WIND BREAKER

WIND BREAKER

Download Indonesian Untertitel

Staffel 2

Release Info

WIND BREAKER S02
Ein Kommentar von Black Hole

Tags

webdl
Veröffentlicht am: 2025-08-11
Downloads: 83
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Aku menyukai hal yang imut dan cantik.

Tapi, entah sejak kapan,

aku tidak pernah mengatakannya.

Agar diriku yang tidak normal

bisa hidup di dunia yang normal.

I-Ini bukan kencan, lo, ya!

Oh? Kamu lebih suka berduaan?

Sakura, ternyata kamu tahu seperti apa kencan itu, ya?

Bukan!

Omong-omong, Tsubaki, kita mau pergi ke mana?

Oh, maaf, maaf.

Aku belum menjelaskan apa pun, ya.

Kita akan menuju rumah seorang kakek bernama Ito.

Setahun lalu, istrinya meninggal dunia.

Dia terpukul dan murung.

Aku rutin mengunjunginya karena khawatir.

Biasanya bareng dua wakilmu, ya?

Ya.

Tapi, kadang aku bawa orang baru biar menyegarkan.

"Me-Menyegarkan"? Tanggung jawabnya jadi terasa berat.

Secara spesifik, kami harus apa?

Tidak perlu merasa terbebani.

Kalian cukup mengobrol, membantu pekerjaan rumah,

atau sekadar duduk menemaninya.

Bagikanlah semangat anak muda padanya.

Tsubaki, selamat datang!

Hari ini ada dorayaki dari Toko Nazuna, lo.

Aku berniat memakannya bersamamu.

Wah, senangnya! Aku suka banget dorayaki dari sana!

Lah, dia ceria banget.

Hei, apanya yang murung, coba?

Dia benar-benar terlihat ceria.

Tamannya juga indah.

Tidak terlihat seperti rumah orang yang terpukul.

Oh? Mereka anak-anak baru, ya?

Benar.

Mereka anak kelas satu.

Sa-Salam kenal.

Halo.

Begitu, ya.

Anak-anak Furin semuanya modis, ya.

Rambutmu seperti warna mimosa yang indah.

Mimosa?

Itu nama bunga.

Antingmu terbuat dari koral, ya.

Terlihat cukup antik, tapi sangat cocok.

Oh, kamu...

Matamu itu...

Indah seperti warna senja.

Mengingatkan akan pantai yang kukunjungi bersama istriku.

Aku suka banget cerita itu!

Berdiri berdampingan di tepi pantai hingga matahari terbenam di balik cakrawala.

Romantis banget.

Saking indahnya,

setelah terbenam pun, aku tidak bisa beranjak dari tempat itu.

Kami terjatuh saat pulang,

bahkan sampai berlumuran pasir.

Oh, maaf, malah membuat kalian mendengarkan sambil berdiri.

Ayo, masuk.

Permisi!

Lo? Sakura?

Kenapa mukamu merah begitu?

Mana kutahu!

Lo?

Kakek, jangan seperti ini.

Makanan tidak habis harus dimasukkan ke kulkas.

Alamak, aku lupa.

Selain itu,

lampunya juga mati.

Oh, niatnya mau aku ganti.

Kalau berkenan, aku bisa menggantinya.

Eh? Sungguh?

Apa ini sedang diperbaiki?

Ya, benar.

Aku ke toilet sebentar dan malah lupa.

Bisa tolong bawakan ini?

Aku mau buatkan teh dulu.

Tunggu di ruang ujung, ya.

Ba-Baik.

Katanya ujung, berarti yang paling ujung itu, kan?

Bajunya banyak banget.

Dipakai setiap hari pun kayaknya setahun tidak akan habis.

Oh, maaf, maaf.

Sebelah sini.

Dilihat dari tumpukan debunya,

tampaknya sudah tidak pernah dipakai lagi, ya.

Oh, ya, Kakek.

Lain kali, mari kita berkencan.

Hm?

Cuacanya juga mulai hangat, sudah waktunya bermodis.

Kita ke kafe atau bioskop.

Bagaimana kalau pakai topi abu-abu itu?

Seperti saat melihat bunga sakura tahun lalu.

Waktu itu, kalian berdua benar-benar luar biasa.

Sudah seperti adegan dalam film.

Anda dan istri suka sekali bermodis, ya.

Luar biasa.

Pantas saja ada banyak baju.

Sejak dulu dia memang orang yang modis.

Agar bisa mengikuti obrolan dan mendapat perhatiannya,

aku jadi ikut tercemplung.

Awalnya aku pernah memberinya gaun.

Tapi, motif bunganya norak banget sampai menyilaukan.

Kalau dipikir-pikir, serasa di luar nalar.

Meski begitu, istriku bisa memadukannya bersama aksesori

dan sepatu dengan sangat baik.

Aku juga suka cerita itu.

Sampai-sampai selalu dipakai, kan?

Nenek pasti suka banget.

Aku harap begitu.

Eh? Tentu saja dia suka.

Dia selalu tersenyum dan tenang.

Tapi, dia bukan tipe yang banyak bicara.

Meski begitu,

waktu yang kami habiskan bersama membuatku bahagia.

Setidaknya untukku.

Sungguh hubungan yang indah.

Kami permisi.

Aku akan datang lagi.

Ya.

Mungkin karena matamu itu,

aku jadi senang bisa mengenang banyak hal tentang istriku.

Terima kasih.

Aku tidak melakukan apa-apa, tuh.

Aku khawatir karena katanya sedang terpukul,

ternyata dia sangat ceria.

Yah, dia jauh lebih baik dibandingkan setahun lalu.

Tapi terkadang, ada saat-saat dia terlihat sedih.

Tentu itu wajar, karena dia kehilangan orang yang berharga.

Tapi, rasanya bukan hanya itu.

Yah, dia pasti menyangkal meski kutanyai.

Meskipun begitu, aku ingin kakek kembali ceria.

Agar Kakek bisa menjalani hidup dengan bahagia,

apa pun akan kulakukan.

Kenapa sampai sejauh itu?

Kakek dan nenek,

adalah orang yang berjasa bagiku.

Mereka mencintaiku

apa adanya.

Lihat, ini imut, kan?

Iya!

Imut banget!

Terima kasih.

Tsubakino, sedang apa kamu?

Ayo pergi.

Iya.

- Imut banget, ya? - Ah, lagi-lagi soal barang perempuan, ya?

"Imut imut," apa bagusnya, coba?

Ya, kan?

I-Iya.

Oh, iya, ini untukmu.

Kamu pernah bilang suka mobil seperti ini, kan?

Te-Terima kasih, aku senang.

Ya!

Sampai besok, ya!

Hei, aku juga mau kalau ada motornya.

I-Imut banget!

Bagusnya!

Ini warnanya bagus, tapi aku lebih suka bentuk yang ini.

Pulang nanti, akan kutaruh di...

Pembohong.

Barang jatuh?

Cantiknya.

Oh!

Anak muda, anting-anting itu...

Itu milik istriku, aku sudah mencarinya sejak tadi.

Terima kasih sudah menemukannya.

Padahal laki-laki, baju dalamnya warna pink.

Tapi, entah kenapa,

terlihat bagus.

Anak muda, kamu suka dorayaki?

Yui, anting-antingnya ketemu, lo!

Seorang anak lewat memungutnya untukku.

Oh, sungguh?

Dia sedang menunggu di depan pintu.

Aku mau memberikannya dorayaki.

Jadi, kamu yang menemukan anting-antingnya?

Terima kasih.

Ini, pilihlah yang kamu suka.

Lo? Ada apa?

Kamu tidak suka dorayaki?

Tidak, anu...

I-Itu...

Baju Nenek sangat cantik.

Bagus, kan? Cantik, kan?

Itu permintaanku.

Kupikir akan cocok di musim ini.

Kamu tahu hal-hal yang modis, ya?

Bu-Bukan seperti itu...

Istriku selalu bermodis, jadi...

Kami akan senang kalau kamu datang melihatnya lagi.

Setelah itu, hampir setiap hari

aku menemui mereka berdua.

Rasanya senang melihat mereka berdua berpakaian indah.

Ada apa?

A-Aku laki-laki,

jadi tidak begitu mengerti.

Yui! Stok daun tehnya ada di mana, ya?

Iya, sebentar.

Tasuku, kamu mau mencobanya?

More Indonesian subtitles for WIND BREAKER

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left