De første 200 linjer.
Kau tak ingin anak?
Kenapa? Kau mengajariku melakukan segala sesuatu dengan antusias,
tapi sekarang kenapa, pahlawan?
Tidak dengan antusiasme yang sangat besar. Aku ingin punya anak.
Hei, sekarang pukul 12:00.
Selamat hari jadi, sayang.
Selamat hari jadi yang ketiga , sayang.
Hari jadi yang ketiga?
Setelah yang kelima, apa perselingkuhan diperbolehkan?
Kau ingin yang lain?
Sayang?
- Sayang, baik-baik saja? - Sebentar.
Maaf.
Sayang, sayang!
Sayang.
Ini disebut kardiomiopati hipertrofik.
HCM.
Ini adalah penyakit genetik.
Anshika, jantungmu perlahan-lahan berhenti berfungsi.
Jantungnya bisa berhenti kapan saja.
Itu harus segera dioperasi.
Vivaan ini adalah prosedur yang rumit dan juga mahal.
Uang takkan menjadi masalah bagiku, Pak,
tapi apa dia akan baik-baik saja setelah operasi?
Jangan khawatir tapi tak boleh menunda operasi.
Mari kita lakukan secepat mungkin.
Bagaimana kita akan mempunyai Rs. 70 juta?
Sebenarnya, waktunya telah tiba
untuk meminta mas kawin dari ayahmu.
Omong kosong!
Percaya padaku.
Aku akan mengurusnya.
Dan ini dia.
Hei!
Kenapa, sayang?
Kenapa aku, Vivaan?
Kenapa ini terjadi padaku? Maksudku...
Kenapa aku?
Kenapa kita?
Tak ada yang bisa menjawab pertanyaan ini.
Dan tak peduli berapa kali kau menanyakan ini pada diri sendiri,
kau takkan menemukan jawabannya.
Dan kau adalah istri yang paling kuat!
Kau lebih kuat dari penyakit ini.
Hei!
Kita telah menyelesaikan banyak masalah bersama-sama.
Kita harus lewati ini juga.
Aku ada bersamamu.
Aku takkan membiarkan apapun terjadi padamu.
Kenapa?
Apa kau yang akan melakukan operasi padaku?
Lalu memastikan baik-baik saja.
Bukan ide yang buruk.
Ayo. Buka mulutmu.
Tidak, tidak, tidak, Vivaan, rasanya tak enak.
Kumohon...
Pesanlah kue keju untukku.
Aku selalu bertanya-tanya kenapa harus kue keju itu?
dan kue coklat yang tak sehat.
Ya.
Itu akan sangat nikmat.
Tapi, sayangnya, itu tak sehat.
Ayo.
Ini yang kita miliki saat ini. Buka mulutmu.
Yuck…
Mengerikan.
Buka mulutmu. Mari...
Bagus.
Apa kita akan baik-baik saja?
Kita akan baik-baik saja.
Hai, Abbas.
Tidak... tidak apa-apa. Aku mengerti.
Hai, Aashin.
Terima kasih.
Ini adalah halaman terakhir.
Ini, Tn. Saxena.
Rumah kini milikmu.
Apa bulan depan siap pindah, Tn. Vivaan?
Saatnya operasi.
Dokter?
Senyum pasien hilang.
Bisakah memperbaiki itu juga?
Diterjemahkan oleh: Alif Akbar Badarudien Ikuti instagramku: @alifakbarb
"Kudengar di hatimu"
"Namaku tertulis"
"Lihat mataku"
"Di sanalah mimpiku sembunyi"
"Bagaimana aku memberitahumu?
Seberapa besar aku menginginkanmu?"
"Ambillah detak jantungku"
"Jika kau membutuhkannya"
"Kau akan bisa dengar keinginanku di dalamnya"
Semuanya akan baik-baik saja.
Ini adalah awal...
dari sisa hidup kita.
Aku mencintaimu.
"Warna dan kehidupan selalu di sini untuk tinggal"
"Teduh dan sinar matahari adalah bagian dari perjalanan hidup"
"Dalam angin ini"
"Akan ada wewangian kita"
"Aku akan berjalan di belakangmu kemanapun kau pergi"
"Dengarlah, dalam takdirmu Kau dan aku ditakdirkan untuk bertemu"
"Jadi jika itu terjadi kenapa harus takut?"
"Mari lihat apa yang terjadi"
"Sebelum aku mati"
"Biarkan aku mencintaimu"
"Ambil detak jantungku Jika kau membutuhkannya"
"Kau akan bisa dengar keinginanku di dalamnya"
Lebih atas.
Apa pasang di tengah juga?
Ya. Di tengah juga.
Ya, Dr. Sinha?
Aku akan ada di sana dalam 20 menit.
Terima kasih.
Jika kau sudah selesai berhubungan seks, tanyakan juga tentang kesehatan istrimu.
Hal malang telah menunggu di rumah sakit begitu lama.
Ya, sayang, kita baru saja selesai.
Ya Tuhan! Surga dunia.
Biarkan aku mengatur napas.
Lalu aku akan lari kepadamu.
Aku mencintaimu.
Saju, mereka telah meninggalkan penjara.
Rumah Sakit ETA sekitar 8 menit.
Cari tahu petugas mana yang jaga malam ini.
Nyonya, aku bilang yang sebenarnya. Aku tak tahu apa-apa.
Ini kasus nyonya. Kau harus buka mulut.
Kini, kau ingin berapa kali dipukuli jika kau terus menerus tak bicara.
Aanya.
Dimana?
Apa?
Aanya, kau janji padaku, kalau kau akan pulang jam 6:30.
Itu sebabnya aku memberimu izin untuk pulang.
Hari ini, karena putrinya, kau akan kacau.
Oh, lupakan apa yang Ayah katakan!
Diam dan dengarkan aku sekarang.
Aku ingin kau pulang dalam 10 menit ke depan.
Dan setelah sampai di rumah, kau harus meneleponku menggunakan ponsel ayahmu.
Mengerti?
Aku tak punya banyak waktu, Tyagi.
Nyonya, nyonya...
Kacangmu akan pecah dalam 3 detik ke depan.
Bicara!
Aku akan memberitahumu. Aku akan memberitahumu secara lengkap.
Catat pernyataannya.
Seorang pasien dirawat di UGD dengan kemungkinan kegagalan alat pacu jantung.
Denyut nadinya menurun dengan cepat.
Dia adalah Asisten Inspektur, Rakesh Jadhav dari Arthur Road Jail.
Dr. Sinha,
sangat penting baginya untuk baik-baik saja.
Pak, aku tak bisa mengungkapkan lebih jauh, tapi mengertilah...
bahwa ini adalah masalah keamanan nasional.
Bagaimana menurutmu, Dr. Sinha?
Dia...
Dia akan mengalami bradikardia.
Alat pacu jantung perlu diprogram ulang atau diganti.
Tak ada waktu untuk di sia-siakan.
- Pasien seperti tenggelam. - Pak, kuberitahu lagi
sangat penting baginya untuk baik-baik saja. Dia tak boleh mati.
Sinkronkan.
Tiga...
dua...
satu...
Tiga jam lagi.
Mari kita bersenang-senang, oke?
Mari.
Jaga ini, Yuri.
Jika tidak,
kita akan dalam masalah.
Mengerti?
Mengerti?
Ya, Kapten.
Vivaan...
bawalah beberapa manisan.
Anshika boleh pulang hari ini. Dia sudah baik-baik saja.
Hanya satu pemeriksaan terakhir dan pembalut jahitannya yang tersisa.
Itu sebabnya dia ada di ruangan santai, bukan di ruang kemarin.
Aku sedang mempersiapkan ringkasan kepulangannya.
Setelah itu, kau boleh membawanya pulang.
Satu hal lagi.
Selama dua minggu ke depan, tak boleh ada tenaga sama sekali. Oke?
Istirahat total di tempat tidur.
Terima kasih, dokter.
Terima kasih.
Semua yang terbaik, Vivaan.
Sampai jumpa hari Rabu untuk pemeriksaan. Oke?
Hei, siapa kalian?
Dan apa yang kau lakukan...
Apa itu AK-47?
Bukan, Kakek. Setiap senjata bagus bukan AK-47.
Ini adalah MP5, dan hanya digunakan oleh Angkatan Darat.
Ayo, Ayah.
Zubin, tetap di sini.
Ya, Kapten! Semoga berhasil, Kakek.
Siya, dokternya akan tiba.
Dia akan mengurusmu.
Haruskah aku lakukan sesuatu untukmu?
Hai, seksi.
Hai.
Dr. Sinha bilang bahwa kau…
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.