De første 200 linjer.
(Karakter, kejadian, organisasi, dan latar belakang dalam drama ini adalah fiktif. Aktor anak-anak dan hewan difilmkan dengan aman di bawah pengawasan wali).
Kenapa kau memberikan ini padaku?
Apa kau lupa soal tradisi 50 hari?
Hari ke-50 masih jauh.
Aku cuma menyarankan untuk mempersiapkan dirimu terlebih dahulu.
Katanya kau mau pergi ke Kepulauan Pitcairn bersama-sama.
Kau mau tinggal bersama di sana. Kenapa kita melakukan ini sekarang?
Apa kau tidak tahu kalau ini untuk foto pemakaman?
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup.
Hei, aku membiarkanmu melakukan ini karena aku sudah sangat mempercayaimu.
Serius.
Oke. Ambil foto yang bagus. Akan kuperiksa.
Kalau bisa, meskipun kemungkinannya sangat kecil, kalau kau mati,
kau harus kembali ke studio.
Berjanjilah padaku sekarang.
Juru kamera tidak bisa kembali lagi.
Studio ini diperuntukkan bagi mereka yang sudah meninggal dunia.
Juru kamera hidup dengan menggunakan kekuatan kamera.
Jadi, dia tidak hidup ataupun tidak mati.
Jadi, tidak peduli seberapa besar keinginanmu, kau tidak bisa membuka gerbang kematian.
Hei, kau sebaiknya mengambil foto yang bagus.
Anggap saja ini sebagai yang terakhir.
Bagaimana menurutmu? Apa ini terlihat bagus?
Aku tidak tahu. Ini tidak bekerja. Sepertinya itu rusak.
Apa maksudmu rusak? Tidak mungkin.
Aku baru saja membelinya kemarin. Ini masih baru.
Kalau begitu, kembalikan saja.
Aku tidak suka, Paman.
Dasar...
Lakukan ini dan...
lakukan seperti ini.
- Dan... - Permisi.
Nah, Bom, kau memang orang yang luar biasa.
Kau terlibat dalam rencana hidup orang lain.
Aku berusaha untuk tidak meninggalkan apa pun.
Kan? Sudah kubilang jangan terlalu yakin.
Hidup tidak berjalan sesuai rencanamu.
Kau mungkin tidak tahu betapa sulitnya
bagiku untuk membuat keputusan.
Akan kuambilkan foto yang bagus untukmu. Duduklah.
Aku akan mengambilnya sekarang.
Satu, dua, tiga.
Kau menekan tombol yang mana?
Yah, aku menekan sesuai ajaranmu.
Kenapa tidak diperiksa saja?
Tunggu.
Ak-aku...
ti-tidak mau mengambil foto.
Aku tidak membutuhkannya.
Ke-kenapa?
Kau bilang kalau mengambil foto ini termasuk tradisi.
Kau khawatir kalau fotomu bakal jelek, ya?
- Ayo periksa. - Yah...
- Tidak apa-apa. - Kenapa tidak kita periksa saja?
- Tidak apa-apa. - Kenapa? Yah...
- Ayo periksa. - Sudah kubilang tidak apa-apa-
Tn. Seo, kau pemain, ya?
Kau sengaja melakukannya, 'kan?
A-apa maksudmu sengaja? Itu karena kameranya.
Tn. Seo.
Tn. Seo!
Kenapa kita bersembunyi?
Tidak tahu. Aku cuma merasa kalau kita harus sembunyi.
Masuklah ke sana untuk saat ini.
Hah?
Ke mana orang ini pergi?
Ya ampun, dia tidak pernah ada saat aku mencarinya.
Wah, aku tertidur sejenak.
Apa aku mengantuk karena banyak yang harus kukerjakan?
- Kau sudah pulang. - Kau memiliki satu pengunjung hari ini.
Tidak.
T-Ternyata ada banyak kejadian akhir-akhir ini.
Satu kemarin. Satu hari sebelumnya.
Kau tidak melakukan banyak hal akhir-akhir ini.
- Deputi Go. - Ya?
Orang bilang kalau kau tidak tahu cara membaca suasana, 'kan?
K-Kau orang pertama yang mengatakan itu padaku.
Aku menyiapkan makan malam tim dengan sempurna sendirian.
Makan malam tim? Kenapa ada lagi? Kita baru saja mengadakannya minggu lalu.
Tn. Baek menangkap orang yang membunuhnya.
Ngomong-ngomong, Tn. Baek agak aneh.
- Apa maksudmu? - Tn. Baek...
menolak untuk pulang.
Pegawai negeri yang biasanya pulang tepat waktu untuk menemui istrinya, menolak untuk pulang.
- Benarkah? - Apa dia sedang mengalami krisis paruh baya?
Ngomong-ngomong, apa kau tahu Nn. Han ada di mana?
Lampu di rumahnya mati.
Hei, bisa-bisanya aku tahu soal itu?
Apa kau tidak sadar kalau sekarang sudah larut? Dia pasti sudah tidur.
Bagaimana kalau kita pergi tanpa mereka untuk saat ini?
Hei.
Aku akan membersihkan bagian sini dan sana.
Pergilah ke sana dan siapkan segala sesuatunya.
Aku sudah membersihkannya pagi ini.
- Kenapa kita tidak melakukannya bersama-sama- - Tidak, tidak!
Aku tidak akan membersihkannya lagi kalau kau sudah melakukannya dengan benar.
- Oke. - Hei!
Aku yang membersihkan lantai di sini. Pergilah ke arah sana.
Ya ampun, aku harus mengambil jalan memutar.
Bom.
Dia sudah pergi.
- Apa dia sudah pergi? - Ya.
Syukurlah.
Akhirnya kau bisa pergi, Tn. Baek.
Oh, benar, istrimu yang menerima bunga itu, 'kan?
Aku merindukanmu, Na Rae.
Bagaimana bisa kau menemukanku di sini?
- Bukannya kau yang memesan bunga-bunga ini? - Aku?
Cuma ada namamu tanpa nama pengirim.
Kupikir kau melakukan itu karena merindukanku.
- Itu bukan aku. - Tidak masalah.
Apa pun itu, aku harus melihat wajahmu.
Wajahmu kurus sekali.
Na Rae...
Kau baik-baik saja?
Pak, tolong jangan telepon aku lagi.
Jangan datang ke sini dengan cara seperti ini.
Aku merasa tidak nyaman.
Kapan kau akan pergi?
Kau akan berfoto dengan istrimu, 'kan?
Api!
Kenapa selada ada di atas panggangan?
Kenapa kalian berdua datang bersamaan?
- Hah? - Apa?
Oh, d-di lantai bawah-
Mas-masalahnya, aku mau minum kopi di pagi hari,
tapi Tn. Seo kebetulan sedang bersiap untuk pulang.
Karena itulah kami datang bersamaan.
Pagi-pagi buta begini?
- Deputi Go. - Ya?
Ada banyak kedai kopi yang buka 24 jam.
Tidak ada satu pun di sini.
Detektif Baek, kudengar kau akhirnya sudah menangkap pelakunya. Selamat.
Ya, terima kasih.
Dagingnya gosong. Duduklah.
Jangan bergerak.
Kalian mau apa?
Apa kalian mau membunuh kami dengan zona perlindungan?
Menjauhlah dari satu sama lain, kalian berdua.
Berjauhan satu sama lain. Cepatlah.
Hampir saja. Duduklah. Duduklah.
Makanlah sebelum dingin.
Bagaimana denganku?
Makan yang ini.
Kau sudah mengantar keluarga pengunjung dengan selamat?
Ya, dia bilang tidak mungkin suaminya selingkuh.
Dia kembali menangis dengan keras.
- Diselingkuhi? - Dia datang saat kau menangkap Park Doo Chil.
Dia datang untuk berbagi momen terakhir dengan orang yang dicintainya.
Masalahnya...
dia tidak bisa memutuskan yang mana.
Perselingkuhan?
Sayang, apa kau berselingkuh dengan si jalang itu?
Sayang, bukannya kau sudah bilang kalau kau mencintaiku?
Nah, Pengunjung. Kau harus memutuskan sekarang.
Kau mau berfoto dengan yang mana?
Denganku, tentu saja, sayang.
Sadarlah, Sayang.
Kau lihat apa? Lihat aku.
- Sayang. - Kemarilah.
Tahan!
Aku tidak yakin.
Dia berfoto dengan siapa pada akhirnya?
Istrinya, tentu saja, 'kan?
Tidak ada yang lebih putus asa daripada cinta.
Dia pergi dengan nyaman sambil menggenggam tangan selingkuhannya.
Maafkan aku.
Aku harus pergi.
Kau tadi bilang di mana?
- Apa? - Toko bunga.
Wah, dingin sekali.
Kenapa musim panas terasa begitu dingin?
Udara dingin membuatku lapar.
Bau apa ini?
- Apa kucoba saja? - Bam!
Waktu masih tersisa 30 detik lagi.
Kau harus memasak perut babi selama satu menit dan 30 detik, membaliknya sekali-
Siapa anak nakal itu-
Hei, bisa-bisanya kau makan ini sendirian?
Ada tiga yang orang tinggal di rumah ini, tapi kalian cuma makan berdua?
Tn. Seo, aku tidak menyangka kau seperti ini.
G-Gadis magang...
Kupikir kau lembur lagi hari ini.
Kau bahkan tidak tertarik saat satu-satunya teman sekamarmu pulang ke rumah.
Oh, apa kau sibuk berkencan?
Kencan, apaan.
Aku baru saja mau meneleponmu. Duduk, duduk.
Tapi, kenapa kalian duduk berjauhan satu sama lain?
Wah, kenapa kalian malu-malu di usia segini?
Pergi, pergi.
Kenapa gadis magang itu ada di sini?
Apa yang salah dengan ini?
Dan kenapa kaki mejanya patah?
Hei, bukannya kau terlalu sering lembur akhir-akhir ini?
Bisa-bisanya mereka menyuruhmu pulang ke rumah sepagi ini?
Si Kepala Penjualan itu memang sialan.
Ada yang lebih buruk dari dia.
Hantu bajingan.
Di perusahaan mana kau bekerja?
Oh, aku penasaran apa kau tahu?
No comments yet. Be the first to leave one.