De første 200 linjer.
Cinderella.
Kau secantik namamu.
Cinderella.
Kau seperti matahari terbenam dalam bingkai.
Walaupun pakaianmu lusuh dan kotor.
Tapi sifatmu seanggun seorang Ratu.
Siapapun bisa melihatnya.
Kursi singgasanalah yang pantas jadi tempatmu.
Cinderella.
Jika kau memberikan kesempatan pada hatimu.
Kelak itu akan menuntunmu.
Pada sebuah kerajaan yang penuh cinta.
Disana kau akan melihat mimpimu terwujud.
Cinderella.
Dalam sebuah kisah termanis.
Yang pernah ada.
Pada suatu hari, di sebuah kerajaan nun jauh disana,
Berdiri sebuah kerajaan kecil,
Damai, sejahtera, dan kaya akan romansa dan tradisi.
Disini, di rumah seorang bangsawan,
Hiduplah seorang Bangsawan duda
bersama putrinya, Cinderella.
Meskipun ayahnya baik dan bijaksana,
Dan selalu memberikan putrinya kemewahan dan kenyamanan,
Tetap saja, dia merasa putrinya masih memerlukan kasih sayang seorang ibu.
Jadi, diapun menikah lagi,
Memilih istri keduanya, seorang wanita dari keluarga yang terpandang,
Bersama kedua orang putri yang seumuran Cinderella,
Bernama, Anastasia dan Drizella.
Dan ketika kematian sang Bangsawan baik itu yang tiba-tiba, maka terungkaplah...
...sifat asli ibu tirinya.
Yang dingin, kejam, dan sangat iri...
...akan kehangatan dan kecantikan Cinderella,
Diapun berusaha mati-matian untuk mempercantik...
...kedua putrinya yang canggung.
Dan waktupun berlalu,
Rumah mereka pun terbengkalai.
Oleh karena harta keluarga yang dihambur-hamburkan...
...dengan sia-sia hanya untuk memenuhi keegoisan kedua saudari tirinya,
Sedangkan Cinderella disiksa, dipermalukan,
dan akhirnya dipaksa menjadi budak di rumahnya sendiri.
Tetapi walaupun diperlakukan seperti itu...
Cinderella tetaplah ramah dan baik hati.
Karena disetiap terbitnya matahari, Dia mendapatkan harapan baru bahwa...
...kelak impiannya akan datangnya kebahagiaan akan terwujud suatu hari nanti.
Itu pantas untukmu, karena sudah merusak mimpi indah seseorang.
Ya, aku tahu ini pagi yang indah,
Tapi yang tadi juga mimpi yang sangat indah.
Mimpi seperti apa?
Tidak bisa kuberitahu.
Karena jika aku mengatakan suatu impian, nanti tidak akan terwujud.
Dan lagipula...
Mimpi adalah impian.
Yang dibuat oleh hatimu.
Disaat kau tertidur.
Dalam mimpi, hilanglah...
...sakit hatimu
Apapun keinginanmu.
Tetaplah...
...punya keyakinan.
Dalam mimpimu dan kelak suatu hari nanti .
Pelangi akan tersenyum.
Tidak peduli betapa bersedihnya hatimu.
Jika kau tetap percaya.
Mimpi yang kau impikan.
Akan menjadi nyata.
Oh, jam itu.
Si tua perusak kesenangan.
Aku mendengarmu. "Ayo cepat, bangun," katamu.
Saatnya memulai hari yang baru.
Meskipun mereka suka memerintahku.
Ada satu hal yang tidak bisa mereka lakukan.
Mereka tidak bisa melarangku untuk berhenti bermimpi.
Dan mungkin suatu hari nanti...
Mimpi yang aku impikan.
Akan menjadi nyata.
Tak peduli betapa bersedihnya hatimu.
Jika kau tetap percaya.
Mimpi yang kau impikan.
Akan menjadi nyata.
- Lihat yang kutemukan. - Disana, Cinderella.
Tunggu sebentar.
Satu per satu.
Sekarang, Jaq, Apa yang ingin kau katakan?
Tikus baru dalam rumah.
Tikus baru. Tidak pernah bertemu sebelumnya.
- Pendatang. Pendatang! - Oh, seorang pendatang.
Baiklah, dia(perempuan) membutuhkan sebuah gaun...
- Tidak, tidak, tidak. - Dia bukan perempuan, dia itu laki-laki.
- He, he. - Oh, kalau begitu berbeda.
- Dia butuh jaket dan sepatu... - Sebaiknya kita keluarkan dia!
- Dia di dalam perangkap tikus. - Dimana?
Dalam perangkap? Kenapa tidak bilang dari tadi?
Harap tenang, semuanya.
Oh, dia pasti takut setengah mati.
Jaq, sebaiknya kau jelaskan padanya.
Zuk, zuk, Cinderelly.
Sekarang, lihat, pria kecil.
Tenang saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Kami menyukaimu. Cinderelly juga menyukaimu.
Dia itu baik, sangat baik.
Itu lebih baik. Ayo, sekarang. Zuk, zuk.
Zuk, zuk.
Sekarang lebih baik.
Mari kita lihat ukuranmu.
Memang agak sempit.
Tapi itu cocok untukmu.
Sekarang, untuk nama.
Aku punya. Octavius.
Tapi untuk singkatnya, kami akan memanggilmu Gus.
Aku suka, Gus? Kau suka? Kau suka?
Gus-Gus.
Aku harus bergegas. Jauhkan dia dari masalah, Jaq.
Dan jangan lupa mengingatkannya tentang kucing.
Zuk, zuk. Dengar, apa kau pernah melihat kucing?
Kucing, kucing?
Kucing, kucing. Lucifer. Itu dia.
Licik, Mengendap-endap.
Menangkapmu. Menggigitmu.
Besar, besar. Sebesar rumah.
Zuk, zuk, Lucify?
Lucify, zuk, zuk.
Disini, kitty, kitty.
Ayo, kitty. Ayolah.
Lucifer! Ayo kesini!
Jika Yang Mulia ingin sarapan lebih awal, saya minta maaf.
Bukanlah keinginan saya untuk memberi makan anda terlebih dahulu.
Itu perintah. Ayo.
Lucify. Apa itu Lucify?
Zuk, Lucify. Dia disana.
Gus-Gus kesini dan lihat Lucify!
Bukan, Gus-Gus, Bukan.
Sekarang, dengar. Lucify itu tidak lucu.
Lucify itu kejam.
Bruno.
Bruno!
Bermimpi lagi.
Sedang mengejar Lucifer?
Kau menangkapnya kali ini? Itu tidak baik.
Kurasa mereka mendengarmu dari atas.
Kau tahu peraturannya.
Jadi jika kamu tidak mau kehilangan kasur yang empuk, dan hangat itu...
...sebaiknya kau hentikan mimpi seperti itu.
Ingin tahu caranya?
Coba saja belajar untuk menyukai kucing.
Tidak, aku bersungguh-sungguh. Lucifer juga ada sifat baiknya.
Misalnya dia itu, dia...
Yah, walaupun terkadang dia...
Pasti ada sesuatu yang baik pada dirinya.
Bruno!
Oh, Bruno.
Kesini, sekarang. Diluar.
Aku tahu itu tidak akan mudah,
Tapi setidaknya kita harus mencoba untuk saling mengenal.
Dan itu juga termasuk anda, Yang Mulia.
Waktunya sarapan. Semuanya bangun. Cepat, cepat.
Ayo, semuanya, Sarapan, sarapan.
Ayo, saatnya sarapan.
Sarapan? Sarapan!
Lucify. Bagaimana kita akan keluar?
Coba lihat.
Dengar, ibby-dibby. Aku punya ide.
Sekarang, seseorang harus menyelinap keluar...
...pancing agar Lucify mengejarnya,
Lari ke sudut ruangan dan biarkan Lucify disitu.
Lalu kita semua lari keluar. Zuk.
Yuk, yuk. Luar.
Sekarang kita harus memilih seseorang yang akan melakukannya. Ibby-dibby hop.
- Hop. - Hop.
- Siap, hop. - Hop.
Hop.
- Sekarang... - Hop, hop, hop.
Hop.
Oh, disitu kau rupanya.
Aku hanya berpikir.
Baiklah. Sarapan tersedia.
Pelan-pelan, cluck-cluck.
Lepaskan! Lepaskan, sekarang.
Hentikan. Sana, shoo, shoo.
Shoo, shoo, shoo!
Gus kecil yang malang.
Disini.
Bantulah dirimu sendiri.
Dimana Gus-Gus?
Yah, kurasa dia melarikan diri.
Cinderella!
Baik, baik. Aku datang.
Oh, ya Tuhan. Pagi, siang, malam.
Cinderella!
Aku datang.
- Cinderella! - Aku datang.
- Cinderella! - Segera.
Cinderella!
Selamat pagi, Drizella. Apa tidurmu nyenyak?
Apa pedulimu.
Ambil setrikanya dan kembalikan satu jam kemudian.
Satu jam, kau dengar?
Ya, Drizella.
Selamat pagi, Anastasia.
Sudah saatnya.
No comments yet. Be the first to leave one.