De første 200 linjer.
in collaboration with Paskalis Damar -- Antlers indofiles sub crew
Maya?
- Hei. - Hei.
- Sudah kau selesaikan bacaanmu? - Yeah.
Hampir.
Kau tahu bagaimana setiap orang mengeluh tentang betapa berbahayanya kota ini...
... dan bagaimana mereka berharap bisa kembali ke masa lalu yang lebih indah ketika itu tidak mungkin terjadi?
Yah, ternyata masa lalu yang indah itu juga tidak pernah ada.
Selalu saja seperti lingkaran setan.
Kau anggap aku tidak menarik lagi?
Apa?
- Sayang, kau baik-baik saja? - Tidak.
- Tidak? - Tidak.
Seorang supir taksi rusia menabrak trotoar hari ini...
- Ya. - dan menabrak pejalan kaki...
... menerobos jendela toko. Aku di sana saat mereka sedang...
... memasukkan mayatnya ke dalam kantung mayat, dan kurasa aku bisa mendapatkan foto...
... yang laku dibeli oleh surat kabar, kau tahu, tapi...
- kurasa itu tidak begitu bagus. - Bagaimana jika aku punya kabar baik untukmu.
Kau tahu, semacam kabar yang artinya kau bisa menyingkirkan radio polisimu...
... dan hanya memotret yang kau inginkan. Selamanya.
Aku akan menikah denganmu.
Itu saja?
Apalagi yang kau inginkan?
Yah...
... bagaimana kalau...
... kau di tempat tidur...
... tidak perlu mencemaskan apapun...
... setidaknya selama satu jam, kecuali bagaimana membuat aku dan kau...
... benar-benar bahagia.
- Begitu kesepakatannya. - Ya?
- Ya. - Kau suka?
Kau suka? Bagus. Jadi...
Kau tahu bagaimana kau berharap bahwa Jurgis akan mengenalkanmu...
... dengan beberapa temannya dari dunia seni?
Dan kau tidak pernah mengerti kenapa dia tidak melakukannya?
Aku menelepon dia hari ini dan aku bilang :
"Mengapa kau tidak memperkenalkan Leon...
... ke salah satu temanmu?" Kau tahu apa yang dia katakan?
- Apa? - Dia tidak melakukannya...
... karena dia menyadari bahwa jika kau sudah siap, kau akan memintanya.
Jadi aku memintanya untukmu.
Bagus, bukan?
Kau tahu siapa Susan Hoff?
Tentu saja. Kau bercanda.
Apa aku terlihat bercanda?
- Kau akan menemui dia besok. - Kau bercanda?
Tidak.
Sekarang waktunya untukku?
Apapun yang kau lakukan, jangan sebut Maya.
Apa? Kenapa?
Susan suka jika artisnya muda, pria dan bujangan.
Sebenarnya, kau tahu?
Bagian prianya tidak begitu penting.
Itu dia. Ayo.
- Halo, sayangku. - Halo.
- Maaf kami terlambat. - Oh, tidak perlu minta maaf.
Tidak perlu tepat waktu bagiku. Tidak masalah.
Kau tahu kapan pertama kali aku tahu bahwa Basquiat itu jenius?
Saat dia tiga hari terlambat makan siang.
Ceritakan soal pekerjaanmu.
Jelaskan padaku. Apa yang menarik bagimu?
- Perkotaan. - Mengapa?
Karena tak seorangpun pernah memotretnya. Tidak dengan cara yang sebenarnya...
... inti sarinya. Itulah tujuanku, itu impianku.
Lalu kau gagal.
Kau ada di tempat yang tepat, bukan?
- Ya. - Tapi bukan di saat yang tepat.
Pemandangan itu menarik perhatian kami, tentu, lalu kenapa?
Ini melodrama, menarik tapi kosong.
Aku ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya. Aku ingin melihat wajah seorang pengusaha...
... ketika kotoran mengenainya.
Lain kali jika kau berada di tengah kota...
... tetaplah di situ, beranikan dirimu, tetaplah memotret.
Lalu temui aku.
- Dia benci dengan karyaku. - Tidak.
Jika dia tidak suka karya seseorang, dia hanya memberi waktu satu menit saja untuk mereka.
- Kau mendapat tiga menit. - Jadi? Dia suka?
Yah, aku tidak bilang begitu.
Menurutmu dia benar, bukan?
Dia tidak benar.
Oh, tidak, tidak, tidak.
Waktunya bayar tol, sayang.
Tinggalkan aku sendiri, kumohon.
Ya.
- Kau harus membayarnya dengan berlutut, sayang. - Hei!
Apa yang akan kau lakukan, jalang?
Kenapa kau tidak naik kemari dan mencari tahu.
Apa?
Bagus.
Ya, bagus.
Baik, berhenti disitu. Tepat disitu. Berhenti. Sempurna.
Penah main film sebelumnya?
Yo. Ayo pergi.
Mati kau keparat.
Kau tidak apa-apa?
Terima kasih.
Kebanyakan orang akan lari.
Oh, ya.
Aku tidak lari kali ini.
Ya.
Terima kasih.
- Hei, sayang? - Ya.
Kau lihat dompetku?
- Ya, di atas kursi. - Oke.
Kapan kau ambil ini?
Tadi malam.
Kau harus tunjukkan ini pada Susan Hoff. Kau bilang dia ingin...
... maksudku, yang seperti ini.
Ya, kau pikir demikian?
Ya, karena jika bukan, aku harap aku tak pernah melihatnya.
Hei. Selamat pagi.
Pagi.
Sampai jumpa, Sayang
Baiklah.
- Ini untukmu, pak. - Terima kasih, sayang.
Awas tangan.
- Tidak mungkin. - Ayolah, terakhir kali.
Aku bilang tidak lagi.
Kalau aku tidak peduli pada minyakmu yang menjijikan itu melumuri tahuku...
... kenapa kau peduli bahwa tahu itu akan mengotori minyakkmu?
Karena pelangganku, keturunan Amerika asli...
... mereka tidak mau steak keju mereka bercampur dengan tahumu.
- Itu membuatku ingin muntah. - Mereka tidak akan tahu.
- Aku akan tahu. - Tahu tidak memiliki rasa.
- Sekarang kau mengakuinya. - Tentu saja.
Demi kakekku, Tuhan menerima jiwanya...
Tuhan. Jika dia melihatku melakukan ini, dia akan bangkit dari kubur dan membuatku jadi sosis.
Ya, dan pelanggan tetapmu akan segera melahapnya.
Maya.
Ini gadis yang sama, bukan?
Dia seorang model.
"Erika Sakaki menghilang setelah meninggalkan klub di pusat kota...
... tak lama setelah jam 2 pagi"
Oh, Tuhanku.
- Apa? - Itu tepat saat aku memotretnya.
Aku harus pergi.
- Kemana kau akan pergi? - Polisi. Aku akan meneleponmu nanti.
Dan mereka lari setelah mengetahui kedatanganmu.
Tidak, kau lihat mereka? Tidak, tidak.
Mereka tidak lari sampai aku menunjuk ke arah kamera pengawas
Itu yang membuat mereka pergi.
- Kemana mereka pergi? - Aku kira mereka sudah pergi...
... tapi mungkin saja, dan itu sebabnya aku di sini...
... untuk mengatakan bahwa mungkin mereka turun lewat tangga yang lain...
... dan masuk ke kereta api yang sama dengan kereta yang wanita itu naiki.
Dan kau?
Aku sudah bilang. Aku...
Aku tidak naik ke kereta api itu. Aku jalan kaki.
- Baik. - Baik?
Yah, aku yakin semua yang perlu kau ketahui...
... akan ada pada kaset di kamera itu.
Apa kau jual foto-fotomu?
Apa? Ya, tapi tidak seperti ini. Kebanyakan polisi yang meminta.
Erika seorang model terkenal.
Tabloid akan tertarik dengan kasus ini.
Sungguh? Aku tidak tahu.
- Begitukah? - Ya. Aku tidak menguntit dia...
... jika itu yang kau maksudkan.
Lihat, aku... aku lihat orang-orang ini.
Aku rasa mereka terlihat mencurigakan, jadi aku buntuti mereka.
Tapi kau terus memotret dia?
Yah, ya, ya, tapi... Aku rasa begitu, tapi...
Mengapa?
Kalau kau sudah punya jawabannya, telepon aku.
Apa?
Tidak ada. Aku tidak mengira kau...
- ... tipe orang yang akan bilang, "wow. " - Bukan.
Aku tidak begitu.
Aku belum pernah bilang itu sejak SMA.
Tapi ini bagus sekali.
Aku akan ikut pameran dalam tiga minggu.
Beri aku dua gambar lagi yang kuat...
... dan kau akan menjadi bagian dari ini.
Okay.
Oh, bagus.
Tanpa cinta dan dukunganmu yang tanpa syarat...
... dan tanpa kau yang akhirnya memperkenalkanku pada salah satu relasimu...
Aku tidak percaya kau membuatku menunggu begitu lama.
semua ini tidak mungkin terjadi.
Aku sayang kalian berdua.
- Bersulang. - Bersulang.
- Aku harus pergi sekarang. - Apa? Tidak.
- Apa? Kemana kau... ? Apa? - Dua gambar lagi.
Tidak harus malam ini. Tidak.
Kenapa tidak... ?
- Dua jepretan lagi. Itu saja yang kubutuhkan. - Bagaimana dengan jepretan yang ini?
Hei, katakan pada istrimu agar tenang.
Sayang, Aku naik kereta api setiap hari. Lebih aman daripada berjalan kaki.
Tapi kau dengar cerita itu.
Itu sudah lama sekali. Lihat, tidak ada coretan dinding, AC nya hidup.
Kau bisa mengerti kondekturnya. Ini abad baru.
Kita turun di pemberhentian berikutnya, jadi kau bisa lakukan apapun yang kau mau...
... tapi kita akan turun, okay.
Baiklah. Kau tahu? Kita bisa kembali ke rumahku...
... dan Leigh bisa memasak untuk kita...
- ... makan malam romantis untuk bertiga. - Apa kita sudah melewatkan pemberhentian kita?
- Kau harus bicara pada istriku soal tempat tidur. - Kau saja yang bicara.
- Randle. - Sebentar, sayang.
Kau tahu, itu anggur murahan.
No comments yet. Be the first to leave one.