Braveheart

Braveheart

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Braveheart 1995 720p BRRip x264 YIFY
En kommentar af Sub_Ritel
Netflix Retail

Tags

brrip
x264
720p
720
Udgivet den: 2019-10-24
Downloads: 449
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

SKOTLANDIA 1280 M

Akan kuceritakan kisah William Wallace.

Para ahli sejarah dari Inggris akan menyebutku pembohong.

Tetapi sejarah ditulis oleh mereka yang menggantung para pahlawan.

Raja Skotlandia meninggal tanpa punya anak.

Raja Inggris, penyembah berhala keji dikenal dengan Edward Longshanks,

mengambil takhta Skotlandia sebagai miliknya.

Bangsawan Skotlandia melawannya dan saling berebut takhta itu.

Maka Longshanks mengundang mereka membahas gencatan senjata.

Tanpa senjata dan hanya satu pesuruh.

Di antara petani daerah itu ada Malcolm Wallace.

Orang jelata pemilik lahan. Dia punya dua putra, John dan William.

Ayah menyuruhmu tinggal.

Tugasku sudah selesai. Kita ke mana?

Rumah MacAndrews. Harusnya dia datang saat pertemuannya selesai.

- Aku boleh ikut? - Tidak. Pulang, Nak.

Tetapi aku mau ikut.

Pulang William, atau Ayah tampar!

Pulanglah, William.

MacAndrews!

MacAndrews!

Ya Tuhan.

- Tak apa. - William!

William, tak apa! Tenang, Nak.

William.

- Kita lawan sekarang! - Tak bisa! Itu bunuh diri!

Wallace benar! Kita lawan mereka!

Tiap bangsawan yang ingin berjuang datang ke pertemuan itu!

Kita tak bisa melawan pasukan! Tidak dengan lima puluh petani.

Kita tak perlu mengalahkan, hanya melawan mereka.

- Siapa yang ikut aku? - Aku, Wallace.

- Baiklah. - Siap.

- Mau ke mana? - Ikut Ayah.

Ikut Ayah? Lalu mau apa?

Aku akan bantu.

Kau akan sangat membantu.

Namun, Ayah mau kau tetap di sini, urus tempat ini selama Ayah pergi.

Aku bisa bertarung.

Ayah tahu.

Kau bisa bertarung.

Namun, kecerdasan yang buat kita jadi manusia.

Sampai besok.

- Orang Inggris. - Menunduk.

Ayah dan kakakmu pergi.

Mereka akan bunuh kita dan bakar pertaniannya.

Kini tergantung kita, Hamish.

Ayah?

Ayah?

William.

Kemari, Nak.

Amin.

Amin.

William...

Aku pamanmu, Argyle.

Kau mirip ibumu.

Kita menginap di sini malam ini. Besok kau ikut aku pulang.

Aku tak mau pergi.

Kau juga tak mau ayahmu mati, 'kan?

Tetapi itu terjadi.

Pendetanya beri doa yang puitis?

"Tuhan memberkati dan menjagamu?"

Dalam bahasa Latin.

Kau tak bisa bahasa Latin?

Kita harus perbaiki itu.

Tuhan memberkati dan menjagamu.

Tuhan menyinarimu dengan sinar-Nya.

Tuhan mengangkat wajah-Nya atasmu

dan memberimu damai.

Amin.

Hatimu bebas.

Beranilah mengikutinya.

Mereka sedang apa?

Ucapkan selamat jalan dengan cara mereka sendiri.

Memainkan bagpipes yang terlarang.

Paman dan ayahmu juga begitu,

saat ayah kami tewas.

Pertama,

belajar memakai ini.

Lalu akan kuajari memakai ini.

Lama sesudahnya, Edward Longshanks, Raja Inggris,

mengatur pernikahan putra sulung yang akan mewarisi takhtanya.

Amin.

Longshanks pilih putri saingannya, Raja Prancis, sebagai menantunya.

Menurut isu, agar putri itu hamil,

Longshanks sendiri yang lakukan.

Mungkin saja memang itu niatnya.

Skotlandia,

negeri milikku.

Prancis akan merendahkan diri pada siapa pun yang berkuasa.

Tetapi bagaimana percaya kekuatan kita bila tak bisa atur pulau sendiri?

Mana putraku?

Maaf, Tuanku. Dia memintaku datang mewakilinya.

Kukirim orang memanggilnya dan dia mengirimmu.

Aku harus pergi, Tuanku?

Jika dia mau ratunya memerintah selama aku pergi,

tetaplah di sini dan pelajari caranya. Silakan.

Para bangsawan kunci ke Skotlandia.

Beri bangsawan kita tanah di utara.

Beri bangsawan mereka tanah di Inggris sini.

Dan buat mereka terlalu rakus untuk melawan kita.

Tetapi bangsawan kita akan enggan disuruh pergi.

Negeri baru berarti pajak baru dan sudah dipajak untuk perang Prancis.

Benarkah?

Masalah dengan Skotlandia adalah terlalu banyak orang Skotlandia.

Mungkin saatnya untuk memakai lagi tradisi lama.

Beri mereka hak prima nocte.

Di malam pertama saat gadis biasa penghuni tanah mereka menikah,

bangsawan kita berhak menidurinya di malam pengantinnya.

Jika tak bisa paksa mereka keluar, kita habiskan keturunannya.

Kita akan dapat bangsawan yang kita inginkan di Skotlandia.

Dengan atau tanpa pajak.

- Ide terbaik, Tuanku. - Benarkah?

Kini di Edinburgh berkumpul dewan para bangsawan Skotlandia.

Di antaranya Robert, Earl of Bruce ke-17.

Pesaing utama takhta Skotlandia.

Kudengar Longshanks memberikan prima nocte.

Jelas untuk menarik lebih banyak pendukungnya di sini.

Ayahku yakin kita harus meyakinkan Longshanks.

Dengan tak mendukung atau menentang titahnya.

Rencana bijaksana.

Bagaimana ayahmu? Dia tak di dewan.

Tugasnya di Prancis menundanya.

Dia kirim salam.

Katanya aku mewakili semua Bruce dan Skotlandia.

- Batumu jatuh. - Uji kedewasaan.

Kau menang.

Kalau begitu sebut uji keprajuritan.

Inggris larang kami berlatih pakai senjata, jadi kami pakai batu.

Ujian seorang prajurit bukan di kekuatannya, tetapi di sini.

Bukan, di sini.

Hamish?

- Ini, Nak. Tunjukkan padanya. - Ayo, Hamish!

Anakku!

- Lemparan bagus. - Ya.

Aku ingin tahu apa kau bisa lakukan itu pada saatnya.

Pada saat perang.

Bisa lumat orang dengan lemparan itu?

Aku bisa melumatmu bagai cacing.

- Kau bisa? - Ya.

Lakukanlah.

Mau melihatnya melumatku bagai cacing?

- Lakukanlah. - Kau akan bergeser.

- Takkan. - Baiklah.

- Dia akan bergeser. - Ayo, Hamish!

Ayo, Nak!

Bagus sekali!

Bagus, Wallace muda.

Kau tak apa? Kau tampak agak goyah.

- Harusnya kuingat batu-batu itu. - Benar.

Berdiri, Gendut. Senang melihatmu lagi.

Ya, selamat datang kembali.

- Kepalaku. - Harusnya kau bergeser.

- William, mau menari denganku? - Tentu.

Aku datang menuntut hak prima nocte.

Sebagai penguasa daerah ini, akan kurestui pernikahan ini

dengan meniduri mempelainya di malam pertama perkawinannya.

Demi Tuhan, tak akan!

Ini hakku sebagai bangsawan.

- Selamat malam, Tuan. - Wallace muda.

Malam yang menyenangkan, ya?

Ya. Boleh bicara dengan putrimu?

Mau bicara apa padanya?

Murron, mau ikut denganku di malam yang cerah ini?

- Di cuaca begini? Kau gila. - Ini cuaca Skotlandia cerah, Nyonya.

Hujannya jatuh tegak lurus. Mungkin agak ke samping.

- Dia tak boleh ikut denganmu. - Tidak?

Pokoknya tidak.

- Tidak? - Sampai nanti.

Cuacanya bagus. Hujannya tak deras.

- Kau tak dengar kata Ibu? - Murron!

Sifatnya itu darimu.

Bagaimana mengenaliku setelah sekian lama?

- Tidak. - Tidak?

Kulihat kau menatap dan tak tahu kau siapa.

Maaf, kurasa memang begitu.

Kau biasa pergi berhujan-hujan dengan orang asing?

Itu cara terbaik membuatmu pergi.

Jika berani mengajakmu lagi, akan kukirim peringatan tertulis.

Percuma saja, aku tak bisa baca.

- Tak bisa? - Tidak.

- Kita harus perbaiki itu. - Kau akan mengajariku membaca?

- Kalau kau mau. - Ya.

Dalam bahasa apa?

Kini kau pamer.

- Sudah terkesan? - Tidak, untuk apa?

Ya, karena tiap hari aku memikirkanmu.

Ucapkan itu sambil terbalik dan aku akan terkesan.

- Kilt-ku akan terbuka tetapi kucoba. - Kau jelas tak belajar sopan santun!

Orang Prancis dan Romawi lebih parah lagi.

Kau pernah ke Roma?

- Ya, Paman membawaku ziarah. - Seperti apa di sana?

Tak secantik dirimu.

- Apa artinya? - Cantik.

Tetapi di sini tempatku.

Murron, masuklah sekarang.

Aku tahu memang aneh mengajak Murron

berkuda tadi malam, tetapi yakinlah.

Putri MacClannough soal lain.

Aku menjemputmu untuk pertemuan.

- Pertemuan macam apa? - Rahasia.

More Indonesian subtitles for Braveheart

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left