Indian

Indian (இந்தியன்)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Indian / Hindustani 1996 WebRip 1080p Hindi DD 2 0 x264 - mkvCinemas
En kommentar af Classic CinemaIndo

Tags

webdl
Udgivet den: 2025-08-03
Downloads: 37
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

'Menuju Abad 21... Hindustani di ruang gawat darurat'

Terima ini.

Kalau kamu masuk gedung ini dengan petisi ini...

...ada bagian Kelahiran dan Kematian.

- Cari wanita bernama Bhudevi. - Baik.

Bayar 10 rupee dan minta tanda terima darinya.

Di sana juga ada juru tulis.

Kalau kamu beri dia 100 rupee, dia akan dapatkan surat kematian istrimu.

Cepat... cepat pergi.

Bayar 10 rupee saja cukup, kenapa harus 100?

- Kamu kerja apa? - Saya peternak susu.

Bagaimana cara kamu memerah sapi?

Saya beri mereka biji kapas, bungkil minyak, dan dedak.

- Apa sapi langsung keluar susunya? - Tentu tidak.

Kami memijat puting dengan minyak.

- Anggap saja ini sama. Pergi. - Baik!

Jangan berteriak di sini. Kalau mau air, minum air Coovum.

Semua air sudah dikirim ke pesta pernikahan orang penting.

Kenapa saya harus peduli? Pergi berteriak di sana.

Kelihatannya kamu kecewa. Ada masalah apa?

Surat izin, Pak. Saya sudah bolak-balik sampai sepatu saya rusak.

Ganti sepatu saja.

- Berapa uang suap yang kamu beri? - Saya kasih seribu rupee.

Itu belum cukup. Kamu harus kasih lebih banyak.

- Pak... - Kamu bikin banyak masalah.

Sudah saya bilang berkali-kali, dokumen itu kadaluwarsa dan tidak sah.

Lalu untuk apa kamu terima suap?

Untuk memeriksa keabsahan dokumen. Pergi sekarang.

Ketidakadilan macam apa ini?

Kamu terus mendesak untuk kirim uang.

Tapi orangmu dan uangnya belum sampai ke saya.

Kamu terus memaksa saya tandatangani dokumen.

Apa? Sudah kamu kirim?

Dia belum datang.

Baik. Tunggu sebentar, ada orang datang.

Sudah kamu bawa?

Nanti saya bicara lagi.

Sepertinya dia orangmu.

Pak Kumar, jangan kirim siapa pun selama 15 menit ke depan, ya?

Ini uang dari bank? Tidak berurutan ya?

Nanti bisa jadi masalah.

Keluarkan.

Ini apa?

Ini apa?

Kamu sedang bercanda?

Siapa kamu?

Keluar.

Kumar.

Pak, aku Kumar.

Orang Pappuji menunggu di luar. Aku suruh masuk?

Halo!

Pak.

Ini aku, Pak.

- Mau apa? - Aku butuh izin untuk menjalankan truk berat.

- Siapa yang mau? - Aku.

Sudah bawa semua surat?

Aku bawa semua, kartu pangan, LMV, dan lain-lain.

Ditolak.

Berikutnya!

Kenapa ditolak? Surat semuanya sudah benar.

Aku ingin tahu alasan penolakan.

Hei anjing, kenapa kamu menggonggong?

Dia orang penting, jangan macam-macam. Diam!

- - Selamat pagi, Pak. Ada masalah apa?

Dia tidak membawa surat penting, tapi tetap memaksa.

Jangan khawatir, Pak. Aku akan urus.

- Kamu... - Pergi sana. Dengar aku.

Dengar, aku bisa membuatmu menyesal. Pergi!

Kalau datang ke aku...

...Ambil izin antarnegara, alat berat, tangki minyak.

Tangki air, SIM komersial.

Kenapa bawa LLR ke aku?

- Namamu siapa? - LLR... Reshma.

Oke, Reshma.

Bawa fotokopi kartu pangan, MC & S, sertifikat S.L.C.

Isi formulir ini lengkap dengan 7 foto.

Jelaskan padanya.

- Pergi... - Kalau lompat antrean, akan kena.

- Salam. - Silakan, Pak Parasnath.

Bagus, bagaimana kamu tahu namaku?

Tertulis jelas di dahi kamu. Mau apa?

Aku mau SIM.

- Bayar 365 rupee. - Aku diberitahu 35.

Bisa dapat 35 atau 365 juga.

Apa bedanya?

Bedanya?

Kamu harus naik ke lantai ini dan antre panjang sekali.

Pengajuan formulir jam 10 sampai 10.30, lalu loket ditutup.

Kamu perlu lima hari untuk urus ini.

- Kerja di mana? - L&T.

- Jadi harus cuti tanpa bayaran ya? - Iya, gimana lagi?

Gaji 5 hari hilang, tambah ongkos taksi dan ojek, totalnya Rp 900.

Mau pilih bayar Rp 900 atau Rp 365?

- Kenapa kalian tega banget ngegondol duit orang? - Diam!

Chandru, kenapa buang-buang waktu sama orang pelit kayak gini?

- Bener. - Pergi sana.

Diam!

Kalian mulai usaha ilegal dekat kantor pemerintah.

Aku laporin polisi nih.

- Lihat ini? - Apa ini?

Ini surat permohonan Asisten Komisaris.

Dia juga klien aku. Silakan lapor.

- Aku bakal terbitin di koran. - Hei...

Aku nggak peduli kamu terbitin di mana pun.

Keluar dulu dari sini.

Chandru, aku pastikan dia nggak dapat SIM.

Bisa apa kamu?

- Hei Parasnath... - Kamu tahu namaku dari mana?

Lambang di dahi kamu jelas banget.

Kalau nggak pergi, aku usulin namamu dicoret dari Gazette.

Orang ini banyak omong.

- Apa tadi bilang apa? - Aku ngomong sama diri sendiri.

Jangan di sini, pergi sana ke Kilpauk.

Kamu tahu rumahku di Kilpauk gimana?

Kamu tinggal di Kilpauk? Pergi sana dulu.

Pergi, sana!

Hei botak! Sini.

Chandru, liat ini.

- Ini Sunny, botak lagi bengong. Angkat dia. - Maaf.

Mau apa dia?

Kayaknya mau SIM truk berat.

Berat badannya nggak sampai 100 gram, MC bakal jadi masalah.

- MC itu apa? - Surat Keterangan Sehat.

Kenapa bawa kasus susah-susah gini? Reputasi kita bisa rusak.

Chandru!

- Bayar Rp 1.600. - Rp 1.600?!

Buat SIM-mu banyak orang rela tidur di peti mati. Ayolah, bayar sekarang.

Surat-surat ini harus sudah ditandatangani petugas.

Bawa uang 'catatan'?

Kirain aku kirim formulir tanpa sogokan?

Kasih sini.

Mau nyetir atau cuma gemeteran? Tangan kamu gemetaran terus gini.

Itu karena senang.

Lihat, saraf kamu lemah banget.

Setiap hari suntik Neurobion ya. Coba tunjukkan tanganmu.

Nggak bisa disuntik, pecahin botolnya dan minum aja.

- Cepet cukur rambut. - Kalau aku cukur, berat badanku kurang.

Cukur dan masukin ke kantong.

- Sampai jumpa. - Datang sore, aku kasih. Dia kuat sampai sore nggak ya?

Selamat pagi, Pak.

Selamat pagi, Pak.

Tandatangani dokumen ini.

Selamat pagi, Pak Polisi.

Dokumen 'penting banget' diselipin di semua aplikasi.

Tandatangani nama indahmu, 'Suverlal Verma'.

- Kenapa ngorok, Pak Polisi? - Kamu lupa huruf 'R'.

Aku nggak lupa 'R' apa-apa. Bu, kamu?

Dia juga kayaknya nggak lupa.

Namaku bukan 'Suvarlal Verma', tapi 'Surajlal Verma'.

Pak Polisi kutu air.

Maaf, Pak.

Tandatangani.

Ditolak.

- Kenapa dilempar ke muka aku? - Dokumen penting kurang.

Nggak bisa tandatangan gratis sekali tiap 20 buku?

Aku kerja keras, ngerti?

Oke deh!

Tunggu, aku bikin ususmu rusak.

Silakan minum teh, Pak Polisi.

Dia selamat.

- - Tante!

Ayo, Chandru.

- Bawa semua belum? - Sudah.

- Yang paling penting itu... - Aku kok lupa ya?

Kayaknya yang terbaru... Soft touch... tanpa tali.

- Kolaborasi luar negeri. - Hah? - Iya!

Wah, aku lupa.

Masker wajah.

Tunggu dulu.

Setelah semua bayar, sisa Rp 5.000.

Iya.

Kalau bayar sisa Rp 124.800...

...Chandru bakal jadi Inspektur Lalu Lintas.

Jangan nggaruk punggung aku.

Tante, kamu harus ngomong sama Om biar urusan ini kelar.

Ada 50 orang siap bayar Rp 200 juta buat kerjaan ini.

Tahu nggak, Chandru?

Diskon ini cuma buat kamu, soalnya kamu kerja serabutan buat aku.

Ada enam potong kain blouse.

Aku mau ke pesta nikahan.

Suruh tukang jahit kita jahit yang rapi.

- Aku udah bawa blouse buat diukur. - Aku yang urus.

Nggak punya rok dalam buat dijahit?

Suruh jahit model terbaru.

Model terbaru buat rok dalam gimana sih?

Dia ngomongin hal lain, kamu diem aja ya.

Madhuri Dixit pakai blouse model jendela di film.

- Kamu bisa juga pakai blouse model pintu. - Menurut kamu cocok nggak ya di aku?

- Apa pun yang kamu pakai pasti bagus. - Tapi yang lihat bisa jadi nggak suka.

- Anjing! Dia menggonggong. - Lihat.

Gopal, anjing Rathi kita sudah gonggong dua hari ini.

Bawa dia sama kamu, terus balikkan.

Oke, Tante.

Om bilang dia bawa formulir lamaran kerja jadi inspektur lalu lintas.

Dia sudah bawa. Tunggu, aku cek dulu.

- Kayaknya dia yang mau cek. - Biarin aja.

Untuk jadi inspektur lalu lintas...

...aku harus jahitin blouse dan beli pembalut juga.

Kita juga harus ajak anjing jalan-jalan.

Jangan garuk lukanya.

Indian subtitles in other languages

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left