Die ersten 200 Zeilen.
Bagaimana harimu?
Baik.
- Banyak cuciannya? - Ya.
Tapi sudah selesai.
Tunggu sebentar.
Tinggalkan saja suamimu.
Ayo ikut aku.
Jadi kau bisa menikmatinya kapan saja.
Benarkah, Olan? Ini di altar?
Kau tidak punya rasa hormat.
Selamat pagi.
Aku mau tanya,
di mana jalan menuju puncak gunung?
Di ujung persimpangan jalan.
Di sebelah kiri, itu jalan ke gunung.
Lalu ke kanan, ke atas.
Hey!
Matamu liar lagi.
Kau mau aku mencopotnya?
Aku hanya menghargai...
Alam yang indah.
Ah!
Hey!
Ayo!
Aku Zak,
dan ini Jaz, pacarku.
Oh tidak, sayang. Maafkan aku.
Ada sesuatu yang harus kuurus.
Oh! Handukmu.
Kemari, akan kuseka keringatmu.
Kau melepas handukmu lagi.
Sudah kubilang, jangan lepaskan handukmu.
Tunggu sebentar.
Aku akan membuatkanmu makanan.
Aku membutuhkan terapi
agar aku bisa berjalan dan bergerak sendiri.
Bagaimana kalau
kita lanjutkan pijatannya Mang Karyo?
Apa yang perlu kita lakukan
adalah menemukan terapis.
Seorang profesional,
itulah yang dikatakan dokter.
Itu mahal.
Mang Karyo harganya tidak mahal.
Dia tidak masalah.
Pijatannya tidak berpengaruh padamu.
Bagaimana kalau
kita gadaikan rumah ini untuk sementara.
Kau tidak bisa bekerja.
Bagaimana kita akan membayarnya?
Kita tidak bisa selalu seperti ini.
Jangan khawatir.
Kita akan temukan jalan keluarnya.
Ayo tidur, sayang.
Oke.
Ah, permisi.
Ini jalan yang benar
ke arah puncak gunung?
Lanjutkan saja.
Jalannya di ujung persimpangan jalan,
belok kanan.
Kau pergi sendirian?
Ya.
Sulit untuk sendirian.
Kau tidak bersama siapa pun.
Pasti sepi.
Oh tidak!
Kau bisa tersesat di sana.
Harus ada rambu
yang mengarahkan ke atas.
Aku tidak tahu, dulu ada tandanya,
tapi sekarang aku tidak yakin.
Sudah lama aku tidak ke sana.
Tapi ikuti saja jalan sempit itu.
Apa itu?
Cokelat?
Tidak. Itu batangan energi.
Itu yang biasanya kumakan saat tiba-tiba merasa lapar,
terutama saat aku di gym.
Dan saat aku ke gunung.
Enak sekali.
Kau membawa banyak barang.
Kau akan bermalam di sana?
Ya, mungkin.
Baiklah, lanjutkan. Aku takkan mengganggumu.
Tidak apa-apa. Aku sudah selesai.
Terima kasih.
Jadi, ayo?
Apa?
Aku akan pergi ke arah yang sama.
Ngomong-ngomong, aku Dolores.
Aku Jayron.
- Ayo? - Ayo.
Hey,
jalurmu selanjutnya ke kanan.
Aku pergi ke arah ini.
Baiklah, terima kasih.
Oke.
Ouch! Ouch!
Hey!
Kau baik-baik saja?
Duduklah di sini dulu.
- Ayo. - Oh.
Di mana?
- Bagian yang mana? - Di situ, di situ.
- Di sini? - Ouch!
Sakit.
- Ini? - Ya! Itu! Teruskan!
Kau baik-baik saja?
Ouch!
Teruskan!
Kau baik-baik saja?
Ah, ya. Terima kasih!
Ah, biar kuantar pulang.
Tidak perlu, aku bisa sendiri.
Seseorang bisa melihat kita.
Siapa? Tak ada seorang pun di sini.
Kau tidak menyukaiku?
Oh, bukan itu masalahnya.
Tapi...
Tapi apa?
Aku belum pernah melakukannya sebelumnya.
Dengan wajah tampanmu itu?
Aku tidak punya pengalaman.
Kau belum punya pacar?
Aku punya pacar
tapi belum pernah melakukannya.
Karena bagiku, aku hanya akan melakukan
saat aku siap menikahinya.
Kau lucu.
Dolores.
Aku akan pergi ke kota lain.
Aku menemukan pekerjaan di sana.
Ayo ikut aku.
Agar kau tidak haus.
Jangan goda aku, Olan!
Kau mengira aku tidak tahu apa yang kau lakukan?
Itu sebabnya kau selalu ada di sini?
Kumohon, biarkan aku memilikimu.
Sebelum aku pergi.
Mungkin kau mau aku memberi tahu suamimu
apa yang sudah kau lakukan?
Tidak ada yang kulakukan di sini selain mencuci dan mengambil air!
Benarkah?
Siapa orang yang kulihat tempo hari?
Dia menanyakan sesuatu padaku.
Bagaimana dengan kita?
Begitu saja?
Atau mungkin kau mau
aku memberitahu suamimu sebagai gantinya.
Kita akan ketahuan.
Jadi, Dolores?
Beri aku waktu untuk berpikir.
Aku tidak suka menunggu.
Aku tidak bisa mengendalikan diriku.
Aku akan mencari tahu.
Aku sendiri yang akan datang padamu.
Jangan khawatir.
Tabungan kami hampir habis.
Aku akan menerima cucian lebih banyak lagi.
Terima kasih, Dolores.
Sampai jumpa.
Ini bayarannya.
Terima kasih!
Dolores!
- Ah, hai! - Bagaimana kau menemukan rumahku?
Aku bertanya-tanya.
Kukira kau kembali ke Manila.
Aku berlibur beberapa hari lagi.
Aku juga menyewa kamar kecil di kota.
Siap tersesat lagi?
Aku terus memikirkanmu…
Kurasa itu sebabnya aku tersesat lagi.
Kuharap bisa merayumu.
Bisa?
Ada yang sudah mengalahkanmu.
Apa?
Kau sudah punya pacar?
Suami.
Dia di sana?
Ya, dia mengalami kecelakaan.
Dia jatuh dari pohon, itu sebabnya dia tidak bisa berjalan.
Mungkin aku bisa membantu.
Bagaimana?
Aku seorang TP.
Terapis Fisik.
Itu pekerjaanku.
Begitu?
Ayo.
Sayang?
Ada yang akan menolongmu.
Aku Jayron.
Apa kabarmu?
Aku Rodel.
Aku seorang terapis fisik dari Manila.
Aku bertemu Dolores di...
Desa.
Aku melihat dia bicara dengan penjaga desa
saat dia naik gunung minggu lalu.
Aku mendengar dia seorang TP,
No comments yet. Be the first to leave one.