De første 156 linjer.
Penginapan Hyo-ri -
Ini kehidupan Hyo-ri di Jeju...
Soonsim, kau akan masuk TV.
Lihat ke sana.
Apa dia masuk?
Kau ingin kupotong rambutmu?
Ujungnya saja.
Tak usah.
Aku bisa memotongnya.
Hyo-ri...
Aku baik-baik saja...
Biar kuurus sendiri rambutku.
Mimi!
Mimi!
Kemari.
Bagus.
Kita harus memandikan wajahmu...
sebelum kau masuk TV.
Mocha!
Soonsim.
Mendekatlah kemari.
Ini sudut agar kau jadi tampan?
Sekarang mereka mamakai kamera seperti ini.
Haruskah kita mengambil gambar seperti ini?
Apa aku masuk?
Tentu saja.
Tapi aku tidak memakai riasan.
Tak apa-apa?
Kau cantik.
Bagaimana bintik-bintikku?
Mereka tak apa-apa?
Mereka temanmu!
Aku akhirnya menerima mereka.
Aku sadar tak bisa menyembunyikannya lagi.
Biar kuperiksa wajahmu.
Lihat kemari.
Jangan bergerak!
Kau tampan!
Sudah cukup!
Cukup.
Ini sudut yang bagus!
Ini lebih baik lagi!
Kau mau teh?
Ya.
Cium aku.
Tampan sekali.
Mari ambil itu...
tapi jangan terlalu kental.
Kita bisa menawarkan teh di penginapan kita.
Kudengar kita punya banyak pemohon.
Berapa totalnya?
Sekitar 15.000.
15.000?
Jika kita pilih 30...
peluangnya 500:1.
Kurasa orang sungguh ingin melihat...
rumah kita.
Kita belum pernah menunjukkannya.
Aku tahu.
Mungkin jika...
kali ini kita memuaskan rasa penasaran itu...
Apakah orang akan datang menekan bel kemudian menghilang?
Kuharap begitu.
Bagaimana jika tambah parah?/ Mungkin saja.
Ada rumor bahwa kita pindah...
jadi itu tak akan terjadi dalam waktu dekat.
Ada artikel yang menulis bahwa kita pindah.
Orang mempercayainya.
Awalnya aku juga percaya.
Sama.
Ini saat sempurna berada di Jeju.
Tamu kita bisa berselancar.
Mereka bisa belajar selancar.
Mereka bisa belajar memasak dan yoga.
Kau masternya yoga.
Apa yang kau nantikan?
Kita bisa bicara pada orang...
yang sangat berbeda dengan kita.
Akan banyak yang datang dari...
kota seperti Seoul.
Kuharap mereka bisa merasakan bosan...
yang tidak mereka temukan di kota.
Di Jeju kau ingin ke mana?
Baengnokdam.
Baengnokdam?
Aku ingin meminum airnya.
Memancing.
Hiking.
Aku hanya ingin istirahat.
Hal yang hanya bisa kulakukan di Jeju.
Aku ingin berjalan di pantai.
Membuat permohonan di Seongsan Ilchulbong.
Aku ingin naik mobil atau bersepeda di jalur lautan.
Aku ingin hiking di hutan...
tanpa banyak orang.
Aku ingin berbaring dan...
melihat bintang-bintang.
Kau beritahu mereka yang kita bicarakan?
Kami bercanda saat bilang 'ya'...
kini ada kamera di mana-mana.
Kalian bisa mengambilnya lagi.
Kami tidak serius saat bilang 'ya'.
Itu hanya bercanda.
Kami bertemu sekitar 1.000 kelompok.
Berapa yang datang?
Kami tak bisa memberitahumu...
berapa yang akan datang.
Kau tak boleh tahu...
Tapi mereka semua tinggal di sini?
Ya.
Tapi...
Kami harus tahu berapa yang akan datang...
agar kami bisa bersiap.
Penginapan yang lain pasti tahu.
Kami adalah perantara.
Seperti situs pemesanan hotel.
Kupikir kita sudah bersih-bersih...
tapi masih banyak sampah.
Hyo-ri, lihat kemari.
Kenapa ini di sini?
Kurasa anjing kita yang membawanya.
Kita harus membersihkan ini.
Aku harus menutup gorden.
Kita apakan pekarangan belakangnya?
Bahkan setelah membuang semua dan hidup minimalis...
Kenapa kita masih punya banyak?
Aku tahu...
Aku ingin hidup tanpa apa-apa.
Ini semua karenamu.
Kau suka mengumpulkan barang.
Itulah aku!/ Buanglah beberapa!
Hei, aku mau...
membuang ini.
Jangan, itu satu perangkat
Buanglah beberapa.
Lihatlah CD ini!
Lihatlah kekacauan ini!
Kau bahkan tidak mendengar tape!
Kau bahkan tak punya player tape!
Ini Eric Clapton!/ Lalu kenapa?
Lagian tidak pernah kau dengarkan!
Dia guruku.
Kenapa rumah kita begitu terbuka?
Itu yang kau inginkan.
Kita bisa menutupinya dengan ini.
Tapi itu yang kau inginkan.
Kurasa aku terlalu open minded .
Bahkan kita tak punya pintu toilet.
Kenapa kau butuh pintu?
Lagipula hanya kita di rumah ini.
Kita tak pernah ada masalah hingga sekarang.
Bagaimana dengan suaranya?
Tapi kita sudah menikah!
Tak ada yang perlu disembunyikan.
(Menawarkan ruang luas dengan langit-langit tinggi.)
Aku butuh es kopi.
No comments yet. Be the first to leave one.