De første 200 linjer.
- Sebelumnya... - Kau baik?
Aku telah meniduri istrimu.
Aku takkan bilang tak keberatan.
Namun, tak ada yang bisa memisahkanmu dariku atau aku darimu.
Jenderal Rolàn.
Aku janji akan terus menyimpannya selama aku memakai seragam ini.
Dia meninggal malam itu. Keesokannya, dia dikubur.
Syukurlah.
Tuan Beauchamp?
Dia saudara tiriku. Dulu.
Kau kenal kapten bernama Richardson?
Dia mengirim putramu ke kawanan Hessian.
Kenapa kau membantuku?
Demi matamu yang indah.
Dia bermimpi tentangmu. Saat rambutmu memutih bak salju,
kau akan punya kebijaksanaan abadi.
Perang akan datang ke pedalaman.
Akan ada pertempuran setahun lagi di tempat bernama King's Mountain,
dan James Fraser tewas di sana.
Benjamin Cleveland.
Ada Tory di tanahmu bernama Cunningham.
Cleveland? Kau adalah James Fraser di buku itu.
BERDASARKAN RANGKAIAN BUKU KARYA DIANA GABALDON
Nyonya Abbott punya sisir macam ini.
Kami tak boleh menyentuhnya.
Fanny, kau mau memilikinya?
Memilikinya?
Ya, untuk dibawa pulang.
Milikmu sendiri sepenuhnya.
Nyonya Mackenzie, ada surat untukmu.
Pikirkanlah saat aku ambil surat.
Itu sangat cantik.
Ya, Pak.
Meski agak tak cocok di sini.
Begitu juga kau.
Kau juga cantik.
Mau menemaniku?
Aku tak mau.
Ayolah.
Kau tampak seperti petualang.
Dan kau adalah penjilat buruk rupa.
Fanny, apa pria-pria itu mengganggumu?
Mereka perwira.
Bagaimana kau tahu?
Cara mereka membawa diri.
Hal-hal yang dia katakan padaku. Perwira di rumah bordil
biasa bicara seperti itu, merasa bisa bertindak semena-mena.
- Memiliki siapa pun yang mereka mau. - Aku akan bicara.
Jangan. Ayo kita pergi saja.
Kumohon.
Ini untukmu.
Dari mantan suamimu.
Apa yang dia mau darimu?
Sebenarnya, dia mencari Brianna.
Tampaknya dia di Savannah, dan William bersamanya.
Dia mengundangnya melukis potret istri dan putra keponakannya.
Biar kutanya apakah dia mau pergi.
Tidak, tidak boleh.
Bisa kau ulangi ucapanmu?
Tidak.
Ini bukan urusanmu.
Aku tak bermaksud terlibat.
Aku tak ingin kau terlibat lagi dengan John Grey sama sekali.
Tapi sudah terlambat.
Kau tahu apa yang terjadi. Kau tahu alasannya.
Aku tahu apa yang terjadi.
Dia menidurkanmu di lantai, menyibak kakimu, dan menyetubuhimu.
Pikirmu aku bisa mendengar nama itu tanpa memikirkannya?
Kukira masalah itu sudah selesai.
Pernahkah kubilang aku pencemburu?
Kau bilang, dan...
Dan pernahkah kubilang aku membenci tiap jam
yang kau lalui di ranjang pria lain?
- Kau bilang. - Aku serius.
Sampai sekarang pun begitu.
Namun, kau akan berbuat semuamu. Kau selalu begitu.
Tapi jangan pura-pura kau tak tahu perasaanku!
Kau tak bisa menghindari John terus. Jika William terlibat dengannya, kau juga.
Persetan William!
Pria Skotlandia keras kepala.
Apa yang telah William lakukan?
William tak melakukan apa-apa.
Lalu kenapa Tn. Fraser sangat marah?
Dia orang Skotlandia,
artinya dia keras kepala.
Tapi itu tak ada hubungannya dengan William.
Kau tak seharusnya memberitahunya.
Memberitahunya apa?
Aku tahu arti "menyetubuhi".
Pria tak suka berbagi wanita.
Aku suka kalian berdua.
Kalian baik padaku.
Sayang aku harus pergi.
Kenapa kau harus pergi?
William meminta Tn. Fraser untuk merawatku.
Jika dia marah pada William, dia takkan mau melakukan permintaannya.
Lalu... aku harus kembali ke Nyonya Abbott.
Aku harus bekerja.
Kau takkan pernah kembali ke sana.
Kami menerimamu karena kami mau.
Tidak benar.
William yang menyuruh Tuan Fraser.
Sebagai orang yang mengenal keduanya dengan baik,
aku bisa jamin
tak ada yang bisa menyuruh mereka melakukan hal yang tak mereka mau.
Tn. Fraser berjanji menjagamu tetap aman.
Dia menepati janjinya.
Begitu juga aku.
Ben belum mati. Itu sebabnya jasadnya tidak ada di makamnya.
Kemungkinan besar
Ben dimakamkan di liang kubur dengan nama orang lain.
Orang yang memakamkan mereka mungkin salah menaruh jasad.
Atau Ben kabur,
dan mereka mengubur orang lain di kuburannya untuk menutupi fakta itu.
Kenapa repot-repot?
Untuk menutupi rasa malu kehilangan tahanan berpangkat tinggi.
Aku mencari tahu lebih lanjut,
tapi sayangnya tak ada yang punya informasi lebih banyak lagi.
Mungkin karena memang tidak ada.
Aku punya prajurit timah yang Ben berikan saat kami kecil.
Jenderal Rolàn.
Kukembalikan saat dia pergi berperang. Itu tak ada di barang-barangnya.
Kau pikir Ben masih hidup
karena prajurit timah pemberianmu itu tidak ada bersamanya?
Aku tahu kau tak akan mengerti.
Kau mengalami bulan-bulan yang sulit, William.
- Mungkin kau mencari... - Bukan itu.
Kau mencari tujuan.
Tidak, ada yang tak beres di sini. Aku tahu.
Kau belum menyebutkan ini kepada Lady Grey?
Tentu belum. Kecuali kutemukan hal penting untuk diberitahukan.
Meski aku tak bermaksud mempercayai teorimu,
jika Ben kabur, seperti yang kau katakan,
maka dia mungkin akan memberi tahu komandannya, ya?
Kebetulan,
Mayor Jenderal Leslie baru saja ditugaskan ke Kampanye Selatan,
dan Jenderal Prévost mengadakan makan siang untuk menghormatinya.
Aku bisa mintakan undangan untukmu jika kau mau.
Kau hanya mencoba mengajakku kembali bersosialisasi.
Betapa beruntungnya muncul kesempatan kita berdua mendapatkan yang kita mau.
Jadi, John ingin aku melukis potret.
Kenapa dia menyurati Ibu, bukan Ayah?
Karena ayahmu dan Lord John bertengkar.
Mereka sedang tak bertegur sapa.
Perselisihan macam apa?
Saat kukira Jamie mati, aku menikahinya.
Apa?
Aku nyaris ditangkap sebagai mata-mata Tentara Kontinental,
dan John berpikir satu-satunya cara untuk menghentikannya
adalah jika aku menikah dengan perwira Inggris.
Kenapa Ayah marah? John hanya melindungimu.
Kalian, toh, tak tidur bersama.
Ibu!
Itu hanya terjadi sekali.
Kami berdua tenggelam dalam duka dan alkohol.
Aku tak bisa menjelaskannya.
Wow.
Bagaimana aku menatap John saat bertemu dengannya?
Tunggu.
Aku tak harus memanggilnya ayah, 'kan?
Jangan bercanda soal itu di depan ayahmu.
Tidak akan.
Maaf.
Toko akan segera tutup.
Jika ada yang kau butuhkan, aku bisa sampaikan pada Tn. Crombie.
Aku tak datang untuk membeli.
Lalu, apa yang bisa kubantu, Tn. Fraser?
Putriku bilang dua pria datang mengunjungimu hari ini.
Tampaknya perwira.
Benar.
Dua rekan putraku mengunjungiku.
Mereka adalah tawanan Konvensi yang menunggu untuk ditukar.
Mereka menyempatkan diri mengembalikan barang-barang milik putraku.
Fraser's Ridge itu jauh dari pasukan mana pun, Kapten.
Itu sebabnya aku suka.
Katamu kau pun menyukainya karena itu.
Memang.
Mereka sungguh dermawan, pergi sejauh itu hanya untuk bertamu.
Benar. Begitulah.
Kuharap aku sudah menyampaikan rasa terima kasih.
Aku tahu kita tak sejalan dalam hal politik.
Aku tak suka menyalahkan pendapat orang,
tapi aku takkan toleransi tindakan apa pun
yang akan mengancam Ridge atau para pemukimnya.
Aku bisa meyakinkanmu bahwa mereka tak bermaksud jahat.
Aku tak tahu apa yang dikatakan.
Salah satu dari mereka bicara pada Frances, gadis muda yang kurawat.
Dia sangat kesal.
Mohon maaf atas perilaku mereka.
Akan kutegur mereka jika kembali.
Meski kurasa kecil kemungkinan kau akan melihat mereka lagi.
Baiklah. Kapten.
Maaf mengganggumu. Tadi katanya kau sedang keluar.
Aku tak bermaksud...
Tak apa. Kau butuh sesuatu?
Kupikir rompi ini akan cocok dengan setelan yang dibelikan Paman John.
Ini buatanmu?
Aku menyulamnya untuk Ben.
Ukuran kalian mirip. Aku senang jika kau bisa memakainya.
Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.