bagi mereka yang tugasnya menghitung ranjau, pastikan petaku terbarukan.

Tugas ini sama pentingnya dengan menjinakkan ranjau.

- Paham? - Siap, paham, sersan!

Dari batu ini, tandai sampai ke air untuk membentuk zona aman.

Perlu kuberitahu apa yang terjadi pada mereka yang berusaha kabur?

Tidak, sersan!

Satu, dua, tiga, empat.

Satu, dua...

tiga, empat.

Satu, dua, tiga, empat.

Aku dapat satu!

Aku dapat satu!

- Aku dapat satu! - Aku dapat satu juga!

Lumayan disini.

Apa yang akan kalian lakukan ketika kalian kembali ke keluarga kalian?

Aku akan jadi mekanik.

Salah satu kawan ayahku punya pabrik bagus.

Ia akan mempekerjakanku ketika aku pulang.

- Kau tidak melupakan sesuatu? - Urus urusanmu sendiri.

Ia harus tahu kalau masa depannya hanya ilusi belaka.

Bukan ilusi. Ia sudah janji padaku.

- Dan jika.... - Stop.

Perlu aku tanya apa dia mau mempekerjakan pekerja magang juga?

Ya. Itu bagus.

- Kalau begitu kita bisa bekerja bersama - Ya.

Perlu kumintakan juga untukmu, Wilhelm?

- Stop - Baguslah.

- Tiga... - Helmut.

- Diamlah - Stop.

Kita bertiga, saling bantu.

Apa!?

Lihat? Kurasa ia punya makanan.

Ia punya roti.

Halo.

Siapa namanya?

Kau paham bahasa Jerman?

Ia terluka. Lihat.

Seorang tentara harus selalu siap membantu.

Aku tidak punya boneka waktu kecil. Aku laki-laki, jadi aku punyanya mobil-mobilan.

Ia akan lebih baik.

Terima kasih.

Sama-sama.

Elisabeth!?

Elisabeth!?

Sebaiknya kau pergi.

Elisabeth! Datanglah kalau ibu panggil.

Sedang apa kau disana?

Jangan!

Ibu sudah bilang kan jangan ke rumah nelayan?

Apa yang kau tak paham?

Kau tak paham apa yang ibu bilang? Ibu sudah capek denganmu yang suka kelayapan.

Sekarang saatnya kalau mau buang air kecil.

Tidak? Tidurlah.

Pergi sekarang! Cepat!

- Kalian sudah didalam? - Siap, sudah, sersan.

Kau tidak bisa bicara padanya?

- Aku belum makan dua hari. - Tak ada gunanya mengeluh.

Bagaimana aku bisa menjinakkan ranjau dengan perut kosong?

- Ini saya, Sebastian. - Kau mau apa?

Apa anda tahu kami belum makan apapun selama dua hari, sersan?

- Kalau kami tidak makan.. - Lantas bagaimana menurutmu?

Kau pikir aku merasa kasihan pada kalian?

- Tidak, sersan. - Aku tak peduli.

- Aku tak peduli sama sekali. - Saya paham, sersan.

Aku tak tahu kapan makanan datang. Orang Jerman bukan yang utama.

Selamat malam, Sebastian.

More Indonesian subtitles for Land of Mine

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left