Die ersten 200 Zeilen.
Lampu kota menghilang saat tengah malam
Seseorang menari Tipsy Night
Tidak ada cahaya bulan di kota ini
Yang ada hanyalah kesepian di sini
Aku menggigil, kedinginan dan merasa sakit
Kota ini seperti mutiara yang hilang
Kau, biarkanlah aku melihatmu tertawa
Tidak ada alasan, tidak ada pikiran, ini hanyalah...
Ini disebut awal baru yang luar biasa
Yah, fajar pun datang
Lampu kota menghilang saat tengah malam
Kulihat ke belakang ada Black Night Town
Malam ini bulan sedikit lebih besar dari biasanya
Aku bersinar lebih terang dari biasanya
Aku terhuyung-huyung saat perjalanan pulang
Bagaimana teman-teman yang masih ada
Aku menangis tanpa mengatakan apapun
dan air mataku pun berhenti
Ketika aku menjadi lebih kuat...
Kesedihan ini langkah menuju kemandirian
Apa kau sering melupakan rasa sakitmu?
Ingatlah, hidup harus di biarkan mengalir seperti darah
Dan di jalan yang panjang ini aku terjatuh
Melihat ke langit dan berpikir
Kesepian yang sebenarnya adalah mereka yang tanpa masa lalu
Aku sudah tahu siapa dia sekarang
"Yakushi Kabuto"
Jika kau ingin mengetahui dirimu yang sebenarnya...
Kau harus mengakui dirimu yang sebenarnya.
Mereka yang tidak mau mengakui diri sendiri akan gagal...
Sama seperti aku.
Waktu itu aku bukanlah siapa-siapa...
dan aku juga tidak punya apa-apa sejak awal.
Kabuto, apa kau masih bisa bertahan?
Ya, Bunda!
Aku tahu jika ini semua demi kepentingan panti asuhan,
tapi kenapa kita harus menolong shinobi seperti mereka?
Diam saja tidak akan menghasilkan uang...
Urushi, apa kau bisa mengambilkan perban lebih banyak lagi?
Ya, baiklah!
Kau bukan seorang shinobi,
tapi kau cukup ahli dalam menggunakan ninjutsu medis...
Bunda yang mengajariku tehnik ini.
Namamu Kabuto ya?
Kenapa kau tidak menjadi seorang shinobi saja?
Kau akan menjadi shinobi yang hebat...
Aku yakin itu.
Aku tidak tertarik sama sekali.
Aku hanya ingin membantu panti asuhan mendapatkan lebih banyak uang
dan membantu Bunda mengelolanya.
Beliau sudah berjasa besar untukku...
tapi aku baru bisa membalasnya dengan sepasang kaca mata...
Sungguh? Sayang sekali.
Dulu kau terkenal sebagai penjelajah yang hebat,
sekarang kau malah menjadi pengasuh anak-anak.
Sudah lama aku tidak melihatmu,
tapi sepertinya kau kelelahan, Nonou.
Aku sudha melupakan nama itu sejak lama.
Pembicaraan dengan Konoha terkait bantuan dana sudah diputuskan.
Jadi kenapa kalian datang ke sini?
Sepertinya mantan mata-mata terhebat di unit penyusupan
telah berhenti mengabaikan semuanya sejak dia pergi meninggalkan pondasi.
Kami datang ke sini bukan hanya untuk membahas bantuan uang.
Dalam perang seperti saat ini,
kita mendapat info jika Iwagakure sedang berencana
melakukan operasi besar-besaran.
Kami ingin agar kau menyusup ke Iwagakure
dan memastikan kebenaran info ini.
Dan jika info itu memang benar,
kau harus menyelidiki operasi ini sejelas-jelasnya
dan di mana tempat operasi itu, lalu laporkan kembali kepada kami.
Misi ini akan menjadi misi jangka panjang.
Kalau begitu kalian telah datang ke tempat yang salah.
Aku tidak sanggup lagi...
Kalian tidak mengerti betapa penting kehadiran Bunda
bagi panti asuhan dan anak-anak di sini!!
Dia sudah melakukan semuanya demi melindungi panti asuhan ini.
Itu misi yang sangat berbahaya!
Kalian orang-orang pondasi sebaiknya lakukan misi itu sendiri.
Kenapa kalian harus datang ke sini dan mengganggunya?
Dialah satu-satunya orang
yang dapat kami percaya dalam misi jangka panjang ini.
Saat ini, tidak ada anggota pondasi yang memiliki kemampuan mata-mata sehebat dia.
Kebanyakan dari mereka bisa gagal atau membelot kepada musuh.
Aku tahu dia adalah Kunoichi
yang tidak akan pernah berkhianat kepada Konoha...
Dari ekspresi wajah itu,
aku bisa melihat jika kau sudah menduganya, Nonou.
Ya, jika kau menolak, tempat ini akan berhenti mendapat bantuan dana.
Itu tidak adil!
Kesepakatan ini sudah mendapat kepastian dari Hokage Ketiga!
Kau tidak bisa melakukan ini!
Panti asuhan ini sepertinya mudah sekali dibobol dan dirampok...
Kalian seharusnya menyewa pengawal untuk mencegah perampokan
uang yang kalian miliki.
Itu juga kalau kalian punya uang untuk menyewa.
Tanpa sadar,
anak-anak yang kau rawat tidak akan kami ambil.
Padahal anak-anak tanpa masa lalu atau kelurga itu cukup bernilai.
Kalian semua sudah keterlaluan!
Bagaimana mungkin kalian masih menganggap diri kalian shinobi?!
Kalianlah yang tidak mengerti!
Inilah harga yang pantas dibayar untuk melindungi Konoha!
Aku mengerti.
Tunggu, Bunda...!
Kau memutuskannya karena kau tidak bisa membuang emosimu.
Sudah kuduga, kau memang tidak cocok untuk pondasi.
Beraninya kau...!
Lagipula, aku juga sudah kehilangan orang yang bertugas mencari info ini...
Aku akan mengambil satu anak dari tempat ini untuk menggantikannya.
Kenapa harus sejauh itu?
Sudah kubilang aku menerima misi ini!
Masalah ini sudah berbeda.
Misimu adalah untuk menutupi kekurangan biaya panti asuhan ini.
Tapi masalah yang satu ini, harus ditukar dengan satu anak.
Lagipula, ada beberapa naak yang ingin menjadi shinobi Konoha.
Kau harus bertanya pada mereka pilihan yang akan mereka ambil.
Satu anak saja juga tidak apa-apa.
Kenapa, Kabuto?
Aku merasa cocok menjadi ninja.
Lagipula, aku ingin mengasah ninjutsu medisku.
Kabuto! Apa kau ingin melupakan semua kenangan yang kita buat selama 3 tahun ini?!
Kembalilah!
Apa kalian sudah lupa peraturan panti?
Jam tidur sudah lewat.
Percuma saja. Aku sudah terkepung.
Jika aku tidak berbuat kesalahan, seharusnya aku bisa tidur nyenyak sekarang.
Sudah 5 tahun sejak aku pergi meninggalkan panti asuhan.
Aku berharap, aku bisa melihat Bunda dan semuanya untuk terakhir kalinya...
Bunda!
Tidak! Kenapa kau ada di sini?
Kami ingin agar kau menyusup ke Iwagakure...
Dialah satu-satunya orang
yang bisa kami percaya untuk menjalani misi jangka panjang ini.
Jangan-jangan... Kau tetap pergi melaksanakan misi itu?!
Kenapa kau menyembuhkan lukaku?
Siapa kau...?
Ini aku, Bunda!
Kabuto! Jangan khawatir, aku akan menyelamatkanmu.
Kau siapa?
Sebelah sini!
Sial! Nanigashi sudah terbunuh!
Bunda tidak mengenaliku? Kenapa?
Kenapa dia tidak mengingatku? Kenapa?
Jika dia tidak mengingatku, jadi siapa aku ini?
Untuk apa aku menerima semua itu dari Bunda?
Namaku, tanda sebagai salah satu anak Bunda,
bahkan kaca mata ini...
Siapa...
kau?
Ini bukan aku...
Ini bukan aku yang sebenarnya...
Sepertinya kau mulai tidak lagi mengenali dirimu sendiri.
Kau sudah menjadi shinobi yang hebat.
Aku masih mengingatmu… Kabuto.
A-Apakah kau...?!
Selama ini aku selalu mengawasimu.
Dan juga Nonou.
Ikut aku.
Aku akan memberitahukan semua yang ingin kau ketahui.
Apa yang ingin aku ketahui? Apa maksudnya?
Kenapa Bunda mengincarmu...
dan kenapa dia tidak mengingatmu sama sekali.
Apa kau tidak ingin mengetahui... semua itu?
Ini adalah tempat persembunyianku. Tidak ada yang mengetahuinya.
Artinya kau adalah pengunjung pertama.
Kenapa kau membawaku ke tempat ini?!
Apa yang ingin kau lakukan padaku?
Kau menjadi semakin dan semakin penasaran.
Itu bagus.
Manusia tidak akan bisa lari dari rasa penasaran.
Itulah kenapa kau datang mengikutiku ke tempat ini.
Cepat katakan padaku!
Kau tahu apa yang ingin aku tahu, 'kan?
Sejujurnya, pondasi sudah memutuskan
untuk membuangmu dan juga Ibumu.
Apa maksudmu?!
Kalian berdua sudah menjadi mata-mata yang terlalu hebat.
Kalian menjadi tahu lebih banyak dari yang seharusnya.
Apa?!
Selama ini kami sudah mempertaruhkan nyawa kami,
mengumpulkan berbagai informasi demi kepentingan desa...
Dan inilah balasannya?
Terkadang, informasi bisa menjadi senjata yang lebih kuat
dari jutsu atau pedang sekali pun.
Kau sudah dianggap sebagai orang yang sangat berbahaya.
Ya, takdir sudah memutuskannya sejak awal...
Ini hanyalah skenario
agar kalian saling membunuh satu sama lain.
Tepat setelah kau pergi dari panti asuhan,
Danzo membeberkan kepada Bunda alasan sebenarnya kenapa kau pergi.
Bahwa kau telah mengorbankan dirimu sendiri
dan bergabung ke dalam pondasi demi uang untuk panti asuhan.
Bunda ingin membebaskanmu dari pondasi.
Sebagai syarat untuk mengabulkan permintaannya, Danzo mengirimkannya dalam misi untuk membunuh
seseorang sejak beberapa tahun yang lalu.
Ironisnya...
Target pembunuhan itu... adalah kau.
Bukankah itu syarat untuk membebaskanku?!
Kenapa Bunda sampai tidak mengenali jika itu adalah aku?!
No comments yet. Be the first to leave one.