Night in Paradise

Night in Paradise (낙원의 밤)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

ㆍㅡ낙원의 밤-Night-In-Paradiseㅡㆍ2020-KOREAN-WEBRip-DDP5 1-PAAI
En kommentar af Coffee_Prison
DURASI (02:12:02) - Resync/Edited (Rapikan sub, Nama karakter, dll) - *CREDIT to NETFLIX

Tags

webrip
web
BRip
Udgivet den: 2021-04-09
Downloads: 107
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

-- Diterjemahkan oleh Listya A.Wardadie -- Resync/Edited By (Coffee_Prison)

Benar.

Sudah kuduga

Presdir Yang akan mengirimmu kemari.

Meski begitu, aku bersedia menyerahkan mereka berkat dirimu.

Jika kau tak datang sendiri,

mereka sudah kurendam dalam semen.

Paham, 'kan?

Itu pasti lucu sekali.

Selamat datang, Bos.

- Selamat datang, Bos. - Selamat datang, Bos.

Di mana anak buah Presdir Yang?

Di sana, Bos.

MENENTANG DEMOLISI DAN KONDOMINIUM BARU

Lantas bagaimana?

Mau kusampaikan begitu kepada bos kami?

Terserah.

Kau atur saja sendiri.

Kita dengarkan dulu.

Kepercayaan kami sudah telanjur hilang.

Jadi, katakanlah alasanmu.

Sebenarnya apa alasanmu bersikap begini kepada kami?

Ya ampun, kau tahu sendiri. Untuk apa bertanya? Buat malu saja.

Ini sudah biasa di profesi kita.

Hei, Tae-Gu.

Apa kau pernah dengar peribahasa ini?

Dangranggeocheol ?

Dangranggeocheol .

Kenapa kau mendadak berlagak pintar? Itu tak pantas denganmu.

Artinya, ada roda gerobak sebesar ini sedang berputar,

tapi seekor belalang berdiri di depan untuk mengadangnya.

Persetan.

Belalang itu memang bersemangat,

tapi apa jadinya?

Camkan baik-baik, Bajingan.

Terus terang, sebenarnya apa rencana kalian?

Kalian kira bisa melawan klan Bukseong

dengan menghardik begitu?

Presdir Yang wajar bersikap begitu demi menaikkan harga dirinya,

tapi untuk apa kau ikut-ikutan?

Kudengar

Pimpinan Doh dari Bukseong pun merekrutmu untuk menjadi bawahannya,

tapi kau tolak?

Berani sekali kau!

Kau bosan hidup, ya?

Waspadalah mulai saat ini.

Pimpinan Doh berbelas kasih karena dia menghargai orang.

Kalau aku, pasti sudah kuhabisi kau.

Terus terang, Presdir Yang sama seperti setengah cacat

tanpamu, bukan?

Baik. Katamu itu pun akan kusampaikan.

Ya, terserah kau saja.

Aku mohon pamit.

Berikutnya 19, kita di level 3 sekarang.

Hujan rupanya.

Kenapa kau terlambat?

Jam berapa sekarang?

"Kenapa kau terlambat? Jam berapa sekarang?"

Paman, kau tak lihat jam?

Ji-Eun, maaf

paman terlambat

- Sebab banyak pekerjaan. - Ya ampun.

Jae-Kyung, kau tak lapar? Mau makan mulhoe di dekat sini? Kudengar enak.

Dasar egois! Kau pilih makanan sesukamu di depan kakakmu yang sakit ini.

Bukan. Kudengar bubur abalonenya enak. Kau harus makan yang sehat, 'kan?

Omong-omong, wajahmu kenapa?

- Memang kenapa? - Lihat dirimu.

Kau tampak lelah.

Aku tak lelah sama sekali.

Memang kau habis melakukan apa?

Bukankah tugas preman itu main dan makan?

Apa yang kau kerjakan sampai kurus begini?

Ji-Eun.

- Beri tahu ibu agar buat pengumuman saja. - Lagi-lagi kau berdalih.

Kau masih punya malu?

Selain itu, jangan bilang akan berhenti di mulut saja. Lekas berhenti.

Bila aku mati,

kaulah satu-satunya keluarga Ji-Eun.

Apa jadinya Ji-Eun jika kau mati tertusuk saat bekerja?

Ji-Eun bisa dengar. Jaga bicaramu!

Kau pikir dia tak tahu?

Dia tahu segalanya.

Yang benar saja!

Tahu apa kau? Kau tak boleh tahu, Ji-Eun.

Jae-Kyung!

Naiklah.

Biar aku yang ambil obat dan kuberikan nanti malam.

Ji-Eun, nanti paman menyusul.

Kau pergi saja dahulu bersama ibu, ya?

Paman, nanti kau harus datang, ya? Janji?

Paman jangan sampai tertusuk, ya? Itu sakit sekali.

Baiklah, Ji-Eun. Paman berjanji akan datang nanti.

- Janji. - Stempel.

Selain itu, sebentar lagi hari apa?

Ulang tahunku!

Paman sudah beli hadiah untukmu di dalam mobil.

Hadiah? Milikku?

Itu dia!

Senangnya, Ji-Eun!

Luar biasa. Hadiah apa itu?

Bukalah, Ji-Eun.

Ucapkan terima kasih kepada pamanmu.

Ji-Eun, kau senang?

- Minggir. Aku mau naik. - Apa? Sebentar.

- Biarkan aku naik. - Apa isinya, ya?

- Kejutan! - Astaga, kau kuat sekali!

Akan kubuatkan lauk-pauk. Mampirlah ke rumah sesaat.

Hore, iPad!

Kau suka, 'kan? Kau bisa lihat Mini Mini tiap hari.

- Cukup! Hentikan. - Kau senang, 'kan?

Kumohon pergilah! Kau posesif sekali.

Waspadalah, sedang hujan.

- Ji-Eun, sapalah pamanmu. - Ji-Eun!

Itu paman yang beli.

Sampai nanti malam, Ji-Eun!

Dah!

Ji-Eun!

Biar kupanggilkan taksi, Pak.

Tidak, kau ke kantor saja dahulu. Aku ada urusan sebentar di sini.

Kalau begitu, biar kuantar.

Tak perlu. Aku harus ambil obat kakakku

dan ada urusan lain. Nanti aku menyusul.

Selamat jalan.

Baik. Aku pamit, Bos.

Kau sudah menjalani semua tes, dan kurasa…

kau tak bisa mendonorkan organ kepada kakakmu.

Dari hasil tes, kalian sangat tidak cocok.

Perbedaan hasil tes keluarga biasanya tak sejauh ini.

Benar. Ayah kami…

memang berbeda.

Begitu rupanya.

Dokter.

Lantas kakakku…

mampu bertahan berapa lama?

Ada apa, Jae-Kyung?

Astaga.

Tak apa. Aku tak harus makan mulhoe.

Aku hanya asal bicara.

Serius, tidak perlu. Ada apa denganmu?

Halo?

Jae-Kyung.

Halo?

Jae-Kyung!

Halo, Jae-Kyung?

Bos besar tiba.

Kau sudah tidur?

Sudah makan juga?

Sudah.

Kudengar hari ini…

mestinya ulang tahun Ji-Eun?

Kurasa Pimpinan Doh, si tua-tua keladi itu,

sudah benar-benar pikun.

Seburuk apa pun hubungan organisasi mereka dengan kita,

tak sepatutnya mereka asal bertindak.

Padahal sebelumnya mereka mengemis untuk merekrutmu.

Aku harus bagaimana di saat begini?

Terlebih lagi, mereka sedang berusaha menindas kita.

Aku bosmu,

tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Izinkan aku menemui Pimpinan Doh.

Untuk apa?

Kau ingin aku berbuat apa?

Sejujurnya, kau pun menginginkan hal itu, 'kan?

Semua ini sudah telanjur terjadi.

Aku turut berduka atas apa yang terjadi kepada kakak dan keponakanmu.

Aku juga kaget saat dengar berita itu.

Meskipun profesi kita penuh kekejaman,

melibatkan keluarga adalah tindakan bajingan tengik.

Dasar bocah-bocah sinting! Cari gara-gara saja.

Akan kutangkap siapa pun pelakunya,

dan menyeret dia ke hadapanmu.

Aku berjanji.

Semua itu sudah berlalu.

Tak ada gunanya bertindak sekarang.

Katamu itu tak disengaja, maka kuanggap itu sebuah kecelakaan.

Baiklah.

Bagus.

Aku suka kau sebab kau bijaksana.

Mungkin ini terdengar keji bagi para mendiang,

tapi apa yang kau mau?

Kau mau apa dariku?

Pasti ada alasan tersendiri kau mengajakku bertemu

lebih dahulu, 'kan?

Aku izin membilas tubuh dengan air dingin dahulu.

Silakan.

Hei.

Jangan terlampau sensitif.

Kita telanjang bulat. Apa yang perlu diresahkan?

Kau ingin mempermalukanku?

Maaf, Pak.

Lupakan.

Set saja pengatur waktunya.

Kemari kau!

- Ada apa ini… - Sialan!

Tunggu sebentar, Tae-Gu.

Tunggu sebentar, Tae-Gu.

Aku di sini.

Kerja bagus.

Kau tak terluka?

Aku tak apa.

More Indonesian subtitles for Night in Paradise

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left