Staffel 1

Release Info

Girls' Last Tour S01
Ein Kommentar von Black Hole

Tags

bluray
Veröffentlicht am: 2025-10-17
Downloads: 55
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 199 Zeilen.

Perjalanan Akhir Dua Gadis Perjalanan Akhir Dua Gadis

Kick m 0 0 l 1 0 1 100 0 100 Kick m 0 0 l 1 0 1 100 0 100 She m 0 0 l 1 0 1 100 0 100 She m 0 0 l 1 0 1 100 0 100 Mood m 0 0 l 1 0 1 100 0 100 Mood m 0 0 l 1 0 1 100 0 100

Hari ini udaranya hangat, ya.

Percuma saja.

Cuacanya juga bagus.

Tidak bisa diperbaiki ....

Damainya ....

Aku sudah putus asa ....

Yuu! Putus asa ....

Berhenti mengemut lempengan besi itu dan bantu aku sini.

Dih, ogah, ah.

Mending kita menghabiskan waktu buat berbaikan sama keputusasaan ini.

Pikiranmu memang terlalu positif.

Yah, kalau Yuu menyentuhnya, yang ada malah jadi tambah rusak.

Gawat, nih.

Kalau sampai tidak bisa diperbaiki ...,

kita tidak akan bisa ke mana-mana, apalagi naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Tidak bisa ke mana-mana juga tidak masalah ....

Aku betulan sudah putus asa!

Chi, lihat itu! Itu!

Apaan?

Apa itu yang namanya "pesawat"?

Itu lo, di langit ada yang namanya pesawat .... Yuu, lihat, ada orang, tuh!

Eh, orang? Eh, langit? Di mana?

Oh, benar katamu. Ada sesuatu di langit.

Lihat, ada orang!

Barusan kan aku sudah kasih tahu!

Dia jatuh.

Iya.

Mati kali, ya?

Alah, mana ada.

Ayo coba ke sana.

Berhasil.

Bisa terbang dengan baik.

Baiklah, berarti sudah stabil.

Bikin kaget saja!

Kalian ini siapa?

Dia Yuuri, dan aku Chito.

Kami berdua adalah ....

Eng ....

Kamu tadi bilang berhasil, jangan-jangan maksudnya ....

Itu, lo.

Jadi memang pesawat itu ....

Itu aku yang buat.

Kamu yang buat?!

Oh, Kettenkrad-mu, ya ....

Biar kulihat ....

Kayaknya aku bisa perbaiki.

Eh?

Betulan?

Kayaknya.

Syukurlah, Chi! Kita beruntung, nih!

I-Iya.

Sebagai gantinya,

aku juga ingin kalian bantu aku melakukan sesuatu.

Di tempat seperti ini bisa bertemu orang lain ...,

aku juga merasa sangat beruntung.

Hei, kita ini mau pergi ke mana?

Sudah hampir sampai, kok.

Kalian maju sedikit lagi.

Iya, di situ saja cukup.

Oh iya, kami belum tahu namamu.

Namaku, ya ....

Namaku Ishii.

Sepertinya tempat ini semacam pangkalan udara tua.

Air dan listrik masih ada, suku cadang untuk mesin juga banyak yang tergeletak.

Aku sudah lama tinggal di sini, sih.

Tinggal di sini?

Apa kamu punya kasur dua tingkat?!

Apaan itu?

Alah.

Kalau rak makanan?

Tidak punya, tapi di dekat sini ada pabrik ransum.

Dulunya, sih.

Sekarang sudah tidak jalan lagi.

Meski air dan listrik masih ada, tapi selain itu hampir semuanya sudah tidak bisa digunakan.

Tinggal masalah waktu saja.

Eng, omong-omong, pesawat yang tadi terbang ....

Apa tidak masalah ditinggal begitu saja?

Iya, soalnya tadi cuma purwarupa saja.

Purwarupa?

Aslinya ada di sini.

Ini dia.

Aku ingin kalian berdua membantuku menyelesaikannya.

Sebagai gantinya, aku akan memperbaiki Kettenkrad kalian.

Luar biasa ....

Terus kalau ini sudah selesai, apa yang akan kamu lakukan?

Kalau sudah selesai, aku aku menaikinya ...

... dan meninggalkan kota ini.

Lepas Landas

Bisa mandi! Ada pancurannya lagi!

Sampai mau meminjamkan kamar mandinya untuk kita, Ishii itu jelas-jelas orang baik.

Iya.

Kanazawa juga orang baik. Dengan petanya ....

Kadang orang itu memang baik,

tapi bukan berarti semua orang di luar sana itu baik.

Tapi ada yang bilang kalau manusia itu makhluk yang saling membantu!

Orang yang bahkan tidak mau membantuku mending diam saja.

Wah, betulan ....

Mau sampai kapan pun, mandi rasanya tetap saja nyaman.

Iya ....

Ishii, terima kasih untuk kamar mandinya!

Kebetulan sekali.

Panas, panas ....

Ini apa?

Singkong.

Singkong?!

Sepertinya ini dulu dijadikan tepung untuk bahan pembuatan ransum.

Panas, panas!

Jadi ini yang namanya singkong.

Direbus juga bisa.

Enak.

Lezat!

Memang tidak besar, tapi mengandung banyak nutrisi.

Habiskan itu, supaya besok kalian bisa bantu dengan maksimal.

Kamu tinggal di sini, Ishii?

Iya, begitulah.

Hei, Ishii?

Apa?

Kenapa kamu ingin membuat pesawat?

Kok?

Kebanyakan orang tidak akan kepikiran untuk membuatnya, meskipun ada banyak perkakas.

Perkakas jadi salah satu alasannya, tapi alasan utamanya adalah ....

Yah ....

Pasti karena itu.

Itu?

Aku punya dokumen.

Dokumen?

Dokumen itu maksudnya ....

Itu yang tepat ada di hadapan kalian.

Hadapan kami?

Cetak birunya pesawat.

Karena berceceran di gudang pangkalan ini, jadi aku berinisiatif mengumpulkannya.

Dari versi tertua yang pernah dibuat umat manusia ...

... sampai yang memakai teknologi di luar nalar kita.

Mungkin dulunya pangkalan ini berfungsi sebagai gudang dokumentasi untuk teknologi penerbangan.

Benar-benar catatan sejarah dari perkembangan teknologi penerbangan.

Aku membuat pesawat itu menggunakan semua desain ini sebagai referensinya.

Berarti desain pesawat tadi asli buatanmu, ya?!

Kok aku jadi khawatir, ya.

Kayak mau jatuh.

Aku harus merakitnya dengan material seadanya, sih.

Mau bagaimana lagi.

Ditambah, aku tidak punya waktu lagi.

Karena masalah ransum?

Ransum memang jadi masalah.

Tapi kalau aku melewatkan periode tanpa salju dan angin ini,

sepertinya aku tidak akan dapat kesempatan lain.

Tapi ... kalau gagal, kamu akan ....

Kenapa malah kamu yang ketakutan, Chi?

Meski begitu ....

Yang namanya keputusasaan itu ... saat kamu tidak bisa pergi ke mana-mana, 'kan?

Kamu hanya akan mati bersama kota ini.

Sekarang lebih baik kita tidur saja.

Kontainer sebelah tidak dikunci, jadi kalian pakai saja.

Hei, Chi, tempat di luar kota ini itu seperti apa, ya?

Entahlah ....

Aku belum pernah memikirkannya.

Sama kota ini saja aku tidak tahu betul.

Mungkin Ishii tahu.

Bisa jadi.

Tapi, mungkin dia benar saat bilang kalau kita cuma akan mati kalau tinggal di sini.

Ishii.

Iya?

Mur besarnya sudah ketemu!

Oh, terima kasih.

Memang gede, ya.

Padahal segede itu, tapi cuma bisa dinaiki satu orang?

Soalnya aku fokus pada jarak tempuh dibanding yang lainnya.

Dengan tangki ekstra, harusnya ini bisa terbang lebih dari dua ratus kilometer.

Dua ratus?!

Memangnya itu jauh?

Jauh banget.

Aku jadi penasaran, pemandangan dari langit itu seperti apa.

Kamu ingin naik juga?

Maaf, soalnya cuma muat satu orang.

Aku ingin naik.

Ah, sama sekali tidak.

Setelah sistem kendalinya berfungsi, kita akan mulai mengurus sayap utamanya.

Putus asa .... Putus asa ....

Putus asa, putus asa ....

Dan terus putus asa ....

Putus asa, putus asa, putus asa!

Putus asa, putus asa!

Bisa jalan lagi!

Hampir saja kita hilang harapan ....

Terus, terus, terus ....

Lancar, lancar.

Syukurlah kamu bisa diperbaiki.

Hei, Chito!

Bisa bawakan itu lebih dekat lagi?

Baik!

Di sini?

Iya, di situ saja.

Terus, terus!

Maju dikit lagi!

Terus, terus!

Nah, berhenti!

Bagus.

Girls' Last Tour subtitles in other languages

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left