Die ersten 200 Zeilen.
mempersembahkan
ZainuddinAri
mempersembahkan
ZainuddinAri
"karena cuacanya amat cerah" itulah satu alasan yang kulemparkan
"sekkaku hareta kara" tte iiwake wo hitotsu hourinage
ku keluar dari garasi dan pergi dengan andalkan tenagaku
GARAGE kara ikioimakase tobidashita
tujuanku adalah selatan kukayuh pedal menuju arah laut
mokutekichi ha minami he fumikondeiku PEDAL ha umi no hou
tanpa lihat peta ataupun ikuti rute yang sudah ditentukan
chizu nante minai kimerareta you na ROUTE wa iya
ku merasa terganggu saat harus ikuti kebiasaan orang lain
dareka no wadachi ha ashi ga torarete komaru
garis lurus yang kugambar dengan sepenuh hatiku
isshifuron ni egaku icchokusen LINE ha
kan terus jadi panorama yang hanya bisa kulihat
boku ni shika mirenai PANORAMA he tsudzuku
ku kan tembus masa kini menuju 0,2 detik masa depan!
COMMA nibyou no mirai he ima wo kirihiriteyuke!
yang penting bersemangat
tonikaku koge
Jalan Bersama
Aku sudah hampir capai batas kekuatan penghancur Chidori.
Kalau aku bisa mengembangkannya dengan lebih baik lagi...
Tapi, bagaimana caranya?
Ayah!
Apa gunanya kalau minta nasihat dari orang yang tak bisa menguasainya?
Aku sudah putuskan untuk melampauinya.
Ayah, apa kau punya waktu?
Ayah sedang sibuk, nanti saja.
Kakak.
Masuklah, ada yang ingin Kakak bicarakan.
Jadi, apa kau sudah buat keputusan?
Ya, Ayah!
Beginilah keputusanku setelah bekerja di bawah pimpinan Hokage Keempat.
Tampaknya Hokage Keempat serius
tanggapi tentang perubahan perlakuan terhadap Klan Uchiha.
Dan aku percaya padanya.
Begitu, ya.
Tapi...
Untuk mewujudkannya, kita juga harus berubah.
Kita sudah buat jarak yang terlalu jauh antara kita dengan yang lainnya.
Dan itulah yang jadi kendalanya.
Jadi?
Bagaimana menurutmu?
Kita harus tunjukkan pada mereka bahwa kita tak punya niat jahat.
Sebagai klan yang merupakan bagian dari desa ini,
kita harus tunjukkan kesetiaan kita pada Hokage Keempat
dan lakukan yang terbaik demi-
Jadi, mereka akan turuti permintaan kita hanya kalau kita mau patuh pada mereka?
Bukan seperti itu.
Ini hanya berdasarkan pengamatanku.
Tidak, itu sih...
Diamlah, Sasuke!
Itachi sudah berkata seperti itu.
Aku yakin dia menyimpulkannya setelah memikirkannya baik-baik.
Tapi-
Selain itu, mereka sudah lama ingin kita ikut andil dalam pemerintahan.
Bagaimanapun, nenek moyang kita memilih untuk tinggal di sini,
setelah bertarung dalam pertempuran berdarah.
Kita harus berusaha untuk bisa bersatu.
Terima kasih.
Ayah selalu saja seperti ini!
Oh ya, ini mungkin begitu tiba-tiba.
Aku sudah diberikan permintaan dari Hokage.
Kau ini licik, ya.
Pertama, kau pastikan agar aku setuju, dan sekarang...
Sebuah misi penting untuk kawal seorang pejabat kepala keluarga.
Ini permintaan langsung dari kepala keluarga tersebut.
Konoha akan kirimkan regu pengawal.
Ini misi yang cukup makan waktu.
Kalau kita menerimanya, kita tak boleh sampai gagal.
Ayo segera pilih orang-orang yang akan ikut.
Selalu saja seperti ini.
Yang dilihat ayah selalu saja kakak.
Tak peduli seberapa keras pun aku mencoba.
Ternyata kau memang tak sama dengan Itachi.
Kalau kakakmu pasti sudah melakukannya dengan lebih baik.
Itachi sudah berkata seperti itu.
Aku yakin dia menyimpulkannya setelah memikirkannya baik-baik.
Selalu saja!
Dia tak pernah mengakuiku!
Lihat? Yang kubilang benar, 'kan, Naruto?
Sasuke sudah kuasai Chidori.
Kau benar!
Kau tak bilang pun, aku juga sudah tahu.
Sasuke.
Aku bawa camilan, ayo kita makan!
Mengganggu saja!
Sasuke.
Apa yang kaulakukan?
Minta maaflah pada Sakura!
Jangan memerintahku seenaknya!
Seorang pecundang tak punya hak untuk bicara!
Aku tak memerintahmu!
Dan juga, aku bukan pecundang!
Aku sudah setara denganmu!
Kau saja yang tak bisa menerimanya!
Kau-
Jangan sok kuat!
Kau setara denganku? Itu sesuatu yang mustahil!
Kalau begitu, kenapa kita tak mengujinya saja sekarang?
Itulah yang aku mau!
Hoi, kalian berdua, hentikan!
Naruto!
Sasuke!
Berhenti!
Ayah?
Maaf, tapi dilarang berkelahi di desa.
Tuan Hokage Keempat!
Terima kasih.
Maafkan aku, Sakura.
Di mana dia?
Aduh!
Sasuke!
Kekuatan macam apa itu?
Bagaimana mungkin dia-
Aku takkan pernah akui keberadaanmu.
Aku bersumpah akan segera kalahkanmu!
Aku tak ciptakan Rasengan untuk lukai teman-temanku.
Kenapa kaulakukan itu?
Aku putus asa.
Aku selalu berusaha agar bisa sejajar dengannya.
Tapi, dia menolak akui keberadaanku.
Perasaan seseorang itu sulit dipahami.
Tapi...
Tapi...
Aku takkan pernah menyerah.
Meskipun sekarang masih tak mungkin,
aku akan jadi lebih kuat.
Suatu hari nanti akan kubuat dia akui keberadaanku!
Kukira kau dengarkan pembicaraan kita kemarin.
Jadi, Ayah ingin menceramahiku lagi tanpa tanyakan kejadian yang sebenarnya?
Sebenarnya apa maumu?
Tak ada.
Aku takkan harapkan apa pun dari Ayah lagi.
Sudah kuputuskan kalau aku akan ikuti jalan hidupku sendiri.
Jalan hidupmu?
Ya, itu benar.
Dan sekarang, aku inginkan kekuatan.
Aku hanya punya satu permintaan.
Sip!
Hari ini aku akan berlatih keras!
Kenapa pagi-pagi begini kau sudah berisik?
Sip, aku mulai!
Naruto.
Sakura?
Ada apa?
Gawat, Sasuke-
Benarkah, Ayah?
Sasuke tinggalkan tim?
Ya, itu benar.
Tadi Fugaku beritahukan hal itu padaku.
Mulai hari ini, Sasuke akan bergabung dengan Kepolisian Konoha.
Kenapa mendadak begitu?
Apa yang akan terjadi pada tim kami, Tim 7?
Mengenai itu...
Aku sendiri yang akan tanyakan hal itu padanya!
Tunggu.
Tunggu dulu.
Kenapa lagi?
Sasuke pergi ke kantor Daimyo.
Uchiha lakukan misi pengawalan dalam jangka waktu yang lama.
Itu adalah Pasukan Elite Uchiha.
Sasuke ingin ikut dan belajar dari Shinobi yang lebih berpengalaman.
Sepertinya dia memang sangat ingin bergabung dengan mereka.
Sasuke melakukannya?
Itu terlalu mendadak.
Kami bahkan belum berbaikan.
Dasar bodoh.
Seharusnya kau merasa gembira karena itu.
Kenapa aku harus gembira?
Dia secara sukarela ikut dalam misi ini agar bisa tingkatkan kemampuannya.
Mungkin dia putuskan hal itu setelah bertarung denganmu dan akhirnya sadari sesuatu.
Kalau begitu, dia juga-
Ya.
Dia juga tak ingin kalah seperti dirimu.
Setidaknya itu berarti dia akui keberadaanmu.
Begitu, ya.
Sekarang bukan waktunya untuk bersantai-santai.
Sasuke akan jadi sangat kuat,
dan saat dia kembali, dia akan kalahkan dan hancurkanmu.
Tidak, itu tak boleh terjadi!
Aku juga harus berlatih!
Ayo cepat, aku harus berlatih sekarang!
Bagus, itu baru namanya semangat.
Aku akan mengamatimu dari langit yang jauh.
Tu-Tu-Tunggu dulu!
Kau bilang apa tadi?
Kau tak ingin membantuku berlatih, Petapa Genit?
Lukaku sudah benar-benar sembuh.
Aku harus segera bersiap untuk cari Orochimaru.
Tak mungkin!
Sudah, tak perlu sedih begitu.
Aku akan awasi latihanmu kalau ada waktu senggang.
Tapi, Ayah selalu sibuk!
Nah, bagaimana kalau aku ikut denganmu saja?
Apa?
Kau juga ingin ikut berkelana?
No comments yet. Be the first to leave one.