De første 200 linjer.
Will...
Will...
Pimpinan pastinya sangat menyesal tidak dapat hadir,
tapi memang ada masalah penting di Beijing.
Tolong sampaikan rasa terima kasihku kepada bosmu untuk sampanye murah dan bahkan alasan yang lebih murahan.
Anggaran kami hanya 10 persen dari apa yang kau habiskan untuk program drone militermu.
Kami punya kewenangan untuk mencabut anggaran percobaan ini.
Yang kami janjikan adalah keakuratan, kekebalan.
Bertahun-tahun kau menjanjikan hal itu.
Apa yang terjadi?
Hal buruk.
Will...
Semua ini salahku.
Tapi jika pencangkokan syaraf ini berhasil, apa yang akan mereka lakukan?
Mereka takut kepada kita.
Aku percaya ini bisa membantu mereka mengurangi rasa takutnya.
Kau percaya padaku, bukan?
Kumohon, Will...
kau harus menghentikannya.
Tidak.
Hentikan.
Cukup! Sudah cukup!
Will! Will!
Tidak apa-apa. Kau baik-baik saja.
Tidak apa-apa.
Ada aku.
Kau sudah aman.
...memang sebaiknya kau bicara padanya.
Terima kasih sudah menyempatkan untuk membantu kami.
Tidak masalah.
Aku senang bicara dengan orang-orang yang tidak senantiasa menanyakan
apa ini akan masuk jadi soal ujian.
Grace bilang kau sedang menulis sebuah tesis tentang fase-fase awal primata?
Kami tertarik dengan percabangan antara Homo sapiens
dengan nenek moyang lainnya,
seperti Neanderthal dan Homo sensorium.
Sensorium? itu adalah istilah yang jarang kudengar.
Sepertinya kau tidak percaya bahwa mereka pernah ada.
Memang, tapi yang pasti, tidak cukup banyak data dalam bidangku untuk mendukung teori itu.
Tapi aku orang yang terbuka.
Kalau kau bertanya kepada orang semacam Profesor Kolovi, seorang ahli genetika di Universitas Chicago,
beliau mungkin akan berpendapat lain.
Aku sudah membaca bukunya.
Aku turut prihatin atas waktu yang terbuang sia-sia.
Anda tidak sependapat dengannya?
Salah satu alasan kenapa aku menganggap antropologi itu sangat mengagumkan
adalah fakta bahwa ilmunya sendiri masih berkembang.
Kemarin kita mengutuk atau membuang teori Darwin.
Hari ini kita mengejek orang-orang semacam Kolovi,
menyebut hasil pekerjaannya adalah karya fiksi ilmiah.
Tapi besok, karyanya bisa jadi visioner.
Freud percaya bahwa nenek moyang kita menggunakan telepati untuk berkomunikasi.
Tidak ada yang benar-benar tahu apakah manusia jaman dahulu menggunakan bahasa percakapan atau semacamnya.
Tapi cukup menggelitik untuk dibayangkan, kalau teori Kolovi memang tepat,
seorang Homo sensorium bisa masuk ke kantorku,
tanpa pernah kusadari.
- Menurutku... - Apa?
Aku hanya mempertimbangkan sudut pandang lain...
Sayang, kau harus ikut. Dani!
- Bilang kalau dia harus ikut! - Hei!
- Yang itu. - Yang ini?
- Bilang kalau dia harus ikut, kumohon. - Tunggu, apa?
- Kau tidak ikut? - Kau lihat?
Dengan segala sesuatu yang sedang terjadi,
Kupikir ini bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan.
- Ini adalah hal yang tepat. - Setiap premiere kau selalu tinggal di rumah.
Kali ini, tidak.
Kau harus ikut.
- Aku... - Sayang, kau sudah bilang ratusan kali.
Bahwa inilah yang kau inginkan.
Benar bukan?
Memang.
Bersiap-siaplah! Aku ingin bahwa kita terlihat sensasional!
Kenapa sepertinya ada suara kecil di kepalaku yang mengatakan...
"Berhati-hatilah terhadap apa yang kau dambakan"?
Yes!
Lito!
Hallo. Apa kabar?
Senang bertemu denganmu.
- Oke. - Terima kasih.
Aku melaporkan untuk Kobi Kihara.
- Hallo. Aku Jela. - Hallo.
Di mana kami bisa menemukan orang yang dipanggil Van Damn?
Orang yang di... Kau yakin tidak mencari Jela?
Van Damn.
Baiklah, aku akan, memanggil... Van Damn. Tunggu...
- Capheus! Ada yang mencarimu. - Siapa?
Aku tidak tahu namanya. Aku tidak kenal.
Lito Rodriguez. Lama tidak ketemu.
Mariana, terima kasih sudah datang.
Apa kabarmu selama ini?
Aku... aku sangat bersemangat dengan permiere film ini.
Salah satu favoritku.
Apa kau bersedia berkomentar tentang skandal foto
yang baru-baru ini viral di internet?
Wow, Mariana, tidak basa-basi, langsung tepat ke sasaran.
Ya.
- Jadi kau adalah Van Damn yang terkenal itu? - Benar.
Namaku Capheus. Siapa namamu?
- Dan ini adalah matatu-mu? - Oh, ya. Benar.
Minggir. Kau menghalangi bisnya.
Apa kau membantah keaslian foto itu?
Tidak, tidak, tidak. Aku tidak bilang begitu.
Jadi kau seorang homoseksual?
Tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
Apa kau bisa jelaskan dimana masalahnya?
Masalahnya ada di fansmu.
Kalau kau membohongi mereka, mereka berhak tahu.
Katakan kepada penonton kami, kenapa kau dipanggil Van Damn.
Apa kau pernah menonton Lionheart?
Tidak. Aku tidak melihat film semacam itu.
- Film semacam itu? - Film yang mengagungkan kekerasan.
Film dimana orang-orang kulit putih-lah yang akan menyelamatkan dunia.
Lionheart tidak termasuk kedalam salah satunya.
- Ini tentang keberanian. - Keberanian.
Uh... Aku sangat bersyukur pada fansku.
Aku tahu bahwa, sebagai seorang aktor, yang berusaha kulakukan adalah memberikan sesuatu yang nyata,
yang berasal dari hatiku.
Kalau begitu, kau membohongi mereka sebelumnya?
Lito, ayolah. Kita pergi saja.
Ini kekasihmu? Maaf, aku tidak mengenalinya ketika sedang mengenakan pakaian.
Apa kau...
- Apa kau tahu masalahmu? - Aku tidak punya masalah.
Aku hanya berusaha memahami...
Kau tidak sedang berusaha memahami segala sesuatunya.
Kau mengakui bahwa kau ini gay atau tidak?
Tidak, kau tidak sedang berusaha memahami apapun. Karena...
...melabeli sesuatu adalah kebalikan dari memahami...
Tapi Van Damme itu orang kulit putih.
Memang.
Bahkan jika ini tentang keberanian, ini adalah keberanian orang kulit putih.
Maaf. Sepertinya aku tidak mengerti, tapi apa hubungannya keberanian dengan...
...warna kulit seseorang?
- Aku hanyalah seorang anak... - ...yang mencintai...
- ...film. Dan... - ...pahlawan yang kutonton...
- ...membuatku merasa seperti aku... - ...lebih berani dari sebelumnya.
- Lebih lucu. - Lebih pintar.
Mereka membuatku merasa bahwa aku bisa melakukan sesuatu yang...
- ...membuatku percaya bahwa aku melakukan sesuatu... - ...yang kupikir...
...tidak mampu kulakukan.
Tapi anak itu yang menonton TV bersama mamanya...
...mama, nenek, dan bibi...
...dan bibi, bukanlah pria yang kemudian menjadi seorang aktor.
...bukanlah pria yang kemudian menjadi seorang supir. Supir itu bukanlah supir yang sama...
...dengan orang yang kau lihat berdiri di sini saat ini.
- Lalu siapa yang berdiri... - ...di sini saat ini?
Aku ini siapa?
Aku ini siapa?
- Maksudmu... - ...darimana asalku?
- Darimana asalku? - Apa maksudmu darimana asalku?
- Akan jadi apa aku suatu saat nanti? - Darimana asalku?
- Apa pekerjaanku? Apa yang sudah kukerjakan? - Apa pekerjaanku?
- Apa mimpiku? - Apa mimpiku?
Apa pekerjaanku? Apa yang sudah kukerjakan?
- Apa pekerjaanku? - Apa yang sudah kukerjakan?
Maksudmu... apa yang kau lihat?
- Apa yang kulihat? - Apa yang kau lihat atau... apa yang sudah kulihat?
- Apa yang kau lihat atau apa yang sudah kulihat? - Apa yang kutakutkan atau apa yang kuimpikan?
- Maksudmu... - ...apa yang kukerjakan? Apa yang sudah kukerjakan?
- Apa yang kutakutkan? - Apa yang kutakutkan?
- Apa yang kuimpikan? - Apa yang kuimpikan?
- Akan jadi apa aku suatu saat nanti? - Maksudmu siapa yang kucintai?
Siapa yang kucintai?
- Maksudmu siapa yang kucintai? - Siapa yang kucintai?
- Maksudmu siapa yang kucintai? - Siapa yang kucintai?
- Apa yang hilang dariku? - Maksudmu aku sudah kehilangan apa?
Maksudmu aku sudah kehilangan apa?
Siapa aku ini?
- Siapa aku ini? - Siapa aku ini?
- Siapa aku ini? - Siapa aku ini?
- Kukira aku ini... - ...sama dengan dirimu.
- Tidak lebih baik. - Tidak lebih buruk.
Karena tidak ada seorangpun yang pernah atau akan...
...benar-benar sama dengan dirimu atau diriku.
- Kau rekam semua itu? - Itu tadi bagus sekali.
Semoga malammu menyenangkan.
Zakia.
Uh... apa?
Namaku Zakia.
Senang bertemu denganmu.
Hernando.
Ya?
Moment besarnya akan segera tiba.
Itu El Caido.
Kau bilang dia akan datang demi dirimu.
Seorang pria tidak dapat dinilai dari panjang pistolnya
atau besar keberuntungannya.
Pada akhirnya, kita semua akan dinilai dengan keberanian yang ada di hati kita.
Uh-oh.
Hallo.
Hallo lagi.
Hai.
Lihat, sepertinya aku berhutang permintaan maaf kepadamu.
Oh, tidak. Tidak sama sekali.
Karena aku tidak bisa berhenti memikirkan apa yang kau katakan
dan bagaimana hal itu diterapkan dalam kehidupanku.
Kau mengatakannya dengan sangat indah dan dari hatimu
kepada seseorang yang datang bukan untuk mendengarkanmu.
Kata-kata itu bukanlah kelebihanku.
Apa kau mau makan denganku?
No comments yet. Be the first to leave one.