De første 187 linjer.
"Kecepatan hidup,
...masa-masa sulit, terlihat di wajah."
"Tubuh akan binasa,
...tapi wajah akan terus hidup."
"Tersesat dalam mimpi, dikendalikan oleh kerabat."
"Beberapa diketahui, beberapa tidak diketahui..."
"...menyatakan cinta,
...menyembunyikan kejahatan."
"Mencakup beberapa usia..."
"...seperti ombak sungai."
"Ditelan oleh api kekayaan..."
"...terkubur di bawah abu kemiskinan."
"Wajah..."
"Wajah..."
"Wajah..."
"Tubuh akan binasa,
...tapi wajah akan terus hidup."
"Wajah..."
Mereka tak bersalah.
Dan para pelakunya.
Pembeli dan yang dijual.
Anak kecil, muda, dan tua...
...mereka takut dengan citra mereka sendiri.
Mereka mengagumi diri mereka sendiri di cermin...
...dan mengingat wajah lama mereka.
Semua orang di dunia ini adalah manusia.
Semua orang di dunia ini adalah manusia.
Padahal setiap orang punya identitasnya masing-masing.
Wajah-wajah yang malu dengan begitu banyak identitas.
Wajah-wajah yang malu dengan begitu banyak identitas.
"Tubuh akan binasa,
...tapi wajah akan terus hidup."
"Tubuh akan binasa,
...tapi wajah akan terus hidup."
...tapi wajah akan terus hidup."
Diterjemahkan oleh: Alif Akbar Badarudien Ikuti instagramku: @alifakbarb
Halo.
Aku sedang dijalan.
Halo.
Bisa dengar aku? Aku sedang di pegunungan!
Halo...
Sialan!
Permisi.
Apa jalanan ini menuju Delhi?
Bukan.
Jalanan ini tak menuju kemana pun.
Tapi orang yang pergi ke jalan ini menuju ke Delhi.
Kau baik-baik saja?
Apa kau terluka?
- Baik-baik saja. - Oke. Oke.
Kapan pohon ini akan minggir?
Pohon ini takkan minggir sendiri.
Ini harus dipindahkan.
Dan siapa yang akan memindahkannya?
Petugas, tentu saja.
Mereka akan memindahkannya ketika mereka lewat.
Kapan mereka akan ada di sini?
Tak tahu.
Bisa sebulan, seminggu.
Tak ada yang terjadi dalam hitungan jam di India.
Apa ada hotel atau mungkin wisma di sini?
Ada kurang dari selusin rumah di sini.
Tak ada wisma.
Tapi bagaimana nanti...
Kau adalah pria yang beruntung karena Kau bertemu denganku.
Kalau tak, sulit untuk menemukan apa pun di salju seperti ini.
Rumah temanku dekat.
Aku akan menuju ke sana tadi.
Jadi jika Kau ingin ikut, kupersilakan.
Kau bisa pergi saat jalan sudah tak ada pohon.
Terima kasih.
Kau tiba seperti malaikat pelindungku.
Tidak, aku bukan malaikatmu.
Aku Paramjeet Singh Bhuller.
Sameer Mehra.
- Senang berkenalan denganmu. - Senang berkenalan denganmu.
Kuambil tasku dulu.
Kau adalah penyelamat.
Ayo pergi.
Dimana pak Zaidi? Dia belum kelihatan.
Dan juga tak ada tanda-tanda Pak Bhuller.
Dia akan datang. Aku yakin.
Cuaca semakin buruk.
Mungkin itu membuatnya terlambat.
Bagaimana kalian hidup dalam kondisi ekstrim seperti ini?
Sudah terbiasa.
Mau hujan salju atau pun badai es.
Atau tiba-tiba hujan.
Dan matahari keluar.
Fajar hingga senja... Senja hingga fajar...
Begitulah hidup terus berjalan.
Kurasa penantian sudah berakhir.
Terima kasih Tuhan. Jika itu memang dia.
Selamat datang, selamat datang.
Aku mulai bertanya-tanya apakah Bhuller melupakan semua tentang kita.
Tak mungkin, Pak. Sebenarnya, aku bawa tamu untukmu.
Ini Tn. Sameer Mehra.
Jiwa yang malang di White Mountain.
Jiwa yang malang.
Namaku Jagdish Acharya.
- Panggil aku Sameer. - Selamat datang di rumah kecilku.
Kurasa kakiku membeku.
Tolong, bantu cairkan.
- Terima kasih. - Baik.
Rumahmu bagus.
- Aku ke dalam dulu. - Ya.
- Ana. - Ya.
Mari, bantu dia.
Halo.
Kondisi di luar sangat drastis.
Dan sebuah pohon tumbang di depan mobilku.
Aku tak tahu harus berbuat apa.
Terima kasih.
- Mari. - Terima kasih.
Kami akan membuatmu duduk dekat perapian...
...Dan kau akan lebih nyaman.
Ngomong-ngomong, kau cukup beruntung, Sameer...
...kalau Kau ketemu Tn. Bhuller
Di jalan dan Kau berhasil sampai sini.
Sebenarnya, di papan nama tertera bahwa ini adalah jalan pintas.
Kurasa itu membuat perjalananku lebih lama.
Seseorang harus berpikir dua kali sebelum mengambil jalan pintas.
Jalan pintas dalam hidup terbukti berbahaya.
Dan itu adalah Hariya Jadhav bhai...
...Anggota senior dari kelompok kami.
Ada tempat khusus di hati kami semua.
Halo. Senang bertemu denganmu.
Apa dia teman Bhuller?
Bukan, Hariya bhai, bukan teman.
Ini orang malang yang terjebak dalam badai...
...dan Pak Bhuller membawanya ke sini.
Jadi dia orang asing.
Orang asing. Maaf.
Kupikir Kau adalah teman Pak Bhuller.
Senang bertemu denganmu juga.
Aku telah menunggu hari ini selama berabad-abad.
- Menunggu? - Ya.
Maksud dia adalah kami
bosan melihat wajah satu sama lain...
...jadi dia sangat bersemangat
untuk melihat wajah baru di sekitarnya.
Ya, tentu saja.
Kami semua pensiunan...
berhubungan dengan Hukum dan Ketertiban.
Dia seorang hakim, aku seorang pengacara.
Dan kami menghabiskan hidup kami dalam profesi ini.
Maaf, aku tak punya banyak pengetahuan tentang profesimu.
Daerah tempatku dibesarkan...
...dengan orang-orang yang takut akan Hukum.
Itu adalah masalah yang sangat umum di negara kita.
Bahkan saat kejahatan dilakukan...
...orang takut melaporkannya.
Karena mereka tak ingin terjerat masalah hukum.
Melihat kondisimu aku merasa...
...minuman rum akan menghangatkanmu dengan baik.
Terima kasih.
Kenapa kalian tak ikut minum?
Biasanya, kami tak minum sebelum...
...semuanya sudah kumpul.
Karena Kau adalah tamu kami, jadi aturan ini bukan untukmu.
- Kau mengharapkan kedatangan orang lain? - Ya.
Teman yang sangat baik dan bijaksana, Tn. Lateef Zaidi.
Akankah dia muncul dalam badai seperti ini?
Tak ada badai yang bisa menghalangi jalannya.
Dia sendiri seperti badai.
- Bersulang! - Bersulang.
Aah... Nikmat.
Jika Kau ingin menyegarkan diri...
...Kau bisa pergi ke atas.
Ana.
Ya.
Tunjukkan dia ruang tamu.
Mari.
- Silakan. - Terima kasih.
Dia sudah pergi.
Apa Kau tak akan bertanya padanya?
Nanti Hariya bhai, nanti.
Dia hanya akan naik ke atas untuk saat ini.
Tak ada jaringan di ponselku.
Bisakah aku lakukan panggilan telepon?
Tentu. Silakan.
Terima kasih. Aku ingin memberi tahu istriku tentang...
...apa yang terjadi denganku di sini.
Jadi Kau sedang dalam perjalanan untuk menemui istrimu.
Tidak, dia tinggal di resor yang menanjak.
Kami sedang melakukan syuting untuk iklan Butterfly Collections.
Aku mengemudi ke Delhi untuk janji bisnis...
No comments yet. Be the first to leave one.