De første 200 linjer.
Akan kubuat alasanku.
Kau menuruti apa yang kuminta?
Kita berdua minum bir di...
hari peringatan kematian An Yoon Sik.
Sudah kuceritakan tentang diriku padamu,
tapi kau sama sekali tidak menceritakan tentang dirimu.
Kau hanya menimpali dengan beberapa komentar lucu.
Apa kau tidak punya teman?
Aku pernah punya teman, tapi dia sudah meninggal.
Temanmu ini adalah alasan kenapa...
kau menjadi petugas pengawas masa percobaan.
Apa hubungan temanku dengan kejadian ini?
Keduanya berhubungan.
Karena kau dan kau sama-sama...
memiliki keinginan untuk menolong...
mereka yang kurang beruntung.
Ceritakan apa yang tidak bisa kau ceritakan hari itu..
Lalu akan kuceritakan hubungan...
yang harus kau tahu sebelum...
menangkap Lee Ro Um.
Keluarga An Yoon Sik merupakan penerima tunjangan,
dan ibunya bekerja sebagai pelayan di bar karaoke.
Ayahnya menyiksa ibunya tiap hari dan akhirnya membunuhnya.
An Yoon Sik pertama kali kabur dari rumah waktu SD,
masuk penjara di awal masa remajanya. Pada akhirnya...
dia dicap sebagai anak nakal.
Dia bebas di usia 20 tahun lalu bekerja di tempat konstruksi.
Dia harus bekerja di 3 tempat untuk bisa melunasi utang kedua orang tuanya.
Punggungnya kemudian cedera karena terbentur besi beton setelah tertidur di tempat kontruksi.
Dia tidak punya uang untuk berobat,
dan utangnya semakin membesar.
Dia menandatangani hak atas organ tubuhnya...
dan mulai melakukan penipuan asuransi.
Kau tahu itu.
Melompat di depan mobil demi mendapatkan bayaran untuk berobat.
Tulang-tulangnya patah karena dia terpental 10 meter sebelum mendarat di pagar pembatas.
Satu-satunya orang yang bisa dia hubungi adalah aku.
Seminggu sebelum meninggal, dia datang menemuiku.
Tanpa tahu kalau dia butuh uang,
Aku membawanya minum-minum dengan teman kampusku.
Kami hanya membicarakan soal jalan-jalan atau wanita.
Aku menderita sejak kecil karena ibuku terkenal.
Yoon Sik adalah satu-satunya temanku.
Aku adalah murid teladan.
Kuturuti setiap perkataan ibuku.
Sampai Yoon Sik meninggal.
Begitu kulihat kehidupan yang Yoon Sik jalani,
Aku tidak bisa lanjut sekolah seolah tidak terjadi apa-apa.
Aku kabur dan kemudian bergabung dengan tentara,
dan disana, aku putuskan.
Bagaimana kalau mereka yang kurang beruntung...
diberikan sebuah pilihan?
Bagaimana kalau para penjahat dapat dibenahi?
Aku ingin mewujudkan itu.
Itu ceritaku.
Sekarang giliranmu.
Apa hubungan Yoon Sik...
dengan situasi ini?
Apa kau tidak bisa menebaknya?
Katakan saja padaku.
Aku sudah siap.
Akan kudengarkan, lalu kuputuskan...
apakah alasan yang kau berikan sudah cukup.
Tidak, tunggu.
Aku sama sekali tidak mengerti.
Ini adalah kesempatan yang bagus.
Apa kau pikir ini masuk akal?
Kita akan membobol brankas hotel...
yang disiapkan untuk klien VIP.
Apakah masuk kalau kalau kita membobol brankas...
dan hanya mengambil buku catatan saja?
Apa cuma aku yang menganggap ini aneh? Apa cuma aku yang serakah?
- Su Ho. - Apa?
Aku menyuruhmu untuk fokus.
Baiklah.
Perkataan Ibu Bos harus kudengarkan.
Yoo Il, Yoo Neung.
Kalian ingat pesanku?
Kalau situasinya beresiko atau berbahaya,
kalian harus lari.
Jangan coba-coba untuk menyelamatkan aku.
Ro Um akan kuselamatkan...
lalu akan kuselamatkan diriku.
Waktu kita kurang dari 1 jam.
Apa kau bisa jelaskan rencananya lagi?
Jang Kyung Ja dijadwalkan untuk memasuki brankas tepat pada pukul 5.
Kantor Pramutamu akan mengkonfirmasi identitasnya.
Dia keluar dari elevator di lantai brankas.
Dia akan memindai urat nadi di telapak tangannya dan kode batang.
Di depan brankas, kode OTP akan dikirmkan ke ponselnya.
Kita akan mematikan ponsel dan...
mencuri kode OTPnya.
Kalau dia tidak bisa masuk,
Jang Kyung Ja akan segera pergi.
Dia tidak bisa kembali tanpa ponselnya.
Ring Go akan memutus saluran darurat ke Kantor Pramutamu.
Satu-satunya solusi yang dia miliki adalah lewat elevator,
tapi setelah dia masuk, kita akan mematikan elevatornya juga.
Jadwal untuk memasuki brankas baru ada 30 menit kemudian.
Semuanya harus selesai sebelum itu.
Mbak.
Kesepakatannya sudah selesai.
Dia seharusnya sudah pergi.
Dia menuju kantor. Ada apa?
Nyalakan audionya.
Tunggu sebentar.
Jang Kyung Ja menonaktifkan ponselnya.
Akan kuhubungkan dengan jaringan Wi-Fi.
Ketemu. Tunggu sebentar.
Kita harus menyiapkan materi PR yang cukup lebih awal.
Bukannya ini lebih bagus untuk kebaikan kedua perusahaan?
Kita juga harus memantau reaksi para investor.
Harus kuakui, pemasaran melalui selebriti jauh lebih efektif.
- Ring Go. - Ya?
Ada yang bisa saya bantu?
- Tunggu sebentar. - Tunggu sebentar, ya.
Terjemahkan ini.
Beritahu saya, kalau ada yang anda butuhkan.
Bagaimana menurutmu?
Akan kuingat.
Mari kita ke hotel dan menandatangani kontrak kedua.
Kami sudah berkonsultasi dengan penasehat terkait kontrak ganda.
Apa kami akan mendapatkan apa yang kami minta?
Mereka menandatangai kontrak kedua.
Kontrak ganda. Kontrak itu akan ditandatangani di kamar hotel Jang Kyung Ja.
Mereka membicarakan soal emas batang 12 kg.
Itu alasan kenapa mereka memesan brankas.
Apa? Emas batang 12 kg? Jadi totalnya sebesar 900,000 dollar?
Masalahnya adalah keamanan akan jadi sangat ketat.
Terlebih lagi, Mereka bilang kalau Tn. Yoon juga akan masuk ke brankas.
Hanya satu orang yang bisa masuk ke brankas karena sensornya.
Tapi dia bisa sampai ke pintu masuk.
Tn. Yoon juga pasti memiliki ponsel.
Bagaimana kalau dia menghubungi resepsionis?
Dia harus masuk ke dalam elevator kalau dia tidak bisa menghubungi resepsionis.
Bagaimana kalau dia menelpon pengawal?
Tidak masalah karena kita akan mematikan elevator, kan?
Jadi kau mau Ring Go tetap berada di depan panel distribusi listrik?
Apa yang berubah?
Ring Go berada di dalam bahaya yang lebih besar.
Ya tuhan, sudah cukup. Baiklah.
Aku bisa melakukan ini.
Akan kulakukan.
Aku tidak tahu berapa banyak pengawal di luar sana, tapi mereka tidak mengenali wajahku.
Aku hanya perlu bertahan selama beberapa menit.
Aku tahu kalian bisa melakukan ini.
Jangan khawatir, oke?
Ro Um, kau yakin ingin melanjutkan ini?
Tidak usah banyak tanya.
Semuanya baik-baik saja kalau kau dan Na Sa menyelesaikan tugas kalian tepat waktu.
Aku sudah sampai di hotel.
Semuanya baik-baik saja, kan?
Kalian bisa mendengarku?
Bagaimana dengan Ko Yo Han?
Perbincangannya berjalan lancar.
Aku akan pergi ke mobil van sekarang.
Tunggu!
Ponsel Jang Kyung Ja dinyalakan, dan ada pembaruan yang diinstal.
Pembaruan ini akan membuat programnya tidak berguna.
Ponselnya akan jadi bata yang tidak berguna.
Apa? Apa tidak bisa dihentikan?
Setelah ponsel dinyalakan kembali, perlu waktu untuk bisa mendapatkan akses.
Pembaruannya hampir selesai.
Jadi, bagaimana?
Kita harus mulai dari awal.
Kita harus mengulang apa yang Pengacara Han sudah lakukan...
untuk mendapatkan akses ke ponsel Jang Kyung Ja.
Sialan. Apa kau bercanda?
Kita tidak bisa melakukannya hari ini. Kita pilih hari lain saja.
Di mana Jang Kyung Ja?
Pergilah.
Pergilah.
Kau siapa?
Apa kau mengenalku?
Pergilah sekarang juga.
Yo Han.
Yo Han?
Anda pasti putranya.
Sekarang kau sudah tau. Pergilah sekarang juga.
Aku perlu bicara 4 mata dengan ibuku.
Kalau tidak mendesak...
Apa ibu pernah melihatku menginjakkan kaki di rumah ini 10 tahun belakangan?
Kalau ini tidak mendesak, lalu apa?
Apa aku harus membuat janji untuk bisa bertemu denganmu, Professor?
Lewat sini.
Oke.
Silahkan lewat sini.
Ibu CEO.
Pengacara Han Moo Young?
Halo.
Apa yang membawamu ke sini?
Aku ada urusan.
Kebetulan sekali.
Apa anda juga kesini karena Lee Ro Um?
Aku tidak bisa mengulur waktu seperti yang dulu.
Apa ada cara yang lebih cepat?
Kita bisa mengirimkan SMS.
Tapi kita perlu Jang Kyung Ja untuk membuka tautan yang dikirimkan.
Kau bisa jelaskan ini?
Apa hubungannya Lee Ro Um dengan hotel ini?
No comments yet. Be the first to leave one.