De første 200 linjer.
Kantor Eric Murphy. Tunggu sebentar.
- E, Sloan meneleponmu. - Sungguh?
- Halo? - Aku tak mau bertengkar lagi.
- Baiklah. - Aku hanya ingin tahu...
Kapan kau akan mengambil barang-barangmu.
- Sloan, aku sedang sibuk sekali. - E, aku tak mau berdebat.
Aku ingin barang-barangmu disingkirkan dari rumahku.
- Baiklah. - Bagus, selamat tinggal.
- Selamat tinggal. - Bagaimana kelanjutannya?
Tidak begitu baik. Ada telepon dari Vince?
Halo, namaku Vince dan aku pecandu.
Hai, Vince.
Aku sudah bersih selama 90 hari.
Saat aku setuju datang ke sini sekitar 3 bulan lalu...
Aku berpikir, "Tuhan, bagaimana caraku agar bisa bertahan?"
Tak ada ponsel, surel, dan teman-temanku.
Lalu aku menyadari, justru itu yang kubutuhkan.
Kesempatan untuk mendalami diriku sendiri dan untuk bercermin.
Kini kutahu, aku sudah siap untuk menjalani hidupku. Terima kasih.
- Bagus sekali. - Kerja bagus, Bung.
Itu seksi sekali.
Aku percaya kau sudah bersih dan ingin seperti itu.
- Aku memang sudah bersih. - Kau seksi sekali.
Bersih itu seksi. Hubungi aku jika kau sudah keluar.
- Tentu saja. - Vince!
Jangan lupakan aku. Aku ingin ikut dalam ide film yang kau punya itu.
Sesama pasien rehab punya persahabatan sejati.
Aku tahu itu. Aku akan hubungi kakakku.
Sampaikan salamku pada Johnny.
Dan sekali lagi kuucapkan selamat karena kau sudah bersih.
Kau terlihat mengagumkan, Kawan.
Kedengarannya seperti gay saja.
Ya, semuanya baik-baik saja.
Hanya sedang bersiap-siap untuk menyambut kepulanganmu.
- Turtle! - Bagus. Aku datang pukul 13.00.
- Ya. Kami akan menunggumu. - Siapa "kami"?
- Aku, E dan Turtle. - E akan datang?
- Ya. Apa itu tak masalah? - Tidak, hanya saja...
Tidak masalah. Sampai jumpa pukul 13.00.
- Baiklah. Sepertinya kau baik saja. - Aku baik-baik saja. Johnny.
- Sampai jumpa. - Sampai nanti. Turtle!
- Apa? - Bisa jelaskan padaku...
Kenapa aku menemukan benda ini di kamar mandi Vince?
- Karena itu Advil. - Kau sudah kusuruh...
Untuk membersihkan rumah ini dari semua obat-obatan.
- Advil juga? - Berarti semua jenis obat.
Aspirin, obat batuk.
Bahkan aku tak mau ada obat pelega tenggorokan di rumah ini.
Aku dan Ahnold sudah mencari siapa tahu ada ganja atau kokain.
- Apa kau menemukannya? - Tak ada. Sudah kuperiksa semua.
Kamar mandi lantai bawah di belakang wastafel?
Hampir semuanya.
- Astaga. - Aku akan mengurusnya.
Kita jangan ambil risiko sekecil apa pun, Turtle.
Sudah kusingkirkan benda haram apa pun yang bisa kutemukan.
Kau kosongkan barnya? Itu akan membuatnya kaget.
Aku tak sebodoh itu. Sudah kuganti dengan minuman yang tak beralkohol.
Aku mengisi Whissen di botol wiski.
Vodka tanpa alkohol di botol Belvy.
Bahkan aku mengisi sendiri 30 macam bir dengan O'Doul's.
- Kau sudah gila. - Kusebut itu bijaksana.
Kita harus segera bergegas. Apa yang kau lakukan?
Menyingkirkan ganjanya.
Tidak!
Dasar bodoh!
Jadi, kenapa kalian putus?
Apa bedanya? Kenapa kita bicarakan hal ini?
Kau yang mulai dulu. Aku bilang sepupuku mengenal tunanganmu.
- Sangat menyentuh. Ayolah. - Benarkah?
Aku tidak tersentuh. Dia bukan tunanganku.
- Tapi dulu ya, bukan? - Dulu ya, lalu tidak.
Lalu tunangan lagi. Mereka seperti Sammi dan Ronnie di Jersey Shore.
Tapi bedanya Sammi tak minta Ronnie menandatangani perjanjian pranikah.
Aku minta pacarku tanda tangani perjanjian pranikah...
- Lalu kami putus. - Keluarga Sloan kaya raya.
Jangan bicarakan hal ini lagi.
Dulu ayah baptisnya memimpin perusahaan ini hingga diusir Eric.
Aku tak peduli.
Pria itu membuatku kesal setelah acara Roseanne dibatalkan.
Itu karena dia menyebalkan. Masa bodoh dengannya.
- Tapi Sloan jadi lajang. - Ya.
Itu menarik sekali.
- Ya, omong-omong... - Omong-omong, kau berkata...
Jika aku kontrak denganmu, berarti dapat kalian berdua.
- Benar. Kami sebuah tim. - Sinergi yang sempurna, bukan?
Jika kau muak dengan satu dari kami, kemungkinan besar pasti dia...
Maka yang lainnya akan mundur.
Entahlah. Sudah lama aku tak punya manajer.
Baiklah, kau buang kesempatan itu.
Serial TV-mu sedang laris. Dan kau akan jadi pria kaya raya.
Karena itu agenmu puas, tapi kau jangan puas sendiri.
Kami akan carikan film layar lebar untukmu.
Aku sudah puas dengan karierku. Tapi sekarang aku fokus sekali.
Dari Caroline Reysha, model Victoria Secret yang baru.
Aku harus mengangkatnya. Tunggu sebentar.
Hai, Sayang. Waktu yang tepat.
Kenapa kita butuh pria ini?
Karena akan kucarikan film untuknya dan kita akan dapat banyak uang.
- Kau yang akan melakukannya. - Bukan aku, tapi kau.
Dengar, kau tak bisa tolak semua pria yang mau meniduri Sloan...
Karena semua orang ingin meniduri Sloan.
Kau yang urus ini. Aku harus pergi.
- Vince akan pulang hari ini. - Aku tahu. Berhenti.
- Kenapa kau bisa tahu? - Kenapa? Dia meneleponku.
- Kau bohong. - Kau marah dia tak telepon kau?
Dia tak menelepon siapa pun kecuali Drama kemarin.
Itu tidak benar. Dia meneleponku. Bahkan aku mau menjemputnya.
- Tidak mungkin. - Dia pikir aku yang akan jemput.
- Ini kekanakan. Hentikan. - Scott, dengarkan aku.
Aku akan menjemput Vince bersama Drama dan Turtle.
Baiklah, tapi Vince mengira aku juga akan menjemputnya.
Jadi aku bisa mengikutimu dari belakang seperti orang bodoh...
Atau aku bisa ikut bersamamu seperti manusia normal. Paham?
Bisakah kita bersikap seperti sepasang rekan sebentar saja?
- Tunggu. Silakan. - Ari meneleponmu.
Dia ingin tahu apakah kau mau ikut menjemput Vince bersamanya?
Ari tahu dari mana Vince keluar rehab hari ini?
Katanya Vince meneleponnya.
- Sungguh? - E sepertinya sama sekali tak tahu.
Bilang pada Ari untuk menjemputku. Aku akan pergi dengannya!
- Tidak setiap hari Senin, Ayah. - Ya.
Ayah senang sekali bisa bermain denganmu.
Tapi kau harus berhenti membolos dari sekolah, Nak.
Bila Ayah pulang ke rumah, aku tak akan membolos lagi.
- Kukira ini hanya sementara. - Memang sementara.
- Jadi, kapan Ayah akan pulang? - Ayah tak tahu.
Beri Ayah waktu 5 menit untuk pastikan semuanya baik-baik saja.
Lalu Ayah akan antar kau pulang agar kau bisa beristirahat.
Tapi aku baru sampai di sini.
- Ayah harus pergi ke Malibu. - Untuk menjemput Vince? Aku ikut.
- Ini urusan orang dewasa. - Karena dia pakai narkoba?
Tidak. Apa? Tunggu. Apa Ibu yang bilang padamu?
Tidak, aku melihatnya di TV.
- Ari, apa kau sedang sibuk? - Apa kau tidak lihat?
- Hai, Jonah. - Hai, Lloyd.
Bagaimana kau bisa libur hari ini?
- Aku pura-pura sakit. - Aku harus coba cara itu.
- Apa yang kau inginkan, Lloyd? - Sepertinya nanti saja.
Kecuali mau bicara petualangan akhir pekanmu yang mesum...
Putraku bisa menangani pembicaraan bisnis apa pun.
Baiklah. Steve Levitan, pencipta "Modern Family" ingin bertindak.
- Bagus. Segera hubungi dia. - Dia ingin bertemu kau dan aku.
Sekarang aku tak bisa. Aku sedang bersama putraku.
- Aku tak punya waktu. - Kau tak pernah punya waktu...
Untuk urusan apa pun sejak...
- Sejak apa? - Sejak p-e-r-p-i-s-a-h-a-n.
- Aku bisa mengeja perpisahan. - Keluar dari sini.
- Ari... - Aku akan mengurusnya.
Bila aku punya waktu. Dan jangan eja itu di hadapan putraku lagi.
Karena dia jauh lebih c-e-r-d-a-s darimu.
- Sampai jumpa, Jonah. - Sampai jumpa.
- Ayah kejam sekali pada Lloyd. - Berdirilah, Nak.
- Kenapa? - Ayah harus bayar tagihan rumah...
Yang tidak Ayah huni.
Kami di luar Panti Rehabilitasi, Malibu, California.
Di mana aktor Vincent Chase akan keluar dari rehab hari ini.
Tn. Chase ditangkap karena kepemilikan kokain Agustus lalu.
Dan kini semua orang di Hollywood bertanya-tanya...
Bisakah aktor muda itu kembali pada kehidupannya yang semula?
Aku tak mengerti kenapa dia menelepon semua orang selain aku.
Dia tahu kau sedang sibuk dengan perusahaan barumu.
Benar, mungkin dia mau hindari berita sedih, misalnya putusnya kau.
Jangan tersinggung.
Kudengar dia tak meneleponmu, E. Apa kau yakin harus berada di sini?
Kami tak mau dia salah mengira wajah pucatmu adalah kokain.
- Lucu sekali. - Itu apa, Scott?
Permen Tic-tac. Kenapa?
Singkirkan itu. Aku tak mau dia lihat benda yang mirip dengan pil.
Jika semakin gila, Drama, atau kami tinggalkan kau agar dirawat di sini.
Itu dia!
Vince!
Ayo pergi dari sini.
Kau mau ikut siapa?
Tiga mobil? Ramah lingkungan sekali.
Sepertinya ada kesalahan komunikasi.
Kita berharap saja Leo tak melihat ini di E.T malam ini.
Kau ikut denganku. Kalian semua ikuti kami.
- Kalian mau lihat daftar anggurnya? - Tidak!
Tidak, terima kasih.
- Bagaimana kabar kalian? - Tak ada kabar baru dari mereka.
Apa maksudmu? Mereka diam saja seperti Ted Williams...
Yang menunggu kehidupannya kembali.
Dan kini telah dikembalikan, mari kembali ke diskusi semula.
- Baiklah. Ada kabar apa? - Kita mulai dengan "Air-Walker".
- Apa aku dikeluarkan? - Vince, itu bukan '07. Paham?
- Mereka telah menunggumu. - Itu bagus sekali.
Tapi kau harus setujui tes bebas narkoba.
Bukan untuk studio, hanya masalah asuransi.
- Tidak masalah. - Bagus.
- Jadi, kapan aku syuting? - Sekitar bulan Maret di Eropa.
- Dan sementara itu? - Kami akan carikan yang lain.
- Sebenarnya aku sudah punya. - Benarkah?
Aku menonton banyak berita ketika berada di dalam rehab.
- Itu menyedihkan sekali. - Tidak selalu.
Kalian mendengar berita soal bencana di tambang itu?
Ada 15 orang terjebak di dalam tanah selama sebulan.
Ya, di Chili. Sekitar setahun lalu.
Ini bukan berita di Chili, tapi yang ada di Rumania.
- Itu terjadi setiap bulan. - Itu berita yang menarik.
Aku merasa seperti mereka.
No comments yet. Be the first to leave one.