De første 200 linjer.
FILM INI BERDASARKAN KISAH NYATA.
Apa itu?
Jimmy?
-Apa? -Apa aku menabrak sesuatu?
Apa itu?
Bannya kempis?
Tidak.
Apa itu? Minggirlah dan lihat.
Dia masih hidup. Sialan!
Matilah, Keparat!
Pandang aku!
Sepanjang ingatanku, aku selalu ingin jadi gangster.
Bagiku.
Menjadi gangster lebih baik daripada jadi presiden Amerika Serikat.
NEW YORK TIMUR, BROOKLYN. 1955
Sebelum aku ke pangkalan taksi untuk cari kerja seusai sekolah...
...aku ingin jadi salah satu dari mereka.
Aku merasa nyaman di sana. Bagiku penting menjadi orang penting...
...di lingkungan yang penuh pecundang.
Mereka tak seperti orang lain. Mereka berlaku semaunya.
Mereka parkir sembarangan tapi tak pernah ditilang.
Di musim panas, mereka main kartu sepanjang malam.
Tak ada yang memanggil polisi.
Tony Stacks. Apa kabar?
Tuddy Cicero.
Apa ini Anak Canarsie?
-Apa kabar? -Baik.
Tuddy.
Tuddy mengelola pangkalan taksi dan Restoran Piza Bella Vista...
...dan tempat-tempat lain untuk saudaranya, Paul, yaitu bos di lingkungan ini.
Gerak-gerik Paulie memang lamban.
Tapi itu karena Paulie tak perlu bergerak untuk siapa pun.
-Ini salahmu. -Kau yang memulai!
Aku? Itu salahmu.
Awalnya, orang tuaku senang aku bekerja di seberang jalan dari rumah.
Ayahku, orang Irlandia, dikirim bekerja di usia 11 tahun.
Dia senang, aku mendapat pekerjaan.
Dia selalu bilang, anak Amerika manja dan malas.
-Dah, Ayah. -Dah.
Sampai nanti, Mikey.
Dah, Henry.
Henry! Hati-hati bila menyeberang!
Beli susu sebelum pulang!
Ibuku senang saat tahu, keluarga Cicero...
...berasal dari daerah Sisilia yang sama seperti dirinya. Bagi ibuku...
...doanya terjawab.
Aku anak termujur di dunia.
Aku bisa pergi ke mana saja, melakukan segalanya.
Aku tahu semua orang, dan semua orang tahu aku.
Mafia datang, Tuddy membiarkanku memarkir mobil Cadillac mereka.
Aku hanya anak kecil yang tak bisa melihat ke balik setir...
...tapi aku memarkir Cadillac.
Tapi, setelah tak lama...
...orang tuaku berubah pikiran tentang pekerjaanku di pangkalan taksi.
Untuk ibu dan saudarimu.
Bagi mereka, pekerjaan itu mestinya paruh waktu. Tapi bagiku...
...itu penuh waktu.
Aku hanya mau melakukan itu.
Ayahku takkan bisa mengerti, tapi aku adalah bagian dari sesuatu.
Aku senang di sini. Aku diperlakukan seperti dewasa.
Bilang padanya, 519.
Setiap hari, aku belajar mencari uang.
Sedolar demi sedolar. Hidupku seperti surga.
Sekolahmu menyenangkan?
Ayahku selalu marah-marah.
Dia kesal karena gajinya kecil, adikku Michael...
...berkursi roda.
Dia kesal karena kami bertujuh tinggal di rumah yang begitu kecil.
Jelaskan tentang ini.
Ini surat dari sekolah.
Katanya, sudah berbulan-bulan kau tak bersekolah.
Berbulan-bulan!
Kau pikir, kau pintar? Kau gelandangan!
Kau ingin jadi gelandangan?
Setelah itu, dia umumnya marah karena aku sering ke pangkalan taksi.
Dia tahu, apa yang terjadi di sana.
Sesekali, aku dipukuli. Tapi, aku sudah tak peduli.
Menurutku...
...sesekali setiap orang mendapat pukulan.
Aku tak bisa mengantar lagi.
Apa maksudmu? Kau akan mengacaukan semuanya.
Ayahku bilang, akan membunuhku. Lihatlah.
Ikuti aku.
-Itu dia, Nak? -Bukan.
-Dia? -Bukan.
-Itu dia. -Tangkap dia.
Permisi.
-Bajingan. -Kemari, Berengsek.
-Kau tahu anak ini? -Ya.
-Tahu rumahnya? -Ya.
-Kau antar surat ke rumahnya? -Ya.
Mulai sekarang, semua surat dari sekolah ke rumahnya diantar kemari.
-Paham? -Ya.
Bila ada sepucuk surat dari sekolah tiba di rumah itu...
...kau masuk ke oven, kepala duluan.
Begitulah. Tak ada lagi surat dari guru yang menangani bolos, dari sekolah.
Malahan, tak ada lagi surat dari siapa pun.
Setelah beberapa minggu, ibuku mengeluh ke kantor pos.
Bagaimana aku bisa kembali ke sekolah setelah itu...
...menghormati bendera dan mempelajari omong kosong pemerintahan?
Paulie tak suka telepon. Dia tak punya telepon di rumahnya.
Mickey menelepon. Mau aku telepon dia kembali?
Ya, teleponlah.
Semua teleponnya diteruskan. Kami menelepon mereka kembali.
Punya lima sen? Teleponlah dia.
Ada orang yang mengurusi telepon Paulie sepanjang hari.
Sebagai orang yang bergerak sepanjang hari.
Paulie tak bicara dengan enam orang. Bila ada masalah perserikatan buruh...
...atau masalah angka penjualan...
...hanya orang teratas bisa bertemu Paulie dan membahas masalah.
Semuanya empat mata. Paulie tak suka konferensi.
Dia tak mau ada yang mendengar kata-katanya...
...atau orang lain ikut mendengarkan.
Ratusan orang bergantung pada Paulie, dan dia dapat persenan dari hasilnya.
Seperti upeti di Italia, tapi, ini terjadi di Amerika.
Mereka hanya dapat perlindungan Paulie dari yang ingin melukai mereka.
Itu saja. Itu yang tak bisa dipahami FBI.
Paulie dan Organisasi...
...memberi perlindungan pada orang yang tak bisa ke polisi. Itu saja.
Itu saja.
Mereka ini seperti polisi bagi mafia.
Orang memandangku berbeda, mereka tahu, siapa koneksiku.
Aku tak usah mengantre di toko roti pada Minggu pagi.
Pemiliknya tahu siapa aku, tak peduli berapa orang mengantre...
...aku dilayani duluan.
Tetangga kami tak lagi parkir di depan rumah, meski kami tak punya mobil.
Di usia 13 tahun...
...penghasilanku melebihi kebanyakan orang dewasa di lingkunganku.
Uangku melebihi yang bisa kubelanjakan. Aku punya segalanya.
Suatu hari...
...anak tetangga membawakan belanjaan ibuku sampai rumah.
Tahu mengapa?
Sebagai rasa hormat.
Hai, Ibu. Bagaimana menurutmu?
Lihat sepatuku. Bagus, bukan?
Ya ampun...
...rupamu seperti gangster.
Mereka menembakku. Tolong!
Henry, tutup pintu.
Itu pertama kalinya aku melihat orang ditembak.
Jangan di sini. Astaga!
Jangan di sini.
Aku ingat, kasihan orang itu, tapi aku juga ingat...
...mungkin Tuddy benar.
Aku tahu, Paulie tak ingin ada orang yang mati di gedung ini.
Kau payah. Kau habiskan delapan celemek untuk orang ini.
Kenapa kau ini? Aku harus membuatmu lebih tangguh.
Saat itu masa yang jaya.
Mafia ada di mana-mana.
Sebelum Apalachin dan Joe Gila...
...menantang bos dan memulai perang.
Itu saat aku mengenal dunia.
Itu saat aku pertama kali bertemu Jimmy Conway.
Usianya pasti tak lebih dari 28 atau 29, tapi sudah jadi legenda.
Bila dia datang, semua orang bersorak.
Dia beri penjaga pintu 100 dolar hanya untuk membuka pintu.
Dia beri ratusan dolar pada bandar dan yang menjalankan permainan.
Pelayan bar mendapat 100 dolar hanya untuk menjaga es tetap dingin.
Orang Irlandia ini akan mengambil uangmu.
-Mau minum? -Beri aku Seven and Seven.
Kenalkan anak ini, Henry.
Apa kabar?
Terima kasih.
Teruskan.
Jimmy adalah salah satu orang yang paling ditakuti di kota.
Di usia 11, dia dipenjara, di usia 16, membunuh untuk bos mafia.
Jimmy tak keberatan membunuh. Itu adalah bisnis.
Tapi yang paling disukai Jimmy, adalah mencuri.
Dia sungguh menyukainya.
Jimmy selalu membela orang jahat di film.
Beri aku dompetmu.
Kau mungkin tahu siapa kami, tapi kami tahu siapa kau.
Dia salah satu perampok terbesar di kota ini.
Minuman keras, rokok, pisau cukur, udang dan lobster.
Udang dan lobster yang paling enak.
Cepat habisnya.
Hampir semuanya diberikan. Diserahkan begitu saja.
Mereka memanggilnya Tuan Jimmy.
Bantu dia.
Para sopir suka dia. Mereka memberitahunya...
...bila ada barang bagus. Tentu saja, semua orang dapat bagian.
Terima kasih, aku akan ambil sisanya nanti.
Baiklah. Sampai nanti.
Henry, kemarilah.
-Kenalkan, ini Tommy. -Apa kabar, Henry?
Kalian akan bekerja sama, ya? Bantu dia. Silakan.
Jimmy, ada yang bagus?
Saat dikirim polisi untuk hentikan Jimmy, apa yang dia lakukan?
Apa kabar?
Dia membuat mereka jadi mitra.
Aku bisa mengeluh, tapi siapa yang mau dengar?
-Satu pak Pall Mall. -Ini dia.
-Kau butuh apa? -Dua pak Lucky.
-Ini, Henry. -Terima kasih.
-Kau butuh apa? -Satu pak Pall Mall.
Kau sedang apa?
-Ini tak apa-apa. -Kau sudah diizinkan ibumu?
Kau butuh berapa Pall Mall?
-Dari mana kau dapat rokok ini? -Singkirkan dia.
-Ini tak apa-apa. -Tidak begitu!
No comments yet. Be the first to leave one.